Submitted by
Vantillian
on
Kejadian 2:23 Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."
Kejadian 2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
Yohanes 10:30 Aku dan Bapa adalah satu."
Yohanes 15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
Manusia merupakan makhluk yang membingungkan. Ilmu jiwa/psikologi telah berusaha memahami manusia melalui serangkaian percobaan dan teori yang dikembangkan, tetapi masih belum bisa mengerti secara tuntas sebenarnya MANUSIA itu siapa dan apa. Mengapa ada kesadaran? Darimana rangkaian pikiran itu datang? Bagaimana esensi emosi? Apakah manusia dapat disebut manusia jika dipisahkan rohnya/jiwanya? Apakah mayat manusia dapat disebut manusia? Misteri tetap misteri.
Apakah SAYA bisa disebut pribadi? Dapat. Berapa pribadi? SATU. Apakah saya benar-benar adalah SATU? Tidak. Karena saya mempunyai bagian jasmaniah dan rohaniah. Apakah itu berarti saya adalah BANYAK? Apakah jasmani saya adalah SATU? Iya. Lalu bagaimana dengan rohaniah saya? Satu juga. Berarti saya ada dua bagian. Berarti saya bukan Satu. Lalu darimana pikiran itu datang? Dari SAYA. Apakah pikiran bisa dipisahkan dari saya? Tidak dapat. Lalu apakah saya adalah pikiran? Kalau bukan, apakah saya adalah emosi? Saya adalah manusia, karena itu saya bisa berpikir dan merasa. Berpikir dan merasa itu datang dari KESATUAN pribadi saya. Tetapi saya tetap terdiri dari roh dan tubuh. Apakah saya satu yang dua/banyak? Atau saya adalah dua menjadi satu?
Ketika laki-laki meninggalkan orang tuanya dan menikah dengan wanita dan bersetubuh, Alkitab memakai kata "satu daging". Apakah daging suami dan istri menyatu? Atau apakah suami sama dengan istri dan istri sama dengan suami? Dua menjadi satu? Apakah itu pribadi atau esensi? Pribadi laki-laki tetap laki-laki, demikian juga perempuan, tetapi esensi mereka adalah satu. Satu dalam apa? Satu dalam banyak. Banyak dalam satu. Anda bisa membandingkan hal ini dari tulisan disini. Ketika seorang percaya kepada Yesus, ia dipersatukan di dalam Kristus, supaya bisa diterima oleh ALlah. Ketika ada 1000 orang percaya kepada Kristus, mereka dipersatukan dengan Kristus. Kristus menjadi SATU bagi 1000 orang percaya. Kristus menjadi WAKIL SATU-SATUNYA bagi orang percaya. Tetapi setiap orang percaya dibedakan dalam BANYAK. Hanya melalui SATU Adam, dosa telah masuk ke dalam dunia. Hanya melalui SATU Kristus, maka dosa telah diselesaikan. Satu Adam adalah banyak Adam. Satu Kristus adalah banyak Adam. Apakah Kristus sama dengan Adam? Mengapa SATU Kristus bisa mewakili BANYAK keturunan Adam di hadapan Allah?
MASALAH SATU DAN BANYAK
Contoh di atas adalah masalah satu-banyak dalam pemahaman dan pemikiran manusia. Masalah juga terjadi ketika bergelut dengan masalah "konkret" dan "abstrak". Bagaimana mungkin Allah itu ESA? Bukankah Allah adalah Roh? Apakah Allah itu SATU? Bagaimana mungkin Allah itu Tritunggal? Bukankah Allah adalah Roh? Bagaimana mungkin kita bisa menghitung roh? Satu meja dengan satu roh, meskipun kelihatan sama, tetapi perbedaan kualitatifnya begitu jelas. Satu konkret, satu abstrak. Yesus dan Bapa adalah satu. Apakah Yesus tidak dapat dibedakan dari Bapa? Roh Kudus keluar dari Bapa, apakah Roh Kudus sama dengan Bapa? Bagaimana mungkin satu bisa berarti banyak dan dibedakan dari dirinya sendiri dengan konsep banyak?
Apakah satu itu adalah satu? Bukankah konsep satu-banyak tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan kita? Pikiran kita menerima satu-banyak dalam menilai segala sesuatu. Ambillah contoh buku novel. Kita ambil SATU buku novel. Apakah buku itu satu? Benar. Tetapi apakah itu benar-benar satu? Seandainya tulisan dan semua kertas halaman dalam dibuang, apakah dapat disebut SATU BUKU NOVEL? Bukankah tinggal covernya? Sehingga sebutannya diganti menjadi SATU COVER BUKU? Satu buku novel harus dilihat dan dimengerti esensinya dalam bagian-bagian (partikularitas) yang menyusunnya. Kalau tidak, bukan buku novel namanya. Satu tidak bisa dipisahkan dari banyak. Tulisan, gambar, kertas adalah bagian dari satu novel.
Lalu apakah satu bisa DIMENGERTI karena dia adalah satu? Tidak. Satu hanya bisa dimengerti ketika dibandingkan dengan entitas satu yang lain. Allah adalah ESA. Itu artinya dibandingkan dengan semua ilah lain, tidak ada perbandingan yang lain, karena Allah adalah ESA. Berhala bisa satu atau banyak, tetapi ALlah adalah esa. Kesatuan Allah TIDAK MEMUNGKINKAN adanya kesatuan yang lain dimana esensinya sama. Dengan demikian, tidak ada Allah lain. Keesaan Allah adalah kemutlakan. Tetapi kesatuan Allah tidak bisa dimengerti tanpa adanya kebanyakan Allah, yaitu dalam Alkitab adalah Allah Tritunggal. Allah Bapa, Anak, Roh Kudus dapat dibedakan, tetapi juga merupakan kesatuan. Satu dalam banyak, banyak dalam satu. Satu Buku dalam esensinya sebagai BUKU tidak memungkinkan adanya esensi "buku" yang lain. Karena itu, BUKU adalah BUKU. Kata buku adalah esa. Demikian juga manusia. Manusia adalah esa. Monyet bukan termasuk esensi manusia. Karena itu keesaan manusia beda dengan keesaan monyet.
Banyak terdiri dari bagian-bagian. Bagian harus dimengerti SEBAGAI kesatuan. Kesatuan harus dipandang DARI bagian-bagian. Itulah cara pengertian dan pengetahuan diturunkan dan diabstraksikan. Kita mengerti konsep SATU BUKU karena kita mengerti bagian-bagiannya, yaitu kertas, gambar, tulisan dsb. Itulah dasar pengetahuan manusia yang misterius. Bukankah penyataan Alkitab tentang Tritunggal juga mempunyai sifat yang sama? Misterius, tetapi merupakan landasan dalam segala pengetahuan dan pengertian manusia. Penuh paradoks, tetapi itulah salah satu cara mengerti segala sesuatu di dalam hukum pengertian. Apakah konsep Allah Tritunggal tidak masuk akal? Melebihi akal? Bukankah kita juga tidak bisa menjelaskan masalah satu-banyak ini dalam pemikiran kita? Bagaimana anda mengerti SATU itu? Dengan merujuk ke BANYAK. Bagaimana anda mendefinisikan BANYAK? Dengan menyatukannya ke SATU. Siapa yang menyatakan ajaran Allah Tritunggal TIDAK BENAR dan ABSURD, maka ia harus bisa membantah dan menyelesaikan masalah satu-banyak ini.
Ngomong-ngomong, apakah saya sedang menulis SATU tulisan? Atau BANYAK tulisan? Bagaimana anda mendefinisikan satu tulisan blog saya?