Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Saya adalah orang kaya

hiskia22's picture

Saya adalah orang kaya....ya.....saya adalah orang kaya.

Anda tidak percaya saya adalah orang kaya ?

mau bukti ?

akan saya buktikan.

Ketika saya berjalan - jalan ke rumah sakit....saya banyak melihat orang - orang sakit yang berobat. Ketika mereka akan menebus resep dokter, tidak sedikit biaya yang dikeluarkan. Bahkan ada di antara mereka yang terpaksa harus berhutang dahulu. Tidak ratusan ribu yang harus dikeluarkan. Bahkan harus jutaan....dan saya yakin ada puluhan juta.....dan ratusan juta....

Saya memilki kesehatan itu....saya memiliki ratusan ribu itu....saya memiliki jutaan itu....saya memiliki puluhan juta itu....bahkan ratusan juta itu.

Berapa biaya untuk mendapatkan ginjal baru ?

Berapa biaya untuk cuci darah ?

Berapa biaya untuk mendapatkan mata baru ?

Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk menyembuhkan patah tulang.....

dsb...dsb...dsb....

Saya adalah orang kaya.......saya bersyukur karena Allah telah mengaruniakan kekayaan yang sedemikian besar kepada saya yaitu kesehatan saya.......

Sekali lagi saya katakan bahwa saya adalah orang kaya.....

halleluya.......

GBU 

__________________

GBU

bygrace's picture

Sehat = kaya

Hiskia  :

Berapa biaya untuk mendapatkan ginjal baru ?

Berapa biaya untuk cuci darah ?

bygrace :

Saya tidak tahu persisnya harga sebuah ginjal baru, tetapi dari beberapa pasien gagal ginjal yang merencanakan cangkok ginjal, saya dengar angkanya menembus angka 100 juta rupiah (untuk mendapatkan donor dan operasinya). Dan, setelah itu masih tetap harus menjalani proses penjagaan kesehatan yang juga memerlukan obat-obatan yang mahal.

Tapi saya pernah tahu biaya cuci darah. Karena ayah saya menjalaninya hampir lima tahun. Cuci darah memerlukan biaya (dua tahun lalu sebelum ayah saya meninggal dunia)  antara Rp. 650.000 hingga Rp. 900.000 untuk sekali cuci darah. Harus dilakukan dua atau tiga kali seminggu. Terimakasih pada ASKES yang membayar biaya ini , karena ayah saya pensiunan PNS.

Lalu, ada biaya yang harus ditanggung sendiri. Pemasangan cimino (jalur masuk di pembuluh darah untuk proses cuci darah) perlu operasi, dan ini mungkin harus beberapa kali selama hidup karena setelah beberapa waktu pembuluh darah mengeras dan rusak. Pemeriksaan rutin di laboratorium untuk memeriksa angka kreatinin, ureum, phospat, dan entah apa lagi yang biayanya sekitar Rp. 400 ribu per bulan. Setiap minggu harus disuntik obat yang harganya (ketika itu) sekitar Rp. 450.000 per ampul. Karena pasien cuci darah juga rentan terhadap penyakit, maka bolak balik ke rumah sakit untuk berbagai penyakit lain (jantung, hati, paru-paru) menjadi rutin pula. Juga, setiap hari harus mengonsumsi segenggam pil untuk penyakit ini dan itu.

Mahal sekali. Kenyataannya, ada beberapa pasien teman senasib ayah saya yang akhirnya meninggal dunia setelah berhenti menjalani dialisis setalah uangnya habis dan tidak lagi mampu membayar biaya cuci darah (mereka tidak punya asuransi).

Benar sekali, jika dihitung-hitung memanglah kita yang (relatif) sehat sungguh kaya. Saya lebih suka melihat kesehatan dan kelengkapan fisik yang kita miliki sebagai 'talenta' : apa yang kita perbuat dengan tubuh yang sehat dan lengkap itu ? Apakah kita melipatgandakannya (menggunakannya dengan baik) ?

hiskia22's picture

@bygrace

Karena itu bersyukurlah selalu....

Bohong mereka yang sehat berkata bahwa mereka miskin......

GBU

__________________

GBU

antisehat's picture

hiskia: makmur

dear hiskia22... setuju...

manusia sehat = manusia kaya,

 

namun ini katanya orang lho...

manusia Makmur adalah :

manusia yang sehat, dan punya banyak waktu dan dana

untuk menikmatinya...

 

___________________________

giVe tHank’s wiTh gReaTfull heArt

www.antisehat.com