Perlakukan aku sebagai wanita
Seka air mataku dengan punggung tanganmu
Ketika kabut selubungi pelupuknya
dan sungai meleleh hangat dari sudut-sudutnya
jagai aku ketika aku mulai gontai
Genggam tanganku
Tak perlu erat pun mesra
iringi saja langkahku
Saat kususuri sendiri jalanan hari ini
Tak usah kau panggul seluruh dunia untukku
cukup bagiku sebelah tanganmu
raih sedikit bebanku
Kau tak perlu berbohong bahwa akulah tercantik di semesta
katakan saja bahwa kau tak perlu semua kemolekan
untuk buatmu merasa nyaman
Permata dan bunga memang memukau
namun tak perlu kaubawakan itu padaku
cukuplah dirimu duduk di sisiku
menapaki perjalanan surya dan candra
Perlakukan aku sebagai wanita
tak perlu manjakan aku bagai putri
atau pujaku bak bidadari
tak harus kau jadi pahlawan
cukup perlakukan aku sebagai wanita
karena aku lelah berpura-pura tangguh
melawan dunia dengan angkuh
perlakukan aku sebagai wanita
ijinkan aku jadi penolongmu
dengan segala ketaksempurnaanku
biarkan aku melukis senyum
kala harimu redup muram
akan kubawakan secangkir teh panas
dan kudengarkan cerita, keluh, dan kesahmu
hingga seluruh bebanmu luruh lepas
cukup perlakukan aku sebagai wanita
karena aku lelah berpura-pura tangguh
melawan dunia dengan angkuh