Submitted by clara_anita on

Hari ini bisa jadi hari terakhirku bekerja di sini. Ada haru yang menyeruak ketika aku menyadarinya. Menyadari hal yang selama ini coba kulupakan meski tak dapat. Haruku mungkin dapat tersembunyi di balik topeng sok tenang dan tak peduli. Mencoba mengalir bersama arus, sambil berjuang untuk tak terhanyut. Aku tak mau memaksa, pun enggan menolak. Tapi hari itu jelas semakin dekat saja.

Kabarnya hari itu adalah besok. Besok akan diputuskan apakah aku dapat terus melayani di tempatku bekerja saat ini, ataukah aku harus segera memenuhi panggilan tugas di tempat baru. Pilihan yang sulit.

Ternyata, semua tampak lebih indah pada detik-detik terakhir. Anakku yang terdiagnosa memiliki gangguan agresivitas pun hari ini pun tampak manis. Aku pun betah berlama-lama di dalam kelas. Sudah hampir seminggu aku tak keluar kelas ketika bel istirahat berbunyi. Aku ingin menikmati setiap detiknya.

Sungguhkah saat-saat terakhir yang membuatnya indah, ataukah kecemasan menghadapi dunia baru yang membuatku jadi tambah mencintai tempat ini. Ah, dasar orang melankolis yang pro status quo...

Di manapun aku ditempatkan besok, aku percaya TUHANku selalu membimbingku ke padang berumput hijau dan sungai berair tenang.