SELAMAT JALAN MAMA
kepak sayap sang waktu membelah langit
bungkam di tapal batas kefanaan
senyum kelegaan mengembang hiasi raut wajahnya
tunai tugas hantar bunda keharibaan kekekalan
desah angin dawaikan hening
kenangan berlarian di ruang hati
mama semai cinta tanpa lelah,
tabur damai tak surut langkah
mengalun indah, meluap, lampaui batas rasa
segarkan dahaga jiwa
tersenyumlah mama lambaikan tangan
abaikan cemas hendak menggelayut tertinggal jauh
lolongnya lamat memudar bisu
percayakan riuh detak kehidupan pada nadi kami
akan kami rangkai wejangan dan teguran dalam harmoni
semerbak wangi damai dan cinta
menepikan kekalutan dan kegaduhan di lorong-lorong pekat malam
ah, mama...
tertawalah lepas sambut kekekalan
lihat...
sukacita mengalir deras uapkan erang kesakitanmu
bebaskan hatimu menghirupnya, ma
bahkan biarkan paru-parumu ditenggelamkannya
sampai merasuk sudut-sudut sumsum tulang
tiada tersisa meski setitik bagi kepedihan
mama...
tersenyumlah...
meski ditingkah derai air mata
lihatlah, kami pun tersenyum tulus melepasmu
bergegas lugas menuju jamuan Sang Tuan
reguk
berenang riang di luas samudera manisnya kesetiaan
mama tersayang...
selamat jalan....
(Puisi ini saya persembahkan buat mama tersayang sahabat baik saya, sekaligus orang tua angkat saya, yang kembali ke pangkuan Bapa kamis malam tadi di Medan. Semoga seluruh keluarga diberi kekuatan. Amin)