Apakah anda mengklaim diri sebagai "Orang Percaya"? Sebelum begitu terlalu pede, lihat dulu ciri-ciri/tanda-tanda "Orang Percaya" pada Mrk. 16:17-18.
Di situ Yesus menyebutkan ciri-ciri atau tanda-tanda "Orang Percaya". Ini bukan sembarang ucapan. Ini adalah kata-kata Yesus terakhir kalinya sebelum Yesus meninggalkan "kemanusiaanNya", yaitu kata-kata yang terucap sesaat sebelum Yesus naik ke surga. Setelah itu Yesus "untouchable" tetapi suaraNya masih ada yang mendengar, misalnya Saulus (Paulus).
Saya mencoba menilai diri sendiri, apakah saya punya ciri-ciri/tanda-tanda "Orang Percaya" seperti yang Yesus sebutkan itu, yaitu:
| No. | Tanda-tanda | Saya | Anda? |
| 1. | Mampu mengusir setan/roh jahat dalam nama Yesus | No | |
| 2. | Mampu berbahasa baru (bukan bahasa roh, tetapi bahasa manusia yg sebelumnya belum bisa jadi bisa) |
No | |
| 3. | Kebal racun (ular) atau racun mematikan | No | |
| 4. | Mampu menyembuhkan orang sakit hanya dengan meletakkan tangan di atasnya |
No |
Secara jujur beginilah penilaian saya terhadap diri sendiri:
- Tanda-tanda 1: Mampu mengusir setan/roh jahat dalam nama Yesus. Boro-boro mengusir setan atau roh jahat, bahkan saya sendiri masih sering dirasuki setan. Misalnya: gampang marah dan pernah kesurupan.
- Tanda-tanda 2: Mampu berbahasa baru (bukan bahasa roh, tetapi
bahasa manusia yg sebelumnya belum bisa jadi bisa). Belajar Bahasa Inggris saja sudah 30 tahun belum fasih juga. Apalagi bahasa yang sama sekali belum pernah dipelajari. - Tanda-tanda 3. Kebal racun (ular) atau racun mematikan. Yang racun ular atau racun beneran sih belum pernah coba. Tapi saya sudah pernah keracunan makanan hingga dehidrasi selama 10 hari dan dirawat di RS Cikini hingga 2 minggu.
- Tanda-tanda 4. Mampu menyembuhkan orang sakit hanya dengan
meletakkan tangan di atasnya. Wuih...pake dokter ahli yang sangat pakar pun saudari saya belum sembuh dari sakit kanker payudara. Padahal sudah kemoterapi dan radiasi segala. Dokternya sudah nyerah.
Melihat empat tanda-tanda tersebut tidak satupun yang "Yes" pada apa yang saya miliki, malu rasanya menyebut diri "Orang Percaya". Bagaimana dengan anda?
Lalu siapakah yang pantas disebut "Orang Percaya" yang mempunyai empat tanda-tanda itu? (Itu adalah klausul .AND. bukan .OR. Artinya keempat tanda-tanda tersebut harus dimiliki secara utuh, bukan salah satu atau salah dua, dst).
Mohon diluruskan bila memang pemahaman saya "bengkok" dan mari kita diskusikan topik ini.
NB: Jangan menyamakan "bahasa baru" dengan "bahasa roh". Kedua jenis bahasa itu berbeda bahkan bertolak belakang. Tentang Bahasa Roh nanti kita diskusikan juga dengan topik "Bahasa Roh".
Catatan terakhir:
Terimakasih kepada semua tanggapan yang masuk ke blog ini. Terutama kepada teograce yang memberikan link berikut:
http://alkitab.sabda.org/article.php?id=8442
Artikel tsb banyak memberi pencerahan kepada saya. Mudah-mudahan anda juga dapat pencerahan yang sama dari artikel tersebut. Dengan demikian, forum diskusi ini saya anggap sudah selesai. Mohon maaf kalau ada tanggapan baru, mungkin tidak akan saya balas lagi. Terimakasih. Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua.