Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Sold

victorc's picture
Teks: 2 Raja-raja 4:1-3
    1  Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya."  
    2   Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak."  
    3  Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit. "

Shalom, selamat pagi saudaraku. Beberapa waktu lalu saya menyaksikan sebuah film bagus meski belum sempat menyelesaikannya. Film itu berjudul "Sold," yang diangkat dari novel lakukeras karya Patricia McCormick.(1)
Ringkasnya, film tersebut berkisah tentang seorang anak gadis asal Nepal bernama Lakshmi, yang diiming-imingi bekerja di kota besar di India oleh seorang pedagang. Ternyata sesampainya ia di India, ia diserahkan kepada seorang mucikari lalu ia dipaksa untuk menjadi pekerja seks komersial. Ia berusaha lari, namun apa daya beberapa kali tertangkap oleh preman mucikari tersebut, lalu ia dikurung dalam kamar berterali. Untungnya ada seorang wartawati asing yang menemukan dia di balik terali, lalu dia berusaha keras menolong Lakshmi.
Memang hanya ada beberapa film yang mengangkat sisi-sisi gelap dalam kehidupan riil di banyak negara berkembang seperti perdagangan manusia (human trafficking), penjualan organ manusia, perbudakan anak-anak, dan juga pembajakan kapal di Somalia seperti direkam dalam film Captain Phillip.
Yang lebih buruk lagi, tampaknya perbudakan anak-anak tersebut sudah terjadi sejak ribuan tahun yang lalu, sebagaimana teks yang kita baca kali ini. Tampaknya ada paling tidak 3 penyebab perbudakan anak-anak: a. Kalah berperang (misalnya kisah budak Naaman), b. karena himpitan hutang atau kesulitan ekonomi lainnya, c. sengaja dijual seperti dalam kisah Yusuf (Lihat kitab Kejadian).
Dalam kisah kita, nabi Elisa tampil sebagai penolong bagi seorang janda seorang nabi yang terimpit kesulitan ekonomi, yang terancam kehilangan kedua anaknya karena hutang. 

Janda nabi
Dalam teks ini, perempuan itu mengalami kesukaran besar. Suaminya yang meninggal dunia merupakan satu-satunya pencari nafkah dalam keluarga mereka, dan ia meninggalkan banyak utang. Istrinya itu sangat miskin; itulah penyebab ia tidak dapat melunasi utang-utangnya, baik dengan barang maupun uang.(2) Dalam keadaan terjepit semacam itu, dapat dipahami jika penagih hutang merasa berhak atas tenaga kerja dari anak-anaknya yang masih hidup. Inilah yang sebenarnya terjadi: penderitaan yang satu (ditinggal mati suaminya), disusul penderitaan selanjutnya (anak-anak yang terancam menjadi budak).
Saya kira persoalan para janda hamba Tuhan yang mirip dengan kisah tersebut juga terjadi hingga sekarang, khususnya di gereja-gereja yang belum tertata dengan baik sistem untuk menopang kehidupan para janda pendeta tersebut.
Bagaimana kita bersikap dalam situasi semacam ini sebagai gereja?
Setidaknya ada 3 kemungkinan:
a. Tidak peduli atau pura-pura tidak tahu.
b. mengumpulkan sumbangan diakonia untuk menolong janda-janda tersebut.
c. Menata sistem yang dapat menopang kesejahteraan para janda pendeta tersebut.
Tentu ada pilihan keempat yaitu meminta mereka mengumpulkan tempayan, lalu melakukan mukjizat bagai nabi Elisa, namun saya kira ini agak sulit.

Persoalan struktural
Di luar persoalan para janda hamba Tuhan yang terbelit hutang, juga banyak kasus perbudakan anak kecil dan juga perdagangan manusia di banyak negara berkembang. Bahkan tidak jarang ada anak-anak yang diculik lalu dikirim ke rumah sakit yang akan mengoperasi para korban tersebut dan mengambil organ-organ tubuh mereka seperti ginjal, lever dan lain-lain. Bahkan kabarnya, praktek semacam itu diberlakukan oleh beberapa negara terhadap para tahanan politik, dan baru saja dihentikan oleh pemerintah China.
Bagaimana gereja akan bersikap terhadap situasi-situasi tersebut? Tentu ini memerlukan serangkaian tindakan untuk mencegah kejahatan sistematis semacam itu. Mungkinkah teknologi digunakan untuk mencegah perbudakan anak-anak, perdagangan manusia dan penjualan organ di pasar gelap? Kalau tidak salah, ada beberapa lembaga non-pemerintah yang mulai mengembangkan sistem informasi berbasis internet untuk memonitor dan melaporkan jika ada indikasi perdagangan manusia. Upaya-upaya voluntiran semacam ini perlu terus diapresiasi dan dikembangkan.

Pertanyaan
Apakah Anda seringkali membaca suatu perikop dalam Alkitab, namun tidak tahu bagaimana harus membacanya? Berikut ini ada 10 pertanyaan yang akan menolong Anda mulai mengerti isi teks Alkitab, khususnya yang bersifat narasi. (2)
1. Siapa pahlawan dalam teks? 2. Manakah usaha pencarian? 3. Siapakah para pembantu dan para lawan? 4. Apakah kehadiran pencerita terasa di suatu tempat dalam teks? 5. Apakah pencerita berpegang pada kronologi peristiwa atau proses? 6. Di mana ada lubang atau lompatan dalam waktu yang diceritakan? 7. Apakah alur cerita jelas? 8. Di manakah terdapat wicara? 9. Manakah pilihan kata yang menarik perhatian kita? 10. Mengenai batas-batas: manakah sarana-sarana yang dipergunakan untuk membatasi satuan?

Penutup
Artikel ini merupakan salah satu contoh bagaimana menghubungkan narasi 2 Raja-raja 4 dengan situasi hari ini, khususnya di banyak negara berkembang. Kiranya berguna untuk lebih memahami konteks masa kini para pembaca.

Bagaimana pendapat Anda?

Versi 1.0: 22 april 2017, pk. 2:23
VC

Referensi:
(1) "Sold" movie review based on novel by Patricia McCormick. Url: http://www.metacritic.com/movie/sold
(2) Jan Fokkelman. Di balik kisah-kisah Alkitab: Penuntun membaca narasi alkitab sebagai karya sastra. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008
(3) http://24hoursworship.com/buli-buli-minyak-dan-mukjizat-tuhan/
(4) http://santapan-harian.blogspot.co.id/2012/07/periksalah-1-elisa-dan-janda-dengan.html
__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.