Siapakah Hamba Tuhan ? Hamba Tuhan adalah seorang Pendeta/Penginjil ataupun orang-orang yang mendapatkan panggilan full time sebagai Pelayan Tuhan di Gereja/dalam lembaga kerohanian.
Waktu kecil, aku tidak mengenal sosok Hamba Tuhan. Yang aku kenal hanyalah guru sekolah minggu yang mengajar setiap minggu di depan kelas. Bagiku yang masih kecil, dia adalah "Hamba Tuhan" dalam hidupku . Setelah aku remaja , aku baru mengenal sosok Hamba Tuhan/penginjil . Saat remaja, tidak ada seorang pendeta di gerejaku, yang ada hanyalah Penginjil dan Mahasiswa Praktek dari sekolah teologia. Kita hanya dapat melihat sosok Pendeta setiap tanggal 25 Des. Saat itulah,gereja mengundang Pendeta dari kota lain , sekaligus mengadakan KKR ( Kebaktian Kebangunan Rohani ). Setelah di Jakarta, aku mengenal banyak sekali Hamba Tuhan karena kebetulan aku berjemaat di gereja yang cukup besar.
Saat kecil, aku sangat mengagungkan sosok " Guru Sekolah Minggu " , yang bagiku saat itu adalah " Hamba Tuhan" dalam hidupku. Seorang guru wanita dengan paras yang begitu cantik, muda, pintar nyanyi, mengasihi murid-muridnya tanpa perbedaan, pintar cerita, dan baik hati. Karena sosok itu begitu agung bagiku, akhirnya aku rajin ke Sekolah Minggu, mendengarkan Firman Tuhan dengan baik, membuat catatan untuk setiap Firman Tuhan yang diberikan, menghafal ayat hafalan, dan hasilnya memang setiap ujian diadakan, aku mendapatkan nilai yang bagus dan diberikan hadiah yang sangat menarik. Waduh, ternyata baru sadar, itulah yang membuat aku rajin , bukan karena kecintaan kepada Firman Tuhan, tapi karena aku mengagungkan sosok Guru itu dan hadiah yang menanti di depan mata.
Kadang-kadang aku iseng dan suka bertanya kepada beberapa Mahasiswa Praktek : " Lause, akan kemana setelah selesai kuliah ?". Kebanyakan dari mereka akan menjawab : di Jakarta, karena ladangnya lebih banyak . Emang seh, tidak dapat disalahkan, karena di Jakarta memberikan peluang yang lebih besar dalam segala hal. Tetapi akhirnya membuat aku berpikir , apakah panggilan Tuhan hanya di Jakarta saja ? bagaimana dengan pelosok-pelosok - apakah memang Tuhan tidak memanggil mereka kesana ? aku sendiri pun tidak dapat menjawab. Karena aku lebih berpikir, Tuhan pasti tidak hanya memanggil orang untuk pelayanan di Jakarta saja.
Setelah aku dewasa, aku berpikir satu kesalahan besar mengagungkan sosok Hamba Tuhan, karena Hamba Tuhan adalah juga manusia. Hamba Tuhan pada masa sekarang mungkin tidak lagi mengalami kesulitan/penderitaan yang besar dibandingkan dengan para Rasul di dalam Alkitab. Malah mungkin boleh dikatakan, ada beberapa Hamba Tuhan yang kelihatan malah punya kehidupan yang "makmur".
Jangan pernah memisahkan kehidupan menjadi 2 bagian yang terpisahkan yaitu Kehidupan gereja dan kehidupan sekuler/ non gereja. Pendapat itulah yang akhirnya mempengaruhi pandanganku, dan akhirnya aku pun berkesimpulan, Hamba Tuhan adalah sebuah profesi, sama seperti profesi yang lain.
Bedanya mungkin hanya 2 :
1. Panggilan menjadi Hamba Tuhan harus didoakan oleh jemaat , panggilan profesi lain , tidak pernah didoakan oleh jemaat.
2. Panggilan menjadi Hamba Tuhan melewati altar call, panggilan profesi lain, tidak ada altar call.
Bagaimana sosok Hamba Tuhan di mata Saudara?