biji atau
sekeranjang buahDari Phrack, oleh kehendak Allah. Kepada brother & sister yang percaya dalam Kristus para bloger situs Kresten sabdaspace. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, menyertai kamu kamu kamu.
Berita kasih karunia Allah melalui Kristus Yesus telah berbuah dan berkembang di seluruh dunia, dan Injil itu telah datang kepada kamu maka bersukacitalah karena kamu telah mengenal kasih karunia Allah yang sebenarnya. Karena itu saya juga mengharapkan dengan sunguh & berdoa agar pembaca situs bloger ini dapat saling menguatkan dan akhirnya supaya pembaca menerima segala hikmat dan pengertian yang benar juga mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna sehingga memperoleh kedewasaan dalam hal hal rohani agar hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan akan berbuah secara otomatis oleh karena kamu telah menjadi ‘ranting’ dalam pokok kebenaran Kristus Yesus (Yohanes 15: 4 – 8). Namun untuk menjadi milik-Nya & agar berbuah secara ‘otomatis’ perhatikan ayat ini
Matius 10: 38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
Lagi ayat ini
Matius 7: 21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Saya yakin kamu semua mengerti benar ayat2 diatas apalagi bloger di sabda space rata2 sudah memperoleh gelar ‘master theologi’ oleh para bloger facebook, friendster atau malah chaters di liveconector, MLRC, dll. Ya! cobalah kamu mengaku dihadapan situs bloger sekuler kalau kamu bloger situssabdaspace! Maka kamu akan memeperoleh gelar ‘The Master of Theologi’!
Matius 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
Setiap kita mendengar pesan tersebut saya yakin sebagian dari kamu kamu kamu mengatakan saya belum siap, tidak ada lahan, dsb.
Masalah ‘lahan’ yakinlah bahwa lahan itu telah siap dituai dan memang benar siap dituai, nanti ya saya britau kamu:
Yohanes 4 : 35 …Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.
Saya faham sekali dengan pendapat kamu yang berkata ‘belum siap’ maka itu saya harapkan bloger di sabdaspace ini untuk saling menguatkan. Lalu yakinlah kamu akan hal ini:
Markus 13:11 … janganlah kamu kuatir akan apa yang harus kamu katakan, tetapi katakanlah apa yang dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga, sebab bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Kudus.
Yakinlah seperti Paulus seperti kalimat “positif”nya ini:
Filipi 4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Maka tidak ada masalah karena kamu akan dikuatkan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun, bijaksana dan sabar. Belum siap adalah kata ‘negatif’ jangan gunakan kata itu.
Memang saat ini kita terbiasa oleh budaya gampang. Ganti saluran TV tinggal pencet dari jauh, pesan makanan pencet beberapa tombol HP makanan siap diantar ke rumah, mau makan ayam goreng + nasi tinggal datang ke restoran dalam 5 menit sudah tersaji tanpa perlu berburu ayam, memotong, menanam padi, dsb. Kita juga jadinya terbiasa seperti tidak mau ‘repot’. Saya kasih kamu contoh :
Matius 9: 37 Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.
Perumpamaan tentang benih yang tumbuh dan tentang biji sesawi di Markus 4:26 – 34 mau mengajarkan kita agar tidak meremehkan benih. Yesus menggambarkan Kerajaan Allah seperti orang yang menabur benih di tanah (ayat 26). Tidak ada yang dapat menghalangi pertumbuhan yang diberikan Allah. Kerajaan Allah umpama biji sesawi yang kecil, tapi ketika ia sudah bertumbuh akan menjadi lebih besar dari segala sayuran yang ada (ayat 32). Cabang2nya yang besar dapat dijadikan tempat bernaung burung burung diudara. Artinya Kerajaan Allah yang dihadirkan lewat gereja akan menjadi tempat berlindung, tempat bernaung bagi umat manusia didunia. Oleh karena itu sekecil apapun perbuatan baik, yang didasari oleh kasih pasti akan menghasilkan sesuatu yang berarti. Seperti bangunan besar dimulai dengan peletakan batu pertama begitu juga perubahan besar dalam hidup kita dimulai dengan langkah awal. Bunda Teresa dalam buku Mutiara Cinta menuliskan: “Saya dapat memperhatikan satu pribadi saja pada suatu saat. Saya hanya dapat menyuapi satu orang pada satu waktu. Hanya satu, satu, satu.” Sama seperti biji sesawi yang kecil menjadi pohon yang besar segala pekerjaan hanyalah setitik air ditengah lautan namun akan sangat berarti. Cuma dengan satu, satu, satu awalnya.
Jangan takut dengan mereka iman anda tidak akan dicuri tapi sebaliknya anda akan menuai!! Bantulah mereka mencari kebenaran!
(+) berdoalah agar supaya jangan penggoda merugikan jiwamu (+)


ladangNya sangat jelas
Take look at this pic around
sampe diluar..
THE ARMAGEDDON PLOT
Intinya siapa yg siap menuai dan mau bermental seperti petani?
(+) berdoalah agar supaya jangan penggoda merugikan jiwamu (+)
(+) berdoalah agar supaya jangan penggoda merugikan jiwamu (+)