Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Tersinggungnya Seorang yang Mengaku Bijaksana

smile's picture

Seorang blogger berkata kepada saya,dia mengatakan kenapa saya mengecam orang kristen itu semua tidak benar, pendeta pendeta itu tidak benar,dan mengatakan kalau saya memukul rata bahwa semua yang terlibat dalam “ kekristenan “ adalah sekumpulan orang orang munafik yang selalu hanya pandai berkata kata daripada melakukan semua firman Tuhan dalam hidupnya.

Kenapa harus tersinggung dengan apa yang anda terima tentang kemunafikan dalam  “kekristenan” dan tentang pendeta yang maunya menang sendiri, dan merasa paling diurapi?

Sebenarnya perkara ini sangatlah sederhana , atau kalau mau dikatakan ke inggris inggris an,its just a simple case.

Mari kita bahas bersama apa yang menjadi “ ganjalan “ bagi mereka yang mengatakan kalau katanya saya memukul rata semua dengan satu pandangan yang salah.

Saya tegaskan disini,semuanya adalah tidak benar. Tidak ada yang mengatakan pukul rata. Jika seorang dikritik, atas apa yang dilakukannya ternyata salah, maka tentu saja yang dikritik akan merasa, jika dia memang melakukan kesalahan, sehingga kritik terarah kepadanya.

Tapi jika tidak melakukan apa yang dikritikkan, untuk apa harus naik pitam, dan menjadi wakil dari orang yang tidak minta diwakilkan? Mengatasnamakan dari orang yang tidak minta diatasnamakan? Sungguh menyedihkan, dan terlihat sok menjadi pahlawan kesiangan.

Banyak sekali hal hal “ aneh “ yang terjadi dalam dilema hidup kekristenan. Bolehkah kritik dilontarkan atas semua tindakan yang memang sudah seharusnya dikritik?

Sebagai contoh, akan saya sebutkan beberapa hal yang sudah seharusnya mendapat kritikan : yang dilakukan oleh orang orang dalam kekristenan, baik pendeta, pelayan Tuhan, maupun jemaatnya sendiri.

1.Pendeta yang memaksakan hikmatnya, yang mengatakan apa yang didapatnya dikatakan datang langsung dari Allah, Apakah benar?

2.Pendeta yang mersa mendapat wahyu dari Tuhan, dengan istilah kerennya, “ wahyu dari hongkong?”

3.Membiarkan terjadinya penipuan penipuan dalam pelayanan, ataupun kegiatan dalam ibadah lainnya, seperti munculnya bahasa roh Palsu?

4.Berkotbah dengan sombong, yang selalu menceritakan pengalamannya diluar negeri,pengalamannya bertemu orang orang penting seperti bertemu presiden Obama..( hua ha ha...ngibul...).Perlukah semuanya itu diceritakan? Kenapa tidak bercerita bertemu pengemis atau makan bersama gelandangan?

5.Suka memaksakan kata kata dari segala bahasa ke dalam kotbahnya di dalam negeri sendiri( kecuali di luar negeri...)

6. Merasa pandai dan jago dalam semua istilah istilah teologia, yang ingat : tidak semua umat seperti kalian sekolah dan belajar teologia.

7.Suka mengatakan hal hal bodoh, seperti “BAGI YANG MENGERTI KATAKAN AMIN.....BAGI YANG TIDAK : AUH AH GELAP...Emang Gue PIKIRIN?

8. Suka berbahasa kasar, seperti mengatakan “ orang kristen seperti itu adalah orang kristen yang goblok”.

9.Suka menjelek jelekan agama lain saat berkotbah…..

10.Banyak mengemukakan teori teori baru semau gue,seperti yang di tulis oleh Vantillian, seorang blogger SS di blog terbarunya,yang mengatakan, bila dikritik, mereka akan mengatakan “ Jangan membatasi Allah”, atau mengatakan seperti yang paling pandai dalam menafsir apapun  yang didapat, apa yang dibaca, dari segala sumber, ataupun dari firman Tuhan dengan jurus andalan yaitu JURUS 1001 TAFSIR MIMPI.

11. Sukanya makan enak, banyak pendeta yang berat badannya
“ OVERSIZE “

Apakah dengan hidup mengikuti teladan Yesus harus serakah dengan makanan?

Bukankah hidup bukan sekedar dari roti saja?
Tapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah?

Memperkaya diri bukan dengan firman Tuhan,akan tetapi dengan makanan yang melilit ditubuhnya bak ikat pinggang yang melilit 24 jam? ( pengalaman pribadi dalam pelayanan, menyiapkan jamuan makan untuk para pendeta sehabis berkotbah, mintanya selalu makan enak direstaurant terkenal....)

12. Banyak pendeta yang jadwal kotbahnya padat…dan harus waiting list seperti acara bukan empat mata nya Tukul,jika memintanya berkotbah, itupun harus dengan “TIKET PESAWAT sebisa mungkin bukan kelas BISNIS”, dan hotel minimal bintang 3…..

KENAPA jadi PENDETA itu seperti sebuah profesi semata, dan bukan panggilan hati karena Allah memanggil? Atau terbelokan oleh nikmatnya keduniawian?

Saya memang bukan lah siapa siapa….hanya suara kecil seorang smile…yang jauh dibanding para pendeta pendeta itu, yang pandai dalam ilmu teologia, yang hebat dalam teori dan jurus tafsirnya. Tapi, apakah teori saja cukup, tanpa dibarengi dengan praktek yang tepat sasaran, sehingga tidak mengabaikan praktek dari apa yang diteorikannya tersebut, sehingga bisa berjalan seimbang dan mencapai hasil yang memuaskan.

Tidak semua saya tuliskan dalam blog ini,…mungkin 12 point sudah lumayan untuk bisa mengingatkan mereka yang merasa perlu diingatkan.

Sekali lagi, bagi yang merasa, marilah berpikir,merenung,interospeksi diri,dan lakukan pertobatan,minta ampun dihadapan Tuhan,agar boleh kembali ke jalan yang disukai dan dapat menyukakan hati Tuhan, dan menyukakan hati sesamanya.

BAGI YANG TIDAK MERASA…..abaikan saja…..Gitu aja kok repot… Karena banyak juga pendeta pendeta yang luarbiasa dalam pelayanannya,…yang hidup dalam kebenaran.

Sebagai contoh, seperti Pendeta di SS Julius Tarigan,yang ingin sekali dan sedang berusaha melakukan reformasi dalam gereja, asal ingat, reformasi nya jangan kebablasan.agar gereja yang terdiri dari para pendeta, pelayan Tuhan,dan jemaat sendiri bisa hidup dengan baik dan benar berdasar firman Tuhan, dimata Tuhan maupun dimata manusia lainnya.

Untuk itu, jangan lah tersinggung dengan “kenyataan” yang saya ungkapkan disini. Reformasi tidak hanya untuk satu elemen dari sebuah kesatuan yang utuh, itu juga berlaku untuk jemaatnya sendiri.

Reformasi itu perlu, karena jemaat sendiri banyak yang :

1.Suka mencerna apa yang dikotbahkan oleh pendeta secara bulat dan mentah mentah, tanpa disaring terlebih dahulu, karena pendeta tidak selalu benar, dan jemaat harus membiasakan diri membaca alkitab, agar mengerti akan kebenaran dari Firman Tuhan tersebut.

2. Berani menegur pendeta atau siapapun yang layak untuk ditegur.atau yang layak mendapatkan teguran.

3. Tidak pindah gereja karena tidak puas dan tidak suka dengan para
“ alat-alatnya ”
seperti pendeta, pelayan, dan lainnya.

4. Jangan menjadi kristen yang bisa benar, dan menangis hanya digereja, yang mengerti akan firman Tuhan hanya di gereja,yang setelah keluar dari gereja, mempunyai prinsip keduniawian yang jauh dari apa yang Tuhan Yesus ajarkan, seperti :hutang nyawa bayar nyawa, hutang darah bayar darah, mata ganti mata,….

5.Ke gereja dengan segala atribut keduniawian, kegerja seperti mau kepesta pernikahan, atau seperti sedang pergi untuk melakukan konser.

Dan masih banyak hal lainnya yang tidak mungkin disebutkan satu persatu dalam blog ini.
Jadi bagaimanakah hidup benar dan berkenan dimata Allah ?
Bukan dengan kepandaian teori semata, lakukan sedikit demi sedikit, toh lama lama akan menjadi bukit.

Berbuat baik itu belum tentu berbuat benar, berbuatlah baik dan benar,dimata Tuhan, maupun dimata sesama.

Sulit?

Mustahil?

Jika begitu kenapa harus memilih ajaran yang mengharuskan semuanya itu?

Yang memberikan jubahnya bila anda meminta bajunya…..
Yang tak pernah menolak orang yang akan meminjam kepadanya.

Mungkin hal yang paling tepat dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu.

Seperti HELM yang saya pakai bertuliskan : “SAFETY START FROM HERE!!!”

Jika kita sudah merasa baik dan benar,bila menemukan hal hal yang tidak seharusnya terjadi, dan “pelakunya” adalah seperti Pendeta, Hamba Tuhan, pelayan Tuhan,dan lainnya, harus berani menegurnya,

Bukankah Yesus sendiri berkata :
Matius 18:15 "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.

Pernahkah anda bertemu dengan orang yang maunya menang sendiri? Yang pandai berteori dan pandai membolak balik kata yang sebenarnya apa yang dikatakan atau dituliskan maksudnya itu itu saja?

Jangan menganggapnya sesat, tapi katakan kepadanya : Anda pandai membolak balik kata,” Sebenarnya kita bisa belajar dari orang seperti itu asal tidak menyesatkan.

Jangan mudah mengatakan orang sesat jika hanya dari sebuah tulisan saja, karena mungkin saja orang itu sendiri tidak tahu kalau apa yang dituliskannya itu ternyata sesat dan juga menyesatkan.

Reformasilah,..... Tegur dan berikan kebenaran yang sesungguhnya, karena upahmu besar di surga.

Jadi sekali lagi kita kembali ke bahasan awal, janganlah tersinggung tentang sebuah kritik, kritik yang tentu saja menegur dengan baik,memberikan penjelasan akan kesalahan,…. Jika tersinggung, dan merasa semua dipukul rata, lebih baik anda yang merasakan hal seperti itu, belajar lagi untuk bisa menggunakan kata kata seperti : “ BIJAKLAH…..BIJAKSANALAH……”dengan tepat sasaran., Karena kebijaksanaan itu adalah suatu hal yang dinilai oleh orang lain,bukan dinilai oleh diri sendiri.

Jadi jika menginginkan orang untuk BIJAK, atau BIJAKSANA, mengertilah dulu apa itu Kebijaksanaan yang sesungguhnya….

Perlu juga diingatkan : Kebenaran itu bukan sekedar teori, tapi perlu juga praktek dan tindakan nyata. Jika anda mengatakan orang harus bijak atau bijaksana,bercerminlah apakah anda sudah mengarah ke perbuatan itu.

Blog ini bukan membahas yang sudah dibahas dalam blog saya terdahulu, yang bisa dibaca disini,…tapi sebuah blog baru yang tercipta karena seseorang yang merasa tersinggung dengan apa yang tidak seharusnya menjadi bahan singgungan…..

Namanya juga smile,….membahas sesuatu itu jangan terlalu berteori njlimet…nanti susah mencernanya…..yang penting ringan, dan bisa dimengerti banyak orang . Sekali lagi,…tersinggunglah jika merasa,dan tertawalah jika tidak,…sebelum tersinggung dan tertawa dilarang oleh NEGARA….hehehehhihihi…..peace.

__________________

"I love You Christ, even though sometimes I do not like Christians who do not like You include me, but because you love me, so I also love them"

alvarez's picture

kamu sendiri gimana smile?

Seingat saya kamu tersinggung sekali dengan tulisan saya dulu untuk billy boy? ingatlah untuk selalu intropeksi diri

smile's picture

Alvares : tentu tidak akan sama

Shaloom,....Alvares...

Lain dulu lain sekarang,...mungkin semakin lama pemikiran dan kesabaran kita akan semakin bertumbuh,...mungkin dulu anda pikir saya tersinggung, tapi biarkanlah semuanya itu berlalu dan menjadi cerita lalu, karena tentunya saya akan selalu interospeksi diri, dan akan selalu selangkah demi selangkah untuk meninggalkan segala hal yang tidak perlu dilakukan,..Anyway,..thank u sudah mengingatkan,... TYM

 

smile

__________________

"I love You Christ, even though sometimes I do not like Christians who do not like You include me, but because you love me, so I also love them"

alvarez's picture

Nyantai aja bro

Pendeta aja ada yang bisa tersinggungan, apalagi kita yang nggak pernah makan papan gilesan ha ha ha ha

Maju terus dalam Tuhan

Purnomo's picture

Alvares, jangan begitu

Pendeta aja ada yang bisa tersinggungan, apalagi kita yang nggak pernah makan papan gilesan

Kalau punya pendeta yang tidak bisa dijadikan teladan, ya sebaiknya tidak dijadikan referensi. Kalau punya pendeta yang gampang tersinggung, kita harus berusaha tidak mudah tersinggung agar tidak menambah jumlahnya. Kalau  pendeta Anda malas menyalami jemaat yang miskin, kitalah yang menyalami mereka yang marginal. 

Bukankah lebih baik jadi pedagang berhati pendeta daripada jadi pendeta berhati pedagang?

Salam.

Samuel Franklyn's picture

Lebih baik lagi hidup sesuai kodratnya

Lebih baik lagi hidup sesuai kodratnya: "Pedagang berhati pedagang dan pendeta berhati pendeta". Profesi, hati dan perbuatan menjadi satu. Itulah hidup sesuai kodrat. He he he.

smile's picture

SF : jadi membingungkan juga.

Shaloom SF....

Saya pernah ngobrol dengan seorang penganut kong hu cu,..dia mengatakan,...prinsip didunia, bila ingin semuanya erjalan damai dan penuh berkah, tanpa tersinggungan, ya harus melaksanakan fungsi sesuai kodratnya, seperti :
dokter ya mengobati
petani ya bercocok tanam
nelayan mencari ikan
guru mengajar....

Jika semua orang melaksanakan fungsinya masing masing, maka akan terjadi kedamaian dalam dunia,...

Ngomong ngomong tentang hal itu, saya jadi berpikir,...smile ya jadi smile saja kali ya,...tidak perlu menulis yang membuat orang lain tersinggung,...tapi jika seperti itu,...berarti kita tidak perduli dengan sesama kita jika melihat ketidak benaran terjadi dan kita diam saja,....

Wah, jadi membingungkan,....

 

smile

__________________

"I love You Christ, even though sometimes I do not like Christians who do not like You include me, but because you love me, so I also love them"

Samuel Franklyn's picture

Smile: Hidup normal itulah ajaran Firman

Apa itu munafik? Bukankah itu berarti perkataan dan perbuatan tidak sama. Lalu apakah itu jujur? Bukankah itu satunya perkataan dan perbuatan.

1 Korintus 7:17-24
(17)  Selanjutnya hendaklah tiap-tiap orang tetap hidup seperti yang telah ditentukan Tuhan baginya dan dalam keadaan seperti waktu ia dipanggil Allah. Inilah ketetapan yang kuberikan kepada semua jemaat.
(18)  Kalau seorang dipanggil dalam keadaan bersunat, janganlah ia berusaha meniadakan tanda-tanda sunat itu. Dan kalau seorang dipanggil dalam keadaan tidak bersunat, janganlah ia mau bersunat.
(19)  Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.
(20)  Baiklah tiap-tiap orang tinggal dalam keadaan, seperti waktu ia dipanggil Allah.
(21)  Adakah engkau hamba waktu engkau dipanggil? Itu tidak apa-apa! Tetapi jikalau engkau mendapat kesempatan untuk dibebaskan, pergunakanlah kesempatan itu.
(22)  Sebab seorang hamba yang dipanggil oleh Tuhan dalam pelayanan-Nya, adalah orang bebas, milik Tuhan. Demikian pula orang bebas yang dipanggil Kristus, adalah hamba-Nya.
(23)  Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.
(24)  Saudara-saudara, hendaklah tiap-tiap orang tinggal di hadapan Allah dalam keadaan seperti pada waktu ia dipanggil.

Hidup normal sesuai kodratnya itulah ajaran Firman. Teman saya waktu beragama Budha mempunyai kekuatan tekad yang abnormal bahkan sanggup puasa 6 bulan. Akan tetapi sesudah percaya Yesus hidupnya malah jadi normal.

 

joli's picture

Purnomo, baru bisa bersyukur

Bukankah lebih baik jadi pedagang berhati pendeta daripada jadi pendeta berhati pedagang?

Nyees.. berita baik, bersyukur untuk yang dimiliki sekarang, hanya punya satu pendeta berhati pedagang, punya banyak jemaat berhati pendeta. Setelah membaca statemen purnomo, dah jadi lega nggak perlu menyesalkan beliau yang di urapi lagi. Thanks Pur

 

smile's picture

Joli : ada yang lebih baik lagi

Yang lebih baik lagi Joli : Pedagang berhati pendeta ( pendeta yang benar dan diurapi) dan pendeta berhati mulia...hehehehihihi...

 

smile

__________________

"I love You Christ, even though sometimes I do not like Christians who do not like You include me, but because you love me, so I also love them"

alvarez's picture

@Purnomo, saya memang tidak begitu

Yang tersinggungan kan Pdt. Julius Tarigan

Kalau punya pendeta yang gampang tersinggung, kita harus berusaha tidak mudah tersinggung agar tidak menambah jumlahnya.

Benar sekali purnomo, apa jadinya kalo jemaatnya mengikuti teladan pendetanya yang tersinggungan kayak Budi Asali Yang Mulia? akhirnya munculah manusia2 seperti PNIEL, Adrina, Gondrong, Ptong, Setiadi, Amara, Makimpos Gaol dll.

Kalau saya sih nggak tersinggungan kok, hanya gaya bahasa saya saja yang memang mengesankan begitu, tanya saja sama smile kalo nggak percaya

Kamu benar sekali, LEBIH BAIK JADI PEDAGANG BERHATI YESUS DARI PADA JADI PENDETA YANG BERHATI IBLIS INGIN MEMULIAKAN DIRINYA MELEBIHI TUHAN

Salam

billy chien's picture

@alvazes and smile bro...

Saudara seiman hendaknya bergandengan tangan ..... be nice bro...

 

"Apabila saudaramu berbuat dosa , tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.

 

" EvErY BoDy WaNtS tO gO To HeAvEn But No BoDy WaNtS To Die "

__________________

Fuck Everything That Doesn't Make You Happy

smile's picture

Bro Billy

Bro Billy :
kadang kadang tulisan dan kata kata tidak selalu mencerminkan keadaan hati yang sesungguhnya,...jika pendeta saja bisa salah, apalagi kita...hehehehihihi....

Belajar melupakan yang lalu dan tidak usah menambah panjang masalah yang seharusnya memang tidak layak diperpanjang, bukankah bergandengan tangan lebih enak dari padamengepalkan tangan?

Be nice bro,..be smile...hehehehehihihihi

 

smile

__________________

"I love You Christ, even though sometimes I do not like Christians who do not like You include me, but because you love me, so I also love them"

smile's picture

Alvares : mungkin kita kebanyakan makan sambel....hehehe

Amen,....bro,....mungkin kita kebanyakan makan sambel kali yah.....

TYM.......

 

Smile

__________________

"I love You Christ, even though sometimes I do not like Christians who do not like You include me, but because you love me, so I also love them"

sandman's picture

@Smile dan alvarez

Kalau aku lihat sih orang orang yang gak pernah makan papan gilesan gak mudah tersinggung malahan, lah di bilang "sesat" "anak kemarin sore" "asal mangap" "bodoh" dan kata kata ajaib lainnya memang bener kok. Jadi kenapa ambil pusing dengan kata kata ajaib itu.

Coba bandingkan dengan orang-orang yang merasa sudah dan telah membaca banyak papan gilesan, ketika dikritik dan sebagainya mereka akan "tersinggung" GEDE GEDE, karena apa? karena mereka berpikir mereka sudah menemukan, padahal mereka cuma duluan tahu saja.

 

 

Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.

__________________

smile's picture

Sand : SUNGKAN dan bungkam

Halo bro Sand,.....

Ada sebuah kejadian yang mengganjal saya, tentang kebenaan dalam ketidak enakan...

KEBENARAN DALAM KESUNGKANAN...
Begini maksudnya,...
Ada banyak orang yang mengenal pendetanya dengan sangat baik,..dengan arti kata, pendeta itu banyak menolong kehidupan dan kehidupan keluarganya,...Tapi diluar dari semua itu, banyak ajaran dari pendeta itu yang aneh, dan tidak masuk lagi dalam pengajaran yang benar,...banyak yang dikatakannya itu jelas menyimpang, dan kadang selalu berdalih mendapat wahyu dari hongkong....

Untuk mengatakn keberanian mereka tidak berani,..karena mungkin rasa sungkan tersebut,..rasa hutang budi mungkin,..

Bagaimana kah jika menghadapi dilema yang dihadapi orang seperti itu. Mungkin pertanyaan itu sangat sederhana,. tapi itu sungguh banyak terjadi dalam kehidupan kekristenan kita,....

Mohon sharingnya,... Thanks a lot, bro....

 

smile

__________________

"I love You Christ, even though sometimes I do not like Christians who do not like You include me, but because you love me, so I also love them"

Marvin's picture

^^

like this smile..

Tante Paku's picture

Kesadaran tersinggung.

Kita hidup dalam dunia tersinggung,bagaimana bisa menjadi bijaksana kalau tidak tau tersinggung? Hahaha....ini tulisan emosi dengan senyum ala smile, mudah-mudahan ada yang menjadi bijaksana dengan cara tersinggung ya.

Bukankah lebih baik jadi pedagang berhati pendeta daripada jadi pendeta berhati pedagang?

Pedagang berhati pendeta dengan sabar memikirkan utangnya. kalau pendeta berhati pedagang bila untung nampak kesabarannya.

Dari semua itu, yang penting adalah KESADARAN, karena dengan kesadaran mampu menyatukan SEMUA ORANG dalam KEBENARAN.

Apakah kita sudah sadar kalau mempunyai kesadaran?

smile's picture

TP : kita tidak sadar kita punya kesadaran....

TP:Kita hidup dalam dunia tersinggung,bagaimana bisa menjadi bijaksana kalau tidak tau tersinggung?

Menjadi bijaksana dengan tersinggung? salah mungkin TP,...menjadi bijaksana dengan tersungging, kalee,....hehehehihihi.....

Dari semua itu, yang penting adalah KESADARAN, karena dengan kesadaran mampu menyatukan SEMUA ORANG dalam KEBENARAN.

Apakah kita sudah sadar kalau mempunyai kesadaran?

smile :Kita mungkin punya kesadaran, tapi kita tidak sadar kalau kita mempunyai kesadaran dalam diri kita.

Peace : smile

 

__________________

"I love You Christ, even though sometimes I do not like Christians who do not like You include me, but because you love me, so I also love them"

okulasi's picture

hati pendeta

-emang hati pendeta kui kudu py?

-pendeta berhati pedagang yo ra popo tha ,kalu untung yo dipake jemaatnya

Jikalau ada kata -kata yang yang kurang berkenan itu murni karena kebodohan saya .JBU

okulasi's picture

@penulis,bijaksana?

sepanjang sejarah saya mendengar kotbah pak pendeta saya kagak pernah ada pendeta ngaku bijaksana.(kalau penulis pernah dengar maka judul diatas sudah tepat)

kalau orang orang disekitar pendeta itu mengatakan bahwa pendetanya bijaksana ,banyak .tapi kalau seperti ini kejadiannya apa yang salah pak pendetanya ?kasihan khan?hehehe keep smilling

Jikalau ada kata -kata yang yang kurang berkenan itu murni karena kebodohan saya .JBU

smile's picture

okulasi : yang merasa dan tidak merasa

Okulasi....salam kenal

Coba anda baca lagi,.....lebih teliti,..ojo kesusu...ojo buru buru, toh....
Seorang blogger......yang tidak terima dengan apa yang saya katakan tentang apa yang pendeta lakukan....
Bukan seorang pendeta yang tidak terima...
sukur sukur ada pendeta yang baca blog saya,...dan bisa sharing dengan saya,...

Bukankah dalam blog saya selalu ada kata kata:
Jika merasa, ya bertobatlah, jika tidak abaikan saja,....

namanya kritik kan buat yang merasa...
sebenarnya blogger yang saya maksud tersebut, bukan lah pendeta,...bukanlah siapa siapa,mungkin sama seperti saya,..
saya hanyalah  jemaat yang agak gerah melihat ketidakbenaran terjadi diulang ulang...

Dan saya melihat tidak terimanya dia dengan apa yang saya tuliskan,..dengan mengatakan semuanya saya pukul rata,.padahal tidak seperti itu.

Bukankah saya juga mengatakan, banyak pendeta yang luarbiasa,..yang diurapi Tuhan dan hidup dalam firman Tuhan...tidak semuanya pendeta itu lebih mementingkan duniawi daripada kerohanian nya.

Sekali lagi, bagi yang merasa, bertobatlah..tak ada kata terlambat,...bagi yang tidak ya ngguyu ae lah.....oke bro...

Lebih baik pendeta berhati pendeta dan pedagang berhati pendeta...TAPI DENGAN CATATAN PENTING : Sing bener jadi Pendeta e,......hehehehihihi

Peace

smile

__________________

"I love You Christ, even though sometimes I do not like Christians who do not like You include me, but because you love me, so I also love them"

okulasi's picture

anda memang tidak secara

anda memang tidak secara langsung mengatakan pendeta seperti itu

tapi lihat saja point satu sampai 12 semua ditujukan untuk memojokkan profesi ini(baca:pendeta).terus terang kalau saya pak pendheta saya akan merasa,gandhen aq ora pendhito ya ngguyu ae lah bro

bukan apa apa sech ,tapi saya menganggap bahwa profesi ini cukup berat pertanggungjawabannya ...bukan didunia tapi di akherat.jadi ya kachian aza udah berat masih dituding seperti itu.heheheh ...keep smilling ( :

Jikalau ada kata -kata yang yang kurang berkenan itu murni karena kebodohan saya .JBU

smile's picture

okulasi : Maaf..Tidak menerima MAKLUM

Wah, pa...kalau merasa berat sanggupkah anda untuk melanjutkan?
Jika pendeta erap kali melakukan kesalahan, dan itu terus diulang, tak ada yang berani menegur, apakah yang akan terjadi.

Kita semua manusia...pendeta juga manusia..jika merasa berat, apa motivasi untuk bisa jadi pendeta.
Kalau maklum, semuanya bisa maklum, dan kalau sudah maklum, tak akan ada blog ini...tak akan ada SS ini,..karena semuanya harus maklum.

Sekali lagi saya mengingatkan, kalau tulisan saya ini hanya untuk yang merasa.....Untuk pendeta yang hidup dalam keduniawian...bukan mengemban beratnya Tugas mulia,..tapi beratnya kenikamatan dalam dunia.

Tapi semua berpulang kepada setip pribadi pembaca...Semua ada pro dan ada kontra. kalau anda menanyakan siapa saya,...sekali lagi dengan tak malu malu, saya tidak mau mempermalukan diri saya sendiri,..saya hanya seorang smile, yang kecil dan bukan siapa siapa,...saya tidak mewakilkan siapa siapa...saya hanya mewakilkan diri saya sendiri, melihat pendeta yang tidak seperti pendeta...pendeta berhati perampok, ....bahkan mungkin seperti serigala dalam kerumunan domba...

Untuk itu bagi yang merasa bertobatlah, bagi yang tidak, perdulilah kepada yang merasa....

Jika kita mengasihani mereka, bukankah kita justru membenarkan kesalahan mereka..

Maaf, pa...saya tidak menerima KATA MAKLUM....TIDAK SAMA SEKALI...

Peace pa,..namanya juga sharing

 

smile

 

__________________

"I love You Christ, even though sometimes I do not like Christians who do not like You include me, but because you love me, so I also love them"

Roma Vonda's picture

reaksi Pendeta dan Majelis Jemaat GKI

Met sore kawan..

Bagus nih wacana n pencerahan dari kawan2 yg lain. Iya gue n kawan2 di GKI Seroja (pengurus majalah SUNHODOS) pernah mengalami peristiwa sepeti yg dimasudkan wacana diatas. sebagai bentuk kepedulian kami kepada gereja, mengangkat tema menarik, kontroversi (karena menuai pro kontra) di edisi 2. Singkatnya para pengurus diberhentikan, berikut dengan badan pelayanannya (majalah Sunhodos). Semenjak tgl 15 November 2009 yg lalu sampai dengan sekarang Majelis Jemaat (MJ) tidak transparan menjawab alasannya mengambil keputusan pemberhentian. Katanya rahasia persidangan MJ. Rumor yang beredar karena materi (isi tulisan) majalah itu. Surat keberatan sudah dilayangkan, namun tetap dipatahkan di sidang MJ berikut2nya. Repot n Jengkel! Anda bisa dibayangkan kalo di posisi kami mantan pengurus. Diberhentikan tanpa alasan dan penggembalaan terlebih dahulu, Melalui secarik surat diberi ucapan terimakasih atas pelayanannya selama ini, dan pesan agar jangan sakit hati dan undur iman. Lucunya, para penatua dan pendeta memasang muka cemberut dan curiga dengan kami setiap berpapasan di gereja. Minggu ini kami berusaha naik banding ke tingkat yg lebih luas di Klasis sampai Sinode. Doain yah supaya lancar n baik2 saja. Saran saya, berdasarkan pergumulan kami ini. Hati2 dalam mengkritik. Ada individu, badan/ institusi di gereja yang memang alergi sama namanya mengkritik-dikritik. Entah begitu khawatirnya atau memang belum mendalami peraturan gereja (TAGER GKI) sehingga reaksinya norak, memalukan dan tidak alkitabiah. Seorang tokoh yg sangat berpengaruh di gereja kami dengan tegas bilang, kalian dengan tulisan2 seperti itu tidak layak terbit. Kecuali mengganti tema utamanya. Secara Filosofis salah besar. Namanya saja Sunhodos (berjalan bersama) tapi kenyataannya bersebrangan. Badan pelayanan mengkritik Majelis Jemaat? Kalo dibiarkan katanya gereja bisa bubar grak! Gak ada yang mau jadi penatua nantinya. Pergumulan GKI Seroja masih banyak. Jangan lihat kepingan2 kecil dan mencari2 kesalahan saja. Lihat lah gambaran besarnya. Begitu kata2nya kepada kami. Sementara disamping, sang pendeta yang sepatutnya menjadi juru damai, menambahkan ; Tulisan kami itu provokatif, berpotensi mnimbulkan perpecahan di jemaat, krisis kepercayaan kepada MJ. So, kawan2 hati yah.. tapi kalo memang sudah siap dengan segala resiko dan banyaknya energi yg bakal terkuras bila terjadi seperti pegalaman saya. Capeek! N kasihannya bagi temen2 saya yg masih pemula (usia remaja yg baru bergabung di majalah) jadi trauma kena dampaknya. Tuhan Yesus saja dengan gigih mencari satu domba yang hilang, sementara 99 domba lainnya sudah aman dikandang. Kasus kami, dibiarkan hilang supaya tidak menggangu 99 domba dikandang (yg belum tentu aman dikandang) HHhee..hee..hee..

Mohon pencerahnnya, kawan

Salam Damai, GBU nonstop!

Roma Vonda's picture

Kritik sebagai bentuk kepedulian via majalah

Oh ya, bila tertarik membaca tulisan kami (ex Sunhodos) silahkan liat di:

http://www.scribd.com/sunhodos

thks b4,

GBU nonstop!

smile's picture

Roma Vonda...Maju terus!!! GOD BE WITH U

wah, kawan,...semoga Tuhan tidak tinggal diam dengan perjuangan kalian,...Saya hanya bisa mendukung dengan doa,..dan mungkin dengan tulisan saja,...

Kebenaran bukan hanya milik majelis semata,..kebenaran milik semua orang yang benar dalam menjalankan kebenarannya.

Jangan kecil hati,..perjuangan kalian luar biasa....Indonesia saja sedang reformasi,..kenapa gereja tidak bisa? bukankah kekuasaan tertinggi dipegang bukan oleh pemimpin di dunia? tapi pemipin dari segala pemimpin yaitu Tuhan sendiri?

Jika mereka benar benar memiliki kasih, tidak akan tentunya melakukan suatu hal yang tidak terpuji,..yang jelek buanyak banget,..tapi memang tak bisa dipungkiri, yang baik dan sungguh sungguh pun banyak....

saya akan mampir ke alamat yang anda kasih, terimakasih,...Tuhan Yesus memberkati...MAJU TERUS SAUDARAKU.....TUHAN YESUS AKAN SELALU bersama kalian....

smile

__________________

"I love You Christ, even though sometimes I do not like Christians who do not like You include me, but because you love me, so I also love them"