Submitted by Kejarlah Kasih on

Menarik untuk melihat apa yang dilakukan Yesus menjelang kematian-Nya.

Pertama adalah respon Yesus terhadap Pilatus, yang bukan orang Yahudi dan bukan penganut hukum Taurat.


Pilatus yang tergolong sebagai bangsa kafir dalam persepsi agama Yahudi, bertanya kepada Yesus. Yesus, tidak hanya bersedia menjawab melainkan mengajari Pilatus tentang tujuan kedatangan-Nya.


Berikut cuplikan percakapan Yesus dengan Pilatus.

Maka kembalilah Pilatus ke dalam gedung pengadilan, lalu memanggil Yesus dan bertanya kepada-Nya: "Engkau inikah raja orang Yahudi?"
Jawab Yesus: "Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?"
Kata Pilatus: "Apakah aku seorang Yahudi? Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku; apakah yang telah Engkau perbuat?" Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini." Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Jadi Engkau adalah raja?" Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku." Kata Pilatus kepada-Nya: "Apakah kebenaran itu?" Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: "Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya. Yohanes 18:33-38


Dan yang kedua adalah respon Yesus terhadap Imam Besar.

Pemuka agama Yahudi, yang meng-klaim dirinya sebagai umat pilihan Allah. Kelompok orang yang mengajar tentang hukum Taurat bahkan pergi ke seluruh dunia untuk membuat orang-orang lain mentaati hukum Taurat.

Berikut adalah cuplikan pembicaraannya:


Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya: "Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?"

Tetapi Yesus tetap diam.

Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: "Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak." Jawab Yesus: "Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit." Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya. Bagaimana pendapat kamu?"
Mereka menjawab dan berkata: "Ia harus dihukum mati!" Matius 26:62-66


Lihatlah, Yesus tetap diam. Yesus diam terhadap tuduhan-tuduhan terhadap-Nya.

Imam Besar itupun hilang kesabarannya dan meminta Yesus untuk meng-klarifikasi diri-Nya.

Tetapi Yesus tidak menjawab keinginan imam itu. Dia bahkan membuat pernyataan tambahan yang membuat Imam Besar marah besar!


Sepertinya Yesus tidak ingin mengajari Imam Besar, orang merasa benar karena ber-'agama' . Sepertinya Yesus lebih peduli untuk mengajar orang-orang seperti Pilatus, yang disebut kafir dan bertanya-tanya tentang apa itu kebenaran.


Yesus merespon mereka dengan cara berbeda, dan hasilnya pun berbeda. Pilatus menyimpulkan bahwa "Yesus TIDAK BESALAH", sementara si Imam yg merasa benar itu menyimpulkan "Yesus HARUS DIHUKUM MATI"


Apakah Yesus hendak menyatakan bahwa mengajari seorang Farisi yang merasa benar karena ber-'agama', sebagai 'wasting time'?