Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Yesaya, Nabi yang Digergaji?

anakpatirsa's picture

Tidak semua orang dapat menerima kalau nabi yang hidup pada abad kedelapan sebelum masehi ini mampu mengetahui nama Koresy dari Persia dua ratus tahun sebelum raja tersebut tampil di atas panggung sejarah. Bersikeras, paling tidak ada Yesaya lain yang jaraknya terpisah 150 tahun. Walaupun demikian, terlepas dari segala perdebatan sengit tentang keberadaan kitab maupun penulisnya, hampir seluruh ahli modern mengakui kebesaran nabi Yesaya. Mengakui kitabnya merupakan salah satu kitab terbesar dalam Perjanjian Lama. Sebuah karya yang memuat sastra Ibrani paling indah, serta sebuah paparan tegas dan apa adanya tentang Allah Israel sebagai Allah Mahakuasa dan dapat dipercaya.

Sebenarnya bukan hanya nama Koresy yang menimbulkan perdebatan. Bila kita membaca Yesaya dengan teliti, kita menemukan perubahan besar di pasal 40. Gaya penulisannya berubah seratus delapan puluh derajat. Menjadi lebih puitis dan nadanya menjadi lebih mendamaikan daripada menghakimi. Tentu saja masih banyak alasan lain, alasan yang memang tidak sekedar dicari-cari. Itulah sebabnya muncul Deutero-Yesaya dan Trito Yesaya, Yesaya-Yesaya tidak dikenal yang pada abad ke-6 dan ke-5 SM menulis pasal 40-66. Pendapat ini memang bukan pendapat kosong, analisis komputer belakanganpun membenarkan adanya beberapa penulis kitab Yesaya.

Hal ini menimbulkan masalah, otoritas Alkitab menuntut kitab Yesaya dipandang sebagai satu kesatuan. Tetapi pandangan satu Yesaya menurut beberapa orang tidak terlalu kuat, karena hanya tergantung pada beberapa ayat Perjanjian Baru yang menghubungkan nabi Yesaya sebagai penulis Yesaya bagian kedua. (Mat. 3:3; 12:7; Luk 3:4; Yoh. 12:38-41; Kis. 8:28; Rom 10:16).

Kalau menelusuri sumber-sumber yang dipakai dalam Alkitab sekarang, maka kita tahu pada awalnya tidak ada pemisahan dalam kitab Yesaya. Bahkan bila tidak ada tanda pemutus di akhir pasal 39 dalam setiap Alkitab modern, bisa saja orang tidak memperhatikannya dan tidak melihat perbedaan itu. Tanda pemisah berupa bab-bab itu merupakan tambahan yang memang sengaja dibuat supaya bisa melihat perbedaan itu.

Tanggapan terhadap adanya lebih dari satu Yesaya berbeda-beda, tergantung cara orang memandang Alkitab. Salah satu contohnya, Austin P. Evans, Editor buku The Literature of the Old Testament yang berkata:

Tidak ada yang lebih bergairah atas kemenangan Sirus melebihi seorang Yahudi yang masih muda, yang namanya tidak dikenal, tetapi sekarang secara umum dikenal sebagai Deutero-Yesaya atau Yesaya kedua, karena kitabnya ditambahkan ke kitab Yesaya. Ia memiliki kebijaksanaan seorang nabi serta menerjemahkan kejadian sejarah dalam sebuah pengakuan fundamental bahwa Yahweh adalah pengatur segala sesuatu dalam setiap gerakan sejarah.

W.A. Lasor dalam bukunya: Pengantar Perjanjian Lama 2, sedikit lebih halus, ia berkata:

Hampir seluruh ahli modern mengakui kebesaran Yesaya - Suatu pandangan yang berdasarkan keseluruhan kitabnya - namun menyangkal bahwa Yesaya sendiri menulis sebagian besar kitab ini,... Pandangan yang akan dipertahankan berikut adalah: hanya ada satu orang Yesaya yang bertanggung jawab atas keseluruhan kitab ini, walaupun tidak harus berarti bahwa dialah pengarang atau penyunting akhirnya....

Sekarang hanya sedikit ahli yang masih berpegang pada pendapat Yesaya menulis seluruh kitab yang memakai namanya ini. Ahli yang lebih konservatif menerima adanya dua kitab yang ditulis oleh dua orang berbeda. Ahli yang lebih moderat menerima adanya tiga kitab, sedangkan ahli yang radikal menemukan lebih dari lima penulis. Beberapa orang mengambil jalan tengah dan berkata, "Hanya satu orang Yesaya yang bertanggung jawab atas keseluruhan kitab ini, tidak harus berarti bahwa dialah penulis atau penyunting akhir. Hanya satu orang yang bisa menghasilkan sebuah karya yang begitu luar biasa, sehingga Yesus, Yohanes Pembaptis, dan penulis Perjanjian Baru lainnya mengutip 411 bagian dari kitabnya. Tokoh luar biasa itu bernama Yesaya."

W.S Lasor dalam bagian kesimpulannya tentang masalah Yesaya ini menulis:

Karena itu, walaupun kita harus menimbang segala usul dengan jujur, namun tidak cukup beralasan untuk menolak pandangan bahwa Yesaya bertanggung jawab atas seluruh nubuatan yang menggunakan namanya...

Kita menolak pandangan yang membuat peranan Yesaya dari Yerusalem kecil sekali dan menduga ada seorang tokoh besar yang tak dikenal pada masa pembuangan. Pandangan demikian justru menimbulkan lebih banyak persoalan.

Salah satu contoh persoalan atau masalah tersebut terdapat dalam Yesaya 40:3 yang berkata:

Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!..."

Sedangkan Matius mengutip ayat ini dalam Matius 3:3:

Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."

Lalu orang yang merasa keberatan bukan Yesaya sang penulis nubuatan akan berkata, "Matius jelas-jelas menyebutkan nama Yesaya di sini. Apakah ia mengindikasikan adanya Yesaya lain, karena ia mengutip Yesaya bagian kedua, yang menurut beberapa orang tidak ditulis oleh nabi Yesaya?"

Maka hasilnya adalah sebuah perdebatan yang tidak akan pernah selesai.

***

Masalah kepenulisan kitab Yesaya masih belum beres, sedangkan masih ada sebuah kitab lain lagi yang berhubungan dengan Yesaya. Sebenarnya bukan masalah besar, karena tidak seorangpun berani berkata tentang adanya "Yesaya lain" yang menulis kitab Kenaikan Yesaya. Bahkan seandainya ada yang berkata kitab ini setara dengan kitab Yesaya, maka orang tersebut adalah orang sok tahu yang yang tidak tahu apa-apa. Kitab ini merupakan sebuah kitab yang menjadi satu dari ratusan karya sastra masa antar dua perjanjian, terdiri dari tiga bagian, dimana bagian pertama dipercaya sebagai karya asli Yahudi dan dua bagian berikutnya merupakan karya Kristen.

Bagian pertama disebut Yesaya Mati Syahid, bercerita tentang kejahatan raja Manasye yang naik tahta menggantikan ayahnya, Hizkia. Dalam cerita ini Yesaya sudah memperingati Hizkia tentang kejahatan yang bakal dilakukan putra mahkota. Sebuah nubuatan yang terbukti benar, termasuk Manasye memotong tubuh sang nabi dengan sebuah gergaji kayu. Banyak orang merasa Ibrani 11:37 mengutip bagian ini ketika menulis tentang adanya nabi yang digergaji.

Bagian berikutnya disebut Perjanjian Hizkia dan Penglihatan Yesaya. Sepertinya ditulis pada awal abad pertama masehi, bercerita tentang penglihatan Yesaya mengenai Yesus, kedatangan, penyaliban dan kebangkitan-Nya. Juga bercerita tentang masalah gereja. Beberapa orang merasa bagian ini sebagai sebuah bahasa kode yang menggambarkan penganiayaan yang dilakukan Nero. Kedua bagian kitab ini memang jelas mencirikan pandangan Krsten, menceritakan kemarahan iblis terhadap penyelamatan melalui Kristus serta menggambarkan Nero sebagai antikristus.

Ada sebuah istilah untuk jenis kitab sejenis ini. Selama ini istilah Apokrifa dan Deuterokanonika lebih akrab ditelinga. Ternyata ada istilah lain. Pseudepigrafa. Awalan Pseude yang berarti palsu membuat orang tahu ada yang tidak asli dengan karya ini, 'hanya' kumpulan kitab yang ditulis dengan nama samaran. Tidak ada yang salah dengan kitab ini, kecuali tidak termasuk dalam Kanon Alkitab tetapi juga tidak termasuk dalam Apokrifa.

Apokrifa dan Pseudepigrafa memang dua istilah yang kadang-kadang rancu. Lihat saja, Protestan menyebut "apokrifa" apa yang Roma Katolik sebut deuterokanonika (Yudit, Tobit, dll), sedangkan Roma Katolik menyebut "apokrifa" juga apa yang orang Protestan sebut "pseudepigrafa" (1 Henokh, Kenaikan Yesaya, dll.)

Salah satu yang membedakan apokrifa dan pseudepigrafa adalah masalah pengutipan oleh Perjanjian Baru. Banyak orang merasa ada bagian dalam kitab pseudepigrafa yang dikutip dalam Perjanjian Baru. Contohnya nabi yang digergaji di atas. Contoh lain lagi, adanya kepercayaan bahwa Kitab Yudas mengutip kitab pseudepigrafa, yaitu 1 Henock, dalam Yudas 1:9:

Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: "Kiranya Tuhan menghardik engkau!"

***

Ada banyak pendapat, tetapi sepertinya semua setuju ia adalah seorang nabi besar yang tujuh ratus tahun sebelum Kristus, telah menubuatkan kelahiran, penderitaan, kematian dan kemuliaan-Nya.

Sumber:

  • Bewer, Julius A. "The Literature of the Old Testament", New York: Columbia Univesity Press, 1933.
  • Ferguson, Everest, "Background of Early Christianity", Grand Rapids, Michigan: Eerdmans, 1989.
  • Hill, Andrew E., "Survei Perjanjian Lama", Malang: Gandum Mas, 1998.
  • Lasor, W.S, Dkk., "Pengantar Perjanjian Lama 2: Sastra dan Nubuat", Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2001
bernAnthony's picture

Merinding

membaca buku yesaya membuat ak merinding... Nabi yesaya dan murid2 dari tradisi yesaya yg hidup bbrp ratus tahun sblm kristus ternyata sdh meramalkan akhir hidup kristus.. koq bisa ya...? akhir hidup yesus dilukiskan buku yesaya.. dan ternyata itu sesuai dgn hidup yesus sendiri.. ada beberapa kemungkinan.. 1. nubuat yg melukiskan akhir hidup kristus itu baru ditambahkan kemudian oleh org2 kristen awal (spt yg dituduhkan bahwa buku2 yahudi dan kristen sdh dipalsukan-teori konspirasi).. tp ga ad bukti-nya 2. yesus itu hanya tokoh fiktif hasil imajinasi para sastrawan perjanjian baru.. dimana mereka me-rekonstruksi gambaran messiah yahudi brdasarkan ayat2 perjanjian lama yg berbicara mengenai messiah.. tp ga ad bukti-nya. 3. Lukisan buku yesaya mengenai kristus itu sesungguhnya/ sebenarnya tdk ad hubungannya dgn kristus.. dia hanya melukiskan kisah hidup seseorg yg jg hidup semasa dgn penulis buku yesaya. maksudnya ya.. mengambilkan pelajaran/ hikmah dari kisah hidup org itu.. kemungkinan besar ya... 4. ramalan itu benar2 nyata.. real.. dan digenapi oleh tokoh yesus yg benar2 ad didalam sejarah... kemungkinan besar ya... menurut mu bagaimana...???? "You can do everything because you're The Hero"
__________________

"You can do everything because you're The Hero"

anakpatirsa's picture

Nomor Empat

Aku akan memilih nomor empat kawan