Saya baru melihat seseorang yang memberi warna baru pada agama. Dinamis, atletis dan tampan seperti aktor Hollywood. Dia seorang pemuda dari Kanada dengan nama Charles B Templeton yang lebih suka dipanggil “Chuck.” Alih-alih menggunakan cara kuno, menakut-nakuti orang dengan api neraka dan mengancam dengan kutukan, dia justru menggunakan bujukkan bak seorang salesman, sungguh, dia telah menetapkan standard baru penginjilan. Nampaknya, dia bukan hanya memenangkan orang-orang baru namun juga menguatkan orang-orang Kristen lama. Belum pernah ada gelombang kebangkitan rohani yang demikian tinggi yang melanda seluruh negeri, Chuck menjadi pusat perhatian di setiap gereja yang dikunjunginya. Dalam satu tahun dia berkotbah kepada 1.500.000 (satu setengah juta) orang lebih, di dalam setiap kebaktian yang dia pimpin rata-rata 150 orang mengambil keputusan. Jadwal kotbahnya sudah penuh untuk dua tahun ke depan. Saat melakukan KKD di Sidney, Australia, dari 30.000 penduduknya, pada malam terakhir KKRnya, 10.000 orang hadir mendengarkan kotbahnya.
Itulah sebagian tulisan mengenai Charles Templeton yang dimuat di American Magazine edisi Agustus 1953. Julukannya adalah Religion’s Super Salesman, barang yang dijualnya adalah Super life-insurance policy merek dagangnya adalah Love.
Chuck lahir tanggal 7 Oktober 1915 di Toronto. Dia hanya mengecam pendidikan hingga kelas 1 SMA. Saat berumur 17 tahun dia harus bekerja guna menunjang keluarganya. Saat itu dia bekerja sebagai kartunis di koran the Toronto Globe and Mail. Dia adalah seorang pekerja keras yang sangat berbakat, karirnya naik dengan cepat. Pada tahun 1936, saat berumur 20 tahun, ketika menduduki jabatan Senior Editor, suatu malam dia meninggalkan pesta jam 3 pagi. Sementara berjalan pulang tiba-tiba saja dia merasa sangat kesepian. Dia merasa hatinya kosong dan hidupnya tanpa tujuan. Perasaan itu sangat dasyat, membuatnya meneteskan air mata putus asa.
Ketika sampai di rumah, seperti biasa ibunya ngomel tentang kebiasaannya berpesta pora dan menasehatinya untuk menjalani hidup yang lebih rohani. Dia membalas nasehat ibunya dengan omelan lalu buru-buru masuk ke kamarnya sendiri. Tiba-tiba dia tergerak untuk berdoa, itulah doa pertama yang diucapkannya seumur hidupnya. Dia tidak tahu bagaimana melakukannya, namun dia ingat apa yang diucapkannya saat itu,
“Tuhan, turunlah!” Dia mengulanginya beberapa kali, “Turunlah!”
Dia mengaku tidak tahu apa maksud ucapannya, juga tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi, namun tiba-tiba saja dia merasa tentram dan hidupnya bertujuan. “Setelah kejadian itu,” katanya, “Hidup tidak pernah sama lagi bagiku”
Sejak hari itu di rajin pergi ke gereja (Church of the Nazarene) dan sering dimintai tolong untuk melukis. Suatu hari Pendeta mengajak dia untuk mengikuti misi pelayanan selama 2 minggu ke kota Lowville, New York, di mana dia akan membantu melukis dan memimpin pujian. Perjalanan itulah yang memicunya mengambil keputusan untuk menjadi pengkotbah sepenuh waktu.
Untuk mewujudkan keinginannya, dia mengambil kursus Alkitab tertulis dan berbicara di depan umum. Dia berlatih kotbah di mimbar ketika gereja kosong. Dia juga berbicara kepada cermin. Dia membaca apa saja untuk menutupi kekurangannya dalam pendidikan formal.
Charles Templeton pun menjadi artis lukis dan pengkotbah keliling. Dalam salah satu parjalanan ke Grand Rapids, Michigan dia bertemu dengan seorang wanita bernama Constance. Pada hari ke 12 pertemuan mereka dia mengajukan lamaran dan mereka menikah 2 bulan kemudian. Setelah kembali ke Toronto, mereka memutuskan untuk membina gerejanya sendiri. Mereka menemukan sebuah gedung gereja yang telah 14 tahun kosong. Dengan sisa uang $600, dia menyewa gedung itu untuk 6 bulan dengan sewa $100 perbulan. Dia membersihkan dan mencat ulang gedung itu dengan bantuan istri dan ibunya serta menamainya Avenue Road Church.
Pada malam sebelum memulai pelayanan gereja itu, Chuck berkata kepada istrinya, “Kita punya gereja namun tidak punya uang, kita punya bangku namun tidak punya jemaat, kita punya organ namun tidak ada musik. Namun saya yakin, gereja ini akan hidup!” Dan itulah yang terjadi. Pada tahun ke 2 dalam setiap kebaktian gereja dengan kapasitas 1.200 orang itu penuh sesak, itu sebabnya Chuck meminjam uang untuk memperbesar gereja itu hingga dapat menampung 1.800 orang.
Malam sebelum pembukaan gereja baru, Chuck dan istrinya tidur jam 01.30, lelah namun bahagia. Pada jam 03 pagi dia terbangun oleh suara dering telepon, “Tuan Templeton, sebaiknya anda segera datang, gerejamu kebakaran!” itulah suara yang dia dengar. Tergopoh-gopoh dia berlari ke gerajanya dan tiba di sana tepat waktu untuk melihat atap gerejanya roboh. Sambil menatap reruntuhan gerejanya Chuck berpikir, “Apabila Tuhan memang ada, kenapa Dia membiarkan hal itu terjadi?” Namun pada waktu yang bersamaan ayat Roma 8:25 melintas di benaknya, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”
Selama berjam-jam Chuck berjalan sendirian menembus udara malam yang dingin membeku sambil memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk mengatasi malapetaka yang baru saja terjadi. Tiba-tiba dia mendapat ilham lalu pergi ke kantor koran tempat dia bekerja dulu untuk memasang iklan,
“Gereja kita yang cantik terbakar, namun Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Datanglah ke Masonic Temple untuk mendengar kisah tentang api itu pada hari Minggu jam 07.00 pagi.”
2000 orang menghadiri kebaktiannya uang kolekte yang terkumpul jumlanya $24.000 dan terus bertambah ketika cerita itu menyebar ke seluruh penjuru Kanada dan Amerika. Gereja baru yang lebih luas dan lebih indah dibangun di atas reruntuhan gereja lama, menghabiskan dana $102.000, namun dalam waktu 5 tahun, semua hutang untuk pembangunan gereja terbayar lunas. Charles Templeton pun menjadi seorang pengkotbah besar. Dia berkotbah kepada 18.000 orang di Maple Leaf Gardens – Toronto, dan berkotbah kepada 20.000 hingga 70.000 orang di Soldier Field, Chicago dan Rose Bowl - Pasadena, California. Pada tahun 1941 bersama-sama dengan Billy Graham dia mendirikan sebuah lembaga penginjilan International Youth For Christ (YFC) dan melakukan perjalanan untuk berkotbah ke 10 negara di Eropah.
Gereja yang besar dan indah dengan jemaat yang ribuan jumlahnya. Rumah tinggal yang nyaman dan uang yang berkelimpahan. Pelayanan yang luar biasa, ribuan bahkan puluhan ribu orang datang setiap kali kotbah. Ratusan bahkan jutaan orang mengaku mendapat berkat dari kotbah-kotbahnya. Suatu pencapaian yang luar biasa. Namun semua hal itu tidak berarti bagi Charles Templeton. Dia meninggalkan semuanya itu bagi orang lain dan mendaftar ke Princeton Theological Seminary untuk mengikuti kuliah selama 3 tahun. Karena jenjang pendidikan formalnya hanya kelas 1 SMA, maka dia tidak dapat diterima untuk program Sarjana, namun pihak universitas setuju untuk menerimanya sebagai mahasiswa khusus. Dia kuliah selama tiga tahun (1948-1951). Ketika kuliahnya berakhir, dia diangkat sebagai pendeta di the National Council of Churches.
Pada zaman itu, setiap Pengkotbah KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani) berhak atas uang Persembahan Kasih yaitu semua uang kolekte yang terkumpul pada hari terakhir. Dengan cara demikian, maka diperkirakan dalam 1 tahun Chuck akan mengumpulkan uang lebih dari $100.000. Dia menolak sistem Persembahan Kasih, bahkan memaksa hanya minta digaji $7.500 pertahun oleh National Council of Churches. Semua uang kolekte selama KKR diberikan kepada gereja dan seluruhnya digunakan untuk pekerjaan penginjilan. Charles Templeton adalah seorang pengkotbah luar biasa, dia menghabiskan waktu 7 bulan untuk kotbah di Amerika dan 4 bulan untuk kotbah di Kanada. Selama bulan Agustus, dia cuti.
Banyak orang yang menyatakan bahwa pelayanannya jauh lebih hebat dari Billy Graham dan banyak orang yang meramalkan bahwa dia akan menjadi pengkotbah terbesar abad ini, namun Charles Templeton menjungkir balikkan semuanya. Pada tahun 1957 tiba-tiba saja dia berhenti! Dari seorang penginjil besar dia putar haluan 180 derajat. Dia menyangkal semua yang dia beritakan selama 21 tahun untuk menjadi seorang Agnostik, dia tidak mau percaya lagi bahwa Allah itu Maha Kasih.
Ketika berumur 80 tahun, tahun 1995 dia dideteksi mengidap Alzheimer atau Pikun. Penyakit Alzheimer adalah penyakit yang disebabkan oleh penurunan fungsi saraf otak di mana penderitanya akan kehilangan daya ingat, pertimbangan (judment), bahkan kewarasan. Pada saat itulah dia menerbitkan sebuah buku Farewell to God - My reasons for rejecting the Christian faith, di dalam buku itu dia menjelaskan kenapa dia meninggalkan Iman Kristennya untuk menjadi seorang Agnostik dan humanis.
Charles Templeton di Mata Lee Strobel
Pada tahun 2000, Lee Strobel menerbitkan sebuah buku dengan judul The Case for Faith - A Journalist Investigates the Toughest Objections to Christianity. Di dalam buku itu Lee Strobel memasukkan hasil wawancaranya dengan Charles Templeton. Pada kesempatan itu Strobel bertanya tentang dua hal padanya, Billy Graham dan Yesus Kristus. Saya belum pernah membaca buku itu, berikut ini adalah kutipan-kutipan tentang wawancara itu yang saya peroleh dari internet, kemungkinan besar kutipan-kutipan itu benar karena saya sudah membandingkan 5 sumber yang berbeda. Berikut ini adalah kutipan wawancara itu ketika Strobel bertanya tentang Yesus Kristus.
“Bagaimana dengan Yesus? Tanya Strobel. “Anda percaya Yesus pernah hidup di dunia?”
“Tidak perlu dipertanyakan lagi!” jawab Templeton cepat.
“Apa pendapat anda tentang Yesus?” tanya Strobel.
Ketika mendengar pertanyaan itu, tiba-tiba rasa haru nampak menguasai jiwa Charles Templeton, dengan suara sendu dia lalu berkata,
“Dia adalah” Templeton melanjutkan, “ Dia adalah manusia paling agung yang pernah hidup. Dia adalah seorang moralis jenius. Kesadaran moralnya sangat unik. Pada hakekatnya Dia adalah orang paling bijaksana yang pernah saya temui di dalam hidup maupun di dalam bacaan saya. Pengabdiannya tuntas dan hal itu mengakibatkan kematianNya, sebuah kerugian besar bagi dunia.”
Sambil menyandarkan diri Strobel berkata, “Nampaknya anda sangat peduli tentang Dia?”
“O … Ya … Dia adalah hal paling penting di dalam hidup saya.” Ia melanjutkan, “Saya … Saya … Saya …” Dia gelagapan, berusaha mencari kata-kata yang tepat, “ Saya tahu mungkin ini terdengar aneh … Namun … Saya memujaNya!”
Strobel berkata, “Anda mengucapkannya dengan penuh perasaan.”
“Anda benar, Semua kebaikan yang saya ketahui, semua kesopanan yang saya ketahui, semua kesucian yang saya ketahui, saya mempelajarinya dari Yesus. Benar … Benar. Coba pikirkan! Lihatlah Yesus. Dia menyiksa manusia, Dia marah. Namun orang-orang tidak berpikir seperti Yesus, mereka tidak membaca Alkitab. Dia memiliki kemarahan yang suci dan dia peduli pada yang tertindas dan menderita. Tak perlu dipertanyakan lagi, dia memiliki standard moral tertinggi di dunia, tidak curang, paling berbelas kasihan di antara seluruh umat manusia. Ada banyak orang baik di dunia ini, namun Yesus adalah Yesus.”
Strobel merasa heran. Apa yang didengarnya sangat mengejutkan. Dia menyatakan bahwa suara Templeton serak dan parau ketika dia berkata, “Saya … sangat … merindukannya!” Orang tua itu lalu menangis, tubuhnya terguncang, ia menangis dengan pilu.
Akhirnya Templeton dapat menguasai emosinya, dia lalu menghapus air matanya. “cukup sampai di sini,” katanya, sambil menggoyang-goyangkan tangannya untuk menyatakan bahwa dia tidak mau lagi menghadapi pertanyaan mengenai hal demikian.
Charles Templeton di Mata hai hai
Banyak teman yang bertanya, apa pendapat saya tentang si murtad Charles Templeton? Beberapa di antaranya bahkan bertanya apakah si murtad Charles Templeton adalah contoh orang yang menghujad Roh Kudus? Bahkan tidak jarang yang menjadikannya sebagai bukti untuk menyangkal keyakinan saya bahwa keselamatan adalah 100% anugerah dan 0% usaha manusia, sekali burung memilih pohon tempatnya hinggap, mustahil pohon dapat menolaknya. Ada juga yang menggunakannya sebagai bukti bahwa peperangan rohani itu memang nyata dan Charles Templeton adalah bukti kemenangan Iblis pada peperangan rohani abad ini. Sedangkan yang menyatakan bahwa si murtad Charles Templeton adalah contoh orang Kristen duniawi yang mengandalkan akal budi dan mengingatkan saya untuk tidak meneladaninya agar tidak bernasib seperti dia, banyak sekali.
Si murtad Charles Templeton, saya tidak suka sama sekali dengan julukan itu. Menurutku, tidak ada satu orang Kristen pun di dunia ini yang berhak menyebut orang Kristen lainnya MURTAD kecuali para rasul Kristus. Di samping itu, atas dasar apa mereka menghakimi Charles Templeton MURTAD? Adalah fakta bahwa Charles Templeton tidak pernah menyebut dirinya Atheis, dia menyebut dirinya Agnostik. Dia tidak menyangkal keberadaan Allah sama sekali, menurutnya, dia TIDAK MAMPU memahami bahwa Allah yang penuh kasih membiarkan manusia menderita. Menurutku, dia bukannya tidak mampu, namun dia TIDAK MAU! Inilah kalimat-kalimat lain yang diucapkan oleh Charles Templeton ketika di wawancarai oleh Lee Strobel.
“Ada sebuah foto, foto seorang wanita Afrika,” dia menjelaskan. “Mereka menghadapi musim kemarau berkepanjangan. Dia mendekap mayat bayinya sambil menatap langit penuh penderitaan namun tidak berdaya. Saya melihat foto itu dan bertanya, ‘Mungkinkah kita mempercayai bahwa di sana ada Sang Pencipta yang maha pengasih dan penyayang sementara yang mereka butuhkan hanya hujan? Bagaimana mungkin Allah yang Maha Pengasih melakukan hal demikian pada wanita itu? Siapa yang mengendalikan hujan? Bukan saya, juga bukan anda, namun DIA – Itulah keyakinan saya. Ketika menatap foto itu, tiba-tiba saja saya tahu mustahil hal itu terjadi bila di sana ada Allah yang maha kasih. Tidak ada jalan lain. Siapa lagi bila bukan setan yang mampu menghancurkan bayi itu lalu membunuh ibunya dengan kesedihan sementara yang mereka butuhkan hanya hujan?”
Charles Templeton berhenti menjadi pengkotbah pada tahun 1957 namun, 16 tahun kemudian, pada tahun 1973 dia menerbitkan sebuah buku dengan judul Jesus - a Bible in Modern English. Berikut ini adalah paragraf pertama Kata Pengantar Buku itu.
Yesus Kristus, tidak diragukan lagi adalah orang yang paling berpengaruh dalam sejarah kebudayaan barat. Pengaruhnya menyentuh kehidupan sehari-hari setiap individu. Namun, sayang, orang-orang umumnya hampir tidak menenal Dia sama sekali. Umumnya, apa yang mereka ketahui tentangNya telah diwarnai kesalahpahaman. Kisah kelahiranNya hanya diketahui sejauh perayaan Natal sedangkan kematianNya hanya diketahui sejauh perayaan Paskah, namun kehidupan dan ajaranNya hanya diketahui ala kadarnya itupun hampir tidak dipahami sama sekali.
Anda dapat membaca paragraf lainnya di sini, bahkan anda pun dapat membaca seluruh isi bukunya. Tentang buku tersebut, Billy Graham sang hamba Allah menulis:
Ide untuk menyatukan Injil Matius, Markus Lukas dan Yohanes menjadi satu kesatuan kisah kehidupan Yesus Kristus lalu memberinya judul YESUS sangat cemerlang. Hal itu akan membantu baik orang Kristen maupun non Kristen untuk memiliki gambaran menyeluruh tentang kehidupan Yesus.
Saya juga memuji Charles Templeton yang mengaku dirinya Agnostik, Karena kejujurannya yang total dengan tidak membiarkan adanya penafsiran yang bias di dalam tulisan ini. Alih-alih melakukannya, dia justru membiarkan Alkitab menyatakan kebenarannya sendiri. Memang ada kebebasan yang harus dijalankan dengan bijaksana untuk memilih kejadian-kejadian lalu mengurutkannya untuk menggambarkan kisah kehidupan Kristus dan ajaranNya, dalam hal ini, bila diberi kesempatan saya mungkin akan mengambil beberapa keputusan yang sedikit berbeda, namun perlu diakui, apa yang telah dilakukannya sama sekali tidak menyimpang dari pokok-pokok ajaran Kristen.
Besar harapan saya, buku ini akan memberi dampak yang luas dan mendalam serta berimbang kepada para pembacanya baik dalam aspek penginjilan, penguatan maupun pembelajaran.
Sungguh mengherankan walaupun diterbitkan pada tahun 1973, namun ternyata buku itu sudah ditulis sejak tahun 1948, nampaknya kepergiannya untuk kuliah di Princeton Theological Seminary didorong oleh keinginan untuk menulis buku itu. Prilakunya patut dipuji, sangat berbeda dengan prilaku para pengkotbah top generasi ini yang tidak pernah kuliah namun gelarnya sepanjang kereta, semuanya honoris causa, anugerah, bukan karena sekolah dan belajar bersungguh-sungguh. Sungguh rendah hati! Kenapa Charles Templeton setelah berhenti jadi orang Kristen masih menghabiskan waktu 16 tahun untuk menyelesaikan buku itu dan menurut Billi Graham sang hamba Allah, buku itu sangat berguna baik untuk penginjilan, penguat iman maupun pendidikan dan tidak ada penyesatan sama sekali? Dari kata pengantar buku itu kita tahu, tujuan Charles Templeton menulis buku itu adalah supaya orang-orang mengenal Yesus Kristus dengan benar sesuai dengan apa yang tertulis di dalam Alkitab. Bila dia bukan orang Kristen, mustahil dia menulis YESUS KRISTUS, sebab dengan menyebut Yesus Kristus, itu berarti dia YAKIN bahwa Yesus adalah Kristus, Juru selamat yang diurapi. Dengan membiarkan Alkitab sendiri yang berbicara tentang Yesus Kristus, itu berarti dia YAKIN bahwa Alkitab adalah BENAR.
Pada tahun 1983 Charles Templeton kembali menerbitkan sebuah buku dengan judul An Anecdotal Memoir. Menurutnya, buku itu bukan autobiografinya namun sebuah catatan pendek kenangan, tidak dimaksudkan untuk menceritakan pergumulan hidupnya namun sekedar kenangan. Anda dapat membaca buku itu di sini. Mungkinkah seorang yang telah MURTAD selama 26 tahun menulis buku demikian? Silahkan baca bukunya dengan teliti dan bila anda menemukan hal yang bertentangan dengan Alkitab, tolong beritahu saya, karena saya tidak menemukannya.
Pada tahun 1995 saat berumur 80 tahun, ketika dideteksi menderita Alzheimer, Charles Templeton menerbitkan buku Farewell to God - My Reasons for Rejecting the Christian Faith. Itulah buku terakhir yang ditulisnya.
Saya belum pernah membaca buku Farewell to God, sementara di Internet hanya sedikit sekali tulisan yang membahas buku tersebut, namun dari beberapa situs yang membahas tentang buku itu, baik yang ditulis oleh orang Kristen maupun non Kristen, nampaknya dia hanya mempertanyakan pertanyaan-pertanyaan yang sudah dipertanyakan banyak orang selama ini dan sudah dijawab dengan baik oleh orang-orang Kristen.
Dalam buku itu Charles Templeton menulis, suatu kali Billy Graham menyatakan bahwa dia, daripada mempertanyakannya, justru memutuskan untuk menerima Firman Allah apa adanya. Menurut Charles Templeton, tanpa mengurangi rasa hormat namun apa yang dilakukan oleh Billy Graham itu adalah “Pembunuhan Akal Budi.”
Apakah Charles Templeton murtad? Saya tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, hanya dia dan Allah yang tahu apa yang sebenarnya terjadi. Saya tidak kenal dia, hanya membaca kisahnya dan tulisan-tulisannya. Saya hanya bisa bermimpi bercerita kepadanya tentang anjing-anjing yang saya sayangi namun saya bunuh. Ini salah satu kisahnya.
Namanya Alfa, seekor anjing Doberman Jantan, salah satu anjing Doberman terbaik yang pernah saya temui. Saya kenal anjing itu dengan baik dan saya pernah melatihnya waktu kecil. Saya menyerahkan Alfa kepada adik perempuan saya guna menjaga rumah mereka ketika dia berumur 6 bulan. 100% patuh, silahkan bertanya kepada adik saya atau suaminya atau kepada kedua anaknya, tak peduli berapa lebar pintu gerbang terbuka, si Alfa tidak pernah melangkah melewati gerbang itu. Tak peduli berapa lebar pintu rumah terbuka, Alfa tidak pernah melangkah melewati pintu rumah. Anjing adalah anjing, tempatnya di luar, dia hanya boleh masuk rumah dan dia hanya boleh keluar pagar bila diajak tuannya. Itulah yang saya ajarkan kepadanya pada hari saya menyerahkannya kepada adik saya.
Satu tahun berlalu, Alfa mencapai usia dewasa, naluri dominasi mulai menguasainya, dia mulai terpancing untuk menjadi sang Alfa, pemimpin kelompoknya. Bagi anjing, semua makluk hidup di dalam lingkungannya adalah anggota kelompoknya, bila dia tidak menemukan pemimpin kelompok yang bijaksana yang dihormatinya maka dia akan mengangkat dirinya menjadi sang alfa. Berkali-kali saya menasehati adik saya untuk membuat kandang bagi si Alfa dan berkali-kali saya membujuk adik lelaki saya untuk melatih si Alfa. Namun nasehat saya yang masuk telinga kiri mental keluar, begitupun dengan yang masuk telinga kanan.
Suatu malam saya menerima berita, Alfa menggigit pembantu adik saya. Pada saat itu saya menasehatinya untuk mensukabumikan Alfa. Saya telepon adik lelaki saya untuk melakukan eksekusi dan itu harus dilakukan malam itu juga. Namun nasehat saya hanya ditampung, tidak dilaksanakan. Adik saya menunda untuk mengeksekusi Alfa ketika fajar menyingsing, mereka menjadi tidak tega melakukannya.
Satu bulan kemudian saya mendengar berita, adik perempuan saya diserang Alfa, lukanya sangat parah, hampir merenggut nyawa adik saya. Anda masih bisa melihat bekas lukanya di pipi dan tangan kanan adik saya, sangat mengerikan. Sang Alfa pun dieksekusi, setelah diberi obat bius dia lalu digantung sampai mati.
Anjing adalah anjing manusia adalah manusia, manusia tidak bisa menjadi anjing, anjing juga mustahil berprilaku manusiawi. Manusia senantiasa memanusiakan anjing sedangkan anjing selalu menganggap manusia adalah anjing. Bagi manusia apa yang dilakukan Alfa (anjing) itu tidak manusiawi, menggigit tuannya sendiri yang setiap hari memberinya makan, memanjakannya bahkan mencari kutunya. Bagi anjing apa yang dilakukan oleh Alfa adalah prilaku terpuji seekor pemimpin anjing. Sang Alfa secara konsisten akan menunjukkan dominasinya dan bila anggota kelompoknya tidak menaati sistem kasta, maka dia akan menghajarnya, cara anjing menghajar adalah menerjang dan menggigit.
Saya menganggap diri memahami sedikit ilmu jiwa anjing, saya memahami bahwa Alfa tidak salah ketika menggigit pembantu yang berlaku tidak sopan mengambil tikus hasil buruannya. Saya memahami Sang Alfa yang menyerang adik saya yang merusak (menggunting) pohon tanpa izinya. Namun anjing adalah anjing dan manusia adalah manusia. Apapun alasannya ketika anjing menggigit manusia dan saya tidak mampu menemukan orang yang sanggup menjadi Sang Alfa bagi si anjing, maka anjing itu harus disukabumikan (dibunuh dan dikubur atau dimakan dagingnya).
Waktu muda saya memelihara banyak anjing, belasan ekor bahkan puluhan ekor. Anjing ras maupun anjing kampung. Hanya anjing-anjing dengan karakter terbaik yang dibiakan dan dibesarkan sedangkan anjing penakut apalagi anjing pengecut tidak peduli betapa sayangnya saya pada mereka, mereka akan dipotong dan disajikan kepada manusia dengan nama Saksang maupun RW atau sengsu (tongseng asu) ketika merayakan Natal.
Sadis? Benar! Tidak Adil? Benar! Sok Jadi Tuhan? Benar, saya adalah Tuhan bagi semua anjing saya! Anjing mana yang berani menuduh saya? Anjing mana yang berani mengatakan saya tidak adil? Anjing mana yang berani mengatakan saya munafik, katanya pecinta anjing kok membunuh anjing semena-mena? Prinsip saya jelas, anjing yang membahayakan manusia, anjing yang tidak berguna bagi manusia, bahkan anjing yang tidak menemukan tuan yang mampu mengendalikannya, harus disukabumikan. Tidak adil? Sayalah standard keadilan bagi anjing-anjing saya. Tidak benar? Sayalah standard kebenaran bagi anjing-anjing saya. Saya adalah Tuhan bagi anjing-anjing saya dan semua anjing saya harus patuh 100% kepada saya.
Manusia adalah manusia, Allah adalah Allah. Allah bukan manusia dan manusia bukan Allah. Allah adalah Tuhan manusia, itu sebabnya Allah berdaulat 100% atas manusia. Mustahil mangganggap Allah adalah manusia apalagi berusaha memanusiakan Allah.
si murtad -siburukrupa.
bukan mainan yg memilih anak kecil,
tapi anak kecillah yg memilih mainan yg mana yg ingin dimainkan.
hehe..
kk kasi gambaran ttg anjing dan tuannya itu,contoh manusia dan allah kan.
"Berkali-kali saya menasehati adik saya untuk membuat kandang bagi si Alfa dan berkali-kali saya membujuk adik lelaki saya untuk melatih si Alfa. Namun nasehat saya yang masuk telinga kiri mental keluar, begitupun dengan yang masuk telinga kanan."
jelas kesalahan manusia /tuannya kan.akan tetapi gak ada kasihnya(sekalipun 100% berdaulat),dan semuanya itu seperti sebuah maianan yg ketika bosan/murka akan dirusak,dihancurkan.
maaf ya..,berbeda ya,dgn aj.budha bahwa budha selalu tidak bisa melihat penderitaan orang lain./mengasihi/kasih/cinta tanpa syarat.
apa pendapat kk ,allah kan 100% berdaulat
allah kan murka pada manusia karena tidak memenuhi standar kebenaran,jadi manusia spt itu bisa gak menikmati anugrah keselamtan itu?
gbu.
In reply to si murtad -siburukrupa. by siburukrupa
PermalinkMurka Allah Belum Tentu Murka Allah
Hallo siburukrupa! Anda benar, anjing saya tidak akan pernah memahami apa yang saya lakukan dan percuma berusaha meng-anjingkan saya sebab saya bukan anjing namun saya adalah Tuhan anjing saya. Nggak ada kasih? Anda salah, sayalah standard Kasih itu, sebab sayalah Tuhan anjing-anjing saya. Saya bahkan berkuasa atas hidup mati mereka.
Ajaran Budha? Budha yang mana? Budha yang Sidharta Gautama? Apa yang anda ketahui tentang ajaran Budha? Sidharta Gautama, sang Budha bukan Tuhan, dia tidak maha kuasa juga tidak maha tahu, dia hanya seseorang yang mendapat pencerahan. Walaupun banyak umat Budha yang menyembahnya, namun saya jamin, Sidharta Gautama sendiri justru mengajarkan untuk tidak menyembah sesama manusia apalagi yang sudah mati. Percayalah kepada Budha, Percayalah tentang Dharma dan bergabunglah dengan Shangha. Itulah ajaran Budha. Siapakah Budha itu? Semua manusia adalah Budha. Apabila semua manusia adalah Budha, maka PERCAYALAH pada diri sendiri.
Murka Allah. Ketika Alfa menggigit pembantu adik saya, saya tidak murka, bahkan ketika dia menggigit adik bungsu saya, adik kesayangan saya, saya tidak murka sama sekali, namun saya memberi perintah kepada adik lelaki saya untuk mengeksekusinya saat itu juga, ketika dia menelpon saya. Ketika saya menyerahkan anjing-anjing saya untuk dipotong guna disajikan pada perayaan Natal, saya tidak murka sama sekali kepada mereka, bahkan mereka tidak melakukan kesalahan sama sekali, namun saya menyerahkan mereka untuk dibunuh, dimasak lalu disajikan kepada manusia.
Setiap anjing yang tinggal di kandang milik saya berusaha menyenangkan hati saya, namun bukan prilaku mereka yang menyebabkan saya membuat keputusan bagi hidup mereka. Saya mengambil keputusan atas pertimbangan saya sendiri. Mau saya jual, mau saya bunuh, mau saya pelihara, semuanya saya putuskan sendiri tanpa mempertimbangkan prilaku anjing saya apalagi minta pertimbangan mereka.
Anda benar, saya punya standard sendiri dan standard saya bukan standard anjing saya. Saya melatih anjing saya sesuai dengan talenta mereka dan saya tahu talenta mereka. Mustahil melatih anjing jenis Golden Retriever menjadi anjing penjaga, sebab mereka tidak memiliki kodrat anjing penjaga. Mustahil melatih anjing gembala Jerman (Herder) yang ada di Indonesia menjadi anjing pelari sebab mereka dibatasi oleh struktur tubuh mereka yang tidak cocok untuk jadi pelari.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
In reply to Murka Allah Belum Tentu Murka Allah by hai hai
Permalinktuan selalu menyediakan yg baik untuk kesayangannya.
ya kk hai anda benar!budha adalah manusia.
btw,apa yg dilakukannya sungguh mulia,benar budha tidak mengajarkan utk menyembah budha.semua yg dilakukan adalh penghormatan/hanya utk mengingat ajrannya.
wow..anda sungguh berhati mulia.
tapi,seandainya adik kk menuruti perkataan kk utk membuat kandang ,dll.
maka penjagalan itu gak akan terjadi bukan.
bukankah sbg tuan selalu menyediakan yg baik untuk kesayangannya.
sama spt yesus menyediakan berkat untuk kita,bukannya dosa kan..
bole nanya?
seandainya, kk sudah melayani dgn sepenuh hati,jiwa,raga,tulus ,iklas,namun kk diputuskan boleh menikmati taman firdaus/hidup kekal,harus dihukum.
apa kk tidak menyesal??yakin?
gbu.
In reply to tuan selalu menyediakan yg baik untuk kesayangannya. by siburukrupa
PermalinkAllah Adalah Sang Alfa
siburukrupa, maaf, namun nampaknya pengetahuan anda tentang ajaran Budha sangat dipengaruhi oleh ajaran AGAMA Budha. Ada banyak agama Budha saat ini dan ajarannya walau banyak persamaannya namun banyak pula pertentangannya.
Percayalah kepada Budha, Yakinlah pada Dharma dan berlindunglah kepada Sangha. Setiap manusia adalah Budha, Dharma akan mengakibatkan Kharma, Sangha adalah kumpulan orang-orang yang memiliki pandangan yang sama.
Bukankah inti ajaran Sang Budha Gautama adalah, percayalah pada hati nurani sendiri, Murnikanlah hati nurani itu (Dharma) dan berkumpullah dengan orang-orang sealiran?
Walaupun tidak diucapkan secara eksplisit, namun Sang Budha Gaudama percaya akan keberadaan Tuhan. Hal itu nampak nyata ketika dia mengajarkan tentang akan datangnya seorang Budha yang lain, Budha Maitreya. Budha Maitreaya ada di Nirwana, namun bila waktunya tiba, dia akan diutus kedunia. Siapa yang mampu mengutus Budha Maitreya yang justru jauh lebih agung dibandingkan Sang Budha Gautama Sendiri?
Anda benar, bila saja adik saya mau menuruti nasehat saya, bila saja mereka menyadari bahwa anjing adalah anjing dan mustahil memanusiakan anjing, maka penjagalan itu tidak akan terjadi. Anda benar, Tuan yang baik akan memberikan yang terbaik bagi anjingnya. Namun nyatanya, banyak orang yang walaupun memiliki anjing mereka tidak berprilaku sebagai TUAN yang baik bagi anjingnya, bahkan banyak yang tidak pernah menjadi TUAN dari anjingnya. Bila kamu berjalan-jalan lalu melihat orang menuntun seekor anjing, anjing apapun itu, selama anjingnya berjalan memimpin di depan, maka itu tanda anjing itu menganggap dirinyalah sang alfa, sang tuan. Berhati-hatilah, anjing demikian bisa menggigit orang tanpa tuannya mampu mencegahnya.
Ketika seekor anjing menuruti perintah tuannya, mungkin dia melakukannya karena mengharapkan imbalan dari tuannya; Mungkin pula dia melakukannya karena dia takut pada tuannya. Anjing-anjing demikian tidak akan patuh 100% pada tuannya. Anjing-anjing yang patuh 100% adalah anjing yang selain mencintai tuannya juga menghormati tuannya dan mempercayai tuannya dengan tuntas, tanpa syarat. Anjing-anjing demikian mematuhi tuannya dengan RELA dan senantiasa berusaha untuk menyenangkan tuannya.
Andaikata saya adalah anjing maka Allah adalah TUHAN saya. Bila dia menghendaki saya masuk neraka maka saya akan masuk neraka tanpa mempertanyakannya, kenapa hal itu bisa terjadi? Saya tidak tahu! Yang saya tahu adalah saya akan masuk neraka tanpa mempertanyakannya karena dia memerintahkan saya masuk neraka.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
In reply to Allah Adalah Sang Alfa by hai hai
Permalinktuan itu spt apa terlihat dari anjingnya.
kk,budha adalah budha.
budha bukan tuhan.
budha adalh manusia yg mampu menaklukkan freewill/menaklukkan keinginan daging.
ketika manusia itu dapat menaklukkan freewill maka dia akan menjadi budha.
mengakhiri penderitaannya(tidak akan mendapat karma buruk).
tuan tetaplah tuan,
tuan yg bodohlah kalau tidak bisa tuan atas anjingnya.
tapi,saya pernah memelihara anjing,ketika saya begitu sayang ,dan memberikan yg terbaik buat anjing kesayangan itu ,maka anjing kesayangan itu melayani saya dgn tulus/tanpa syarat.
tuan yg baik membuat anjing jd baik,tuan yg jahat membuat anjing jd jahat.
jadi,kalo mau tau tuan itu spt apa terlihat dari anjingnya.
kamu memang tulus,hehehe... maju terus dech ....serpurnakan selalu...imanmu.
trims.gbu.
In reply to tuan itu spt apa terlihat dari anjingnya. by siburukrupa
PermalinkFreewill Tidak Bisa ditaklukkan
Freewill = Kebebasan memilih. Anda bebas memilih, kebebasan itu mustahil ditaklukkan, yang anda perlukan adalah memilih dengan bijaksana. Hidup adalah pilihan mustahil seorang manusia memilih untuk tidak memilih.
Budha adalah orang yang mendapat pencerahan sehingga dapat memilih dengan bijaksana. Hidup itu sengsara (penderitaan), sengsara itu disebabkan karena keinginan. Para pengikut Budah menyangka bahwa untuk lepas dari kesengsaraan adalah dengan memadamkan keinginan, namun mereka lupa bahwa keinginan untuk tidak berkeinginan juga adalah keinginan, itu sebabnya mereka tetap sengsara. Padahal yang diajarkan Budha Gautama adalah, Sengsara itu akibat keinginan yang tidak tercapai, oleh karena itu kendalikanlah keinginan anda.
Ada banyak jenis anjing di dunia ini, ada yang besar ada yang kecil, ada anjing karya guna ada anjing untuk mainan. Ketika hendak memelihara anjing, hal pertama yang harus anda pastikan adalah anda harus merawatnya hal kedua yang harus anda pastikan adalah memperlakukan anjing sebagai anjing, lebih khusus lagi anda harus memperlakukan anjing sesuai jenisnya. Sejak purbakala manusia memelihara anjing dan melakukan rekayasa untuk menemukan ras anjing-anjing sesuai kegunaannya. Apabila anda memiliki anjing ras, maka ketahuilah, bahwa 15% dari karakter anjing itu adalah hasil rekayasa manusia, 10% karakternya adalah hasil rekayasa yang belum sempurna, namun 75% adalah binatang buas, binatang pemangsa.
Anjing anda tahu apa yang anda tahu, namun anjing juga tahu banyak hal yang anda tidak tahu.
Pitbull adalah anjing yang direkayasa untuk menjadi anjing petarung. Doberman adalah anjing yang direkayasa untuk menjadi anjing penjaga sedangkan Rottweller adalah anjing yang direkayasa untuk menyerang orang. Bila anda memelihara ketiga jenis anjing tersebut dan tidak mengendalikan nalurinya, maka akibatnya fatal, ketiganya akan menjadi anjing yang akan menyerang manusia.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
In reply to Freewill Tidak Bisa ditaklukkan by hai hai
Permalinkmaksudnya gini loh..
maksud saya budha bisa jg diartikan ketika manusia dapat melepaskan/mengendalikan/menekan diri dari kemelekatan hawa nafsu,maka dia akan menjadi budha.
mengakhiri penderitaan yg saya maksud adalah tidak mendapat karma buruk.
maksudnya ketika kita tidak menabur angin maka kita tidak akan menuai badai.
ketika kita tidak menabur hawa nafsu/keinginan daging ,maka kita tidak akan manuai penderitaan./kesengsaraan/karma buruk perbuatan kita.
ya maka kerena itulah dalam aj.budha tidak ada tuhan,tuhan dan iblis ada di dalam diri kita sendiri.
"Anjing anda tahu apa yang anda tahu, namun anjing juga tahu banyak hal yang anda tidak tahu."
maksud kk,manusia tau apa yg tuhan tau,namun manusia juga tau bahwa banyak hal yg TUHAN tidak tau...
hehehe...
ya pada intinya si tuannya kan...
tuan yg mengendalikan anjing jd baik/jd jahat.
kalau si tuan bisa membuat anjing jd berguna,maka tuan yg bodohlah yg membuat /membiarkan anjing menjadi buas.
jd tuan yg baik tidak membinasakan,tidak murka karena,tuan yg baik memiliki kasih sayang yg konsisten.
ya sekarang saya paham.
btw,napa tuhan gak nurunin hujan buat perempuan dan bayinya itu??
gbu.
In reply to maksudnya gini loh.. by siburukrupa
PermalinkKemelekatan, Makluk Apa Itu?
Kemelekatan, makluk apa itu? Bisa tolong jelaskan apa itu kemelekatan?
100.000 lebih manusia mati karena tsunami di Aceh, ditambah dengan di Nias dan daerah lainnya, jumlahnya lebih dari 150.000. Apakah itu yang dimaksudkan dengan karma bersama? 100 orang lebih mati ketika pesawat Adam Air terjun bebas kelaut, apakah itu karma bersama? Karma ... Karma itukah yang diajarkan oleh Sidharta Gautama?
Seperti yang sudah saja jelaskan, Budha Maitreya adalah bukti bahwa Sidharta percaya bahwa Tuhan itu ada. Tentang setan, kembali diajarkan secara implisit, tidak langsung. Ketika bertapa, Sidarta Gautama menghadapi banyak godaan, Itu tidak terjadi di dalam dirinya karena itu membawa pengaruh kepada alam semesta. Itulah bukti bahwa Sidarta percaya akan keberadaan roh roh jahat,roh roh penggoda.
Hanya ajaran agama Budha Tionghua yang mengajarkan bahwa Tuhan dan Iblis itu ada di dalam diri manusia. Sidarta Gautama sendiri mengajarkan bahwa Ada Tuhan dan ada Setan.
Yah, anda benar siburuk rupa, yang utama adalah Tuannnya, Banyak tuan namun sebenarnya mereka bukan tuan karena anjing tahu yang mereka tidak tahu. Anda benar 100%, Tuan yang menentukan dan tuan berdaulat sepenuhnya untuk memilih anjingnya.
Kembali anda benar, tuan yang memilih anjingnya, namun anjing tahu mana tuan sejati dan mana tuan yang bodoh.
Kenapa Tuhan tidak menurunkan hujan? Kenapa Tuhan harus menurunkan hujan?
Kenapa saya melatih anjing saya? Kenapa tidak membiarkannya hidup bebas semaunya? Kenapa saya memanipulasi dia? Kenapa saya membunuh si Alfa? Anjing saya tidak tahu namun saya tahu.
Hidup bukan tujuan, namun hidup adalah jalan untuk menggapai tujuan. Berapa lama hidup bukan tanda kesuksesan manusia. Berapa makmur selama hidup juga bukan kesuksesan manusia. Hidup adalah jalan, adalah ujian untuk menggapai hidup selanjutnya yang kekal. Hal inilah yang tidak dipahami oleh Charles Templeton. Penderitaan dan kemudahan dalam hidup bukan tujuan, namun jalan untuk menggapai hidup sesungguhnya. Hal inipun tidak disadari oleh Charles Templeton. Dan keduanya tidak dipahami oleh kebanyakan orang Kristen.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
In reply to Kemelekatan, Makluk Apa Itu? by hai hai
Permalinkkemelekatan=keterikatan.
kemelekatan=keterikatan.
hidup adalah penderitaan..
100.000 lebih manusia mati karena tsunami di Aceh, ditambah dengan di
Nias dan daerah lainnya, jumlahnya lebih dari 150.000. Apakah itu yang
dimaksudkan dengan karma bersama? 100 orang lebih mati ketika pesawat
Adam Air terjun bebas kelaut, apakah itu karma bersama? Karma ... Karma
itukah yang diajarkan oleh Sidharta Gautama?
itu sih namanya bencana /takdir...
bagi mereka yg melepaskan diri dari hawa nafsu,mereka menjadi budha dan mereka telah lepas dari penderitaannya.
mati...olek karena itu ,maka kita lihat para biksu kalau memang takdirnya untuk mati ,mereka sudah siap ...
mati..setiap manusia pasti mati,sesuai siklus lahir,bertumbuh,tua,mati...
jadi kalo memang takdir seperti itu apa mau dikata?
ya memang kk benar sekali,
"Sengsara itu akibat keinginan yang tidak tercapai, oleh karena itu kendalikanlah keinginan anda."
saya tambahkan,kendalikanlah keinginan anda hingga ajal menjemput &siap untuk mati dan meniggalkan penderitaan.
hahahaha.....
bisa aja ya.... bukannya anjing tau bahwa tuannya gak tau apa2...hahahahaha....
"Hidup bukan tujuan, namun hidup adalah jalan untuk menggapai tujuan.
Berapa lama hidup bukan tanda kesuksesan manusia. Berapa makmur selama
hidup juga bukan kesuksesan manusia. Hidup adalah jalan, adalah ujian
untuk menggapai hidup selanjutnya yang kekal. Hal inilah yang tidak
dipahami oleh Charles Templeton. Penderitaan dan kemudahan dalam hidup
bukan tujuan, namun jalan untuk menggapai hidup sesungguhnya. Hal
inipun tidak disadari oleh Charles Templeton. Dan keduanya tidak
dipahami oleh kebanyakan orang Kristen."
nah coba kk cermati,hidup itu= penderitaan kan?
ketika melewati penderitaan tsb baru menggapai hidup sesungguhnya.
gbu.
In reply to Murka Allah Belum Tentu Murka Allah by hai hai
PermalinkMelihat Kedaulatan Allah Yang Sesungguhnya
Pak hai, sejauh ini, tulisan Anda yang satu ini yang paling saya sukai, saya memang memuji Anda dengan tulisan ini, dengan pemakaian tata bahasa Anda, orang yang membacanya jadi jelas, yang terkadang membuat saya sulit untuk menyampaikannya dan menjelaskannya kepada orang lain dengan tata bahasa saya mengenai "MURTAD" versi "Charles Templeton" yang marak belakangan ini.
>>>=GOD=LOVE=YOU=>>
@siburukrupa : nyamain nih ye
Dear brother,
Kayaknya lo anggap diri lo kayak charles templeton ya.
Jauh brother...
Tapi gak apa2 lah, mungkin suatu saat lo akan semudah CT memahami kasih BAPA.
Jesus Freaks,
"Live X4J, die as a martyr"
definisi murtad
Dear Hai hai
Tulisan tentang "Si Murtad Charles Templeton" bagi saya merupakan suatu pandangan bahwa sesorang bisa memilih hidupnya kapan saja, apakah besok dia mau mencuri, apakah besok dia mau jadi seorang dermawan itu semua tergantung dari manusia itu sendiri.
Hai hai thaks banget akan tulisan si murtad...., hampir 60% jalan kehidupan si murtad ini sudah terjadi pada saya bedanya saya tidak punya Gereja maupun jemaat bahkan saya bukan penghotba ataupun mengikuti pelayanan penggembalaan. Saya tadinya hanya pelayan Gereja yang melayani dalam bidang music selama lima tahun yang kemudian mengundurkan diri yang tidak disebapkan apapun. Selama membaca "si Murtad....." tidak tersirat sedikitpun kalau Charles Templeton kecewa terhadap Tuhan Yesus atau Allah itu sendiri, saya pun juga begitu tidak perna kecewa dengan Tuhan Yesus maupun Bapa di Sorga justru sampai sekarangpun saya masih merasakan kasih, penyertaan dan berkat Tuhan yang luar biasa. Saya sendiri tidak tahu apakah saya masuk dalam kategori murtad apa tidak ? saya sholat tapi kalo menghadapi masalah besar saya mengutarakan ke Tuhan Yesus dan diberikan jalan keluar, apabila saya sakit saya berdoa dalam Nama Tuhan Yesus supaya oleh bilur-bilurnya disembuhkan dan sembuh. Hai hai menurut anda apakah salah saya tetap beriman kepada Tuhan Yesus? iman saya tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang walau saya sholat. Entalah saya sebenarnya manusia atau anjing, karena kalo sholat saya tidak perna mengimani bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Saya sholat karena menghormati istri saya yang notabanenya membenci Kristus, jadi saya sholat bukan dari hati saya untuk menjalankan islam itu sendiri tapi benar-benar menghormati istri saya. Tapi kalo saya salah memilih jalan hidup saya itu hanya Allah dan saya yang tau.
To Rio, Definisi Murtad ?
Salam sdr. Rio,
Anda menulis:
Saya sendiri tidak tahu apakah saya masuk dalam kategori murtad apa tidak ? saya sholat tapi kalo menghadapi masalah besar saya mengutarakan ke Tuhan Yesus dan diberikan jalan keluar, apabila saya sakit saya berdoa dalam Nama Tuhan Yesus supaya oleh bilur-bilurnya disembuhkan dan sembuh. Hai hai menurut anda apakah salah saya tetap beriman kepada Tuhan Yesus? iman saya tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang walau saya sholat. Entalah saya sebenarnya manusia atau anjing, karena kalo sholat saya tidak perna mengimani bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Saya sholat karena menghormati istri saya yang notabanenya membenci Kristus, jadi saya sholat bukan dari hati saya untuk menjalankan islam itu sendiri tapi benar-benar menghormati istri saya. Tapi kalo saya salah memilih jalan hidup saya itu hanya Allah dan saya yang tau.
Debu tanah menjawab:
Karena hai-hai belum balas, saya coba jawab ya..
Batin anda pasti lah sangat menderita. Silakan baca blog saya serta komentar2 saudara yan lain dalam blog itu, mungkin bisa membantu:
http://www.sabdaspace.org/kenapa_ya_dosa_kepada_roh_kudus_tidak_di_ampuni
Saya juga tidak tahu apakah anda itu masuk kategori murtad atau bukan, namun saya menyimpulkan bahwa anda LEBIH mengasihi istri anda daripada Yesus. Apa kata Alkitab tentang hal ini:
Matius 10:37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
Saya berharap bahwa anda masih bisa diselamatkan, dan bila benar demikian segeralah bertobat!!
Debu tanah
@rio@punya : unik juga lo
Dear brother rio,
dalam kasusmu...
lo salah BESARRR...
tapi bukan karena lo mencampurkan "2 keyakinan"
TAPI LO SALAH BESAR KARENA LO SHOLAT UNTUK MENGHORMATI ISTRI LO.
SEHARUSNYA LO SHOLAT UNTUK MENGHORMATI BAPA DI SORGA.
Sholat bukanlah penyembahan kepada muhammad, tapi kepada TUHAN.
artinya, banyak cara menyembah TUHAN.
ada yang tepuk tangan, ada yang diam membisu, ada yang berbahasa aneh, dan tentu saja ada yang sholat.
kalau ada orang kristen yang nyembah TUHAN berbentuk sholat, bagi gw gak ada masalah. bagus malah...
tapi kalau boleh gw tanya beberapa hal :
1. lo sayang banget ya sama istri lo ?
2. lo takut ya kehilangan istri lo?
Jesus Freaks,
"Live X4J, die as a martyr"
In reply to @rio@punya : unik juga lo by jesusfreaks
PermalinkYang Mareka Perlukan Hanya Hujan
Saudara rio@poenya, menurut saya apa yang anda lakukan itu salah. Anda bisa saja membayangkan bahwa ketika Sholat anda menyembah KetigaNya Yang Esa, namun itu bukan cara yang benar. Anda sedang melukai hati orang-orang muslim yang membaca tulisan anda ini.
Namun, saya yakin anda memahami situasi yang anda hadapi selama ini. Mungkin walaupun sudah memikirkannya, namun ketika menjalaninya semuanya menjadi jauh lebih berat bagi anda, namun anda tetap harus menjalaninya dengan tabah. Saya hanya bisa berdoa dan mendukung anda dengan semangat.
Ha ha ha … “Siapa yang mengendalikan hujan?” Tanya Templeton dan mungkin rio bertanya, “Siapa yang memilih pohon tempatnya hinggap?” Untuk kedua pertanyaan itu kita semua tahu jawabanya. “Kenapa Tuhan tidak mau menurunkan hujan? Kenapa Burung tidak memilih istri rio?” Templeton ngambek dia lalu memutuskan tidak mau memberitakan Injil lagi bahkan dia mengancam Tidak mau mencintai Allah lagi. Apakah rio juga ngambek atau akan ngambek? Templeton ngambek karena cintanya kepada Allah dan kasihnya kepada orang-orang yang menderita di dunia ini. Bila rio ngambek, maka alasannya pasti rasa cintanya pada istrinya dan kasih kepada Allah.
Menurut saya MURTAD adalah ketika seseorang MEMAHAMI dan MEYAKINI bahwa apa yang diajarkan di dalam Alkitab itu benar. Namun dia MENGERASKAN hatinya untuk MENENTANG kebenaran Alkitab yang dia pahami dan yakini itu. Misalnya, dia paham bahwa mencuri itu dosa, namun dia mengeraskan hatinya untuk menentangnya, dengan sengaja dia menjadi pencuri bahkan perampok. Misal lagi, Dia paham dan dia yakin bahwa Yesus itu Allah dan juru selamat manusia, namun dia mengeraskan hatinya untuk menolak Yesus dan dia melakukannya sampai mati.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Murtadnya si rio@poenya
Sebelumnya makasih banget atas pehatian "debu tanah" terhadap masalah saya yang dihadapi dengan air mata, kesedihan dan "makan hati", benar kata "debu Tanah" saya sangat menderita tapi bukan menderita karena saya sholat untuk menghargai istri saya tapi saya menderita karena pengorbanan cinta saya terhadap istriku tidak perna dihargai dan itu penderitaan saya yang sangat besar.
kalo dikatakan saya lebih mengasihi istri saya..tidak benar 100% bagaimanapun saya masih melihat Yesus Kristus adalah yang terbesar dari segala yang ada di dunia ini, sekali lagi saya tuliskan kejadian apapun, saya selalu datang ke Yesus Kristus dan Dia memberikan apa yang aku pinta.
"debu tanah", sebelum saya memutuskan sholat karena untuk menghormati istriku terlebih dahulu saya bergumul masalah ini selama 1 tahun untuk mendapat jawaban mana yang harus saya pilih dan jawaban itu saya uji berkali-kali termasuk debat dengan 10 pendeta berbagai aliran Gereja dan dari itu semua hanya 2 Pendeta dari aliran Bethel dan GKI yang sedikit memberikan arahan kepada saya bahwa masalah ini yang memutuskan cuma saya yaitu keputusan apa yang harus di ambil. Kalo "debu tanah" mengartikan bahwa saya tidak mengindahkan suara Roh Kudus, saya merasa tidak seperti itu tapi justru maunya Roh Kudus menginkan saya 'Berdoa dan Doakan' masalah ini. "debu tanah" doa saya cuma satu prakata yaitu 'kalo ini rancanganmu maka semuanya tidak terjadi diluar dari rencanamu', dan saudaraku "debu tanah" aku tidak perna mengandalkan kekuatanku dalam masalah yang aku hadapi karena aku tau kekuatanku sangatlah terbatas untuk menghadapi ini. Dan kesaksian ku...kalo bukan karena Tuhan Yesus mungkin aku tidak bisa menghadapi penderitaan ini, justru disinilah aku bisa melihat kasih tuhan sesungguhnya bahwa Yesus tidak sedetik-pun meninggalkan aku.
GBU ya Debu Tanah
rio@poenya menjawab pertanyaan Jesusfreaks :
1. lo sayang banget ya sama istri lo ? iya, aku sayang banget ama istriku, hingga banyak yang dikorbankan.
2. lo takut ya kehilangan istri lo? Bukan takut lagi tapi aku ga siap kalo harus kehilangan istri saya untuk kesekian kalinya.
Thank ya Jesusfreaks
memang situasi ini sudah aku pahami dan pikirkan dan benar kata anda...berat menjalaninya dalam arti berat adalah sulit membayangkan ketiga-Nya yang Esa dalam sikap bersholat karena ayat sembayangnya ada menyebutkan Muhammad.
Thanks banget atas bantuan doanya Hai Hai buat aku,oh..ya aku masih tidak mengerti maksud tulisan ini "Apakah rio juga ngambek atau akan ngambek? Templeton ngambek karena cintanya kepada Allah dan kasihnya kepada orang-orang yang menderita di dunia ini. Bila rio ngambek, maka alasannya pasti rasa cintanya pada istrinya dan kasih kepada Allah" tolong dijelaskan pada orang awam ini ya Hai Hai.
Aku tidak pernah menyangkal Yesus adalah Juru Selamatku, justru karena Yesus Kristus aku masih bisa bernafas dan menikmati berkatnya. Pertanyaannya bagaimana dengan orang Islam, Hindu, Budha dan apapun itu percaya dengan Kristus adalah Juru Selamat tapi tidak harus masuk kristen apakah imannya tetap salah?
sekarang ini posisiku ada diantara orang yang percaya Kristus tapi tidak didalam Kristen, dan ini sulit diterima banyak orang apalagi orang-orang yang matang dalam rohani kekristenan itu sendiri. Saat ini yang kubutuhkan adalah jawaban bagaimana orang-orang bisa menerima saya apa adanya.
For Jesus...Love you forefer.
si murtad rio@poenya
Dear Debu Tanah
Sebelumnya makasih banget atas pehatian “debu tanah” terhadap masalah saya yang dihadapi dengan air mata, kesedihan dan “makan hati”, benar kata “debu Tanah” saya sangat menderita tapi bukan menderita karena saya sholat untuk menghargai istri saya tapi saya menderita karena pengorbanan cinta saya terhadap istriku tidak perna dihargai dan itu penderitaan saya yang sangat besar.
kalo dikatakan saya lebih mengasihi istri saya..tidak benar 100% bagaimanapun saya masih melihat Yesus Kristus adalah yang terbesar dari segala yang ada di dunia ini, sekali lagi saya tuliskan kejadian apapun, saya selalu datang ke Yesus Kristus dan Dia memberikan apa yang aku pinta.
“debu tanah” sebelum saya memutuskan sholat karena untuk menghormati istriku terlebih dahulu saya bergumul masalah ini selama 1 tahun untuk mendapat jawaban mana yang harus saya pilih dan jawaban itu saya uji berkali-kali termasuk debat dengan 10 pendeta berbagai aliran Gereja dan dari itu semua hanya 2 Pendeta dari aliran Bethel dan GKI yang sedikit memberikan arahan kepada saya bahwa masalah ini yang memutuskan cuma saya yaitu keputusan apa yang harus di ambil. Kalo “debu tanah” mengartikan bahwa saya tidak mengindahkan suara Roh Kudus, saya merasa tidak seperti itu tapi justru maunya Roh Kudus menginkan saya 'Berdoa dan Doakan' masalah ini. “debu tanah” doa saya cuma satu prakata yaitu 'kalo ini rancanganmu maka semuanya tidak terjadi diluar dari rencanamu', dan saudaraku “debu tanah” aku tidak perna mengandalkan kekuatanku dalam masalah yang aku hadapi karena aku tau kekuatanku sangatlah terbatas untuk menghadapi ini.
Dan kesaksian ku...kalo bukan karena Tuhan Yesus mungkin aku tidak bisa menghadapi penderitaan ini, justru disinilah aku bisa melihat kasih tuhan sesungguhnya bahwa Yesus tidak sedetik-pun meninggalkan aku.
GBU ya Debu Tanah
Dear Jesusfreaks
Hm.....mungkin anda benar, aku sholat karena menghormati istriku bukan Bapa di sorga dan itu merupakan salah besar. Dan saya juga menyadari banyak cara untuk menyembah Tuhan, mungkin banyak yang protes karena doktrin cara menyembah kristen tidak harus sujud,bersila dan sampai harus wajah menyentuh tanah tapi cukup berlutut, tutup mata dan melipat tangan. Memang benar kok banyak cara untuk menyembah Tuhan walapun dengan sholat....dalam hal ini saya setuju dengan “Jesusfreaks”.
rio@poenya menjawab pertanyaan Jesusfreaks :
1. lo sayang banget ya sama istri lo ? iya, aku sayang banget ama istriku, hingga banyak yang dikorbankan.
2. lo takut ya kehilangan istri lo? Bukan takut lagi tapi aku ga siap kalo harus kehilangan istri saya untuk kesekian kalinya.
Thank ya Jesusfreaks
Dear Hai Hai
Pada dasarnya apa yang aku lakukan salah entah itu dari sudut pandang manapun tapi tetap salah.
memang situasi ini sudah aku pahami dan pikirkan dan benar kata anda...berat menjalaninya dalam arti berat adalah sulit membayangkan ketiga-Nya yang Esa dalam sikap bersholat karena ayat sembayangnya ada menyebutkan Muhammad.
Thanks banget atas bantuan doanya Hai Hai buat aku,oh..ya aku masih tidak mengerti maksud tulisan ini “Apakah rio juga ngambek atau akan ngambek? Templeton ngambek karena cintanya kepada Allah dan kasihnya kepada orang-orang yang menderita di dunia ini. Bila rio ngambek, maka alasannya pasti rasa cintanya pada istrinya dan kasih kepada Allah” tolong dijelaskan pada orang awam ini ya Hai Hai.
Aku tidak pernah menyangkal Yesus adalah Juru Selamatku, justru karena Yesus Kristus aku masih bisa bernafas dan menikmati berkatnya. Pertanyaannya bagaimana dengan orang Islam, Hindu, Budha dan apapun itu percaya dengan Kristus adalah Juru Selamat tapi tidak harus masuk kristen apakah imannya tetap salah?
sekarang ini posisiku ada diantara orang yang percaya Kristus tapi tidak didalam Kristen, dan ini sulit diterima banyak orang apalagi orang-orang yang matang dalam rohani kekristenan itu sendiri. Saat ini yang kubutuhkan adalah jawaban bagaimana orang-orang bisa menerima saya apa adanya.
For Jesus...Love you forefer.
si murtad rio@poenya
Dear Debu Tanah
Sebelumnya makasih banget atas pehatian “debu tanah” terhadap masalah saya yang dihadapi dengan air mata, kesedihan dan “makan hati”, benar kata “debu Tanah” saya sangat menderita tapi bukan menderita karena saya sholat untuk menghargai istri saya tapi saya menderita karena pengorbanan cinta saya terhadap istriku tidak perna dihargai dan itu penderitaan saya yang sangat besar.
kalo dikatakan saya lebih mengasihi istri saya..tidak benar 100% bagaimanapun saya masih melihat Yesus Kristus adalah yang terbesar dari segala yang ada di dunia ini, sekali lagi saya tuliskan kejadian apapun, saya selalu datang ke Yesus Kristus dan Dia memberikan apa yang aku pinta.
“debu tanah” sebelum saya memutuskan sholat karena untuk menghormati istriku terlebih dahulu saya bergumul masalah ini selama 1 tahun untuk mendapat jawaban mana yang harus saya pilih dan jawaban itu saya uji berkali-kali termasuk debat dengan 10 pendeta berbagai aliran Gereja dan dari itu semua hanya 2 Pendeta dari aliran Bethel dan GKI y