Setelah membaca tulisan yang berjudul bahasa_roh, maka blog ini saya sajikan.
Berangkat dari 1 Tesalonika 5 : 23, manusia terdiri dari 3 (tiga) unsur, yaitu roh, jiwa, dan tubuh. Yang tidak dimiliki oleh binatang adalah roh (Kejadian 2 : 7), sedangkan jiwa (akal, emosi, naluri, dll) binatang memilikinya.
Dari sebutannya (Kisah Para Rasul 10 : 46, Kisah Para Rasul 19 : 6, 1 Korintus 12 : 10) “bahasa roh (“roh” adalah huruf kecil artinya roh manusia, bukan Roh Kudus)” adalah bahasa yang diucapkan oleh roh manusia (sebagai pelaku).
Dalam hal ini, jiwa kita tidak turut aktif, justru mengamati apa yang diucapkan oleh roh itu.
Karena kejadian “berbahasa aneh” itu merupakan suatu yang Alkitabiah, bahwa pada saat berbahasa roh, Tuhan sedang bekerja maka kitapun membiarkannya, menikmatinya dan mengamatinya (ini pengalaman kami sendiri).
Seandainya pada saat berbahasa roh (versi Yohanes 4 : 23 - 24 dinamai “menyembah dalam roh dan kebenaran”), pada saat itu disuguhi bacaan alkitab, pasti bisa membaca sambil berbahasa roh/menyembah/berdoa).
Jika bahasa-bahasa asing, jika itu datangnya dari pikiran, atau hafalan, atau bahasanya itu-itu saja, maka itu bukan bahasa roh.
Roh manusia akan berkata-kata apabila datang Roh Kudus (Kisah Para Rasul 2 : 4)
Maksud bahasa roh adalah :
1. Bahasa roh untuk berdoa
Kita tidak tahu berdoa, bahkan kebutuhan kita yang sesuai kehendak Allah tidak kita ketahui (Roma 8 : 26-28).
Berdasarkan pengalaman saya, bahasa roh dalam berdoa berganti-ganti bahasa (hampir tidak pernah berulang, selalu berbeda hari kemarin dengan hari ini, dan seterusnya), sering diselingi nyanyian-nyanyian baru, ratapan-ratapan. Tujuannya berdoa dalam Roh Kudus ini adalah agar kita mengalami proses penyucian dan perubahan menjadi menjadi serupa dan segambar dengan Yesus (2 Korintus 3 : 17 - 18),
Saya merasa sukacita, penghiburan dan kekuatan menghadapi hidup ini, tenteram dan lepas dari segala masalah, jika saya menyembah Tuhan
Sukacita ini membuat saya betahan berdoa lebih dari 1 jam seperti yang diinginkan oleh Tuhan Yesus dari murid-muridnya di taman Getsemane (Matius 26 : 40, Markus 14 : 37), karena yang berdoa adalah roh kita bukan pikiran kita, sehingga kita tidak bosan dan tidak lelah. Kalau berdoa dengan pikiran, 10 menitpun sudah bosan.
2. Bahasa roh sebagai jabatan (pelayanan kita) dalam tubuh Kristus (1 Korintus 12 : 28, 30)
Dalam hal ini, kita sedang dipakai oleh Tuhan untuk menyampaikan sesuatu yang rahasia dari Tuhan kepada seseorang yang bahasanya tidak dimengerti orang banyak. Hal seperti ini pernah kami alami berbahasa Tionghoa, dan orang tionghoa yang ada dalam ibadah itu mengerti bahasa itu.
Prosesnya ??
Tidak ada yang tahu apa yang di pikiran Tuhan selain Roh Kudus (Roma 11 : 34), disisi lain kita sendiri tidak dapat mengetahui apa yang ada didalam kita selain roh kita (Roma 8 : 26-28).
Jadi jika Roh Kudus (Roh Allah) menyatu dengan roh kita, maka apa yang kita butuhkan, akan menyambung kepada Tuhan.
Mintalah kepada pembabtis dengan Roh Kudus yaitu Yesus sendiri (Kisah para Rasul 1 : 5), agar kita mengalami seperti Rasul-rasul di hari Pentakosta (Kisah Para Rasul 2 : 1 - dst )
Khusus kepada saudaraku yang di kharismatik :
Sebutan Kharisma itu diterjemahkan 9 (sembilan) Karunia Roh Kudus atau “Kemampuan ajaib (supra natural) yang dari Roh Kudus, yang tidak dapat dilakukan oleh manusia biasa (1 Korintus 12 : 4 – 11).
Jadi jika menyebut dirinya kharismatik, seharusnya memiliki satu atau lebih dari 9 kharisma itu, minimal bahasa roh (untuk kebutuhan sendiri, yaitu untuk berdoa didalam Roh Kudus), sedangkan untuk keperluan pelayanan yaitu 8 karunia lagi, itu akan kita gumulkan sesuai kehendak Tuhan akan kemana kita akan dipakai).
Tuhan Yesus memberkati
NB. Blog ini sudah diperbaiki, karena awalnya ditulis dengan Word
@kiem
Bagi anda mungkin bahasa roh sangat bermanfaat bagi anda....seperti saya dulu....
Kenapa ? karena bahasa roh yang ada pada anda menunjukkan bahwa sebenarnya anda belum mempunyai iman yang kuat.
1 Korintus 14 : 22
14:22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
Anda ingat kisah simon petrus ? dia menyangka bahwa dia beriman ( Memiliki iman yang kuat ) tetapi ternyata tidak. Untuk jelasnya silahkan klik di sini
Seperti yang saya rasakan dulu....saya memiliki karunia bahasa roh..saya merasa paling hebat....paling super...dan paling....paling....paling....
Ternyata sebenarnya salah.
Banyak orang yang tertarik mengejar karunia itu. Dan mempertahankan karunia Itu. Itu membuktikan bahwa sebenarnya dia belum beriman.
Kenapa kita tidak mengejar karunia yang lain? seperti di dalam 1 Korintus12 : 9
12:9 Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.
Karunia iman inilah yang membuat kita bertahan menghadapi akhir zaman. Bukan bahasa roh yang biasanya menimbulkan kesombongan dalam diri.
Kalau mau dilihat di 1 Korintus 12 : 8 - 10
12:8 Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.
12:9 Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.
12:10 Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.
Karunia bahasa roh dan menafsirkan bahasa roh berada di urutan pertama dan kedua dari belakang. Yang pertama yaitu hikmat....
Kenapa kita tidak mengejar karunia hikmat ? atau karunia kedua yaitu pengetahuan.
Ingat...umat Allah binasa karena kurangnya pengetahuan....
Coba bandingkan dengan kitab Roma 12 : 6 - 8
12:6 Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita.
12:7 Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar;
12:8 jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.
Apakah ada karunia bahasa roh ? tidak ada...karena karunia bahasa roh tidak begitu penting.
GBU
In reply to @kiem by hiskia22
PermalinkBahasa roh bukan kesombongan
Yth. Pak Hizkia22
Saya senang, Bapak mendahului dengan ayat 1 Korintus 14 : 22, bahwa bahasa roh adalah tanda, untuk orang yang tidak beriman, BENAR, dan kita berbahasa roh supaya beriman (iman disini sesuai standar Ibrani 11 : 1- dan contoh-contohnya).
Kalau kita mengatakan bahwa kita beriman, kami balik bertanya :
Berbahasa roh bukan kesombongan, itulah sebabnya disarankan oleh Rasul Paulus agar tidak berbahasa roh di hadapan jemaat. Untuk itu kami mengadakan ibadah khusus hari lain untuk Doa penyembahan, supaya bebas berbahasa roh).
Saya tidak memungkiri ada praktek yang salah di gereja-gereja, menunjukkan kesombongan rohani, tetapi itu semua bisa dimaklumi, karena BELUM DEWASA ROHANI, masih suka pamer sampai-sampai bahasa roh itu dihafal. Itu karena belum lama bertobat.
Tuhan Yesus memberkati
In reply to @kiem by hiskia22
Permalink@hiskia22: bahasa roh tanda...
14:22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
Pada kalimat berikut ini: "bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman;" Paulus mengacu bahasa roh yang terjadi pada saat Pentekosta (silakan baca ayat sebelumnya; ay.21), dimana murid-murid Yesus berbicara dalam bahasa-bahasa lain (xenolalia) sehingga orang asing yang belum beriman, menjadi takjub. Waktu itupun mereka salah sangka, dikiranya murid-murid Yesus itu mabuk.
Jadi kata "tanda untuk orang yang tidak beriman" ini bukan berarti bahwa orang yang berkata-kata dengan bahasa roh tidak beriman, melainkan para pendengarnya.
Tetapi ayat 23 menyiratkan bahwa bahasa roh yang terjadi di Korintus adalah bahasa roh yang sering disebut dengan glosolalia, nah inilah bahasa roh yang bilamana didengar oleh orang tidak beriman akan menimbulkan anggapan bahwa orang yang sedang berkata-kata dengan bahasa roh adalah gila. Karena itulah Paulus menuliskan restrictions dalam berkata-kata dalam bahasa roh. (1) semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun (ay. 26; baik membangun jemaat maupun diri sendiri); (2) dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang berkata-kata dalam bahasa roh (ay. 27); (3) seorang demi seorang/bergantian (ay. 27); (4) harus ada seorang lain untuk menafsirkannya (ay. 27, 28); (5) segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur (ay. 40).
Menanggapi kutipan: "Apakah ada karunia bahasa roh ? tidak ada...karena karunia bahasa roh tidak begitu penting." --->
Memang pada kitab Roma itu Paulus tidak menunjukkan karunia berkata-kata dengan bahasa roh, namun tidak berarti bahwa berkata-kata dengan bahasa roh tidak penting. Silakan baca bagian terakhir posting ini
Seperti dinasehatkan Paulus kita harus selalu mengingat ultimate goal, yaitu untuk pembangunan tubuh Kristus atau mempersiapkan mempelai Kristus, untuk itulah - setuju dengan anda - kita mengejar karunia-karunia yang lebih utama.
Tuhan Yesus memberkati!
In reply to @hiskia22: bahasa roh tanda... by hendro
PermalinkBahasa roh atau....
Salam kenal Kiem, saya pernah mendengar bahwa arti dari Bahasa aslinya Bukan Bahasa Roh tetapi adalah Bahasa Lidah .Tk
In reply to Bahasa roh atau.... by Tuan Takur
Permalink@ Tuan Takur, Aslinya bahasa lidah!
Yth Tuan Takur
Mengenai istilah bahasa roh, aslinya adalah bahasa lidah, saya pernah dengar, tetapi belum pernah lihat. Kalau saya lihat dalam terjemahan lama (bahasa Indonesia) disebutkan "karunia lidah" (1 Korintus 12 : 28).
Tetapi perbedaan istilah ini tidak mempengaruhi pengertian bahasa roh yang saya uraikan.
Tuhan Yesus memberkati
In reply to @hiskia22: bahasa roh tanda... by hendro
Permalink@ hendro...benarkah ?
Benarkah postingan comment anda ?
Salah sama sekali bro...dan salah total...
Saya ga usah panjang lebar....silahkan baca blog saudara kita yang terkasih @ hai hai di sini
Bro....bahasa roh yang saya miliki dulu....seperti ini....sikaralama lama lama lama lama ........sikata kata kata kata kata......uribala were lawala wala wala....si kata kata kata kata........saina na na na na....uribala were lawala wala wala....si kata kata kata kata
Dulu saya mengucapkan seperti itu.....tetapi saya mengucapkan di tengah jemaat kadang ada perasaan malu ( 1/3 suara ).....kadang kalau di samping saya tidak berbahasa roh seperti saya ada perasaan bahwa saya lebih rohani...kadang berbahasa roh tapi berfikir kira - kira jemaat yang lain memperhatikan saya nggak ya ? keren.....abis....
Kalau anda berbahasa roh seperti saya dulu....dan mempunyai perasaan itu....itu bukan bahasa roh yang dari roh kudus.....
Memang bisa bertahan selama 1 jam seperti yang @ kiem rasakan....apalagi diiringi penyembahan...
Tetapi ternyata itu tidak Alkitabiah.......
Bukan perasaan kita yang menjadi standar kebenaran.....bukan pengalaman rohani yang kemudian kita kait - kaitkan dengan asal mencomot ayat Alkitab....dan dijadikan pengajaran
Tetapi Alkitablah sumber kebenaran itu sendiri
GBU
In reply to @ hendro...benarkah ? by hiskia22
Permalink@hiskia22