Submitted by Kiem on

Tulisan ini merupakan komentar pada tulisan yang berjudul BAHASA ROH

Saya berpikir ulang, karena blog yang saya komentari terkesan sama dengan komentarnya / pembelaan diri dari orang-orang yang dulunya berapi-api ketika baru memasuki gereja Pantekosta atau Kharismatik, tetapi lama kelamaan sudah tidak bisa lagi berbahasa roh, maka saya menjadikannya sebagai BLOG TERSENDIRI, jadilah blog ini.

Saya tidak membahas bahasa roh disini secara TEORITIS tetapi mencari esensi/substansi dari bahasa roh itu sendiri, yang bermanfaat untuk jemaat (yang mempercayai Firman Tuhan).

BAHASA ROH, untuk apa?

Esensi dari bahasa roh itu, saya sudah jelaskan dalam tulisan saya dengan ayat-ayat Firman Tuhan KLIK DISINI

Bahasa roh adalah untuk menyembah Tuhan, yaitu penyembahan yang benar, MENYEMBAH DALAM ROH DAN KEBENARAN, penyembahan yang diajarkan oleh Tuhan Yesus, agar kita semakin kudus dan layak masuk dalam TUBUH KRISTUS.

Yohanes  4 : 23 - 24
4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
 

Untuk apa menyembah?

Untuk membangun diri sendiri, agar layak masuk dalam tubuh Kristus, yaitu gereja yang Kudus dan Am.

I Korintus  14 :4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

Apakah bahasa roh menjadi suatu keharusan bagi setiap jemaat?  :

Bahasa roh itu menjadi suatu keharusan.

KEHARUSAN disini bukan berarti diharuskan oleh GEREJA, tetapi diharuskan oleh KITA SENDIRI, jika KITA PERCAYA FIRMAN TUHAN, atau jika kita percaya apa manfaatnya berbahasa roh.

Bagaimana aturan mainnya berbahasa roh? :

Memang ada aturan main dalam alkitab, dan Paulus banyak melarang penggunaan bahasa roh dengan sembarangan, apalgi dihadapan orang yang belum percaya.

1Kor. 14:27    Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.

14:28    Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.

 

Bagaimana kalau bertentangan dengan aturan itu? Atau jika tidak ada yang menafsirkan?, TIDAK BOLEHKAH BERBAHASA ROH???

Atau kalau tidak ada yang menafsirkannya, lalu Pendeta akan datang MELARANGNYA??

Bukankah Menafsirkan bahasa roh itu sendiri JUGA KARUNIA,

Jawabannya, saya balik bertanya :

Bagaimana kalau yang diberikan oleh Tuhan hanya berbahasa roh saja, tanpa dibarengi karunia untuk menafsirkannya? Itu kan kewenangan Tuhan sendiri?

Mari kita perhatikan ayat berikut :

1Kor. 14:28    Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.

Untuk Inilah, perlu dibuat ibadah Khusus :

Yang kami lakukan adalah adanya acara IBADAH DOA PENYEMBAHAN diluar Hari Minggu.

Disana kita bebas menyembah setelah mendengarkan Firman Tuhan, sehingga dalam doa penyembahan itu, kami masing-masing hanya berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.

Dalam Ibadah Minggu dan Ibadah Pendalaman Alkitab, hampir tidak ada berbahasa roh. Itulah suasana yang aman.

 

Kapan bahasa roh akan berhenti?


1Kor. 13:8    Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti ; pengetahuan akan lenyap.

Banyak yang mengartikan, dimana seseorang yang sudah pernah berbahasa roh, dan sudah tidak bisa berbahasa roh lagi (berhenti berbahasa roh), maka itu diartikan sebagai penggenapan Firman Tuhan 1 Korintus 13 : 8 diatas. Kalau seperti itu, bagaimana dengan orang-orang yang masih bisa berbahasa roh sampai sekarang???, apakah masih tetap disebut sebagai penggenapan Firman Tuhan itu?? TIDAK

Seseorang bisa berhenti berbahasa roh jika Roh Kudus sudah tidak penuh lagi dalam diri seseorang. Hal ini mungkin karena pelanggaran, atau tidak menggunakannya untuk menyembah dalam roh dan kebenaran (atau jarang menyembah).

 

Kapan bahasa roh berhenti? :

Bahasa roh akan berhenti menjelang kedatangan Tuhan.

Kita kembali ke 1 Korintus 14 diatas :

I Korintus  14 :4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

Membangun Jemaat (Tubuh Kristus) dimulai dari Membangun Diri Sendiri (anggota jemaat/anggota Tubuh Kristus). Bagiannya dulu terbentuk, baru tubuhnya, baru Kepalanya (Yesus) datang.

Yesus datang (SEBAGAI KEPALA), kalau tubuhNya (JEMAAT) sudah siap.

Tubuhnya sudah siap, kalau jemaat kudus sudah TERBENTUK.

Jemaat kudus tidak terbentuk kalau anggota jemaat tidak dibangun (dengan bahasa roh, atau dengan menyembah dalam roh dan kebenaran, atau dengan berdoa didalam Roh Kudus).

Kalau Jemaat (Tubuh Kristus/Gereja yang kudus dan Am) sudah terbentuk, disitulah bahasa roh berhenti. Karena anggota jemaat sudah masuk dalam Gereja yang KUDUS dan AM, atau gereja yang KATOLIK dan Am.

Gereja yang kudus (Katolik) dan Am, persekutuan orang-orang kudus, tentunya YANG TIDAK KUDUS TIDAK IKUT DIDALAMNYA.

Hal ini sudah saya bahas dalam blog saya KLIK DISINI

Tuhan Yesus memberkati

Makimpos Gaol

Submitted by king heart on Tue, 2010-02-16 14:44
Permalink

 

Kalau Jemaat (Tubuh Kristus/Gereja yang kudus dan Am) sudah terbentuk, disitulah bahasa roh berhenti. Karena anggota jemaat sudah masuk dalam Gereja yang KUDUS dan AM, atau gereja yang KATOLIK dan Am.

Gereja yang kudus (Katolik) dan Am, persekutuan orang-orang kudus, tentunya YANG TIDAK KUDUS TIDAK IKUT DIDALAMNYA.

Komentar saya singkat menyangkut KUDUS = KATOLIK itu salah besar

Yang benar itu KATOLIK = AM

Jika sudah anda perbaiki adakah tulisan anda masih sama dengan di atas ?

Saya hanya mengomentari kesalahan itu saja, mengenai isinya biar yang lain...

 

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

Submitted by Kiem on Tue, 2010-02-16 15:07

In reply to by king heart

Permalink

Salam Damai Sejahtera Saudaraku King Heart

King Heart mengoreksi :

Komentar saya singkat menyangkut KUDUS = KATOLIK itu salah besar

Yang benar itu KATOLIK = AM

Kiem merespon dengan baik :

Terimakasih atas koreksinya. Korekasi anda benar sekali.

Pengertian sayapun sudah pernah benar mengenai hal ini, DISINI, Tapi maklumlah sudah tua dan sudah capek bekerja kantor sambil melayani di SS.

Tetapi kesalahan saya ini, tidak terlalu mengganggu isi tulisan ini.

Semoga Tuhan membalaskan kebaikan Saudaraku King heart.

Tuhan Yesus memberkati 

Submitted by hiskia22 on Tue, 2010-02-16 15:05
Permalink

Sayang sekali pemahaman anda hanya nubuatan dari diri sendiri dan mengandalkan bisikan iblis.....

Silahkan dipelajari blog saya.....dan silahkan pelajari apa maksud dari menyembah dalam Roh dan kebenaran....

Kiem.....jangan malas belajar ya.....Tunggu blog saya ya.....saya akan menjelaskan apa maksud dari 1 Korintus 14 : 4

 I Korintus 14 :4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

Sebenarnya saya mau melibas habis blog anda....cuma ga sampai hati....entar aja dengan cara yang halus. hi...hi...hi

Ati - ati kiem....jangan meniru sifat iblis....suka menambah - nambahi FT.....semoga Allah Tritunggal membuka pikiran anda agar lebih mengerti ...

GBU

Submitted by Kiem on Tue, 2010-02-16 15:29

In reply to by hiskia22

Permalink

Salam Damai Sejahtera Sdr. Hiskia.

Hiskia menulis :

Sayang sekali pemahaman anda hanya nubuatan dari diri sendiri dan mengandalkan bisikan iblis.....

Silahkan dipelajari blog saya.....dan silahkan pelajari apa maksud dari menyembah dalam Roh dan kebenaran....

Kiem.....jangan malas belajar ya.....Tunggu blog saya ya.....saya akan menjelaskan apa maksud dari 1 Korintus 14 : 4

 

 I Korintus 14 :4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

Kiem menjawab :

Nampaknya anda tidak membaca lagi tulisan saya ini, mungkin karena anda keburu emosi dengan latar belakang tulisan saya ini, bahwa tulisan saya ini MENENTANG tulisan anda.

Bukan maksud saya menentang, tetapi karena pemahaman alkitabnya saya anggap terlalu mudah menyimpulkan.

Saya sudah membaca tulisan anda, tetapi kesan saya BOLAK-BALIK MENTAH. Kemarin dalam diskusi kita m=di blog anda mengenai peristiwa pentakosta, anda sendiri yang menghentikannya, seolah-olah sudah selesai, tahu-tahu, muncul lagi persoalan blog anda berjudul BAHASA ROH, itu terkesan kembali mentah.

Hiskia menulis :

Sebenarnya saya mau melibas habis blog anda....cuma ga sampai hati....entar aja dengan cara yang halus. hi...hi...hi

Kiem menjawab :

Kenapa anda katakan tidak sampai hati?,

Apakah saya tersinggung jika anda mengomentari dengan alasan, walau cara anda sekeras apapun?

Sekali lagi saya katakan, saya tidak tersinggung.

Komentarnya Samuel Franklin cukup keras, tapi karena dia menjawab dengan ayat alkitab, saya tidak pernah tersinggung.

Lakukanlah apa yang baik menurut anda terhadap blog ini, tetapi sekali lagi lakukan dengan ITIKAD BAIK, terserah cara anda bagaimana, saya terima.

Hiskia menulis :

Ati - ati kiem....jangan meniru sifat iblis....suka menambah - nambahi FT.....semoga Allah Tritunggal membuka pikiran anda agar lebih mengerti ...

GBU

Kiem menjawab :

Saya kira tidak ada saya menambah Firman, kan jelas kutipan saya.

Siapa tahu saya salah, yang mana saya tambah?

Tuhan Yesus memberkati.

 

NB.

Saya tidak berniat buruk sedikitpun, tetapi niat saya hanya MELURUSKAN PENGERTIAN TENTANG FIRMAN TUHAN, karena saya menemukan sesuatu yang kurang tepat.

Submitted by hiskia22 on Tue, 2010-02-16 15:43
Permalink

kiem...kiem....anda mendengar bisikan iblis kalau saya emosi...ha...ha...ha....salah besar anda kiem....salah besar....

Nampaknya anda tidak membaca lagi tulisan saya ini, mungkin karena anda keburu emosi dengan latar belakang tulisan saya ini, bahwa tulisan saya ini MENENTANG tulisan anda. 

Hati saya sedang gembira...dan bahagia.....ha...ha...ha....

Oke...saya akan beri beberapa saja.....

Semua pertanyaan anda sudah dijawab oleh Alkitab. Salah satu contoh :

Kiem : Bagaimana kalau yang diberikan oleh Tuhan hanya berbahasa roh saja, tanpa dibarengi karunia untuk menafsirkannya? Itu kan kewenangan Tuhan sendiri?

Jawabannya ada di dalam

1Kor. 14:13 Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya.

Sudahkah anda melakukan ini ? Berdoa agar diberi karunia menafsirkan bahasa roh ?

Ketika anda menambahi FT bahwa bahasa roh adalah keharusan, yaitu keharusan diri sendiri seperti blog yang anda tulis :

kiem : KEHARUSAN disini bukan berarti diharuskan oleh GEREJA, tetapi diharuskan oleh KITA SENDIRI karena KITA PERCAYA FIRMAN TUHAN, atau karena kita percaya apa manfaatnya berbahasa roh.

Bukankah hiskia22 boleh memberikan tambahan bahwa karunia menafsirkan bahasa roh adalah suatu keharusan yang harus dimiliki agar tidak terjadi penyesatan di dalam bahasa roh ?

Pernah terpikir ajaran seperti demikian ga kiem ?....ha...ha...ha....pasti belum pernah kan ?

Harus mampu berbahasa roh dan harus mampu menafsirkan bahasa roh....ini adalah pelengkap ajaran anda dari hiskia22......ha...ha...ha....

Ketika kita menyadari bahwa bahasa roh adalah karunia, maka kita akan menyadari bahwa kemampuan menafsirkan bahasa roh juga adalah karunia. Dan semua itu harus sejalan.....

Berdoa kiem......sekarang anda mampu berbahasa roh...karena itu anda harus berdoa agar diberi karunia menafsirkannya....itulah yang dikatakan oleh Alkitab....agar jemaat yang hadir dapat mengaminkannya.

GBU

Submitted by Kiem on Tue, 2010-02-16 16:15

In reply to by hiskia22

Permalink

Salam Damai Sejahtera Saudara Hiskia.

Kometar Hiskia :

Komentar Kiem yang dijawab Hiskian :

Bagaimana kalau yang diberikan oleh Tuhan hanya berbahasa roh saja, tanpa dibarengi karunia untuk menafsirkannya? Itu kan kewenangan Tuhan sendiri?

Jawabannya ada di dalam

1Kor. 14:13 Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya.

Sudahkah anda melakukan ini ? Berdoa agar diberi karunia menafsirkan bahasa roh ?

Kiem menjawab :

Persoalannya begini :

Tuhan sudah memberikan karunia bahasa roh (untuk menyembah), apakah itu tidak digunakan untuk menyembah?, apa harus menunggu ada karunia menafsirkan dulu?,

Peraturan dari mana itu?

Firman Tuhan mengatakan "... ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya.".

Itukan tergantung Tuhan, apakah menjawab atau tidak doa kita, LALU, bagaimana nasibnya karunia berbahasa roh tadi, apakah ditelantarkan?

Padahal itu diberikan untuk menyembah dalam roh dan kebenaran atau untuk membangun diri sendiri.

sekali lagi yang diharuskan oleh Firman Tuhan adalah "HARUS BERDOA" dan tidak dilarang berbahasa roh jika belum ada karunia menafsirkannya.

 

Hiskia :

Ketika anda menambahi FT bahwa bahasa roh adalah keharusan, yaitu keharusan diri sendiri seperti blog yang anda tulis :

kiem : KEHARUSAN disini bukan berarti diharuskan oleh GEREJA, tetapi diharuskan oleh KITA SENDIRI karena KITA PERCAYA FIRMAN TUHAN, atau karena kita percaya apa manfaatnya berbahasa roh.

Kiem menjawab :

Perhatikan lagi komentar saya diatas ini, yang anda komentari.

Sayalah yang mengharuskan saya berbahasa roh, bukan gereja saya.

Saya mengharuskannya, karena saya tahu manfaatnya.

MENGHARUSKANNYA karena Iman saya. Sama saja halnya dengan "Saya mengharuskan saya harus mengikuti Firman Tuhan, SAMA SAJA DENGAN TEKAD.

Anda mengatakan saya menambahi Firman Tuhan, saya balik bertanya, apakah anda melihat komentar saya mengatakan "Firman Tuhan mengatakan saya harus berbahasa roh"???.

Sekali lagi SAMA SAJA DENGAN TEKAD SAYA, menjadi suatu keharusan bagi saya, karena saya tahu ESENSI atau substansinya berbahasa roh itu.

 

Hiskia :

Bukankah hiskia22 boleh memberikan tambahan bahwa karunia menafsirkan bahasa roh adalah suatu keharusan yang harus dimiliki agar tidak terjadi penyesatan di dalam bahasa roh ?

Pernah terpikir ajaran seperti demikian ga kiem ?....ha...ha...ha....pasti belum pernah kan ?

Harus mampu berbahasa roh dan harus mampu menafsirkan bahasa roh....ini adalah pelengkap ajaran anda dari hiskia22......ha...ha...ha....

Ketika kita menyadari bahwa bahasa roh adalah karunia, maka kita akan menyadari bahwa kemampuan menafsirkan bahasa roh juga adalah karunia. Dan semua itu harus sejalan.....

Berdoa kiem......sekarang anda mampu berbahasa roh...karena itu anda harus berdoa agar diberi karunia menafsirkannya....itulah yang dikatakan oleh Alkitab....agar jemaat yang hadir dapat mengaminkannya.

GBU

 

Kiem mengomentari :

Bukankah hiskia22 boleh memberikan tambahan bahwa karunia menafsirkan bahasa roh adalah suatu keharusan yang harus dimiliki agar tidak terjadi penyesatan di dalam bahasa roh ?

Silahkan anda berlakukan peraturan diatas, sepanjang peraturah/keharusan itu anda gunakan untuk diri anda sendiri.

Bahkan anda tambahi saja peraturan Firman Tuhan, agar sesuai kehendak anda bahwa, "SESEORANG BOLEH BERBAHASA, JIKA SUDAH ADA ORANG YANG MENAFSIRKANNYA".

Sudah demikian anda berlakukan.

Apakah Anda berhenti berbahasa roh karena belum ada yang menafsirkannya, atau karena bahasa rohnya HILANG??.

Hal ini perlu anda renungkan, sebab yang seperti inilah yang saya maksud sebagai pengertian orang yang sudah kehilangan bahasa roh.

Tuhan Yesus memberkati

Submitted by hiskia22 on Tue, 2010-02-16 16:32
Permalink

@kiem...coba renungkan baik - baik apa yang sudah saya tuliskan. Jangan keburu - buru....

Kenapa Paulus memberikan peraturan untuk berbahasa roh ?

kalau anda mau merendahkan hati untuk diajar, maka anda akan mengerti arti dari 1 Korintus 14 : 4.

Adanya penyimpangan tentang bahasa roh tidak hanya terjadi di jaman sekarang. Di jaman dahulu pun sudah ada. Jemaat berkumpul dan berbahasa roh sak karepe dewe sudah ada. Dan Paulus menemukan kenyataan itu. Karena itu berdasarkan ilham Roh Kudus, ditulislah peraturan itu di dalam Alkitab, dan peraturan itulah yang harus kita jalankan.

Anda boleh menjadikan itu suatu keharusan. Tetapi apakah Alkitab mengajarkan demikian ?

Tidak. Alkitab tidak mengajarkan. Alkitab mengajarkan bahwa bahasa roh adalah suatu karunia. Karunia bukanlah suatu keharusan. Karunia adalah karunia, jangan pernah ditafsirkan.

Sembahlah Allah dalam roh dan kebenaran bukan berarti menyembah dalam bahasa roh.

Tanpa bahasa roh pun saya tetap akan menyembah Allah dalam roh dan kebenaran. Tanpa bahasa roh pun saya tetap penuh oleh Roh. Tanpa bahasa roh pun saya tetap akan bernubuat. Semua sudah penah saya tuliskan. kecuali tentang penuh oleh Roh. Sebentar lagi akan saya terbitkan. he..he...he...

Bahasa roh adalah karunia. Walaupun karunia, bahasa roh bukanlah segala - galanya. Segala - galanya ialah kasih....Kasih tidak memerlukan bahasa roh. Kasih tidak perlu nubuat. Kasih tidak perlu menafsirkan bahasa roh. Kasih...itulah yang terutama....

GBU 

Submitted by Kiem on Tue, 2010-02-16 16:48
Permalink

Salam Damai Sejahtera Saudara Hiskia

Hiskia menulis :

Anda boleh menjadikan itu suatu keharusan. Tetapi apakah Alkitab mengajarkan demikian ?

Tidak. Alkitab tidak mengajarkan. Alkitab mengajarkan bahwa bahasa roh adalah suatu karunia. Karunia bukanlah suatu keharusan. Karunia adalah karunia, jangan pernah ditafsirkan.

Kiem menjawab :

Sekali lagi, kehharusan oleh saya untuk saya, karena esensi atau maksud dari bahasa roh itu sangat bermanfaat buat saya, dan sudah saya alami.

Saya tidak menafsirkan.

Saya bisa melepaskan diri dari keinginan dunia ini, karena saya menyembah dalam roh dan kebenaran.

Sama dengan yang dialami oleh Petrus, Yohanes dan Yakobus ketika mereka dibawa oleh Yesus naik ke gunung dalam Matius 17 : 1  - dst.

 

Hiskia menulis :

Sembahlah Allah dalam roh dan kebenaran bukan berarti menyembah dalam bahasa roh.

Tanpa bahasa roh pun saya tetap akan menyembah Allah dalam roh dan kebenaran. Tanpa bahasa roh pun saya tetap penuh oleh Roh. Tanpa bahasa roh pun saya tetap akan bernubuat. Semua sudah penah saya tuliskan. kecuali tentang penuh oleh Roh. Sebentar lagi akan saya terbitkan. he..he...he...

Kiem menjawab :

Silahkan pengertian anda mengenai penyembahan dalam roh dan kebenaran, seperti yang anda tulis itu.

Tetapi sebaiknya anda terangkan dengan ayat-ayat, bahwa menyembah dalam roh dan kebenaran itu tidak berbahasa roh.

tetapi saya mengatakan itu salah menurut alkitab, dan sudah saya tuliskan di blog saya DISINI

Tuhan Yesus memberkati

Submitted by hiskia22 on Tue, 2010-02-16 16:54
Permalink

Tunggu blog saya tentang penuh dengan Roh....tapi agak lama....soalnya sudah saya tuliskan.....dan eror.......brrrrrr..........tapi no problem....blognya ringan dan mudah dipahami...

GBU @kiem 

Submitted by hiskia22 on Tue, 2010-02-16 16:54
Permalink

GBU...too

Tunggu blog saya tentang penuh dengan Roh...ok ? 

Submitted by Kiem on Tue, 2010-02-16 17:03
Permalink

Salam Damai Sejahtera Saudara Hiskia

Saya menunggu, dan kita berdiskusi.

Saya minta maaf kalau ada yang menyinggung perasaan anda.

Itu Tidak sengaja.

Maksud saya, lebih baik menyadari daripada mempertahankan, jika seandainya karunia yang pernah anda terima sudah tidak ada lagi.

Senang berdiskusi dengan anda

Tuhan Yesus memberkati

Submitted by josia_sembiring on Tue, 2010-02-16 17:25
Permalink

Pak Kiem/hiskia22, bahasa roh dengan bahasa Roh dengan bahasa ROH sama ngga?

kalau orang berbahasa roh, bisa berkomunikasi dengan Roh Kudus?

kalau orang berbahasa Roh, bisa berkomunikasi dengan roh manusia?

bagaimana membedakan bahasa roh dengan bahasa Roh?

Roh Kudus berbahasa roh atau berbahasa Roh?

Pak Kiem/hiskia22 sendiri berbahasa roh atau berbahasa Roh?

Kalau roh pak Kiem dan Roh Kudus ada di tubuh pak Kiem/hiskia22, siapa yang berbahasa? roh pak Kiem/hiskia22 atau Roh Kudus?

Mohon pencerahannya ya...

thanks a lot

 

 

 

Submitted by Kiem on Wed, 2010-02-17 16:54

In reply to by josia_sembiring

Permalink

Salam Damai Sejahtera Sdr. Josia Sembiring.

Membaca komentarnya Pak Josia Sembiring ini ditujukan kepada Pak Hiskia (yang punya blog) dan juga kepada saya, maka saya harapkan sebaiknya pertanyaan seperti ini dituliskan di blog saya saja, karena blog ini tidaklah kami tulis sama-sama dengan Pak Hiskia, bahkan isinya tidak sepenuhnya saya setuju. Selain itu, saya punya juga blog yang sama dengan ini.

Saya akan menjawab semampu saya.

JOSIA : Pak hiskia22, bahasa roh dengan bahasa Roh dengan bahasa ROH sama ngga?

Kiem : yang saya tahu, dalam alkitab hanya bahasa roh (ditulis huruf kecil), sedangkan bahasa Roh atau bahasa ROH belum pernah saya temukan.

Mengenai bahasa roh (huruf kecil) artinya adalah roh manusia. Penjelasan mengenai ini sudah saya tuliskan DISINI

JOSIA : kalau orang berbahasa roh, bisa berkomunikasi dengan Roh Kudus?

Kiem : Dalam alkitab dikatakan kepada Allah (tidak disebut kepada Roh Kudus)

I Korintus  14 :2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
 

JOSIA : kalau orang berbahasa Roh, bisa berkomunikasi dengan roh manusia?

Kiem : Saya ulangi, bahwa saya belum pernah melihat istilah berbahasa Roh (R : huruf besar)

Josia : bagaimana membedakan bahasa roh dengan bahasa Roh?

Kiem : Saya ulangi, bahwa saya belum pernah melihat istilah berbahasa Roh (R : huruf besar)

JOSIA : Roh Kudus berbahasa roh atau berbahasa Roh?

Kiem : Saya ulangi, bahwa saya belum pernah melihat istilah berbahasa Roh (R : huruf besar)

JOSIA : Pak Kiem/hiskia22 sendiri berbahasa roh atau berbahasa Roh?

Kiem : Saya ulangi, bahwa saya belum pernah melihat istilah berbahasa Roh (R : huruf besar), maka yang ada pada saya adalah bahasa roh (huruf kecil)

JOSIA : Kalau roh pak hiskia22 dan Roh Kudus ada di "tubuh" pak hiskia22, siapa yang berbahasa? roh pak Kiem/hiskia22 atau Roh Kudus?

Kiem : yang berbahasa adalah roh saya.

Saya suka pertanyaan ini, saya tunggu pertanyaan lanjutan.

Tuhan Yesus memberkati

Submitted by josia_sembiring on Wed, 2010-02-17 17:04

In reply to by josia_sembiring

Permalink

Oke, Bahasa Roh berarti tidak ada penjelasan.

Sebelum lanjut ke intinya, saya mau bertanya dulu beberapa hal (ini bukan menguji, tapi semata-mata kemanusiaan saya tidak tahu).

Apa itu roh dan Apa pula itu Roh?

mengapa saya tidak bisa mengatakan Roh manusia alih-alih roh manusia?

mengapa saya tidak bisa mengatakan roh Kudus alih-alih Roh Kudus?

apakah roh manusia kudus? kalau kudus bisakah kita sebut roh kudus?

Apa itu bahasa?

Apakah Roh Kudus bisa berbahasa? Apa bahasa Roh Kudus?

Kalau A berbahasa roh dan B berbahasa roh, bisakah mereka berbicara satu sama lain?

Apakah kesadaran (Conscoiusnes) saya tidak berfungsi pada saat berbahasa roh?

Apakah pikiran saya tidak berfungsi pada saat berbahasa roh?

Kalau pikiran saya berfungsi, sadarkah saya dengan apa yang saya ucapkan?

Pada saat pak KIEM berbahasa roh, apakah pak Kiem dapat mendengar suara pak Kiem sendiri?

Pada saat pak KIEM berbahasa roh, apakah pak Kiem dapat mendengar suara orang lain?

Pada saat pak Kiem berbahasa roh dan ada yang tidak sengaja menyenggol pak Kiem, apakah pak Kiem dapat merasakan?

Pada saat pak Kiem berbahasa roh, apakah pak KIEM menutup mata atau membuka mata?

Jika membuka mata, apakah pak Kiem bisa melihat dengan jelas?

Jika tutup mata, apa yang pak Kiem bayangkan di pikiran? Apakah sesuatu yang acak/random bisa apa aja, atau pikirannya kosong?

Pada saat pak Kiem berbahasa roh, bagaimana sikap tubuh pak Kiem? Telentang, berdiri sambil tangan menadah, tangan dilipat sambil berdiri, bertolak pinggang atau bagaimana? Bisa dijelaskan specifik pak?

Apakah pak Kiem pernah terganggu pada saat berbahasa roh? Kalau iya, apa/siapa yang mengganggu pak Kiem?

 

Ok Pak Kiem segitu dulu... Thanks ya.. Tuhan memberkati...

Josia Sembiring

 

 

 

Submitted by Kiem on Fri, 2010-02-19 11:26

In reply to by josia_sembiring

Permalink

Salam Damai Sejahtera Silih Josia Sembiring

Pertama-tama koreksi nama dulu, bukan Huta Gaol, tapi Lumban Gaol

Josia : Oke, Bahasa Roh berarti tidak ada penjelasan.

Kiem :  Ya, karena tidak saya temukan dalam alkitab Bahasa Indonesia

Josia :

Sebelum lanjut ke intinya, saya mau bertanya dulu beberapa hal (ini bukan menguji, tapi semata-mata kemanusiaan saya tidak tahu).

Apa itu roh dan Apa pula itu Roh?

Kiem :

menurut pengertian pembaca alkitab pada umumnya, bahwa roh (r = huruf kecil) adalah roh manusia dan Roh (R = huruf besar) adalah Roh Tuhan atau Roh Kudus (Alkitab yang dimaksud disini adalah Bahasa Indonesia)

Josia :

mengapa saya tidak bisa mengatakan Roh manusia  alih-alih roh manusia?

Kiem :

karena Roh, maksudnya Roh Kudus (bisa dikatakan sebagai  NAMA TUHAN)

Josia :

mengapa saya tidak bisa mengatakan roh Kudus alih-alih Roh Kudus?

Kiem : sama dengan jawaban saya diatas ini.

Josia : apakah roh manusia kudus? kalau kudus bisakah kita sebut roh kudus?

Kiem :

Saya belum pernah melihat dalam alkitab, bahwa roh manusia itu kudus (mungkin juga benar memang ada yang kudus) tetapi yang saya tahu, tubuh kita inilah yang akan dikuduskan, untuk menjadi persembahan kepada Tuhan (Roma 12 : 1)

Josia : Apa itu bahasa?

Kiem :

Pengertian bahasa ini sudah umum, ada di kamus, saya takut salah karena saya tidak ahli bahasa.

Josia : Apakah Roh Kudus bisa berbahasa? Apa bahasa Roh Kudus?

Kiem :

Tentu, karena Dia pribadi Allah sendiri, tergantung mauNya mau berbicara bahasa apa, termasuk pada saat BERNUBUAT.

Josia :

Kalau A berbahasa roh dan B berbahasa roh, bisakah mereka berbicara satu sama lain?

Kiem :

Secara normal, TIDAK BISA, tetapi mana tahu pada saat berbahasa roh itu, memang bisa seperti itu, hanya Tuhan yang tahu.

Sebab jika pada saat saya berbahasa roh, saya sendiri sering tidak mengerti bahasa itu.

I Korintus  14 :14 Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa.

Josia :

Apakah kesadaran (Conscoiusnes) saya tidak berfungsi pada saat berbahasa roh?

Kiem :

Tetap sadar, kalau tidak sadar, berarti itu hipnotis.

Sesuai dengan1 Korintus 14 : 14 diatas, bahwa pada saat roh kita berdoa dalam bahasa roh, maka akal budi (bahkan seluruh jiwa) kita bekerja seperti biasa.

Seandainya pada saat berbahasa roh, saya membuka alkitab, pasti masih bisa membaca dan mengerti.

Pada saat menyembah dalam roh dan kebenaran, saya sering mengoperasikan HP untuk merekam bahasa roh saya.

Kalau pak JOSIA mau, bisa saya berikan rekamannya. Silahkan kirimkan alamat email anda lewat PM.

Josia :

Apakah pikiran saya tidak berfungsi pada saat berbahasa roh?

Kiem : Sama dengan jawaban saya sebelum ini

Josia :

Kalau pikiran saya berfungsi, sadarkah saya dengan apa yang saya ucapkan?

Kiem :

Sadar, tetapi sering tidak mengerti bahasanya, sehingga pikiran kita hanya berfungsi sebagai PENGAMAT atau PENDENGAR sedangkan sebagai PELAKU, pikiran tidak berperan (sesuai dengan 1 Korintus 14 : 14 diatas).

Josia :

Pada saat pak KIEM berbahasa roh, apakah pak Kiem dapat mendengar suara pak Kiem sendiri?

Kiem : sama dengan jawaban saya sebelum ini.

Josia :

Pada saat pak KIEM berbahasa roh, apakah pak Kiem dapat mendengar suara orang lain?

Kiem : Bisa, dan sama dengan jawaban sebelum ini.

Josia :

Pada saat pak Kiem berbahasa roh dan ada yang tidak sengaja menyenggol pak Kiem, apakah pak Kiem dapat merasakan?

Kiem :

Bisa, saya sering mengalaminya, anak saya tiba-tiba datang untuk menyampaikan sesuatu, dan saya hentikan sebentar, dan saya jawab anak saya, setelah itu saya lanjutkan lagi.

Josia :

Pada saat pak Kiem berbahasa roh, apakah pak KIEM menutup mata atau membuka mata?

Kiem :

Tidak selalu, tetapi lebih sering tutup mata. Memang awalnya selalu tutup mata, tetapi saat tertentu, buka mata tidak apa-apa.

Josia :

Jika membuka mata, apakah pak Kiem bisa melihat dengan jelas?

Kiem :

Melihat normal, berpikir normal, kalau mau dipotong sebentar untuk berkomunikasi, misalnya dengan pendeta, ya BISA.

Josia :

Jika tutup mata, apa yang pak Kiem bayangkan di pikiran? Apakah sesuatu yang acak/random bisa apa aja, atau pikirannya kosong?

Kiem :

Kalau dulu waktu baru bertobat, ya, saya harus konsentrasi dengan merenungkan Firman Tuhan yang baru sata saya dengar sebelum  menyembah, bahru bisa berbahasa roh.

Tetapi sekarang, justru pada saat berbahasa roh (pada saat roh saya berdoa), kesempatan itu sering saya manfaatkan untuk membuat rencana-rencana, termasuk rencana pekerjaan di kantor dan rencana pekerjaan rumah. Ternyata bisa, tidak terganggu bahasa rohnya, roh saya lanjut juga berdoa.

Josia :

Pada saat pak Kiem berbahasa roh, bagaimana sikap tubuh pak Kiem? Telentang, berdiri sambil tangan menadah, tangan dilipat sambil berdiri, bertolak pinggang atau bagaimana? Bisa dijelaskan specifik pak?

Kiem :

Saya biasanya mengambil posisi berlutut untuk berdoa,

setelah mendengar Firman (kalau di gereja), atau setelah membaca Firman (kalau di rumah), lalu biasanya saya mulai dengan bernyanyi yang yang slow (tidak selalu slow),

lalu saya serahkan seluruh hidup saya kepada Tuhan, maka Roh Kudus datang untuk memakai mulut saya untuk berbahasa roh, itulah cara saya berdoa dalam roh dan kebenaran.

Sesudah itu, Jiwa saya mengambil aktivitas tersendiri, yaitu :

Perasaan saya merasakan nikmatnya Kerajaan Allah, yaitu damai sejahteradan  sukacita dalam Roh Kudus (sesuai Roma 14 : 17).

Kadang-kadang saya sampai pada RATAPAN (saya katakan bahwa inilah puncak sukacita)

Kemudian pikiran saya sudah TENANG untuk menyusun rencana, atau memikirkan Firman yang baru saja saya dengarkan, dll

Josia :

Apakah pak Kiem pernah terganggu pada saat berbahasa roh? Kalau iya, apa/siapa yang mengganggu pak Kiem?

Kiem :

Selama ini saya hampir tidak terganggu, atau mungkin tidak bisa terganggu lagi.

Pengalaman saya begini,

Suatu kami (beberapa orang) berdoa dalam ibadah kunjungan.

Pada saya menyembah (tentunya sesudah Firman Tuhan), tiba-tiba ada angin puting beliung, menumbangkan pohon lapuk, persis di tempat sepeda motor kami parkir.

Hanya sebagian kecil saja dari kami yang terganggu, dan langsung melihat apa yang terjadi.

Sedangkan sebagian besar, tetap berdoa dan berbahasa roh.

Kenapa saya tidak terganggu?

Karena saya yakin, bahwa apa yang saya lakukan itu adalah Cara Tuhan, yang jauh lebih kuat dari segala-galanya.

Setelah selesai berdoa, apa yang terjadi?

Ternyata, pohon itu tumbang, hanya selisih 2 cm dari sepeda motor, jatuh tepat di tengah-tengah barisan parkiran sepeda motor, itulah posisi batangnya, sedangkan cabang-cabangnya, melewati sepeda motor, sehingga tidak ada yang ditimpa cabang-cabang tersebut.

 

Pengalaman kedua :

Pada saat gempa di Sumatera Barat, sekitar 2 tahun yang lalu,

Waktu itu gempa susulan, pada saat ibadah minggu berlangsung.

Saya memimpin doa untuk pemberitaan Firman Tuhan.

Tentunya doa itu diliputi oleh Roh Kudus, sehingga saya merasakan penuh kuasa.

Pada saat berdoa tersebut, gempa kuat datang.

Doa saya tidak terganggu, dan dari jumlah jemaat sekitar 30 orang, hanya 2 orang anak gadis yang mencoba lari (ketakutan), itupun setelah kira-kira lari 2 meter dari tempat duduknya, melihat bahwa yang lain tidak seorangpun terganggu, mereka kembali lagi ke tempat duduknya dan berdoa.

Oleh tuntunan Roh Kudus, doa sayapun diarahkan ke gempa itu, dengan kata kata : "Tuhan, berfirmanlah kepada gempa ini, supaya kami tenang mendengarkan FirmanMu". Kata-kata ini tidak saya konsep. Yang saya rencanakan adalah "Berfirmanlah kepada kami karena kami sudah siap mendengarkan".

Itulah pekerjaan Ruh Kudus, membuat kita kuat, tenang dan tidak bisa terganggu.

Semoga jawaban ini memuaskan.

Tuhan Yesus memberkati

Submitted by alvarez on Fri, 2010-02-19 03:26
Permalink

Kiem :

Bahasa Roh adalah untuk menyembah Tuhan, yaitu penyembahan yang benar, MENYEMBAH DALAM ROH DAN KEBENARAN, penyembahan yang diajarkan oleh Tuhan Yesus, agar kita semakin kudus dan layak masuk dalam TUBUH KRISTUS.

alvarez :

Kiem, apakah Tuhan Yesus berkata jika kita berbahasa roh maka kita akan menjadi kudus dan layak? dan apakah yang dimaksud Yesus mengenai menyembah dalam Roh dan Kebenaran adalah dengan berbahasa roh? ataukah anda yang mengatakan bukan Yesus ?

Kiem :

4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

alvarez :

Kiem, diatas tidak tertulis harus menyembah dalam BAHASA ROH, bukankah dengan demikian anda harus mencari ayat yang lain? atau anda bisa juga menerbitkan Alkitab dengan terjemahan roh?

Kiem

:

Bahasa roh itu menjadi suatu keharusan. KEHARUSAN disini bukan berarti diharuskan oleh GEREJA, tetapi diharuskan oleh KITA SENDIRI karena KITA PERCAYA FIRMAN TUHAN, atau karena kita percaya apa manfaatnya berbahasa roh.

alvarez :

Kiem, apakah karunia Bahasa Roh adalah Karunia Roh Kudus atau karunia yang didapat karena anda mengharuskan? apakah dengan mengharuskan diri maka Roh Kudus HARUS memberi kita bahasa roh?

Kiem :

Jawabannya, saya balik bertanya :  Bagaimana kalau yang diberikan oleh Tuhan hanya berbahasa roh saja, tanpa dibarengi karunia untuk menafsirkannya? Itu kan kewenangan Tuhan sendiri?

alvarez :

saya balik bertanya, kalau memang kewenangan Tuhan sendiri, mengapa anda mengharuskan berbahasa roh? apakah Tuhan sudah memberi anda wewenang?

Kiem :

Seseorang bisa berhenti berbahasa roh jika Roh Kudus sudah tidak penuh lagi dalam diri seseorang. Hal ini mungkin karena pelanggaran, atau tidak menggunakannya untuk menyembah dalam roh dan kebenaran (atau jarang menyembah).

alvarez :

Bukankah seseorang bisa berbahasa roh maupun karunia roh yang lain adalah atas kehendak Roh Kudus? begitu juga jika Roh Kudus kemudian hendak menghentikan ataupun mengganti karunia yang sudah diberikan kepada kita, bukankah itu adalah HAK dan Kedaulatan Roh Kudus?

Mengapa anda mengatakan jika seseorang sudah berhenti berbahasa roh adalah karena Roh Kudus sudah tidak penuh lagi dalam diri seseorang? apakah selain NABI anda juga adalah "roh kud#s" ?

Kiem :

Jemaat tidak terbentuk kalau anggota jemaat tidak dibangun dengan bahasa roh.

alvarez :

Benar-benar NUBUATAN yang sungguh LUAR BIASA sehingga untuk yang satu ini saya tidak dapat berkata-kata.

 

1 Petrus 3:15 

Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan

siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab

kepada tiap-tiap

orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu

tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat

Submitted by kabarsukacita on Thu, 2010-02-18 00:43
Permalink

Saya pribadi tidak tahu persis pengalaman rohani anda seperti apa, tetapi setelah melihat percakapan anda dengan para blogger SS disini, saya hanya saran bagi anda untuk menyimak jawaban2 teman disini karena juga ada benarnya lho.Contoh anda ketika berkata keharusan setiap anak Tuhan berbahasa Roh.

-Yang saya tanyakan apakah bahasa roh itu karunia atau bukan? Atau pasti kalau gak punya Bahasa Roh berarti Roh Kudus gak ada? kalau gak punya karunia itu bukan anak Tuhan?

-Pak Kiem, pernah lihat Roh Kudus? Bentuknya seperti apa?

-Pak Kiem, anda pernah menyebut ada 9 karunia Roh Kudus yang ada dalam Alkitab? Apakah seseorang anak Tuhan diharuskan memiliki semuanya? Setahu saya, ayat2 itu berkata "untuk seorang" dan " utntuk yang lain", jadi tidak semua, bagaiman menurut anda ?

-Pak Kiem, saya mau tanya juga kalau kita ngomong dengan Roh Kudus itu mesti pakai Bahasa Roh atau bisa pakai Bahasa Indonesia/English?

-Pak Kiem, apa sih fungsi utama Bahasa Roh? Atas kehendak siapa Bahasa Roh itu? Siapa yang ajarkan Bahasa Roh?

Pak Kiem, saya bukan dengan maksud ngetes anda dengan banyak pertanyaan tetapi dengan membuat pertanyaan akan memperjelas pemahaman kita bersama. Saya dan anda bisa tukar pikiran dan saling sharing.

JBU

.: "Tuhan Yesus adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Dia-lah Jalan, Kebenaran, Kebangkitan, dan Kehidupan." :.

 

Submitted by Kiem on Fri, 2010-02-19 13:28

In reply to by kabarsukacita

Permalink

Salam Damai Sejahtera Kabar Sukacita.

Saya bukan sombong maka tidak menanggapi Alvarez,

Tetapi karena menanggapi dia, maka saya ditegor oleh Admin, karena saya terpancing ke arah suasana memanas, padahal memang pertanyanyaannya Sdr. Alvarezlah yang memang bernada panas.

Maka untuk itu, saya ambil keputusan untuk tidak menanggapi Sdr. Alvarez.

Kabarsukacita :

Saya pribadi tidak tahu persis pengalaman rohani anda seperti apa, tetapi setelah melihat percakapan anda dengan para blogger SS disini, saya hanya saran bagi anda untuk menyimak jawaban2 teman disini karena juga ada benarnya lho.Contoh anda ketika berkata keharusan setiap anak Tuhan berbahasa Roh.

Kiem :

Sebenarnya, soal keharusan itu, penjelasannya begini.

Pada prinsipnya menurut ajaran alkitab Perjanjian Baru, TIDAK ADA SATUPUN KEHARUSAN, apa saja, tidak ada.

Kenapa?

Karena kita orang merdeka.

Penjelasan mengenai ini, nanti akan saya tulis (jika Tuhan mengijinkan).

Sekarang kita fokus ke bahasa roh saja dulu ya?.

Lalu kenapa saya katakan harus?, karena saya sudah tahu apa itu bahasa roh, saya sudah tahu untuk apa, dan saya sudah merasakannya dalam berbagai manifestasi, ya saya merasa bahwa BAHASA ROH itu harus saya miliki. Harus???, ya, harus saya gumulkan terus, seandainya Tuhan mencabutnya, agar dikembalikan. Saya pernah kehilangan bahasa roh.

Hal inilah juga prinsip kebanyakan orang di gereja saya.

Karena alkitablah yang mengatakan bahwa bahasa roh itu penting untuk menyembah dalam roh dan kebenaran atau untuk berdoa dalam Roh Kudus, maka orang-orang di gereja saya, yang belum mendapat karunia itu, tetap BERTEKAD, menantikan Tuhan berkaria, Harus dapat, harus bergumul, sampai Tuhan memberi. Itulah artinya HARUS

Tidak seperti kawan kita...."tanpa saya sebut namanya...", begitu dia tidak bisa lagi berbahasa roh (karena dia pernah bisa), lalu dia menafsirkan alkitab sebanyak-banyaknya untuk membela diri atau membenarkan dirinya yang sudah ditinggalkan oleh Roh Kudus.

Oleh karena itu, niat baik saya menerangkan Firman kepada dia, dianggap melecehkan dia. Semoga Tuhan mengampuni dia.

Kabarsukacita :

-Yang saya tanyakan apakah bahasa roh itu karunia atau bukan?

Kiem :

bahasa roh itu "menurut saya" adalah karunia (salah satu yang disebut dalam 1 Korintus 12 itu), tetapi ada yang mengartikan bahwa itu berbeda, artinya bahasa roh untuk menyembah/berdoa itu berbeda dengan bahasa roh pada hari pentakosta. Bahasa roh yang di hari pentakosta itu, katanya, adalah karunia (1 Korintus 12 itu).

Kabarsukacita :

Atau pasti kalau gak punya Bahasa Roh berarti Roh Kudus gak ada? kalau gak punya karunia itu bukan anak Tuhan?

Kiem :

Hal ini sudah berkali-kali saya jawab di SS ini.

berbahasa roh adalah tanda penuh Roh Kudus (Kisah Para Rasul 2 : 4)

2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Tetapi sebelum peristiwa Pentakosta itu, Yesus sudah memberikan Roh Kudus.

Yohanes  20 :22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.

Matius  10 :1 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.

tetapi baru dikatakan penuh setelah hari Pentakosta (Kisah Para Rasul 2 : 4 tadi)
 

Kabarsukacita :

-Pak Kiem, pernah lihat Roh Kudus? Bentuknya seperti apa?

Kiem :

Yohanes  3 :8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

Jawabannya : seperti angin, tidak berwujud tapi bisa dirasakan, dan kuasanya dahsyat, sesuai 1 Korintus 12 : 4 - 11).

Kabarsukacita :

-Pak Kiem, anda pernah menyebut ada 9 karunia Roh Kudus yang ada dalam Alkitab? Apakah seseorang anak Tuhan diharuskan memiliki semuanya? Setahu saya, ayat2 itu berkata "untuk seorang" dan " utntuk yang lain", jadi tidak semua, bagaiman menurut anda ?

Kiem :

Saya sudah pernah jawab itu di akhir tulisan saya KLIK DISINI, bahwa bahasa roh itu, karena manfaatnya saya artikan adalah karunia untuk umum (untuk seluruh anggota jemaat), sedangkan yang lain itu, diberikan kepada orang lain, kepada siapa saja yang akan dipakai oleh Tuhan pada bidang pelayanan itu.

Tetapi biarlah saya copy lagi, perhatikan dibawah ini :

Sebutan Kharisma itu diterjemahkan 9 (sembilan) Karunia Roh Kudus atau “Kemampuan ajaib (supra natural) yang dari Roh Kudus, yang tidak dapat dilakukan oleh manusia biasa (1 Korintus 12 : 4 – 11).

Jadi jika menyebut dirinya kharismatik, seharusnya memiliki satu atau lebih dari 9 kharisma itu, minimal bahasa roh (untuk kebutuhan sendiri, yaitu untuk berdoa didalam Roh Kudus), sedangkan untuk keperluan pelayanan yaitu 8 karunia lagi, itu akan kita gumulkan sesuai kehendak Tuhan akan kemana kita akan dipakai).

Kabarsukacita :

-Pak Kiem, saya mau tanya juga kalau kita ngomong dengan Roh Kudus itu mesti pakai Bahasa Roh atau bisa pakai Bahasa Indonesia/English?

Kiem :

Ngomong dengan Roh Kudus?, saya belum pernah dengar.

Kalau Roh Kudus yang ngomong sama kita, ya, menurut bahasa kita sehari-hari, namanya juga pesan Tuhan kepada kita.

Contohnya banyak dalam Alkitab, seperti kepada Samuel.

Kabarsukacita :

-Pak Kiem, apa sih fungsi utama Bahasa Roh? Atas kehendak siapa Bahasa Roh itu? Siapa yang ajarkan Bahasa Roh?

Kiem :

Saya sudah terangkan dalam blog saya tadi KLIK LAGI DISINI.

Saya cpy saja, agar mudah dibaca oleh orang lain :

Maksud bahasa roh adalah :

1.      Bahasa roh untuk berdoa, (menyembah didalam roh dan kebenaran)

       sebab kita tidak tahu berdoa, bahkan kebutuhan kita yang sesuai kehendak Allah tidak kita ketahui (Roma 8 : 26-28).

Tujuannya berdoa dalam Roh Kudus ini adalah agar kita mengalami proses penyucian dan perubahan menjadi menjadi serupa dan segambar dengan Yesus (2 Korintus 3 : 17 - 18),

 

 

2.      Bahasa roh sebagai jabatan (pelayanan kita) dalam tubuh Kristus (1 Korintus 12 : 28, 30), dalam hal ini, kita sedang dipakai oleh Tuhan untuk menyampaikan sesuatu yang rahasia dari Tuhan kepada seseorang yang bahasanya tidak dimengerti orang banyak. Hal seperti ini pernah kami alami berbahasa Tionghoa, dan orang tionghoa yang ada dalam ibadah itu mengerti bahasa itu.

Kabarsukacita :

Pak Kiem, saya bukan dengan maksud ngetes anda dengan banyak pertanyaan tetapi dengan membuat pertanyaan akan memperjelas pemahaman kita bersama. Saya dan anda bisa tukar pikiran dan saling sharing.

Kiem :

Saya juga suka pertanyaan ini, ngtespun tidak apa-apa

karena jawaban ini saya tujukan kepada orang banyak yang membutuhkannya, demi menunaikan tugas panggilan saya melayani TUHAN.

Tuhan Yesus memberkati

Submitted by kabarsukacita on Sat, 2010-02-20 02:06

In reply to by Kiem

Permalink

Syalom Kiem,

saya langsung to the point aja ya...

Pertama,

KIEM :"Tidak seperti kawan kita...."tanpa saya sebut namanya...", begitu dia tidak bisa lagi berbahasa roh (karena dia pernah bisa), lalu dia menafsirkan alkitab sebanyak-banyaknya untuk membela diri atau membenarkan dirinya yang sudah ditinggalkan oleh Roh Kudus.Oleh karena itu, niat baik saya menerangkan Firman kepada dia, dianggap melecehkan dia. Semoga Tuhan mengampuni dia."

Yang saya kasih tanda merah itu diatas itu seolah-olah anda membenarkan diri, dan orang "dia" itu mesti butuh pengampunan banget ketimbang anda. Padahal Alkitab katakan kita semua ini orang sakit / dosa yang semuanya butuh sembuh, untuk itu perlu Tuhan Yesus. Itu salah satu yang saya lihat debat anda dengan "dia", yang dianggap oleh "dia" bhw anda itu kurang tulus dan dengki. Coba ubah cara anda, mungkin bisa lebih baik. Saya pun bukan orang sempurna dalam menulis ataupun bersopan santun. 

Kedua,

Anda katakan keharusan berbahasa roh sebagai tanda orang itu penuh roh kudus? Bagaimana dengan karunia iman, karunia hikmat, karunia pengetahuan, karunia bernubuat? Apakah dengan orang itu hanya memiliki karunia iman atau karunia bernubuat itu tidak disebut penuh dengan roh kudus? mohon anda untuk melihat ayat jangan sepotong-potong...dengan hanya karunia bahasa roh saja... coba anda baca blog hiskia "penuh dengan roh" disana ada percakapan saya dengan hiskia yang masih saya update sampai sekarang, dan kami bertukar pikiran apa itu penuh dengan Roh Kudus.

Kitab Para Rasul itu luar biasa dalam mencatat pengalaman2 bersama Roh Kudus,lihat Petrus sebagai contoh Dia jadi berani saksi dan khotbah dalam bahasa normal (mungkin Indonesia/English/Aram) tetapi dengan hal itu bisa menobatkan 3000 orang dalam sekali khotbah, apakah itu bukan karunia hikmat, memang tidak dapat dipungkiri bahwa sebelumnya dia berbahasa roh juga. Jadi yang saya maksudkan melihatnya lebih luas lagi, sehingga orang2 yang belum bisa berbahasa roh ini tidak tersinggung dulu dengan doktrin anda yang masih sempit.

Kiem, anda sudah masuk ajaran doktrin gereja pantekosta...dan mohon ketika belajar Alkitab... anda harus berupaya mendasarkan Alkitab di atas doktrin Pentakosta sehingga pola pikir anda tidak sempit. Saya tahu itu susah untuk merubah pola pikir, karena sayapun mengalami seperti anda.

Ketiga,

Anda baru kaget ketika dengar bisa ngomong dengan Roh Kudus pakai bahasa Indonesia? Mungkin reaksi anda juga sama dengan saya waktu pertama kali dengar hal itu, berarti selama ini anda cukup bangga dengan bahasa roh anda tetapi tidak tahu kalau sebenarnya Roh Kudus juga aktif komunikasi dengan anda dalam Hikmat, Iman, Nubuat, dan kata2 dalam bahasa normal. Memang itu gambaran kita semua, ketika ada dalam sebuah gereja kadang doktrin lebih kuat ketimbang Alkitab. Sekilas kesaksian saya atas kemurahan Tuhan, terkadang, saat bangun pagi saya diingatkan suatu lagu rohani (bahkan kadang yang jadul banget), lalu saya tinggal menyanyikannya, saya meyakini itu dari Roh Kudus.

 

Ada gereja yang tidak percaya bahasa roh, ada yang gereja hanya bahasa roh aja, ada gereja yang ngerti alkitab hanya secara akal, ada gereja yang ngerti semua karunia roh, wes macem2 lah. Itulah gambaran ss di sini. Makanya saya terbeban secara pribadi, bagi saya pribadi dulu, tentang sebuah komitmen untuk belajar bagaimana melihat Alkitab bukan dari aspek doktrin2 gereja saja tetapi lebih dari itu yaitu dari sisi kacamata Hikmat oleh Roh Kudus.

Lain kali kita bisa dengan chatting aja, biar langsung tanya jawab. Mungkin dengan teman2 yang pernah alami bahasa roh dulu. Supaya enak ngomongnya, dan bukan dengan maksud menang2an tetapi mencari kebenaran.

 

.: "Tuhan Yesus adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Dia-lah Jalan, Kebenaran, Kebangkitan, dan Kehidupan." :.

Submitted by Kiem on Mon, 2010-02-22 14:17

In reply to by kabarsukacita

Permalink

Salam Damai Sejahtera Sdr. Kabarsukacita

Kabarsukacita :

saya langsung to the point aja ya...

Pertama,

Mengutip komentarnya KIEM :"Tidak seperti kawan kita...."tanpa saya sebut namanya...", begitu dia tidak bisa lagi berbahasa roh (karena dia pernah bisa), lalu dia menafsirkan alkitab sebanyak-banyaknya untuk membela diri atau membenarkan dirinya yang sudah ditinggalkan oleh Roh Kudus.Oleh karena itu, niat baik saya menerangkan Firman kepada dia, dianggap melecehkan dia. Semoga Tuhan mengampuni dia."

Yang saya kasih tanda merah itu diatas itu seolah-olah anda membenarkan diri, dan orang "dia" itu mesti butuh pengampunan banget ketimbang anda. Padahal Alkitab katakan kita semua ini orang sakit / dosa yang semuanya butuh sembuh, untuk itu perlu Tuhan Yesus. Itu salah satu yang saya lihat debat anda dengan "dia", yang dianggap oleh "dia" bhw anda itu kurang tulus dan dengki. Coba ubah cara anda, mungkin bisa lebih baik. Saya pun bukan orang sempurna dalam menulis ataupun bersopan santun. 

Kiem menjawab :

Tidak begitu bangatlah (seperti komentar anda yang saya merahkan diatas).

Saya hanya berniat akan menerangkan Firman Tuhan yang ditafsirkan"nya", yang sekaligus membuat "dia" tidak menyadari kelemahannya dalam menerima KARUNIA BAHASA ROH, yaitu tidak mempertahankannya.

Saya ingin bersaksi, tetapi dia tidak memberi kesempatan.

Saya pernah mengalami kehilangan bahasa roh selama hampir 2 (dua) tahun. Ternyata, di gereja saya sekarang, banyak yang mengalami hal demikian.

Penyebabnya ada beberapa kemungkinan, antara lain :

- Tidak pernah digunakan untuk menyembah dalam rog dan kebenaran.

- Ada kecenderungan mengejar dunia (harta dunia), sampai melupakan kewajiban berdoa di rumah.

- Ada pelanggaran/dosa.

 

Ternyata, setelah menyadari semua, (setelah diingatkan melalui Firman Tuhan di gereja, ternyata kembali lagi, dan semakin hari, semakin dahsyat.

Sebelumnya, saya belum pernah merasakan munculnya nyanyian-nyanyian baru dan indah, setelah kembali lagi saya rasakan.

Bahkan yang sebelumnya bel;um saya rasakan, setelah kembali lagi menjadi bisa saya rasakan, yaitu menyembah dengan ratapan-ratapan, menangis SUKACITA dalam bahasa roh, dengan mencucurkan air mata.

Sepanjang pengalaman saya menyembah Tuhan, Puncak sukacita dan ketenteraman yang saya rasakan adalah dalam RATAPAN.

 

Kabar sukacita :

Kedua,

Anda katakan keharusan berbahasa roh sebagai tanda orang itu penuh roh kudus? Bagaimana dengan karunia iman, karunia hikmat, karunia pengetahuan, karunia bernubuat? Apakah dengan orang itu hanya memiliki karunia iman atau karunia bernubuat itu tidak disebut penuh dengan roh kudus? mohon anda untuk melihat ayat jangan sepotong-potong...dengan hanya karunia bahasa roh saja... coba anda baca blog hiskia "penuh dengan roh" disana ada percakapan saya dengan hiskia yang masih saya update sampai sekarang, dan kami bertukar pikiran apa itu penuh dengan Roh Kudus.

Kiem menanggapi :

Kisah Para Rasul 2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Inilah dasarnya.

Dalam Kisah Para Rasul, banyak contoh kisah yang menerangkan ayat ini yang mengatakan kira-kira seperti ini "maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, .....maka........mereka mulai berkata-kata dengan bahasa roh.

Sedangkan karunia yang lain itu, hanya diberikan kepada ORANG TERTENTU SAJA, untuk menjadi tugas pelayanannya.

Bahasa roh sendiri bisa menjadi tugas pelayanan sebagaimana sudah saya sebutkan dalam blog saya yang berjudul "bahasa roh -2".
 

Kabarsukacita :

Kitab Para Rasul itu luar biasa dalam mencatat pengalaman2 bersama Roh Kudus,lihat Petrus sebagai contoh Dia jadi berani saksi dan khotbah dalam bahasa normal (mungkin Indonesia/English/Aram) tetapi dengan hal itu bisa menobatkan 3000 orang dalam sekali khotbah, apakah itu bukan karunia hikmat, memang tidak dapat dipungkiri bahwa sebelumnya dia berbahasa roh juga. Jadi yang saya maksudkan melihatnya lebih luas lagi, sehingga orang2 yang belum bisa berbahasa roh ini tidak tersinggung dulu dengan doktrin anda yang masih sempit.

Kiem, anda sudah masuk ajaran doktrin gereja pantekosta...dan mohon ketika belajar Alkitab... anda harus berupaya mendasarkan Alkitab di atas doktrin Pentakosta sehingga pola pikir anda tidak sempit. Saya tahu itu susah untuk merubah pola pikir, karena sayapun mengalami seperti anda.

Kiem menanggapi :

DOKTRIN??, kalau saya lihat dalam kamus defenisi DOKTRIN dalam KAMUS, maka saya katakan bahwa  SAYA TIDAK MEMPUNYAI DOKTRIN,

Gereja saya juga tidak memiliki doktrin.

Yang ada dalam diri saya dan di gereja saya adalah PENGERTIAN ALKITAB YANG BENAR.

Literatur saya dan di gereja saya bisa dikatakan hanya ALKITAB.

Sayapun sangat ALERGI mendengar kata-kata doktrin.

Bahkan kalau tidak terpaksa, menggunakan kata-kata ALIRAN, sayapun tidak setuju.

Bahkan JF mengatakan bahwa aliran itu adalah KEBUSUKAN.

 

Kabarsukacita :

Ketiga,

Anda baru kaget ketika dengar bisa ngomong dengan Roh Kudus pakai bahasa Indonesia? Mungkin reaksi anda juga sama dengan saya waktu pertama kali dengar hal itu, berarti selama ini anda cukup bangga dengan bahasa roh anda tetapi tidak tahu kalau sebenarnya Roh Kudus juga aktif komunikasi dengan anda dalam Hikmat, Iman, Nubuat, dan kata2 dalam bahasa normal. Memang itu gambaran kita semua, ketika ada dalam sebuah gereja kadang doktrin lebih kuat ketimbang Alkitab. Sekilas kesaksian saya atas kemurahan Tuhan, terkadang, saat bangun pagi saya diingatkan suatu lagu rohani (bahkan kadang yang jadul banget), lalu saya tinggal menyanyikannya, saya meyakini itu dari Roh Kudus.


Ada gereja yang tidak percaya bahasa roh, ada yang gereja hanya bahasa roh aja, ada gereja yang ngerti alkitab hanya secara akal, ada gereja yang ngerti semua karunia roh, wes macem2 lah. Itulah gambaran ss di sini. Makanya saya terbeban secara pribadi, bagi saya pribadi dulu, tentang sebuah komitmen untuk belajar bagaimana melihat Alkitab bukan dari aspek doktrin2 gereja saja tetapi lebih dari itu yaitu dari sisi kacamata Hikmat oleh Roh Kudus.

Lain kali kita bisa dengan chatting aja, biar langsung tanya jawab. Mungkin dengan teman2 yang pernah alami bahasa roh dulu. Supaya enak ngomongnya, dan bukan dengan maksud menang2an tetapi mencari kebenaran.

Kiem menjawab :

Sekali lagi saya tidak menganut paham "DOKTRIN", sesuai defenisi kamus lho.

Saya hanya berani menyampaikan suatu pemahaman kalau ada dasar ayatnya.

Jika Roh Kudus berbicara dalam bahasa Indonesia, itu bukan bahasa roh.

(lihat jawaban saya kepada Josia Sembiring di blog ini juga).

Kalau anda menginginkan chating, silahkan kirim FB anda melalui FB, atau email anda.

 

Tuhan Yesus memberkati

Submitted by king heart on Mon, 2010-02-22 15:36

In reply to by Kiem

Permalink

Sekali lagi saya tidak menganut paham "DOKTRIN", sesuai defenisi kamus lho.

Kiem, ini seperti pernah saya katakan kepada anda : anda penganut doktrin tidak menganut doktrin ha ha ha ha

Buat kiem dan kabarsukacita yang alergi dan muak dengan doktrin,

Percaya Allah Tritunggal itu percaya doktrin, tidak percaya pun itu percaya doktrin

Percaya bahasa Roh itu percaya doktrin, yang tidak percaya / berbeda percaya pun itu percaya doktrin

Mengatakan percaya yang hanya ada di Alkitab itu percaya doktrin

Muak dengan doktrin?, bisa lari memang dari doktrin ? he he he he

Mengenai doktrin itu di dapat dari mana itu urusan lain, tetapi itu tetap doktrin

Doktrin ,doktrin, doktrin, doktrin biar tambah muak mendengarnya ha ha ha ha

 

 

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

Submitted by Kiem on Mon, 2010-02-22 16:38

In reply to by king heart

Permalink

Salam Damai Sejahtera Sdr. King Heart

King Herat menulis :

Kiem, ini seperti pernah saya katakan kepada anda : anda penganut doktrin tidak menganut doktrin ha ha ha ha

Buat kiem dan kabarsukacita yang alergi dan muak dengan doktrin,

Percaya Allah Tritunggal itu percaya doktrin, tidak percaya pun itu percaya doktrin

Percaya bahasa Roh itu percaya doktrin, yang tidak percaya / berbeda percaya pun itu percaya doktrin

Mengatakan percaya yang hanya ada di Alkitab itu percaya doktrin

Muak dengan doktrin?, bisa lari memang dari doktrin ? he he he he

Mengenai doktrin itu di dapat dari mana itu urusan lain, tetapi itu tetap doktrin

Doktrin ,doktrin, doktrin, doktrin biar tambah muak mendengarnya ha ha ha ha

 

Kiem menanggapi :

Saya berangkat dari pengertian menurut kamus Bahasa Indonesia.

Kalau saya tuangkan ke dalam bahasa saya, arti doktrin itu adalah :

Suatu ajaran atau Paham yang menjadi dasar atau ideologi.

Dalam pengertian ini, Doktrin itu harus dilaksanakan.

Kalau tidak dilaksanakan, akan kena sanksi.

Pancasila dan UUD 45 merupakan suatu doktrin.

Kalau tidak dilaksanakan, akan dicap sebagai penghianat atau TIDAK SETIA.

Dalam ajaran Agama, termasuk agama kristen, banyak juga yang menerapkan SISTEM ini dalam penggembalaan gerejanya masing-masing.

Sistem seperti ini disebut SISTEM TAURAT (peraturan-peraturan, sekalipun peraturan Tuhan.

Dalam ajaran Perjanjian baru, Sistem ini sudah ditinggalkan oleh Rasul Paulus.

1 Korintus 6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.

Dari ayat itu, tidak ada lagi hukum Haram-Halal

Bahayanya sistem Taurat :

Roma  7 : 10 - 11

7 :10 sebaliknya aku mati. Dan perintah (=DOKTRIN) yang seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa kepada kematian.

7:11 Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia membunuh aku.

Hal ini, jika Tuhan mengijinkan, akan saya jadikan menjadi satu blog khusus.

Intinya, sistem yang diterapkan oleh Rasul Paulus, bahwa kita ini orang merdeka, bebas.

Percaya Firman, ya, LAKUKAN.

Tidak Percaya, jangan lakukan, dan Jika anda paksakan melakukannya, mungkin karena anda menganggapnya sebagai doktrin gereja, maka dalam hal anda melakukan Firman itu sebagai perintah, justru membuat anda mati rohani.

Yang penting disini, HIDUPKAN DULU HATI NURANI (melalui baptisan yang benar, menurut alkitab).

Semoga komentar ini bisa memberkati.

Tetapi, siapa tahu keyakinan anda yang mengatakan bahwa semua itu doktrin, (seperti komentar anda yang saya kutip diatas ini), silahkan dijelaskan pengertian anda.

Tuhan Yesus memberkati

 


 

Submitted by kabarsukacita on Mon, 2010-02-22 22:11

In reply to by king heart

Permalink

saya paham kok maksud anda, tapi nanti suatu ketika anda ketemu dengan orang2 yang sukanya pakai doktrin gerejanya dan selalu menganggap gerejanya paling benar. Padahal sudah jelas kebenaran adalah Yesus sendiri. itupun juga doktrin kan? doktrin itu ajaran.

Saya rasa sebelum anda menjawab comment saya yang sebelumnya di atas, anda udah nangkep maksud saya, karena orang sekelas anda bukan tidak mungkin tidak mengerti apa yang saya maksud, tetapi anda sengaja menulis untuk memberitahu kami, cuman saya tidak mengerti dengan benar maksud anda apa? Dari apa menebak, lebih baik tanya? tetapi saya berterima kasih buat responnnya.

JBU

.: "Tuhan Yesus adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Dia-lah Jalan, Kebenaran, Kebangkitan, dan Kehidupan." :.

Submitted by king heart on Tue, 2010-02-23 13:32

In reply to by kabarsukacita

Permalink

Ha ha ha anda tidak sensi kan dengan komentar saya ?

Saya sebenarnya tertarik dengan kiem yang menguraikan tentang doktrin ( yang dimengertinya ), jadi daripada anda berdua bicara panjang lebar ternyata berbeda pengertian ya lebih baik dibicarakan di depan. Tapi kalau menurut anda tidak perlu ya tidak apa apa sih, kiem sudah meresponnya kan ? Dia mengerti benar apa yang saya tulis itu ( maklum PR lama )

Kabar sukacita, kelas saya sih tidak setinggi yang anda kira, menurut Deta nilai IPA saya katrolan  dan saya akui saya suka nyontek juga dulu he he he he.

Kalu orang suka pakai doktrin dan merasa gerejanya yang paling benar, ya kalau dipikir itu wajar sih, kalau tidak buat apa dia bergereja di sana. Jika hanya sekedar yang penting ke gereja, kasihan banget orang itu ya ?!

GBU

 

 

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

Submitted by kabarsukacita on Tue, 2010-02-23 23:15

In reply to by king heart

Permalink

Sensi itu apa sih? maklum , mungkin saya kurang gaol..

KH pernahkah anda punya keinginan yang sangat untuk mencari doktrin yang benar2 Alkitabiah? Seringkali orang itu terlalu ngeyel dan bebal, mungkin itu bisa terjadi pada anda atau pada saya. Untuk hal ini saya pernah dapat saran dari khotbah seorang Hamba Tuhan yaitu belajar Alkitab bukan dari doktrin yang udah kita tahu sebelumnya, ini statement menurut saya aneh tapi ketika saya coba mempratekkan ada hasilnya juga, meskipun dengan kebingungan pertama kalinya. Jadi disini dibutuhkan kesungguhan dan keinginan yang kuat, serta Hikmat dari Roh Kudus.

Kadangpun saya dibilang sesat juga oleh mereka..he..he.. gak apa2lah karena orang lain tidak tahu yang kita alami.

"Yang tahu saya jujur atau tidak, adalah diri saya sendiri juga toh"

Salam,

.: "Tuhan Yesus adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Dia-lah Jalan, Kebenaran, Kebangkitan, dan Kehidupan." :.

Submitted by king heart on Wed, 2010-02-24 12:54

In reply to by kabarsukacita

Permalink

Sensi itu kependekan dari sensitif maksudnya perasa gitu he he he tapi jangan di ambil hati deh

Ya saya sangat menghargai keinginan anda, cara yang sama yang sedang dilakukan Hai Hai, oleh sebab itu sangat salut dan hormat kepada dia karena sikapnya itu. Masalah hasilnya entah kami berbeda atau tidak itu soal lain. Saya memandang orang yang demikian mempunyai kelapangan hati dan otak yang sampai detik ini belum mampu saya ikuti. Sayapun salut kepada anda, jujur dari lubuk hati yang terdalam.

 

 

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

Submitted by kabarsukacita on Mon, 2010-02-22 23:45

In reply to by Kiem

Permalink

To the point langsung, saya mau persempit lagi ya pertanyaannya,

-Apa itu penuh roh?

-Dengan berbahasa roh berarti PASTI penuh dengan roh?

-Dengan bernubuat berarti pasti TIDAK penuh roh?

-Dengan karunia mujizat berarti pasti TIDAK penuh roh?

-Menurut pengalaman anda saja, selama anda berbahasa roh apakah mungkin bagi anda bisa sembari melakukan dosa (contoh anda bisa sakit hati dan ingin membalas kata2 karena debat oleh Alvarez atau mungkin oleh saya)? Jangan marah lho ya, saya tanya bener2 ini

-Sembari anda ngetik jawaban kembali ke saya ini, apakah anda juga berbahasa roh?

.: "Tuhan Yesus adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Dia-lah Jalan, Kebenaran, Kebangkitan, dan Kehidupan." :.

Submitted by Kiem on Tue, 2010-02-23 10:31

In reply to by kabarsukacita

Permalink

Salam Damai Sejahtera Sdr. Kabarsukacita

Pertanyaan anda ini sulit untuk dijawab, karena saya kurang jelas arahnya.

Tetapi biarlah saya jawab, karena jawaban saya ini saya tujukan bukan hanya untuk anda, tetapi untuk para pembaca yang sempat mengunjungi blog ini.

 

Kabarsukacita :

To the point langsung, saya mau persempit lagi ya pertanyaannya,

-Apa itu penuh roh?

Kiem menjawab :

Saya mengartikan penuh itu, ibarat botol, sampai berlimpah/meluap, seperti minyak janda Sarfat (1 Raja-raja 17). Berlimpah, sampai memberkati orang lain.

Kabarsukacita bertanya :

-Dengan berbahasa roh berarti PASTI penuh dengan roh?

Kiem menjawab :

Pertanyaan ini memang terbalik, karena yang saya bahas adalah "berbahasa roh adalah tanda kepenuhan Roh Kudus" sesuai Kisah Para Rasul 2 : 4).

Tetapi biarlah juga saya jawab.

Mungkin Jawaban untuk pertanyaan ini adalah "YA", kalau berbahasa roh pasti penuh, karena cara saya untuk mepertahankan agar tetap penuh Roh Kudus adalah dengan cara menyembah dalam roh dan kebenaran (menyembah dalam bahasa roh), karena saya yakin bahwa bahasa roh itu diberikan adalah untuk saya gunakan, untuk menyembah, dan jika Tuhan mengijinkan, saya gunakan untuk menyampaikan sesuatu yang rahasia kepada orang lain.

Kabarsukacita :

-Dengan bernubuat berarti pasti TIDAK penuh roh?

Kiem menjawab :

Pertanyaan anda ini "menjebak" dengan keterangan anda menambahkan kata "pasti"?

Jawaban saya, tidak saya katakan demikian.

Bukankah anda sendiri telah mengakui bahwa biasanya bernubuat biasanya itu didahului dengan berbahasa roh?, apakah anda lupa?

Kabarsukacita :

-Dengan karunia mujizat berarti pasti TIDAK penuh roh?

Kiem menjawab :

Ini juga sama menjebak,

Anda sendiri yang mengatakannya : "PASTI".

Saya tidak mengkaitkan karunia ini dengan berbahasa roh, tetapi saya hanya mengatakan berbahasa roh adalah tanda kepenuhan Roh Kudus.

Kalau anda mungkin menemukan ayatnya, yang mengatakan karunia mujizat? pasti tidak penuh Roh Kudus????.

 

Kabarsukacita :

-Menurut pengalaman anda saja, selama anda berbahasa roh apakah mungkin bagi anda bisa sembari melakukan dosa (contoh anda bisa sakit hati dan ingin membalas kata2 karena debat oleh Alvarez atau mungkin oleh saya)? Jangan marah lho ya, saya tanya bener2 ini

-Sembari anda ngetik jawaban kembali ke saya ini, apakah anda juga berbahasa roh?

Kiem menjawab :

Ini tidak perlu dijawab.

Kapan anda mengetahui bahwa saya sakit hati kepada Alvarez.

Saya tidak pernah sakit hati kepada Alvarez.

Bukankan pada komentar saya sudah saya sampaikan alasan saya untuk tidak menanggapi Alvarez?, apakah anda lupa?.LIHAT DISINI.

Komentar itu menjawab komentar anda yang seakan-akan membela ALvarez.

Maaf kalau komentar saya menyinggung.

Saya berkomentar apa adanya, dan tidak ada niat buruk didalamnya.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Submitted by kabarsukacita on Tue, 2010-02-23 22:57

In reply to by Kiem

Permalink

Apakah anda merasa saya menjebak anda? Saya justru mempertajam pentanyaan saya untuk mendapatkan pengertian terhadap ajaran2 anda.

Apa yang saya katakan itu ada ayatnya semua, cuman pemahamannya perlu ditelaah secara mendetail lagi, karena memang tidak semudah yang kita pikirkan ketika kita mencoba memahami Alkitab.

Coba deh lihat lagi semua pengajaran anda kembali, anda sangat yakin dengan pengajaran anda, tetapi ketika saya menanyakan secara pasti detail per detail anda masih ragu2 lagi. Seharusnya untuk orang yang seperti anda tidak bisa ragu2 lagi.

saya ini gak kenal Alvarez secara pribadi, (kenalnya cuman di SS aja) cuman karena melihat debat anda dan Alvarez jadi kepingin komentar. Dan saya tidak membela dia, coba lihat kembali kata2 saya...."contoh" dan anda sudah menjudge saya sudah bela dia. Kalau saya bela anda, apakah anda marah juga kepada saya? tidak bukan?

Kiem, sudah pernah saya katakan sebelumnya bahwa pemahaman anda itu mirip dengan doktrin pentakosta. Bukan salah semuanya sih tapi anda perlu menyimak ajaran gereja2 lain, seperti gereja protestan, karismatik, reform, jadi nanti anda bisa belajar lebih lagi. Terlebih lagi, bisa melihat perbedaan dan persamaan, dan meneliti ulang semua doktrin dengan Alkitab. Dari sana anda akan melihat buanyak kekayaan Alkitab. Hal inilah yang sekarang saya lakukan, pertama2 saya pusing karena bedanya banyak sih, tetapi lama2 saya lebih tahu pemahaman yang lebih dalam.

Bahkan mungkin saya punya stock pertanyaan2 lebih banyak lagi bagi anda yang juga mungkin susah untuk dijawab? (note saya juga masih susah jawab kok..he..he...jadi sama2)

Mari kita sama2 belajar ya, ini tiba2 muncul langsung di pikiranku (saat detik2 saya ngetik ini) ada sebuah pertanyaan: anda pasti tahu kan Tuhan Yesus pernah berkata "Mau apakah engkau dari padaku Ibu? Saat-ku belum tiba"

-Mengapa Anak Manusia sekelas Tuhan Yesus aja berkata seperti itu? Tuhan Yesus nunggu waktu, aneh bukan?

-Apa sih yang dipikir oleh Tuhan Yesus saat itu?

-Apakah Dia tidak penuh Roh Kudus?

Dari pertanyaan2 itu kadang membawa saya mencari tahu lebih lagi, saya bukan orang yang begitu pintar, tetapi saya kadang gak tahu...acapkali tiba2 muncul aja itu di pikiranku.

Maaf ya, kalau mungkin bisa anda tersinggung.

"Roh Kudus is the best teacher"

.: "Tuhan Yesus adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Dia-lah Jalan, Kebenaran, Kebangkitan, dan Kehidupan." :.

Submitted by Kiem on Wed, 2010-02-24 10:05

In reply to by kabarsukacita

Permalink

Salam Damai Sejahtera Sdr. Kabarsukacita

 

Kabarsukacita :

Apakah anda merasa saya menjebak anda? Saya justru mempertajam pentanyaan saya untuk mendapatkan pengertian terhadap ajaran2 anda.

Kiem menjawab :

Maaf, kalau saya salah paham, saya hanya melihat pertanyaannya terlalu detail, sehingga saya menduga itu menjebak, misalnya pertanyaan ini :"kalau bernubuat, sudah pasti TIDAK PENUH ROH KUDUS"

Terimakasih kalau memang tidak menjebak atau menguji, karena saya di SS ini bukan unjuk kepintaran, hanya berbagi Firman alias Melayani Tuhan.

Kabarsukacita :

Apa yang saya katakan itu ada ayatnya semua, cuman pemahamannya perlu ditelaah secara mendetail lagi, karena memang tidak semudah yang kita pikirkan ketika kita mencoba memahami Alkitab.

Coba deh lihat lagi semua pengajaran anda kembali, anda sangat yakin dengan pengajaran anda, tetapi ketika saya menanyakan secara pasti detail per detail anda masih ragu2 lagi. Seharusnya untuk orang yang seperti anda tidak bisa ragu2 lagi.

Kiem :

Saya tidak ragu walau pertanyaan sedetail apapun, hanya saya menduga sebagaimana saya sampaikan diatas, karena melihat komentar-komentar Kabar sukacita di SS ini, seharusnya diskusi sudah mengalir sedemikian rupa tanpa adanya pertanyaan sedetail itu.

Kabarsukacita :

saya ini gak kenal Alvarez secara pribadi, (kenalnya cuman di SS aja) cuman karena melihat debat anda dan Alvarez jadi kepingin komentar. Dan saya tidak membela dia, coba lihat kembali kata2 saya...."contoh" dan anda sudah menjudge saya sudah bela dia. Kalau saya bela anda, apakah anda marah juga kepada saya? tidak bukan?

Kiem, sudah pernah saya katakan sebelumnya bahwa pemahaman anda itu mirip dengan doktrin pentakosta. Bukan salah semuanya sih tapi anda perlu menyimak ajaran gereja2 lain, seperti gereja protestan, karismatik, reform, jadi nanti anda bisa belajar lebih lagi. Terlebih lagi, bisa melihat perbedaan dan persamaan, dan meneliti ulang semua doktrin dengan Alkitab. Dari sana anda akan melihat buanyak kekayaan Alkitab. Hal inilah yang sekarang saya lakukan, pertama2 saya pusing karena bedanya banyak sih, tetapi lama2 saya lebih tahu pemahaman yang lebih dalam.

Bahkan mungkin saya punya stock pertanyaan2 lebih banyak lagi bagi anda yang juga mungkin susah untuk dijawab? (note saya juga masih susah jawab kok..he..he...jadi sama2)

Mari kita sama2 belajar ya, ini tiba2 muncul langsung di pikiranku (saat detik2 saya ngetik ini) ada sebuah pertanyaan: anda pasti tahu kan Tuhan Yesus pernah berkata "Mau apakah engkau dari padaku Ibu? Saat-ku belum tiba"

-Mengapa Anak Manusia sekelas Tuhan Yesus aja berkata seperti itu? Tuhan Yesus nunggu waktu, aneh bukan?

-Apa sih yang dipikir oleh Tuhan Yesus saat itu?

-Apakah Dia tidak penuh Roh Kudus?

Dari pertanyaan2 itu kadang membawa saya mencari tahu lebih lagi, saya bukan orang yang begitu pintar, tetapi saya kadang gak tahu...acapkali tiba2 muncul aja itu di pikiranku.

Maaf ya, kalau mungkin bisa anda tersinggung.

"Roh Kudus is the best teacher"

 

Kiem :

Syukurlah kalau demikian, ternyata anda tidak kenal Alvarez selain di SS ini. Saya berpikiran seperti itu, karena komentarnya, saya menduga, karena sama-sama orang Surabaya, sama dengan Hiskia, yang mencoba mendukung Alvarez untuk "mengacau konsentrasi saya".

Soal gereja-gereja lain,

Sampai umur 35 tahun, saya aktivis gereja protestan.

Masuk ke Kharismatik, berganti-ganti.

sampai sekarang di gereja saya yang sekarang, inilah tempat menetap saya, dan saya mendapat pengertian mengenai alkitab lebih sempurna di tempat saya sekarang ini. Di gereja saya inilah saya bisa mengenal gereja saya dulu, demikian juga gereja kharismatik yang saya jalani sebelumnya, saya mengerti kelemahannya.

Tetapi mereka (terutama Kharismatik) sering mengatakan bahwa gereja saya sekarang ini bukan aliran Kharismatik, karena mereka belum menilai apa yang ada di gerejanya dengan ALKITAB, misalnya saja topik blog ini, yaitu bahasa roh.

Mereka mengatakan, bahasa roh di gerejanya itulah yang betul (yang sering itu-itu saja, dan sering bahasanya tidak jelas). Maklum, karena mereka (pendetanya) mungkin belum mengalami kejadian-kejadian manifestasi roh Kudus yang ada di Alkitab.

Itulah sekedar gambaran mengenai pemahaman saya.

Mohon maaf kalau ada kata-kata yang menyinggung perasaan.

Tuhan Yesus memberkati.

Submitted by king heart on Wed, 2010-02-24 13:00

In reply to by Kiem

Permalink

 

Kiem menjawab :

Maaf, kalau saya salah paham, saya hanya melihat pertanyaannya terlalu detail, sehingga saya menduga itu menjebak, misalnya pertanyaan ini :"kalau bernubuat, sudah pasti TIDAK PENUH ROH KUDUS"

Terimakasih kalau memang tidak menjebak atau menguji, karena saya di SS ini bukan unjuk kepintaran, hanya berbagi Firman alias Melayani Tuhan.

 

Ha ha ha ha Kiem trauma ha  ha ha ha

 

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

Submitted by Erin Naibaho on Sat, 2015-05-23 14:47

In reply to by Kiem

Permalink

Kisah Para Rasul 2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.Inilah dasarnya.Dalam Kisah Para Rasul, banyak contoh kisah yang menerangkan ayat ini yang mengatakan kira-kira seperti ini "maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, .....maka........mereka mulai berkata-kata dengan bahasa roh.Sedangkan karunia yang lain itu, hanya diberikan kepada ORANG TERTENTU SAJA, untuk menjadi tugas pelayanannya.Bahasa roh sendiri bisa menjadi tugas pelayanan sebagaimana sudah saya sebutkan dalam blog saya yang berjudul "bahasa roh -2".erin: banyak ayatnya...satupun tidak ada yang dikasih...kalau banyak mana????? ayat diatas, menceritakan bahwa para rasul bisa berkata-kata dalam bahasa lain yang bisa dimengerti oleh manusia... 

Submitted by Erin Naibaho on Sat, 2015-05-23 14:47

In reply to by Kiem

Permalink

Kisah Para Rasul 2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.Inilah dasarnya.Dalam Kisah Para Rasul, banyak contoh kisah yang menerangkan ayat ini yang mengatakan kira-kira seperti ini "maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, .....maka........mereka mulai berkata-kata dengan bahasa roh.Sedangkan karunia yang lain itu, hanya diberikan kepada ORANG TERTENTU SAJA, untuk menjadi tugas pelayanannya.Bahasa roh sendiri bisa menjadi tugas pelayanan sebagaimana sudah saya sebutkan dalam blog saya yang berjudul "bahasa roh -2".erin: banyak ayatnya...satupun tidak ada yang dikasih...kalau banyak mana????? ayat diatas, menceritakan bahwa para rasul bisa berkata-kata dalam bahasa lain yang bisa dimengerti oleh manusia... 

Submitted by alvarez on Wed, 2010-03-03 23:51

In reply to by Kiem

Permalink

Makimpos Gaol :

Tetapi karena menanggapi dia, maka saya ditegor oleh Admin, karena saya terpancing ke arah suasana memanas, padahal memang pertanyanyaannya Sdr. Alvarezlah yang memang bernada panas.

Maka untuk itu, saya ambil keputusan untuk  tidak menanggapi Sdr. Alvarez.

alvarez :

Maafkan saya karena pernah mengatakan bahwa anda adalah NABI PENJILAT yang sudah MENJILAT janji anda sendiri mengenai akan melayani diskusi jika saya menyertakan ayat-ayat Alkitab. Maafkan saya karena saya tidak mengetahui bahwa anda DITEGOR oleh Admin karena menjawab pertanyaan saya, sehingga anda mengambil keputusan TIDAK menjawab pertanyaan saya.

Maafkan saya yang miskin dan gagal ini, akan tetapi saya memberanikan diri untuk memberi masukan, agar lain kali jika anda merubah niat anda sebaiknya anda memberitahu juga teman diskusi anda, sehingga saya tidak perlu menunggu berhari-hari, bahkan saya sampai memancing anda di blog PB yang membahas mengenai memaki, dikarenakan tidak ada respon dan pemberitahuan dari anda sama sekali.

Sekali lagi maafkan saya, karena anda ternyata bukan

NABI PEMBUAL dan NABI PENJILAT LUDAH SENDIRI

Tuhan Yesus dan Roh Kudus memberkati.

Submitted by angelcraft on Thu, 2010-02-18 01:58
Permalink

Berdasarkan ayat Alkitab pada 1 Korintus 8-13, yang pada intinya mengatakan bahwa nubuat akan berakhir, bahasa roh akan berhenti dan pengetahuan akan lenyap ketika yang sempurna tiba (yang sempurna itu kan Alkitab), sehingga tinggal tiga hal yaitu : Iman, Pengharapan dan Kasih.

Menurut Anda?