Submitted by Debu tanah on

Mengapa Allah menciptakan manusia? Apa tujuan Allah menciptakan Manusia? Bukankah Allah itu Sempurna? Bukankah sudah ada malaikat untuk melayani Dia? Lalu untuk apa Allah menciptakan manusia? Apa Allah itu kurang kerjaan menciptakan manusia? Manusia yang diketahui-Nya akan jatuh ke dalam dosa?

 

Kita mungkin tidak pernah berpikir dan tidak pernah menyadari bahwa Allah MEMBUTUHKAN manusia. Ekspresi Allah “tidak sempurna“ tanpa keberadaan manusia. Lho bukan kah Allah itu sempurna ?

 

Untuk apa manusia menciptakan mobil? Karena manusia butuh mobil untuk transportasi. Untuk apa manusia menciptakan komputer, karena manusia membutuhkannya untuk berhitung. Jadi manusia menciptakan sesuatu karena manusia membutuhkannya, demikian juga Allah menciptakan manusia karena Allah MEMBUTUHKAN manusia, Allah membutuhkan manusia untuk mengekspresikan diri-Nya. Sebagai ilustrasi: pernahkah anda merasa kasihan kepada orang yang buta? Belas kasih timbul dalam hati kita karena ada obyek dari belas kasih kita. Demikian pula Allah membutuhkan kita manusia sebagai obyek kasih-Nya. Allah membutuhkan manusia untuk mengekspresikan diri-Nya. Dari mana anda mengetahui bahwa anda mengasihi seseorang? Apa buktinya bahwa anda mengasihi seseorang? Cukupkah dengan mengatakan “aku mengasihi mu?”. Alkitab mengatakan “tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seseorang yang menyerahkan nyawanya untuk sahabat-sahabat nya”. Dan kita tahu Yesus Kristus menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib untuk menebus manusia. Kasih Allah tidak mungkin terselami oleh pikiran manusia yang terbatas. Itu hanya dapat dibuktikan dengan pengorbanan Yesus di kayu salib.

 

“ ….betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus…. Efesus 3:18b – 19.

 

Jika Allah itu kasih mengapa Allah menciptakan dunia yang kita kenal seperti sekarang ini? Bayangkan KEHIDUPAN ini yang sudah Allah KETAHUI akan terjadi: Bumi penuh dengan kejahatan, ketidak-adilan, penyakit, dosa-dosa dan penderitaan yang tak terkatakan, bahkan bayi yang belum mengetahui apa-apa pun dihukum karena dosa manusia. Dibandingkan malaikat, Allah menciptakan manusia sedemikian lemahnya. Apalagi setelah manusia jatuh ke dalam dosa, kondisi manusia sangat kasihan sekali. Tidak ada harapan bagi manusia. Manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Manusia sudah pasti akan BINASA dicampakkan ke dalam NERAKA yang kekal, karena penghakiman Allah. Tidak ada jalan lain, manusia membutuhkan Juru Selamat, maka Allah menyediakan jalan keselamatan melalui Anak-Nya Yesus Kristus. Inilah KASIH dan KEADILAN Allah.

 

Allah Tritunggal menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya (Kej 1:26). Apa maksudnya? Gambar Allah adalah Kristus. Kristus adalah model yang digunakan Allah untuk menciptakan manusia. “Ia (Kristus) adalah gambar Allah yang tidak kelihatan….” (Kolose 1:15). Maksud Allah adalah menciptakan manusia sebagai bejana tempat menampung Allah, untuk mengekspresikan Dia. Itulah sebabnya Allah menciptakan manusia menurut gambarNya, supaya Allah “klop” masuk kedalam manusia. Tubuh manusia dibentuk dari debu tanah, kemudian Allah menghembuskan nafas hidup ke dalam hidung manusia, sehingga manusia menjadi makhluk yang hidup.

 

Menurut Alkitab manusia terdiri atas 3 bagian yaitu: roh, jiwa dan tubuh.

“Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semota roh, jiwa dan tubuh mu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus Tuhan kita. (1 Tesalonika 4:23).

“Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum (Ibrani 4: 12).

Dalam perjanjian lama Bait Allah terbagi atas 3 bagian yaitu: 1. pelataran luar, 2. tempat kudus, 3. tempat maha kudus. Ini juga menggambarkan manusia. “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah Bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? (1 Korintus 3:16). Jadi pelataran luar menggambarkan tubuh, tempat kudus menggambarkan jiwa, dan tempat maha kudus menggambarkan roh tempat Allah bersemayam. Roh manusia adalah nafas hidup yang dihembuskan Allah pada penciptaan manusia, sedangkan jiwa manusia terbentuk setelah debu tanah dihembusi nafas hidup ke dalam hidung manusia. Roh manusia merupakan pusat kehidupan manusia (Yakobus 2:26), sedangkan jiwa adalah pusat kepribadian manusia. Dapat disimpulkan bahwa manusia adalah jiwa dibungkus oleh tubuh sebagai “organ” luar dan roh sebagai pusat kehidupan & “organ” dalam untuk merespon Allah.

 

Adam sebelum jatuh kedalam dosa, roh-nya hidup, mampu merespon Allah, tapi belum ditinggali oleh Roh Kudus. Rencana awal Allah dalam pikiran-Nya sejak semula (saya menyebutnya rencana A) adalah menyalurkan Roh-Nya ke dalam diri manusia melalui Pohon Kehidupan. “Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna”, Yoh 6:63. Tetapi manusia tergoda oleh Iblis untuk memakan buah dari Pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat, sehingga manusia jatuh kedalam dosa. Tetapi Allah tidak tinggal diam, Alkitab mengatakan Allah tidak mungkin gagal, Allah telah menyiapkan rencana B yaitu menyelamatkan manusia dengan menebus dosa-dosa manusia, dengan darah Anak Domba Allah, Yesus Kristus, supaya rencana awal Allah tersebut dapat terwujud.

 

Makna dari kejatuhan manusia kedalam dosa sangatlah dalam, manusia tidak hanya telah melanggar perintah Allah, berada dibawah penghukuman Allah dan terpisah dari Allah tetapi:

- roh manusia mati (tidak mampu merespon Allah)

- menerima pikiran, perasaan & tekad jahat

- tubuh manusia telah berubah menjadi tubuh dosa

 

Sekali seseorang percaya kepada Yesus Kristus maka Allah akan membangkitkan roh kita dan Allah Bapa akan menaruh Roh Kudus kedalam hati kita sebagai meterai (dilahirkan kembali). Roh Allah dan roh manusia menjadi satu, Roh Allah dan roh manusia bersekutu. “Tidak tahukah kamu, Roh Allah yang ditempatkan didalam dirimu, diinginiNya dengan cemburu?” Luar biasa, Roh Allah yang Maha Tinggi tinggal dalam diri kita! Allah tinggal didalam roh manusia berarti Allah menjadi sumber kehidupan bagi kita. Hal ini dalam Yoh 15:5 digambarkan sebagai Allah menjadi pokok anggur dan kita adalah ranting-rantingnya.

 

Ketika kita dilahirkan kembali, kita adalah bayi-bayi rohani. Allah menghendaki supaya roh kita dewasa. Roh kita menjadi dewasa dengan memberi makan dengan Roti Hidup yaitu Firman Tuhan. Bagaimanakah dengan jiwa (pikiran, perasaan dan tekad) serta tubuh manusia? Pikiran, perasaaan dan tekad serta tubuh harus ditanggulangi dengan salib Kristus. Jadi di satu sisi roh kita harus semakin dewasa & di sisi lain jiwa dan tubuh ditanggulangi dengan salib.

“Sebab aku tahu, bahwa didalam aku sebagai manusia tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada didalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Sebab bukan apa yang aku kehendaki yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat… Aku manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! Oleh Yesus Kristus, Tuhan kita” Roma 7:18-19, 24.

 

Kita sering mendengar istilah “memikul salib”, namun saya terpaksa tidak menyukainya karena menurut saya istilah ini mengaburkan makna sebenarnya, saya lebih suka menggunakan istilah “disalibkan bersama-sama Kristus”. Inilah kehendak Allah supaya kita percaya bahwa kita telah turut disalibkan bersama-sama dengan Yesus Kristus supaya kita tidak lagi melakukan keinginan daging yang berdosa.

 

Tuhan Yesus selama hidup didunia ini adalah model manusia yang diperkenan Allah. Yang sulung diantara banyak saudara… Segenap pikiran-Nya, emosi-Nya, tekad-Nya serta tubuh-Nya tunduk kepada Roh-Nya. Tidak sedikitpun ruang bagi pikiran-Nya sendiri, emosi-Nya sendiri, serta tekad-Nya sendiri. Kita harus sungguh sungguh memahami hal ini serta berusaha dengan segenap hati kita untuk mewujudkannya dengan pertolongan kasih karunia Allah.

 

Manusia dalam Kerajaan Allah

Kerajaan Allah bukanlah sekedar memperoleh keselamatan atau hidup yang kekal, Allah berkenan menyalurkan sifat-sifat Ilahi yang SEMPURNA kepada manusia dengan cara masuk ke dalam manusia. Sekedar memperoleh keselamatan adalah masalah mudah, asal percaya kepada Yesus Kristus maka selamat. Selanjutnya Allah telah menyediakan kemuliaan bagi anak-anak Nya. Namun Allah mengehendaki supaya kita mencari dan mengejarnya seperti mengejar emas.

Ayub 23:10, ……seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.

Roma 8:18, Sebab aku yakin bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

“Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

 

Yang perlu kita lakukan sekarang, setelah kita diselamatkan oleh hidupNya adalah memelihara iman serta bersungguh-sungguh mencari dan melakukan kehendak Allah bagi kita supaya rencanaNya terlaksana dengan sempurna oleh kasih karunia-Nya.

 

Bila kita menyadari betapa tidak layaknya kita menerima kasih Allah, menyadari bahwa kita hanyalah debu tanah yang tidak berarti dan Allah berkenan tinggal di dalam kita untuk mengekspresikan diri-Nya, serta memahami rencana Allah supaya kita menerima kemuliaan bersama-sama dengan Tuhan kita Yesus Kristus, TIDAK BISA TIDAK kita akan sujud MENYEMBAH Dia, ALLAH TRITUNGGAL.

 

 

Tulisan Debu tanah yang lain:

- Adil kah Allah ? baca

- Menara Babel baca

- Mengapa Manusia Selalu Memberontak kepada Allah? baca

- Bagaimana Menulis dengan Baik (Sekedar Saran) baca

- SORGA dan NERAKA - Tempat Perhentian Manusia baca

- Apa Arti Sebuah Nama baca

- Kenapa ya Dosa kepada Roh Kudus tidak Diampuni baca

 

Submitted by jesusfreaks on Tue, 2008-03-04 07:48
Permalink

Dear Bro Debu Tanah,

maafkan saya yang mungkin masih tidak setuju dengan pendapat Anda.

Berdasarkan Tulisan Anda,
Allah Menciptakan Manusia, KARENA Allah MEMBUTUHKAN manusia untuk MENGEKSPRESIKAN diri-NYA.

Pertanyaan 1. Analogi Anda soal "MEMBUTUHKAN" dan "MENGEKSPRESIKAN" dengan MOBIL & KOMPUTER, Apakah sudah VALID ?

maksud saya begini.
cth. Konsep ALLAH TRITUNGGAL, ada yang bilang Adam & Hawa, ada yang bilang teh manis, ada yang bilang air, ada yang bilang api.

kembali lagi ke analogi anda, sebelum manusia MENEMUKAN (BUKAN MENCIPTAKAN) mobil, yang ada kereta dorong, kereta kuda atau apapun lainnya.
sebelum manusia MENEMUKAN (BUKAN MENCIPTAKAN) komputer, yang ada kalkulator, cipoa, mesin ketik.

Pertanyaan 2, apakah ada makhluk lain baik SEBELUM ATAUPUN SESUDAHNYA yang menjadi alasan ALLAH untuk "MEMBUTUHKAN" ataupun "MENGEKSPRESIKAN".

Pertanyaan 3, mengapa Allah menciptakan manusia di eden di bumi, kenapa tidak di Sorga saja ?

pertanyaan 4, lalu untuk apa pada akhirnya ALLAH menghancurkan langit & bumi ?

wah... wah... wah... masih banyak pertanyaan lain lagi...
nanti saya sambung.

tapi coba deh kamu pikirkan pendapat saya ini.
ALLAH MENGASIHI LUCIFER. ANDA & SAYA SETUJU ALLAH ADALAH KASIH.
ALLAH MENCIPTAKAN LANGIT & BUMI UNTUK TEMPAT PENGASINGAN LUCIFER, DENGAN MAKSUD LUCIFER MERENUNG, MENYESALI PERBUATANNYA.

LALU ALLAH MENCIPTAKAN EDEN & MANUSIA, UNTUK MERANGSANG PERCEPATAN PERTOBATAN MANUSIA. MENGINGAT LANGIT & BUMI MEMPUNYAI BATAS WAKTU, SETELAH ITU DIHANCURKAN, BESERTA ISINYA. ITULAH SEBABNYA ADA KONSEP KEBANGKITAN DAN PENGANGKATAN. KARENA SEMUA YANG TINGGAL NANTI AKAN DIHANCURKAN BERSAMA-SAMA LANGIT DAN BUMI.

EDEN ADALAH GAMBARAN SORGA, MANUSIA ADALAH GAMBARAN ALLAH, SEMUANYA ITU DIHARAPKAN MEMBUAT LUCIFER RINDU KEMBALI KE SURGA DAN BERBALIK KEPADA ALLAH.

PLAN A. MANUSIA DIHARAPKAN MENJADI ROLE MODEL UNTUK PERTOBATAN LUCIFER. NAMUN LUCIFER MENGACAUKANNYA.

PLAN B. ALLAH MELIHAT MANUSIA MAMPU MENGGANTIKAN LUCIFER.
ALLAH MELIHAT PENYEMBAHAN MANUSIA MAMPU MELEBIHI PENYEMBAHAN LUCIFER. ITULAH SEBABNYA ALLAH MEMBUAT STRATEGI PENYELAMATAN.

KALAU KITA MAU MEMBUKA PIKIRAN. ALLAH SUNGGUH-SUNGUH KONSISTEN DENGAN KASIHNYA. ALLAH SUNGGUH-SUNGGUH KONSISTEN MENGASIHI MUSUHNYA.

LIHAT IBLIS YANG BOLEH MASUK KE EDEN, LIHAT IBLIS YANG MINTA IZIN MENCOBAI AYUB, LIHAT IBLIS YANG MENCOBAI YESUS, LIHAT IBLIS YANG MINTA DI LEMPAR KE 2000 BABI.

EXTREME SAYA BERKATA : ALLAH MENGASIHI IBLIS. ALLAH MENGASIHI LUCIFER.

BETAPA LUAR BIASANYA KASIH ALLAH, DAN BANYAK KITA MEMBATASINYA.

OH GOD, HOW GREAT IS YOUR LOVE.

Jesus Freaks,

"Live X4J, die as a martyr"

Submitted by Debu tanah on Tue, 2008-03-04 18:00
Permalink

Salam JF,

Terima kasih untuk komentar & pertanyaannya.

Apa yang saya tulis diatas adalah pemahaman saya tentang tentang tujuan Allah menciptakan manusia dan saya sendiri merasa sangat diberkati. Semoga menjadi berkat bagi saudara2 yang membacanya.

Berikut jawaban saya :
1. Itu hanya analogi bahwa Manusia dan Allah menciptakan sesuatu karena membutuhkannya.

2. Menurut saya hanya manusia

3. Anda bisa baca komentar saya pada tulisan hai hai: Kekasihku tidak perawan lagi, Misteri lelaki & wanita

4. Karena Yesus telah mengakhiri ciptaan yang lama di kayu salib, tinggal menunggu hari penghakiman.

Mengenai Lucifer, Allah mengasihi Lucifer karena Allah itu kasih, Allah mengasihi manusia berdosa karena Allah itu kasih. Tapi selain kasih, Allah juga adil, Allah telah menetapkan bahwa Iblis sudah dihukum dan tinggal menunggu waktunya untuk dicampakkan ke neraka bersama-sama dengan malaikat2 yang memberontak dan manusia yang tidak percaya kepada Yesus Kristus.

Debu tanah

Submitted by Debu tanah on Tue, 2008-03-04 18:01
Permalink

Salam JF,

Terima kasih untuk komentar & pertanyaannya.

Apa yang saya tulis diatas adalah pemahaman saya tentang tentang tujuan Allah menciptakan manusia dan saya sendiri merasa sangat diberkati. Semoga menjadi berkat bagi saudara2 yang membacanya.

Berikut jawaban saya :
1. Itu hanya analogi bahwa Manusia dan Allah menciptakan sesuatu karena membutuhkannya.

2. Menurut saya hanya manusia

3. Anda bisa baca komentar saya pada tulisan hai hai: Kekasihku tidak perawan lagi, Misteri lelaki & wanita

4. Karena Yesus telah mengakhiri ciptaan yang lama di kayu salib, tinggal menunggu hari penghakiman.

Mengenai Lucifer, Allah mengasihi Lucifer karena Allah itu kasih, Allah mengasihi manusia berdosa karena Allah itu kasih. Tapi selain kasih, Allah juga adil, Allah telah menetapkan bahwa Iblis sudah dihukum dan tinggal menunggu waktunya untuk dicampakkan ke neraka bersama-sama dengan malaikat2 yang memberontak dan manusia yang tidak percaya kepada Yesus Kristus.

Debu tanah

Submitted by docil on Fri, 2008-03-07 10:04
Permalink

Membaca blog ini kembali mengingatkan saya kepada cerita mengenai awal mula kejatuhan manusia ke dalam dosa, dan sebagai awal dari seluruh isi alkitab firman Tuhan, yang pada akhirnya berujung pada penggenapan akan janji Allah menyelamatkan manusia melalui Yesus Kristus.

Kembali di-ingatkan betapa Allah menciptakan langit & bumi yg begitu besar, dan seluruh binatang hanya dengan berfirman; sedangkan ketika Allah membentuk manusia
Dia melakukan suatu usaha dengan membentuknya sendiri dengan tangan-Nya dan meniupkan nafas kehidupan kedalam hidungnya, dan menciptakan manusia menurut gambar-Nya, yang menunjukkan sejak semula betapa spesialnya Allah membentuk manusia.

Allah yang Maha Mengetahui tidak memerlukan RENCANA A ataupun RENCANA B, karena Dia-lah yang Maha Mengetahui, karena Dia tidak terikat oleh waktu.
Sebelum manusia jatuh kedalam dosa, Allah telah tahu manusia akan jatuh, dan sebelum karya keselamatan oleh Yesus Kristus, Allah sendiri telah merencanakan keselamatan itu. Itulah yg dinamakan pra-pengetahuan Allah.
Sejak semula dia adalah Alfa & Omega, dan Dia adalah yg mula-mula dan yg terakhir.
Bahkan sejak semula (Alfa) pun Dia sudah mengetahui akan akhir segala sesuatu (Omega).
Karena Dia bernama YHWH = "I am who I am", yg begitu sempurna, tidak pernah berubah, yg pengetahuan-Nya pun begitu sempurna, yg tidak akan bertambah hanya karena bertambahnya waktu.

(.. berbeda jauh dengan kita yg menyebut kita sbg "I am who I was", karena setiap detik, setiap saat kita berubah, yg berubah sejalan dengan waktu..)

Allah yg Maha Sempurna sama sekali tidak bergantung & tidak mengharapkan penyembahan kita, karena Dia adalah Allah Tritunggal, yang mampu meng-ekspresikan kasih antar Pribadi Allah itu sendiri.
Kalau Allah membutuhkan manusia maka Allah bukanlah Allah lagi, karena Ia membutuhkan sesuatu di luar diri-Nya, dan ini bertentangan dengan sifat Allah yg lain yaitu Independent (bebas merdeka tidak terikat oleh apapun, termasuk oleh ruang dan waktu).

aku hanyalah domba kecil, yg mau taat pd Gembala-ku; yg menjagaku & membimbingku dgn setia, dgn gada & tongkat-Nya

Submitted by Debu tanah on Fri, 2008-03-07 11:15
Permalink

Salam Docil,

Terima kasih banyak atas komentarnya..

Docil menulis,
Allah yang Maha Mengetahui tidak memerlukan RENCANA A ataupun RENCANA B, karena Dia-lah yang Maha Mengetahui, karena Dia tidak terikat oleh waktu.
Sebelum manusia jatuh kedalam dosa, Allah telah tahu manusia akan jatuh, dan sebelum karya keselamatan oleh Yesus Kristus, Allah sendiri telah merencanakan keselamatan itu. Itulah yg dinamakan pra-pengetahuan Allah.

Debu tanah menjawab,

Allah yang Maha Mengetahui memang tidak membutuhkan rencana A ataupun rencana B. Tapi Allah TERPAKSA membuatnya, karena Allah telah menetapkan bahwa Dia menciptakan manusia dengan KEHENDAK BEBAS (Free Will). Manusia bebas memilih, makan buah pohon kehidupan atau buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat.

Docil pernah berhayal seandainya Adam dan Hawa tidak makan buah pohon pengetahuan yang baik dan jahat tapi makan buah pohon kehidupan? Silakan baca komentar saya pada tulisan saudara Hai hai: Kekasihku sudah tidak perawan – Misteri Lelaki & Wanita.

Docil menulis,

Kalau Allah membutuhkan manusia maka Allah bukanlah Allah lagi, karena Ia membutuhkan sesuatu di luar diri-Nya, dan ini bertentangan dengan sifat Allah yg lain yaitu Independent (bebas merdeka tidak terikat oleh apapun, termasuk oleh ruang dan waktu).

Debu tanah menjawab,

Kejadian 1:3, Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa TERANG itu BAIK, lalu dipisahkanNyalah TERANG itu dari GELAP.

Yohanes 8:12, “Akulah TERANG dunia; barang siapa mengikut Aku, Ia tidak kan berjalan dalam KEGELAPAN, melainkan ia akan mempunya mempunyai TERANG hidup.”

Yohanes 9:5, Selama Aku (Yesus) di dalam dunia, Akulah TERANG dunia”

Allah adalah “TERANG”, tapi apakah yang disebut TERANG bila tidak ada KEGELAPAN? Allah “membutuhkan” KEGELAPAN untuk menyatakan dirinya yang adalah TERANG”

Allah adalah KASIH, tapi apakah KASIH, bila tidak ada TIDAK KASIH? Allah ”membutuhkan” TIDAK KASIH” untuk menyatakan KASIH-NYA

Allah itu BAIK, tapi apakah BAIK, bila tidak ada KEJAHATAN? Allah “membutuhkan” KEJAHATAN untuk menyatakan KEBAIKAN-NYA.

Allah itu ADIL, tapi apakah ADIL, bila tidak ada KETIDAK ADILAN? Allah “membutuhkan” KETIDAK ADILAN untuk menyatakan KEADILAN-NYA.

Allah penuh dengan HIKMAT, apakah yang disebut HIKMAT bila tidak ada KEBODOHAN?

Docil, saya menuliskan semua ini dalam SUDUT PANDANG tertentu dengan bahasa manusia karena saya manusia. Semoga Docil mau memaafkan keterbatasan bahasa saya...

Debu tanah

Submitted by docil on Fri, 2008-03-07 12:14
Permalink

Allah tidak pernah menciptakan Gelap, yang Allah ciptakan adalah Terang.

Kej 1:3 Berfirmanlah Allah : "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. 4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.

Apakah di ayat 3 tertulis Allah membuat Gelap? Kalau Allah tidak membuat gelap sedangkan yang dibuat Allah adalah terang, lalu mengapa di ayat 4 muncul Gelap?

Kalau kita kembali ke pelajaran waktu SMA dahulu, maka kita akan tahu bahwa sesungguhnya intensitas terang-lah yang ada & yang dapat di-ukur (satuan-nya tesla atau lumen.. saya lupa..), sedangkan gelap tidak dapat di-ukur.

Jadi sebenarnya yang ada hanyalah terang, sedangkan gelap adalah akibat dari ke-tidak-berada-an terang.

Allah tidak menciptakan gelap, melainkan gelap adalah akibat ke-tidak-berada-an terang.

Allah tidak pernah menciptakan dosa & kejahatan, yang Allah ciptakan adalah baik, dosa & kejahatan adalah akibat ke-tidak-berada-an Allah.

Semua hal yang buruk (kegelapan, ke-tiada-an kasih, ke-tiada-an kebaikan, ketidakadilan, kebodohan) semuanya adalah karena ketiadaan Allah.

Maka apabila terang itu muncul, maka gelap itu hilang.

Terang itu tetap terang, tidak perlu dibuktikan & tidak membutuhkan gelap untuk membuktikan terang (Allah).

Kebenaran Allah itu tidak perlu dibuktikan, benar adalah benar, tetapi kita saja manusia yang mencari-2 & membutuhkan pembuktian kebenarannya.

ps. Sdr Debu Tanah anda tidak perlu minta maaf, karena kita sama2 belajar agar kita bertumbuh. Yang penting adalah kemauan kita utk ber-proses utk bertumbuh. Karena saya pun dapat memiliki kesalahan dalam konsep, tetapi kita mencari apa yang benar menurut Firman Allah.

aku hanyalah domba kecil, yg mau taat pd Gembala-ku; yg menjagaku & membimbingku dgn setia, dgn gada & tongkat-Nya

Submitted by Mox on Fri, 2008-03-07 23:25
Permalink

Debu Tanah, Mox mempunyai pertanyaan yang sama dengan Jesusfreaks yang belum di jawab : mengapa Tuhan tidak menciptakan manusia langsung di dalam Surga, melainkan di bumi.

Jika Debu Tanah sudah pernah menjawabnya di blog yang lain, tolong Debu Tanah kutip jawabannya disini secara singkat dan padat, karena Mox tidak bisa menemukan jawabannya di dalam blog yang telah Debu Tanah tunjukkan.

Submitted by Josua Manurung on Sat, 2008-03-08 00:27
Permalink

Jesus Freaks wrote:

tapi coba deh kamu pikirkan pendapat saya ini.
ALLAH MENGASIHI LUCIFER. ANDA & SAYA SETUJU ALLAH ADALAH KASIH.
ALLAH MENCIPTAKAN LANGIT & BUMI UNTUK TEMPAT PENGASINGAN LUCIFER, DENGAN MAKSUD LUCIFER MERENUNG, MENYESALI PERBUATANNYA.

Bro... apa kamu yakin ALLAH menciptakan langit dan bumi untuk tempat pengasingan Lucifer... coba dicari ayat pendukungnya...

LALU ALLAH MENCIPTAKAN EDEN & MANUSIA, UNTUK MERANGSANG PERCEPATAN PERTOBATAN MANUSIA.

Manusia itu bertobatnya kapan... setelah diciptakan atau sebelum diciptakan... kenapa kata-katanya menjadi merangsang pertobatan manusia... sebelum diciptakan manusia sudah berdosa... bagaimana ini...

EDEN ADALAH GAMBARAN SORGA, MANUSIA ADALAH GAMBARAN ALLAH, SEMUANYA ITU DIHARAPKAN MEMBUAT LUCIFER RINDU KEMBALI KE SURGA DAN BERBALIK KEPADA ALLAH.

Diharapkan siapa bro Lucifer itu bisa bertobat... Loe baca Injil yang mana bed... apa ada dari Kitab Kejadian sampai Wahyu tentang pengharapan ALLAH untuk pertobatan Lucifer...

PLAN A. MANUSIA DIHARAPKAN MENJADI ROLE MODEL UNTUK PERTOBATAN LUCIFER. NAMUN LUCIFER MENGACAUKANNYA.

Lucifer mengacaukannya karena dia menganggap dirinya ALLAH sehingga ia mau manusia untuk menyembahnya dan bukan menyembah ALLAH.... dengan cara menjauhkan manusia dari ALLAH dengan dosa-dosa mereka...

PLAN B. ALLAH MELIHAT MANUSIA MAMPU MENGGANTIKAN LUCIFER.
ALLAH MELIHAT PENYEMBAHAN MANUSIA MAMPU MELEBIHI PENYEMBAHAN LUCIFER. ITULAH SEBABNYA ALLAH MEMBUAT STRATEGI PENYELAMATAN.

ALLAH tidak kekurangan Penyembah-Penyembah-Nya di Surga, saya rasa ini bukan plan B nya ALLAH... atau kau diberitahu plan C nya ALLAH...

KALAU KITA MAU MEMBUKA PIKIRAN. ALLAH SUNGGUH-SUNGUH KONSISTEN DENGAN KASIHNYA. ALLAH SUNGGUH-SUNGGUH KONSISTEN MENGASIHI MUSUHNYA.
LIHAT IBLIS YANG BOLEH MASUK KE EDEN, LIHAT IBLIS YANG MINTA IZIN MENCOBAI AYUB, LIHAT IBLIS YANG MENCOBAI YESUS, LIHAT IBLIS YANG MINTA DI LEMPAR KE 2000 BABI.

Waduh... ini bukan berarti ALLAH menyetujui semua yang iblis rencanakan... hati-hati... karena kalau anak-anak smp atau sma yang belum mengerti atau ada saudara yang baru menjadi Kristen baca ini... lebih baik jadi iblis... toh ALLAH tetap mengasihiku kan... bisa ke surga lagi turun naik bolak-balik.... bodoh memang cara berpikir seperti itu... tapi lebih bodoh lagi orang yang mengarahkannya ke arah berpikir seperti itu lewat tulisannya...

EXTREME SAYA BERKATA : ALLAH MENGASIHI IBLIS. ALLAH MENGASIHI LUCIFER.
BETAPA LUAR BIASANYA KASIH ALLAH, DAN BANYAK KITA MEMBATASINYA.

Bukankah dengan mengatakan bahwa ALLAH sangat-sangat-sangat mengasihi Lucifer kita sudah membatasi Kasih ALLAH itu sendiri...

Debu tanah said:
Tapi Allah TERPAKSA membuatnya, karena Allah telah menetapkan bahwa Dia menciptakan manusia dengan KEHENDAK BEBAS (Free Will). Manusia bebas memilih, makan buah pohon kehidupan atau buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat.

Saya rasa ALLAH tidak pernah terpaksa, memiliki perasaan terpaksa atau merasa dipaksa oleh perasaan-Nya sendiri untuk menentukan sesuatu yang sesuai dengan Hikmat-Nya dan Kasih Karunia-Nya...

 

 

maaf kalau agak kritis... semoga dapat dimaafkan...

 

BIG GBU!

Submitted by jesusfreaks on Sat, 2008-03-08 12:47

In reply to by Josua Manurung

Permalink

Dear Josua,

point 1, untuk cari ayat pendukungnya, jujur aza gw gak punya.

gw cuma punya pemahaman, yang menurut gw masuk akal.

makanya gw juga tanya, KALAU BEGITU UNTUK APA TUHAN MENCIPTAKAN MANAUSIA ? UNTUK APA MENCIPTAKAN MANUSIA DI BUMI, KOK GAK SURGA ?

 

point 2, gw salah ketik, pertobatan manusia diganti dengan pertobatan LUCIFER.

 

point 3, kan udah gw bilang, yang gw tahu LUCIFER itu penyembah yang luar biasa. bagi gw ALLAH haus akan penyembahan, ALLAH butuh penyembahan. dan waktu LUCIFER memberontak, ALLAH "merasa kehilangan" penyembahan.

lagian pengharapan akan pertobatan LUCIFER itu "hilang atau manjadi hambar" setelah LUCIFER menjerumuskan Manusia.

 

Point 4, soal plan a. kayaknya gak ada pertanyaan, jadi gak ada jawaban.

 

point 5, soal plan b. setuju ALLAH tidak kekurangan penyembah.

makanya gw tanya lagi ke lo, untuk apa ALLAH menciptakan manusia ?

 

point 6, josua... josua... dangkal sekali pemahamanmu.

iblis bisa bolak balik, karena belum waktunya untuk pemusnahan. pada saatnya kelak nanti sudah tidak ada waktu bolak balik.

soal kata "lebih baik" aneh sekali cara berpikirmu, menyesatkan, dan sangat-sangat bodoh. MASAKAN HIDUP JAHAT LEBIH BAIK DARI PADA HIDUP BAIK.

KALAU TUHAN MENGASIHI, LO BERBUAT JAHAT... JANGAN SALAHKAN KASIH TUHAN DONG.

KALAU TUHAN MENGASIHI, LO BERBUAT BAIK... PERTAHANKAN

MASAKAN LO BILANG LEBIH BAIK JADI IBLIS.

COME ON LAH... JANGAN DANGKAL & BODOH...

 

sori gw sewot, karena memang otak lo dangkal & bodoh, kebanyakan teori, dan bisanya cuma komplain dari belakang, pengecut.

 

Jesus Freaks,

"Live X4J, die as a martyr"

Submitted by Pengunjung yan… (not verified) on Sat, 2008-03-08 14:13

In reply to by jesusfreaks

Permalink

behave dong...

kalian orang Kristen apa ilmuwan bidang ilmu Kristen doang...

membahas pemahaman FIRMAN TUHAN tapi selalu pake kata2 yang bukan nya membangun malah melenyapkan dami sejahtera...ingat Iblis mengintai setiap saat...

maksud hati jadi blogger and komentator untuk kemuliaan nama TUHAN tapi kok malah memuliakan Iblis... berkomunikasi seperti kesambet Iblis...

Submitted by Debu tanah on Sat, 2008-03-08 09:22
Permalink

Salam Docil, Mox & Josua,

To Sdr. Docil,

Wah pertanyaan anda ini sangatlah sulit, sebenarnya saya sangat kuatir saya masuk ke wilayah yang belum saya kuasai. Namun baiklah saya jawab sebisa saya, sejauh pemahaman saya dari Alkitab:

Docil menulis,
- Jadi sebenarnya yang ada hanyalah terang, sedangkan gelap adalah akibat dari ke-tidak-berada-an terang.
- Allah tidak menciptakan gelap, melainkan gelap adalah akibat ke-tidak-berada-an terang.
Allah tidak pernah menciptakan dosa & kejahatan, yang Allah ciptakan adalah baik, dosa & kejahatan adalah akibat ke-tidak-berada-an Allah.
- Semua hal yang buruk (kegelapan, ke-tiada-an kasih, ke-tiada-an kebaikan, ketidakadilan, kebodohan) semuanya adalah karena ketiadaan Allah.
- Maka apabila terang itu muncul, maka gelap itu hilang.
Terang itu tetap terang, tidak perlu dibuktikan & tidak membutuhkan gelap untuk membuktikan terang (Allah).

Debu tanah menjawab,

Sebelum saya lanjutkan, kita sepakat dulu definisi TERANG & GELAP:
- Terang = Segala yang baik, terang dalam arti sebenarnya, terang dalam arti kebenaran: kasih, kebaikan, hikmat, dst
- Gelap = Segala yang buruk, kegelapan gelap dalam arti sebenarnya, gelap dalam arti ketidak benaran: dosa, kejahatan, kebodohan, dst

Kita jangan bingung dengan definisi ini, karena Terang dalam arti sebenarnya dan terang dalam arti kebenaran “sejalan” makna-nya.

• Allah adalah terang dalam arti KEBENARAN:

Yohanes 9:5, Selama Aku (Yesus) di dalam dunia, Akulah TERANG dunia”

• Allah adalah TERANG dalam arti sebenarnya:

Wahyu 21: 23, Dan kota itu TIDAK memerlukan MATAHARI dan BULAN untuk meneranginya, dan KEMULIAN Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.

Mari kita lanjutkan,

Saya setuju dengan Docil mengatakan, “Allah memang tidak menciptakan GELAP”,

Tapi menurut Debu tanah: Allah MENYEBABKAN ada-nya GELAP dengan MEMISAHKAN TERANG dari GELAP. (Kej 1:4)

Saya setuju Docil mengatakan, “Allah tidak pernah menciptakan dosa & kejahatan”,

Tapi menurut Debu tanah: Allah MEMBIARKAN adanya dosa & kejahatan dengan menciptakan LUCIFER dan MANUSIA yang mempunyai Free Will. Padahal Allah yang Maha Mengetahui sudah tahu Lucifer & Manusia akan berdosa, tetapi Allah tetap saja menciptakan Lucifer dan Manusia!

Tapi saya TIDAK SETUJU Docil menulis: “dosa & kejahatan, segala sesuatu yang buruk: kegelapan, ke-tiada-an kasih, ke-tiada-an kebaikan, ketidak adilan, kebodohan akibat ke-tidak-berada-an Allah”

Bukankah Allah itu MAHA HADIR ? Allah itu tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Jadi Allah ADA DIMANA-MANA dan ada KAPAN-PUN dari kekekalan hingga kekekalan. Terus kenapa ada GELAP, DOSA, KEJAHATAN, dst? Bukankah seharusnya tidak ada satu tempat-pun yang GELAP ? Karena Allah adalah TERANG dan Allah MAHA HADIR. Tetapi GELAP itu ada karena Allah MEMISAHKAN Terang dari Gelap.

Nah, bagaimanakah cara Allah MEMISAHKAN Terang dari Gelap?

Begini pemahaman saya: Kita tahu Allah adalah TERANG, dan Allah MAHA HADIR. Jadi Allah menyebabkan GELAP dengan menciptakan manusia BUTA terhadap TERANG yang dari pada ALLAH.

- Dan supaya bumi tidak gelap dalam arti sebenarnya Allah kemudian menciptakan Matahari, bulan dan bintang, sebagai penerang di alam semesta!

- Dan supaya bumi tidak gelap dalam arti KETIDAK BENARAN, Allah mengutus Yesus Kristus ke dalam dunia ini!

Mari kita baca Alkitab,

2 Raja-raja 6:16-17, Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka. Lalu berdoalah Elisa “Ya TUHAN, bukalah kiranya matanya supaya ia melihat.” Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan