Staring at the future, run for it, challenging the life to its limit.
Hari ini aku bangun jam 4 pagi, seperti jam biologisku selalu tahu bahwa aku tak boleh malas . Namun, kali ini pikiranku tak buyar .. aku tahu aku libur hari ini, dan tak ada alasannya untuk mengikuti keinginan jam biologisku. Segera aku putar badan 180 derajat dan memeluk gulingku kembali.
Hari ini, hari spesialku, ya aku tahu. Boleh dong memanjakan diri sedikit, pikirku.
Tak berapa lama kemudian, seseorang mengirimiku sms, kubuka dengan sedikit malas, lalu tersenyum geli, "andai kau tau hari ini aku ingin bermalas-malasan sejenak," pikirku.
Namun tidurku yang nyenyak terganggu lagi. "Kak," panggil seorang gadis muda di depan kamarku yang tak berpintu. Aku terkejut, "Eh, Jas lab yah !?" aku teringat bahwa aku menjanjikan akan meminjamkan jas lab padanya. Aku melompat dari tempat tidur dan menggali lemariku untuk mencarinya. Tak sampai setengah jam kok, untungnya, dan aku memberikannya kepada gadis itu. "Enak ye, libur," ujarnya.
"Iya dong.. hehe," senyumku sambil menggrusuk kembali ke bantal gulingku dan tidur.
Ah .. ya .. aku mengenang 17 tahun yang lalu .. waktu itu aku lahir dengan dramatis, hehe . kronologisnya pernah kuceritakan, dan sepertinya ada di blogku yang lain. namun kini aku menatap kedepan. Anakmu yang pertama ini sekarang sudah 17 tahun lho, mom. dan beruntungnya sudah terbentuk karakter yang baik. Aku mengenang.
Apa yang aku ingini dalam hidupku ?
Apa tujuanku ada di dunia ini ?
Nilai nilai apa yang berharga yang kutemukan dalam diriku ?
semuanya membuatku tersenyum. Ah , ternyata yang kumiliki tidak jelek-jelek amat kok.. malahan seharusnya aku bisa merasa spesial..sedikit. Ku renungkan setiap prinsip dasar yang aku pegang, dan standar kebenaran yang aku punya. Aku merasakan bahwa secara tidak sadar ada yang menuntunku secara personal ke tempat yang lebih baik. Tangan yang selalu memegangku dan mengarahkanku ke tujuan awal penciptaanku. Dan aku tahu bahwa langkahku bukan kebetulan.
Kini aku melihat siapa saja yang sudah berpengaruh dalam hidupku selama ini. Yang menorehkan nama dan tindakannya pada sejarah hidupku, mengubahkan poin demi poin dalam karakterku. Aku mensyukuri keberadaan mereka, dan namanya selalu akan kuingat, selain orang tuaku yang pastinya menoreh banyak :D
Bu Susi, yang mengenalkanku pertama kali pada dunia IPA dan IPS yang membuatku mencintai pengetahuan.
Bu Ida , yang mengenalkanku pada Matematika pertama kali yang menyenangkan.
Bu Maria, yang mengenalkanku pada sastra untuk pertama kali, membuatku hidup dalamnya.
Ma'am Ika Budiwanti, yang berperan banyak dalam perkembangan bahasa inggrisku. Aku selalu kagum padanya.
Sir Roy Miller, yang membuatku betah berlogika dengan fisika untuk pertama kali.
Sir Markus, yang membuatku berpacu dengan nama latin, mencintai Biologi sampai saat ini.
Ms. Irene, yang melembutkan hatiku dan meluluhkan beberapa karakter kerasku.
Kak Sepa, almarhum, yang membuatku mengenal kasih seorang kakak yang sangat kurasakan.
Fairiez, yang mengenalkanku akan persahabatan tulus tanpa syarat.
Suster Ike dan Suster Siti, yang kini mengawasiku agar menjadi anak baik-baik .
guru-guru SMA yang dinamis, yang membuatku makin yakin akan tujuanku hidup dan mengejar apa yang aku sukai.
Selain itu, tahun ini aku sangat bahagia memiliki orang-orang spesial seperti mereka, dan keempat malaikatku yang kini mendampingiku, menjadi malaikatku selama aku dalam masalah.
Aku merenung kembali, betapa nyata kulihat Kristus dalam mereka, dengan nilai-nilai yang mencerminkan kepribadianNya yang begitu nyata seolah berkata, "selamanya Aku mengawasimu, melalui mereka, dan menyertaimu dengan kehadiran mereka."
Kubuka mataku perlahan. 17 tahun Kau sudah berada disisiku, dan terus akan berlanjut sampai batas waktuku nanti. Usiaku akan kumaknai dengan kehadiran diri-Mu didalam hidupku melalui orang-orang yang aku kasihi.
kemudian aku bangkit, memulai hari ini dengan senyum dan mulai mengerjakan apa yang aku sukai.