Submitted by Yenti on

AKU INGAT PAPA

 

Saat di bangku SD

Tak pernah aku dapatkan pelukan dan ciuman kasih sayangmu

Tak pernah Engkau bertanya : “ Bagaimana prestasimu di sekolah, anakku ?”

Yang aku lihat, “Kerja Keras dan pengorbananmu” membesarkanku

Saat anak-anakmu masih tertidur lelap dan bermimpi

Engkau bangun

Waktu menunjukkan 4.30 WIB

Pagi hari, jari-jarimu seperti menari di atas penggorengan besar

Siang hari, jari-jarimu membentuk papan menjadi tulisan, gambar dan huruf indah

 

Saat di bangku SMP

Tak pernah Engkau datang mengambil raporku

Tak pernah Engkau berkata: “ Aku sayang padamu, anakku. “

Yang aku rasakan “ Kasih sayangmu“

Saat aku melangkah keluar dari ruang kebaktian gereja

Di acara Mother's day

Kulihat Sesosok bapak berusia 50-an tahun

Menunggu di halaman gereja

Tempat yang asing bagimu

Aku naik di belakang sepedamu

Engkau mengayuh sepeda tuamu

Sampai.....

Satu tanjakan

Engkau turun, berjalan dan mendorong sepedamu dengan beban “aku “ di atasnya

Aku turun”

Tapi.....

Kau berkata :”Tidak apa-apa, aku kuat. Kamu di atas aja”

 

Saat di bangku SMA

Tidak pernah sekalipun Engkau mengeluh

Tidak pernah Engkau berkata “ Bantulah aku, aku capek.”

Yang aku lihat “ Ketegaranmu”

Berjam-jam berdiri dan berhadapan dengan api dan arang

Jari-jari yang menggoreng makanan yang awalnya berwarna putih menjadi nikmat untuk dimakan

Tapi....

Aku belum dapatkan kebanggaan dalam diriku

Risih dan sebel, itulah yang kurasakan saat itu

Diomelin orang lain

Hanya karena telat mengambil piring

Bertanya dimanakah piring bekas makanan

Siapa yang memesan makanan

Lupa melap meja:)

 

Saat

di bangku Universitas

Tidak pernah Engkau bertanya “ Apa yang akan kau balas padaku, anakku?”

Yang aku dapatkan malah sebaliknya “ Perhatianmu”

Engkau menyelipkan uang di tangan dan tasku

Saat itu, aku malah rindu untuk membantumu

Aku sangat menikmati berjongkok ria mencuci piring

Menikmati lalu lalangnya orang mencari makan

Melap meja kotor

Menunduk di bawah meja

Dengan bangga kukatakan: “Akulah anakmu”

 

Sekarang

Dengan rindunya , Engkau menunggu kita pulang untuk berkumpul di Hari Raya

Dengan rindunya , Engkau berikan cerita-cerita menarikmu

Kekuatan itu masih kau perlihatkan

Engkau selalu mengatakan :” Aku tidak apa-apa. Aku masih sehat, dan aku masih kuat”.

 

Indahnya kata-kata tidak pernah keluar dari mulutmu

Tapi indahnya kasih sayang, itulah yang hanya dapat dirasakan

 

 

Happy Father's Day:)

15 Jun 2008