Janji ”hidup bahagia selamanya” harus dipertahankan,
meskipun harus dibayar dengan ketidakbahagiaan sehari-hari
Mempunyai keluarga bahagia adalah impian setiap pasangan ketika menikah..
Kata ibu tua... tetangga sebelah...membuat makanan.. melihat suami makan..itulah saat-saat kepuasan seorang wanita..seorang istri, karena seorang istri akan menghabiskan seluruh harinya memikirkan makan malam.. (sungguh mengherankan ..amat sederhana menjadi istri..cukup puas melihat suaminya makan.. sungguh sangat menyedihkan ...pikirku)..
Aku potong kuku-ku yang panjang terawat, kuku membuat jari lebih lentik, yang setiap hari dirawat dengan merendam air hangat yang dibubuhi minyak zaitun..
Hari ini aku memotongnya demi belajar mengaduk tepung adonan roti..
meski ipar perempuanku mencibirku, memandangku rendah, selalu mengejek dan memanggilku ”sundal”...... dia selalu mengingatkan siapa aku..apa masa laluku (klik "disini")
Bila ini terjadi di masa lalu....kalau aku yang dulu diperlakukan seperti itu.... akan aku tampar mulutnya.... aku akan jadikan suaminya pemujaku... biar dia tahu.... siapa sundal yang berkuasa...
Namun aku tahan emosiku.... kuingin membahagiakan ”dia yang tercela” yaitu suamiku..
Roti buatanku pertama (produk perdanaku).. aku sajikan dengan bangga tersipu..
Kutemani suamiku makan.. dia menanyakan...apakah hari ini perayaan roti tak beragi?...
Katanya sambil tersenyum.. wajahku merah karena malu....aku tahu rotiku tawar tidak berasa... dan tidak enak... tetapi hari itu suamiku menghabiskannya... aku tersanjung... aku bahagia.. suamiku mencintaiku..
Hari demi hari kulalui sebagai wanita baik, wanita terpuji,.... aku di ajarkan bagaimana menyembah Allah suamiku, bagaimana memilih burung merpati dan domba untuk persembahan, diajarkan bagaimana menjadi istri seorang nabi..
Semakin lama suamiku sering pergi untuk mengerjakan tugas-tugas dari allahnya..
Pekerjaanku yang utama sekarang adalah menunggu....menunggu...
Tidak ada seorangpun yang mengasihiku seperti suamiku, tetapi sekarang dia sering pergi.. mengutamakan pekerjaannya, dia lebih mencintai allahnya daripadaku...
Aku tinggal sendiri dikitari rasa benci dari ipar-iparku..bahkan budak-budak merekapun sering membicarakanku terutama masa laluku sambil cekikikan...
Aku merasa.... hidup sebagai orang baik... sungguh amat membosankan... kalau mereka mengatakan bahwa mereka bahagia...b***shit kataku..mereka munafik... bagaimana bisa bahagia jika tidak ada kebebasan? Bagaimana bisa bahagia bila harus menebus dengan ketidakbahagiaan setiap harinya...
Aku merindukan saat-saat yang lalu..meski wanita merendahkanku tetapi banyak pria yang memujaku.. kuingin kembali ke masa lalu..
Kuingat pada masa.. pesta malam..diiringi musik padang pasir.. tubuhku meliuk... meliuk... meliuk.. mengikuti alunan musik... berputar-putar... mendekati lelaki satu... ke lelaki lainnya... ketika mereka mengulurkan tangan ingin meraihku..... kumenghindar... membiarkan mereka... berangan... senang melihat tatapannya... penuh hasrat yang tersiksa... ku menari.. menari.. seakan aku adalah bidadari.. dipuja...
Hingga kudapatkan diriku dalam pelukannya.. pelukan egois... menuntut... pandangan mata yang tajam.. gelap.. penuh birahi namun terkendali..dia bisikan ...kata..”aku menunggumu di....” ....kuterus menari.......dan menari... kudapatkan kekasihku malam ini..
Kekasihku seorang saudagar dari selatan dengan mata bagai rajawali.... tajam memukau.... sangat jantan.. pria petualang.... pengembara sejati.. kuingin menaklukkannya... aku bergairah setiap kali ingat tatapannya...tatapan egois posesif..
Namun kudapati aku..sekarang ....seorang istri...yang menunggu suaminya pulang...
Suamiku pulang setelah beberapa bulan keliling seluruh negeri melakukan tugas kenabiannya.
Malam ini aku dandani diriku untuk menyambutnya..melihat cermin..kurindu untuk mengepang rambutku kembali..rambut yang indah..sekarang tidak ada yang menikmatinya...karena.. lebih sering tertutup oleh kerudung..
Suamiku menghampiriku..suami yang kurindukan sentuhannya.. kuingin memuaskannya.... Namun entah setan apa yang ada dalam diriku.... setiap kali suamiku menyentuhku... yang kurasakan sentuhan tangan kekasihku, merasakan.... semangat.. gairah liar.. setiap kali membayangkannya.. tekanan-tekanan posesif..... menuntut.... membuatku terbang ke awan-awan..
Suamiku merasakan perubahan diriku.. dia sering menatapku.. ada tatapan marah, ada tatapan kecewa dan tatapan cinta berbaur jadi satu.....
Dia menyuruh orang membangun pagar tembok yang tinggi dan menyuruh orang-orang menjaga pintunya.. mungkin dia pikir aku ingin minggat, keluar rumah meninggalkannya, kembali kemasa laluku..ya..sebenarnya memang terbersit juga.. ingin mencari apa itu yang namanya ”bebas”..bebas dari tatapan kebencian dari ipar-ipar, bebas dari hinaan tetangga, bebas dari cemoohan.. bebas mencintai..bebas dicintai..bebas bercinta....
Hingga.....aku berkata.."aku hamil" kepada suamiku...dia diam menatapku.. tidak ada suka cita seperti waktu anak yang pertama.. ada keraguan .....
Lahir seorang anak perempuan yang sangat mirip denganku..cantik..dan kelihatan sangat cerdas.... suamiku menggendongnya dan memberi nama Lo-Ruhama...aku tahu artinya adalah ”tidak dikasihi”.. sebenarnya aku kecewa anak-ku diberi nama yang tidak dikasihi.. aku mau marah..tetapi aku ingat..ketika membuat anak ini..aku tidak mengasihi suamiku...aku membayangkan kekasihku dari Selatan... ya aku memikirkan pria lain ketika bersetubuh dengannya.... mungkinkah dia tahu?
Ketika saudara-saudaranya menengok dan menanyakan nama anak perempuannya dia jawab..Lo Ruhama (artinya no-mercy)..nama yang diberikan atas perintah allahnya...
To continued "Cinta adalah perbudakan"
Note:
Ini karangan-ku yang kedua, sambungan dari "Aku seorang pelacur" dan dengan mempertimbangkan coment-coment dr SS member aku mencoba menulis kelanjutannya, sebelumnya belajar dulu supaya bisa masuk kekarakter gomer "sang pelacur" dengan membaca buku (plat merah) karena tidak memungkinkanku melakukan apa yang hai2 lakukan jalan ke komplek mereka (bisa disikat suamiku), baca-baca buku untuk membuat liar otak-ku, sekalian survey bisnis baru usulan dari Inge
Ketika ku menari..meliuk..meliuk..dari satu lelaki ke lelaki lainnya ..kata-kata itu diambil dari pakar dan pencipta "dancer" ..siapa lagi kalau bukan om Hai2..
blog rusdi "istri hosea selingkuh?" juga sangat mempengaruhi jalannya cerita ini..
Jadi cerita ini hasil kolaborasi dari semua coment member SS..
======================================
Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: "Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN."
..............................
...............................
Lalu perempuan itu mengandung lagi dan melahirkan seorang anak perempuan. Berfirmanlah TUHAN kepada Hosea: "Berilah nama Lo-Ruhama kepada anak itu, sebab Aku tidak akan menyayangi lagi kaum Israel, dan sama sekali tidak akan mengampuni mereka.
Tetapi Aku akan menyayangi kaum Yehuda dan menyelamatkan mereka demi TUHAN, Allah mereka. Aku akan menyelamatkan mereka bukan dengan panah atau pedang, dengan alat perang atau dengan kuda dan orang-orang berkuda."
..............................
...............................
Orang Yehuda dan orang Israel akan berkumpul bersama-sama dan akan mengangkat bagi mereka satu pemimpin, lalu mereka akan menduduki negeri ini, sebab besar hari Yizreel itu.
(HOSEA 1)