Ingin sekadar bercerita tentang peristiwa yang kulihat kemarin malam. Sederhana sih, tapi susah sekali untuk kulupakan. Ingin menganggapnya biasa, tapi ternyata aku memang tak bisa menganggapnya biasa ...
Di perempatan yang cukup luas itu ternyata banyak kesempatan yang ditawarkan kepada kita untuk bisa melihat keadaan sekitar kita. Meski hanya mengandalkan lampu berwarna merah dan kita berhenti sembari toleh sana-sini.
Eh, ada pengamen.
Eh, ada orang tua yang mengemis.
Eh, anak kecil membawa icik-icik dan bernyanyi ala kadarnya.
Eh, ada orang yang membersihkan kaca.
Eh, ada apalagi ya?
Kesempatan untuk bisa melihat seperti ini kadang menjadi gangguan tersendiri bagi pengendara motor yang terhalang lampu merah. Harusnya kalau kuning, ya siap-siap untuk berhenti/waspada. Tapi kebanyakan malah kalau sudah kuning, harus tancap gas sekenceng-kencengnya agar jangan sampai lampu berwarna merah ... 
Kemungkinan besar memang hanya karena tidak ingin berhenti, bukan karena tidak mau melihat pemandangan sekitar lampu merah. Memang sih, kejadian di lampu merah itu kadang membuat pengendara motor menjadi kurang nyaman karena dimintai uang, didatangi dan disodori telapak tangan tanpa ada perkataan apa-apa (diharapkan hanya dengan melihat wajah mereka, para pengendara segera meluncurkan tangannya ke dalam saku dan mengambil uang recehan atau lembaran ribuan). Kemarin malam, aku memang melihat pemandangan seperti itu, tapi ada yang beda ... bukan dari para pengamen sih, tapi dari pengendara motor yang lainnya.
-----------------------
Saat itu kutoleh pengendara motor yang berada di sebelah kananku -- sepasang suami-istri dengan seorang anaknya yang kira-kira berusia 13 tahun. Ibu tersebut duduk dengan susah payah dan penuh kewaspadaan supaya tidak jatuh -- maklum karena sedelnya sangat pas-pasan. Ibu itu memegang pinggang suaminya dengan harapan tentu saja untuk sisi keamanan dan keromantisan ... hehe. Sang suami dengan wajah yang penuh wibawa tersenyum kecil ketika si anak berusaha menoleh ke arahnya. Anak itu duduk di depan ayahnya ... dan aku merasa ada yang aneh dengan keluarga tersebut. Anaknya sudah besar koq duduk di depan. Kasihan ibunya sampai tidak kebagian tempat ... (pikirku).
Haa ... aku melihat perut anak itu diikat dengan memakai selendang ke perut ayahnya. Masa sih anak segedhe itu akan jatuh kalau nggak ditali kayak gitu?? Setelah beberapa detik berlalu, aku baru sadar bahwa anak itu kurang sempurna ... anak itu hanya diam dan seolah-olah tatapan matanya kosong. Aku heran dengannya dan kuamati anak itu ... kasihan sekali. Anak itu tidak bisa seperti anak-anak yang lain. Saat melihat anak itu, sungguh aku sangat bersyukur karena diberi tubuh yang sempurna dan bisa beraktivitas normal. Aku memandang sepasang suami-istri itu ... tak ada kesedihan di dalam matanya, mereka tersenyum, romantis selayaknya keluarga yang bahagia. Anak itu hanya menggeleng ke kanan sebentar, ke kiri sebentar ... ia sangat lambat dalam bergerak. Oh, Tuhan ... kisah indah apa ini? Aku tak mengenal mereka, tapi aku sangat tersentuh dengan mereka ... aku jadi teringat orang tuaku juga. Aku percaya bahwa orang tua adalah anugerah Tuhan yang mampu membuat seorang anak bisa tertawa, bahagia, bersemangat, belajar arti hidup, memberi, mengambil keputusan, menangis (karena kesalahan diri sendiri), dll.. Banyak sekali peranan orang tua dalam hidup seorang anak.
Keluarga yang kulihat saat di perempatan lampu merah itu pasti keluarga yang memunyai hati penuh syukur. Aku percaya mereka bisa melihat kebaikan Tuhan bahkan melalui kondisi anaknya sekalipun. Sepertinya memang peristiwa ini biasa, dan aku pun ingin menganggapnya begitu ... tapi tak bisa, entahlah. Mereka mengingatkanku untuk bersyukur pada Tuhan bahwa orang tuaku adalah orang tua yang hebat. Mereka memberikan banyak hal yang tak bisa kubuat daftarnya dalam buku setebal apa pun .... kasih sayang mereka tak dapat diwakili dengan gambar sebagus apa pun. Aku juga tak bisa membalas kasih sayang mereka sama persis dengan kasih mereka padaku .... 
Aku sangat percaya bahwa sumber dari semua ini adalah karena kasih Kristus yang sudah diberikan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya.
Untuk keluarga yang kulihat di perempatan itu, aku senang melihat kalian ... dan ingin lagi melihat kalian.
Thanks Jesus