Purnawan Kristanto pernah mengulas plagiarisme. Beliau menulis:
Di dunia maya, kita mudah sekali tergoda dalam dosa mendaku karya orang lain sebagai karya kita sendiri. Apalagi dengan adanya fasilitas "copy-paste", maka godaan dosa ini hanyalah sejauh jari telunjuk dan tombol mouse. Jika dalam menulis di blog kita menggunakan sumber-sumber milik orang lain tanpa memberikan pengakuan/kredit yang layak, maka kita dapat terjebak dalam plagiarisme. Bahkan lebih jauh lagi dapat terjadi pelanggaran terhadap hak cipta seseorang.
Anakpatirsa menyukai alinea ini:
Plagiarisme terjadi ketika penulis menggunakan karya orang lain tanpa menyatakan berhutang-budi dengan cara yang benar. Plagiarisme dapat juga dikatakan sebagai penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri.
Anakpatirsa sedang bingung, apakah kasus di bawah ini termasuk plagiarisme atau bukan. Beberapa kali terjadi, tampilan halaman utama SABDA Space "kacau" karena format blog Dede Wijaya yang hanya berupa copy paste situs lain. Bila anakpatirsa bingung, itu bukan karena point lagi, tetapi ia menghabiskan akhir pekannya di Pasar ini dan merasa ikut memilikinya.
Salah satu blog Dede Wijaya tersebut adalah GEREJA TOP TEN: GKKK (Peringkat 4-Bag 1). Komputer memang luar biasa, kemampuannya membandingkan teks benar-benar perlu ancungan jempol.
Fasilitas Compare By Content itu memberikan hasil kira-kira seperti ini:
Bagian sejarah GKKK, aline pertama sama plok dengan alinea pertama SEJARAH SINODE GEREJA KRISTEN KALAM KUDUS. Aline kedua hanya menambah "(Madrasah Alkitab Asia Tenggara)" setelah "MAAT". Alinea ketiga, hanya merubah kata "relative muda" menjadi "relatif muda". Dan alinea terakhir, ada tambahan dua kalimat di akhir paragraf: "Saat ini GKKK telah tersebar di 22 provinsi di Indonesia. Rektor SAAT sekarang yaitu Pdt. DR. Daniel Lukas Lukito."
Bagian sisanya, wajar meng-copy paste bagian Tentang Kami-nya situs resmi Sinode Gereja Kristen Kalam Kudus. Bisa ngamuk-ngamuk orang GKKK kalau Dede Wijaya mengarang sendiri Visi/Misi atau motto gereja mereka. Sejarah sebuah gereja juga tidak bisa asal karang. Namun meng-copy paste lalu menambah satu dua kalimat di ujungnya, bukankah itu sikap tidak menghargai karya orang lain?
Mungkin ada banyak pertimbangan, tetapi anakpatirsa punya pertanyaan lain, kalau hanya copy paste, bagaimana dengan aturan main di SABDA Space ini:
Anggota setuju tidak menggunakan blog SABDA Space ini untuk hal-hal berikut.
2. Memosting artikel, blog yang bukan merupakan tulisan sendiri. Dengan kata lain, menyalin rekat (copy paste) artikel orang lain, termasuk terjemahan dari bahasa asing, meskipun mencantumkan nama penulis aslinya.
3. Memosting artikel yang berupa saduran, tanpa mencantumkan sumber/referensi aslinya.