Submitted by phrack on

 

Pernyataan-pernyataan seperti “ajalku belum tiba/ ajalnya sudah tiba”,“Itu sudah kehendak Tuhan”, “kalau sudah jodoh takkan lari”, “nasib sudah menentukan demikian”, dsb sudah sering kita dengar. Banyak orang percaya bahwa kejadian – kejadian dalam kehidupan mereka beserta akibatnya telah ditakdirkan dan tidak ada yang dapat mereka lakukan untuk mencegahnya.

 

Kepercayaan Hindu dan Budha percaya bahwa apa yang dialami seseorang sekarang adalah akibat dari perbuatannya di masa sekarang akan menentukan apa yang dialaminya di kehidupan mendatang. Gereja juga banyak menganut kepercayaan doktrin Predestinasi/ Takdir. Begitu juga kepercayaan umat Muslim tentang Takdir. Lalu adakah kehendak bebas manusia/ Frewill?

 

Harapan gue tulisan ini dapat mengerucutkan pemikiran2 takdir/predestinasi terutama pembaca setia bloger Sabda Space (SS) dari pengalaman gue berdiskusi dengan penganut Saksi Yehuwe (SJ) minggu lalu, bukan mengerucut keatas ye(makin gak jelas gitu)… Sapa tau abis tulisan gue ini masalah Predestinasi Calvin bisa selesai, amin.. Btw tulisan diatas diinspirasikan dari majalah Menara Pengawal 1 Maret 2009 yang katanya demi memuliaan Allah Yehuwe. Curhat ah..

 

Berawal dari niatan untuk PERANG MELAWAN KERAJAAN KEGELAPAN <- klik yg blon baca..

Seorang petinggi SJ yang rajin dateng kerumah, namun tidak dianggap orang sama ortu tapi masih bisa gue anggap orang. Akhirnya berjanji untuk bertemu melakukan diskusi/perang dilapangan 3 otak untuk saling membobol kubu2/benteng pertahanan pemikiran2 yang salah. Topik yg akan dibahas sesuai kesepakatan adalah tentang takdir/predestinasi (sesuai topic di majalahnye tapi topic baru ditentukan sehari sebelum hari H diskusi waduh)..Gak kaya bengcu yang ga berani ketemu sang pengkotbah api karena takut digebukin.. qqqq.. gue adepin di rumahnye bos ‘SJ’ tanpa rasa takut digebukin. Tapi si bengcu jelas lebih hebat dari gue lah.. jauh gue jauuhh.. cuman..

 

Lagi2 ga kaya bengcu yg udah mantep dengan macem2 ilmu pengetahuan melawan ilmu pengetahuan mantan dukun. Gue gak sama sekali… ya cuma mengandalkan pertolongan roh kudus yang moga2 mau mampir. Lho kok ‘moga-moga’? coz mata, otak, lidah masih nempel di daging gue…  Saksi Yehuwe anti predestinasi gue gak ngerti predestinasi Calvin... si ken kasi copy instituto calvin aja gue liatnye ude pusing duluan.. SS ribut2 predestinasi gue yakin gak yakin ini itu… gemana? Padahal kepercayaan protestan percaya predestinasi.. bisa kacau/malu kalo gak bisa jawab.. malu2in Kristen aje kalo guenye bego..

 

Hari H peperangan belom kuasai topic, jam 9 pagi boz SJ telp.

SJ: ‘Gimana jadi ketemu?’

Jwb. ‘Oh ya jadi dong! (sok PD aje padahal).. gimana kalo jam 3 sore?’

SJ: ‘Jam tiga ya.. gimana kalo jam stgh 3 aja karena jam 5 ada acara bertema ‘apakah semua agama sama’ di *** mo ikut?’

Jwb: sori gak bisa ikut tp ok jadi jam stgh 3 aja’

 

Hehehe masih ada waktu 8 jam lagi, jadi masih bisa belajar… eh ga taunye sampe jam stgh 3 sore masih blon kuasai topik predestinasi coz’ ga sempet belajar... akhirnya gue ke warnet cari bahan2, pas ketemu John Calvin MENANTANG! <-klik trus gue print ada 8 lembar kasi ke ‘SJ’ sampe dirumahnye jam 4 sore (mulur sejam). Trus gue suruh baca dulu biar nanti dia bisa bantah tu bahan, trus gue janji ketemu lagi jam 8 malem (karena dia jam 5 ada acara). Jam 5 s/d jam 7 malem gue tongkrongin lagi SS. Pulang, mandi, makan, berangkat, sampe rumah ‘SJ’ jam 8.45 malem. Kata ‘SJ’ kirain ga jadi dateng (coz gw janji jam 8). Selanjutnye ‘SJ’ kontak temennye biar nemenin, trus dateng dah 1 ‘SJ’ lagi. Jadi sendiri lawan 2 orang SJ.

Obrolan  dibuka santai. Yang banyak diskusi yang agak muda (yg dikontak). Bukan si pemilik rumah. Usia ‘SJ 1’ si pemilik rumah sekitar kepala 5an yg ‘SJ 2’ sekitar kepala 3an. Diskusi ini berlangsung dengan rasa hormat satu sama lain (respect). Pake kata ‘saya’ bukan ‘gue’.  Ga kaya di SS! Asal ngomong ‘goblok’, ‘pentang bacot’, ‘otak didengkul’,’bebal’, ck ck ck ck..    

 

Peperangan/diskusi dibuka dengan ayat : Yoh 17:17, Wah 22: 18 – 19. dan  II Tim 3:16. Bahwa Firman adalah dasar dari pertemuan ini, tanpa penambahan dan pengurangan dari Firman dan Firman bermanfaat untuk mengajar. Trus gue bilang tentunya bisa ditambahin ilustrasi2 agar memperjelas konteks.

 

Selanjutya diskusi dimulai dengan nama ‘pribadi’ Allah di Kel 3:14.

Pertanyaan SJ 2: Ketika ditanya siapakah nama Tuhan oleh Musa, dijawab Tuhan yaitu TUHAN. (Lalu gue diajak membuka kamus Alkitab yang dibelakang Alkitab terjemahan ‘TUHAN’ yaitu Yahweh). Apakah alkitab anda enak didengar/mudah dimengerti? Dan apakah tidak menyesatkan?.

Jawab gue: Kalau orang teliti maka akan mengerti. Karena disitu tertulis Tuhan dengan huruf besar semua, itulah namanya. Di Alkitab terjemahan lama ada sebutan untuk Yehuwa tapi diterjemahan baru tidak ada pasti ada penjelasannya dari LAI. Karena kalau begitu ada 3 sebutan untuk Tuhan=Pencipta, Allah=Pencipta yang berada di Surga, Yehuwa=nama pribadi Tuhan yg kudus??. Lagipula ketika Tuhan menyebut nama ‘pribadi’nya dengan ‘Yhwh’ dijaman dahulu huruf mati semua dan tidak ada padanan katanya dengan sekarang untuk Alfabet. Juga ketika nama Adam ada nama ‘pribadi’ kenapa tidak diributkan.

Kej 2:7 TUHAN Allah membentuk manusia [Adam] ‘TUHAN’ dalam huruf besar semua adalah nama ‘pribadi’ Allah. Dan kita sebut Yehuwa. Para ahli mengatakan kemungkinan adalah YHWH. Dan tentunya manusia [Adam] adalah nama pribadi Manusia lalu bacanya?

Jadi ketika ditanya mana lebih baik Yehuwa atau TUHAN dengan huruf besar semua? Lebih baik mengartikan kata YHWH menjadi TUHAN karena memang itulah yang dimaksudkan Tuhan. AKU ADALAH AKU.

Pertanyaan SJ 2: Ketika Tuhan mempunyai nama lalu disebut nama lain apakah tidak marah?

Jawab gue: Menurut gue Tuhan tidak akan marah. Contohnya kalau gua disebut ‘Kacab’ atau ‘Phrack’ tidak akan marah karena gua tau panggilan itu untuk gue. Kecuali nama panggilan gue gak pernah disebut cuma ‘cuy’, ‘cing’, ‘thong’ kesiini!.  Dan gue misalkan jadi Tuhan gak akan marah asal nama itu bukan sembarang nama tetapi juga nama jabatan atau suatu posisi/ tingkatan yang pada ‘jabatan’ itu orang menyebutnya. Misalkan begini (contohinnya pake 5 jari); Pada kepangkatan TNI posisi pertama Prajurit, dua sersan, tiga kopral dst. Dan posisi tertinggi yang kelima disebut jenderal. Nah kalau gue panggil sersan pasti gue marah. Karena pangkat gue gak pada posisi itu. Tapi kalau gue lagi jalan ke Amrik disebut ‘General’ gue gak marah karena sebutan itu memang pada posisi kelima itu. Juga ketika gue ke Thailand disebut ‘Thong’ pasti gue Tanya orang ‘Thong’ urutan posisi kelima bukan? Kalau ya gue gak akan marah.

Pertanyaan SJ 2: Pada hukum taurat ketiga Kel 20:7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan seharusnya kita menyebut nama TUHAN yang kudus dengan benar bukan dengan nama yang salah

Jawab gue: Memang sebenarnya nama Tuhan tidak boleh disebut dengan sembarangan. Yang dimaksudkan hukum ini hargailah Tuhan, jangan asal demi Allah/ Tuhan karena orang yang berjanji, bukan Tuhan.

 

Tentang nama pribadi Allah tidak kita lanjutkan’Skip’ dengan kesimpulan memang agak bingung TUHAN dengan huruf besar semua. Gue setuju’‘agak bingung’ bukan berarti kitab gue salah tapi karena mengalah sekaligus menunjukkan sikap terbuka gue. 

 

Selanjutnya diskusi kita tentang keTuhanan Yesus. Awalnya gue gak setuju diskusi ini tentang keTuhan Yesus karena persetujuan awal tentang masalah takdir /predestinasi /sudah ditentukan dari awal kenapa sekarang nama Pribadi Allah dan KeTuhanan Yesus yang didiskusikan? Tidak berhubungan. Tapi karena menurut mereka penting & berhubungan ya sudah.

Pertanyaan SJ2: Coba kita baca Firtu Wah 3; 14 Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah. Jadi siapakah ‘Amin, Saksi yang setia dan benar’ Yuk kita baca lagi Wah 1: 5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia. Jadi Saksi yang setia itu adalah Yesus. Bahwa Yesus adalah permulaan dari ciptaan Allah. Yesus juga adalah suatu ciptaan. Ciptaan pertama dari semua ciptaan Allah.

Jawab Gue; Gue belon ngerti bener tentang perikop ini tapi yang jelas kita harus membaca satu perikop sampai habis dan nggak bisa asal comot perikop. Kalau begitu umat Muslim juga bisa benar karena asal mencomot ayat Aklitab. Kenapa Allah bisa berdoa kepada Allah ketika di Taman Getsemani? Gue akan jawab pada pertemuan berikutnya karena untuk perikop ini gue gak ngerti siapa lagi ‘Amin’? Jadi ini diskip aja biar jadi PR untuk gue.

 

( Emang jujur pertanyaannya lumayan menjebak ya gak? Memang Amin adalah untuk Yesus tapi yang dimaksudkan dengan ‘permulaan dari ciptaan Allah’ bukan berarti Yesus adalah hasil ciptaan pertama, yang dimaksudkan adalah permulaan dari semua ciptaan Allah, artinya sebelum adanya suatu ciptaan dia sudah ada, atau jika dibalik semua ciptaan bermula dari dia berarti semua yang diciptakan tidak ada jika tidak ada Dia yang dari semula ada. Jawaban ini akan gue kasi tau pada pertemuan selanjutnya.  

 

Akhirnye diskusi kite tentang Predestinasi…

Pertanyaan SJ2: Coba kita baca 1 Yoh 4:16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Allah adalah kasih lalu jika anda percaya Allah juga menentukan mana yang buruk berarti Allah bukan kasih. Apakah anda setuju Allah itu kasih?

Jawab Gue: Gue setuju pasti Allah itu kasih. Allah memang adalah kasih begitu juga pada penciptaanya Allah tetap menerapkan kasih. Ilustrasinya begini suatu Negara membuat penjara, membuat lampu merah sehingga kendaraan harus berhenti apa berarti Negara itu jahat? Negara mempunyai tujuan menciptakan warganya bahagia. Apa berarti Negara itu jahat? Lalu Ilmu Biologi. Bahwa para ahli/ ilmuan biologi menyimpulkan bahwa semua yang dipelajari tentang biologi pada akhirnya bertujuan hanya demi manusia. Lalu apakah biologi jahat karena ada kijang yang dimakan macan? Padahal itu merupakan rantai makanan. Maksud dari ilustrasi ini bahwa semua ada tujuan yang utama. Nah Allah juga mempunyai tujuan pada ciptaanya. Allah bertujuan untuk menciptakan suatu ciptaan yang mengasihinya dengan setia dan benar sampai pada akhirnya ciptaanya itu yaitu manusia dapat menang dan duduk bersama Allah di takhta-Nya. (Gue waktu itu lupa ayatnya tapi ini dia ayat dimaksud Wahyu  3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.)

Pada mulanya Allah menciptakan Malaikat namun ternyata Malaikat pun dapat berbuat dosa. Padahal diSurga tidak ada hukum taurat yang melarang ini itu. Malaikat juga hidupnya sudah kudus dan suci. Tapi karena kesombongan Lucifer si penghulu Malaikat jatuh dan berhasil membujuk sepertiga malaikat jatuh juga kedalam dosa juga karena ingin menyamai ALlah. Lalu diciptakan Manusia yang secara special diciptakan Allah dengan nafasnya dan lewat bentukkan tangannya sehingga segambar dengan rupa Allah secara kualitas lebih baik dari Malaikat. Manusia di Taman Eden bahwa kehidupannya sudah jauh lebih enak dari manusia sekarang ini. Tidak banyak aturan mereka sudah saling mengasihi hanya satu saja larangan jangan makan buah ‘itu’ namun karena dosa kesombongan ingin menyamai Allah manusia jatuh juga. Lalu Iblis menuntut keadilan Allah bahwa manusiapun harus dilempar kedalam maut seperti Iblis juga diperlakukan begitu. Iblispun protes apa kelebihan manusia disbanding Iblis? Lalu menuntut untuk mencobai Ayub! Hasilnya terbukti Ayub tetap setia dan terbukti juga bahwa Manusia mempunyai kelebihan. Lewat suatu proses dibumi manusia diciptakan agar kesetiaannya lebih baik dari malaikat dan begitupun nanti disurga akan juga diproses sampai dapat menang dan duduk bersama di takhta-Nya. Oleh karena itu kita harus sangat menghargai proses itu. Sehingga begitu banyak yang harus dikorbankan untuk suatu proses demi mencapaian tujuan akhir yang indah itu.

(Trus gue ambil majalahnye SJ ada ‘untuk segala sesuatu ada waktunya’ karena gue dah baca dikit gue bacain semua ayatnye) Pengkotbah 3:1-9  Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. Semua ada prosesnya semua sudah ditetapkan. Itulah yang Allah maksudkan jadi untuk apa manusia Allah berbuat demikian, (Peng 3:14). supaya manusia takut akan Dia. Supaya Manusia menjadi tidak sombong. Karena Allah juga sudah menetapkan dari awal Peng 3:15 Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan Allah mencari yang sudah lalu Tapi memang manusia tidak dapat menyelami pekerjaan Allah dari awal sampai akhir (Peng 3: 11) Pada perikop ini semua adalah tentang ‘pekerjaan’ Allah bukan manusia. Pada pekerjaan ini juga ada perbuatan ‘negatif’ seperti  ada waktu untuk meninggal ada waktu untuk mencabut yang ditanam; ada waktu untuk membunuh; ada waktu untuk membuang batu; ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk membuang ada waktu untuk merobek. Jadi dalam pekerjaan Allah ada suatu proses seperti yin & yang. Ibarat kata kita kerja tentu ada tujuan dan tentu tau bagaimana cara kite akan kerja. Tukang patung tau akan dibentuk seperti apa batu berbentuk kotak. Apakah pekerjaan Allah itu? contohnye: 2Ptr. 2:9maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman, Tahu disini bukan dimaksudkan Allah tahu apa yang akan terjadi kemudian tapi tahu disini artinye Allah ‘mengerti’ dalam pekerjaannye. Dan dalam pekerjaanye Allah tidak menghilangkan kehendak bebas manusia tapi kehendak bebas manusia tetap dibawah otoritas kehendak Allah.

Pertanyaan SJ 2: Jadi maksud anda kasih Allah itu mencakup seluruh pekerjaan Allah dari awal sampai nanti akhirnya. Seperti yin & yang? Jadi kasih Allah seperti yin & yang?

Jawab gue: bukan begitu maksudnya kasih Allah tetap yang putih. Seperti lingkaran luar yin & yang berwarna putih. Tujuannya adalah putih. Kasih Allah pada ciptaanya ditetapkan dari awal kejatuhan malaikat sampai ujungnya manusia duduk bersama dengan Allah di takhta-Nya.

SJ 2 bertanya pada sj1: Bagaimana mau menambahkan?

SJ1 jawab: Lanjutkan..

Pertanyaan SJ: Kite baca Kej 1:25 Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik Jadi Allah menjadikan segala seuatu itu baik.. apa anda setuju? Itu berarti kehendak bebas manusia berlaku sehingga membatalkan kehendak Allah dari semula yang menciptakan segala sesuatunya baik.

 

Jawab gue: Setuju bahwa Allah menjadikan semuanya itu baik! Allah menjadikan manusia dan alam semesta itu sungguh amat baik! Tapi bukan berarti Allah gagal dalam pekerjaannya, hanya karena kehendak manusia yang salah pekerjaan Allah gagal. Tidak, Allah tidak pernah gagal. Pada ayat itu tidak ditambahkan kata sempurna atau segala sesuatu akan baik2 saja.. coba lihat ada tidak kata sempurna disitu?  

Allah tetap akan menyempurnakan manusia, bahwa Allahpun mengetahui manusia pun tidak luput dari dosa kesombongan karena itu Allah tetap memerlukan proses itu. Kenapa ayat mencatat ‘Allah melihat bahwa semuanya itu baik’ ternyata berakhir tidak baik? apakah sebaiknya tidak usah dicantumkan saja? karena untuk apa dicatat di Alikitab bila ternyata berakhir tidak baik? Jawabanya agar generasi selanjutnya mengerti bahwa segala perbuatan Allah itu baik, namun manusia merusaknye karena itu manusia tidak boleh sombong..  Kejatuhan manusia pertama dalam dosa juga menunjukkan bahwa kehendak bebas manusia tetap dibawah otoritas Allah akan tujuan dari pekerjaan Allah. Dengan kejatuhan manusia pertama itu telah menghilangkan kemungkinan kesombongan manusia, karena dosa kesombongan telah dinyatakan oleh Allah agar manusia jangan mengulanginya lagi dan sadar. Itu adalah salah satu pekerjaan Allah. Kan tujuan Allah atas manusia agar manusia dapat duduk bersama diatas tahkta-Nya dalam kemenangan melewati proses pekerjaan-Nya.

 

SJ 2 bertanya pada SJ 1; Bagaimana menurut bapak? Barangkali ada yang mau ditambahkan?

SJ 1: Jadi ……(kesimpulannye dia menyepakati kasih Allah sesuai konsep gue)Kita orangnye terbuka kok senang menggali isi Alkitab.

SJ 2: Kita dalam diskusi ini senang menemukan orang yang mau belajar dan terbuka seperti anda..

SJ 1: Iyalah kalau tidak mana ada orang yang mau berdiskusi Alkitab sampai tengah malam begini.

Selanjutnya SJ 1 curhat tentang pengalamannya yang dulu mantan preman dan menceritakan suka duka kehidupanya bersama ‘gele’/ ganja. Gue pun menimpali dengan pengalaman lucu gue bersama gele. Akhirnya kita bertiga ngobrol tentang pengalaman pribadi yang lucu2 bersama gele. SJ 2 Cuma bingung karena sepertinya dia anak yang alim. SJ 1 juga menceritakan pengalamannya menerima Saksi Yehuwa dengan perdebatan2 dan akhirnya banyak coretan2 di Alkitabnya yang lama dari terbitan LAI. Gak kaya SJ 2 yang memang dari Ortunye itu Saksi Yehuwe. SJ 1 mulai menyukai gue dengan sanjungan2. Nular juga ke SJ 2. Gue seneng mereka menyukai gue.

 

Dengan demikian paling tidak gue berhasil membobol prasangka/kubu2 kerajaan kegelapan yaitu:

  1. Tidak semua orang Kristren jahat. Karena mereka selama ini diperlakukan dengan jahat dengan berbagai penolakan.
  2. Orang Kristen pun mau mengajarkan kebenaran tidak menyimpanya sendiri seperti yang mereka pikirkan tentang orang Kristen. Karena mereka membandingkan banyaknya pekerjaan kesaksian mereka dengan kesaksian kita.
  3. Doktrin Predestinasi yang majalah menara pengawal tuduhkan kesalahan fatal ternyata mereka dapat memahami predestinasi. Walaupun gue tidak menyimpulkan kesalahan mereka.
  4. Kesalahan2 dalam mengartikan Alkitab yang diajarkan oleh Saksi Yehuwe.   

 

Pertempuran dari jam 9 malem sampe jam 1 pagi.