Submitted by
Debu tanah
on
Ada orang yang berpandangan bahwa orang beriman (orang Kristen) tidak bisa murtad. Benarkah demikian? Lalu untuk apa ada begitu banyak peringatan dalam Alkitab kepada orang beriman supaya jangan murtad? Benarkah semboyan yang yang berkata: “Sekali selamat tetap selamat entah apapun yang terjadi?”
Orang yang berkeyakinan demikian berpendapat bila ada yang murtad maka disimpulkan bahwa orang tersebut “bukan orang Kristen sejati” atau “sebenarnya tidak beriman dari mulanya” atau “tidak pernah memiliki iman” atau “orang itu bukan orang pilihan”.
Tetapi apa kata Alkitab? Apakah Alkitab berbohong waktu memperingatkan orang-orang beriman dengan keras supaya tidak murtad? Oh ya, orang yang berpandangan demikian juga berkata bahwa “peringatan-peringatan” supaya jangan murtad hanyalah “cara Allah untuk memelihara orang beriman”. Sungguh sangat lucu!
Alkitab dengan tegas memperingatkan bahwa orang beriman supaya jangan murtad. Karena Alkitab mengajarkan bila tidak waspada dan tetap tekun berbuat dosa maka orang Kristen (orang beriman) bisa saja murtad. Semoga Allah yang telah mengaruniakan anugerah keselamatan melalui Yesus Kristus, mendapati kita tetap setia hingga akhir hidup kita masing-masing, semoga Allah Bapa mendapati buli-buli kita tetap terisi dengan minyak karena kita tetap tekun dan berjaga-jaga memelihara iman (Matius 25:1-13).
Menurut saya, pandangan yang mengatakan bahwa orang beriman tidak bisa murtad adalah pandangan yang keliru dan menyesatkan. Bayangkan apa yang terjadi bila ada orang beriman yang mempercayai anggapan yang demikian, sehingga mereka tidak waspada sehingga bermain-main dengan dosa dan kena tipu daya dosa? Adam dan Hawa adalah manusia yang belum pernah dicemari dosa, namun mereka telah jatuh karena tipu daya iblis ! Apa lagi kita manusia berdosa, yang tubuh dan jiwa kita telah berubah kualitas menjadi daging yang berdosa? Allah memang telah mengaruniakan Roh Kudus sebagai meterai di dalam hati kita orang-orang percaya. Namun orang Kristen tetap bisa hidup oleh Roh atau hidup oleh daging (Roma 8:13). Justru Roh Kudus dalam hati orang beriman adalah anugerah Allah untuk memimpin orang beriman ke jalan yang kekal, memperoleh keselamatan yang penuh, bila kita mau !
Definisi “Orang Beriman”
Sebelum membahas tentang “murtad” maka kita harus sepakat dulu definisi “orang beriman”. Alkitab berkata tanpa iman tidak mungkin Allah berkenan kepada manusia. Allah menyelamatkan manusia melalui iman kepada Yesus Kristus. Definisi iman dapat dilihat dalam Ibrani 11. Nah, sekarang apa itu definisi orang beriman?
Kapankah orang itu memiliki iman? Apakah diawal dia “mengaku percaya”, di tengah perjalanan hidupnya atau di akhir hidupnya? Orang beriman adalah orang yang mengakui dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat nya (Roma 10:9-10), dengan kata lainorang beriman adalah orang yang telah dilahirkan kembali. (Yohanes 3:3) dan dimeteraikan dengan Roh Kudus (II Korintus 1:22, Efesus 1:13). Jadi pertama kali orang itu percaya dalam hatinya dan menerima dan mengaku dengan mulutnya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat maka orang itu adalah orang beriman (orang Kristen), tidak peduli betapa duniawinya kehidupan orang beriman tersebut.
Roma
10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
Yohanes 3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.
Efesus 1:13 Di dalam Dia kamu juga -- karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu -- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.
Nah bagaimana bila ada orang Kristen KTP yang tidak mengakui Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan? Ya orang itu tentu saja tidak termasuk “orang beriman”.
Wah, masakan orang Kristen yang masih tetap berbuat dosa bisa dikategorikan sebagai orang beriman? Alkitab jelas sekali mengatakan:
1 Korintus
3:1 Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.
3:2 Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarang pun kamu belum dapat menerimanya.
Ya, orang yang lemah dan duniawi sekalipun, bila percaya pada Yesus adalah orang beriman dan dimeteraikan oleh Roh Kudus.
Definisi “Murtad”
Murtad artinya menyangkal iman atau berubah setia dimana tidak dapat bertobat kembali atau melakukan dosa kekal.
Murtad dalam konteks Perjanjian Baru adalah berdosa kepada Roh Kudus atau dosa menghujat Roh Kudus. Tadinya beriman dan Roh Kudus tinggal dalam hatinya, kemudian dengan sadar menyangkal imannya atau melepaskan imannya (Ibrani 6: 4-6, I Timotius 4:1, II Petrus 2:20).
Murtad dalam konteks Perjanjian Lama (sebelum turunnya Roh Kudus) berarti tetap berubah setia (melakuan kejahatan) dimana orang tersebut tidak mau bertobat hingga mati dan menutup kemungkinan untuk bertobat kembali misalnya bunuh diri.
Definisi murtad atau dosa kekal atau menghujat Roh Kudus dapat dilihat dalam ayat-ayat berikut:
Markus 3:29 Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal."
Lukas 12:10 Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.
Ibrani
6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.
Murtad berbeda dengan jatuh, murtad adalah jatuh dimana tidak bisa dibaharui lagi karena tadinya beriman kemudian menyangkal imannya (Ibrani 6:6).
Istilah yang lain dari murtad adalah gugurnya iman (Lukas 22:32) dan kandasnya iman (1 Timotius 1:19).
Dalam Lukas 22:31-31, Yesus tidak “mempermasalahkan” Petrus jatuh, Yesus memaklumi Petrus akan jatuh, Yesus tahu bahwa Petrus akan jatuh: menyangkal Dia sampai 3 kali. Tetapi Yesus berdoa dan mengharapkan supaya iman Petrus tidak gugur (murtad). Itulah sebabnya Yesus berkata: “jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.”
Peringatan supaya Jangan murtad
Hanya orang beriman yang bisa murtad, yaitu orang yang pernah mengenal kebenaran, yang pernah tinggal Roh Kudus dalam hatinya sebagai meterai keselamatan. Alkitab dengan keras memperingatkan supaya orang beriman tidak murtad. Untuk apa diperingatkan? Tentu saja karena ada resiko orang beriman untuk murtad bila tidak waspada.
Ayat-ayat Alkitab berisi peringatan supaya jangan murtad, antara lain:
Markus
4:14 Penabur itu menaburkan firman.
4:15 Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.
4:16 Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,
4:17 tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.
4:18 Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,
4:19 lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
4:20 Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat."
I Timotius 4
4:1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
I Timotius 5:8 Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.
Ibrani
6:4 Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus,
6:5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,
6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.
Ibrani
12:15 Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
12:16 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.
12:17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.
II Petrus
2:20 Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula.
2:21 Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.
2:22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya.
Bila kita baca ayat-ayat di atas secara keseluruhan dengan ayat-ayat sebelum dan sesudahnya secara lengkap, maka kita tahu bahwa peringatan dan anjuran di atas ditujukan kepada kaum beriman, bukan kepada orang di luar jemaat. Alkitab juga menyingkapkan bahwa orang yang beriman yang murtad maka keadaannya akan lebih buruk daripada sebelum dia beriman.
Kenapa keadaan orang yang murtad bisa menjadi lebih buruk dari keadaan sebelumnya? Inilah yang diajarkan Alkitab:
Ø Orang yang murtad adalah orang yang menjadi “tegar hatinya” karena mengeraskan hati dan tidak mau bertobat dan menolak kasih karunia Tuhan. (Ibrani 3:13).
Ø Orang yang telah murtad / menyangkal iman tidak dapat dibaharui lagi sehingga semakin lama akan semakin jahat.
Dalam diri mereka terjadi pergumulan yang luar biasa dalam diri orang beriman yang tetap tekun berbuat dosa, orang ini menyangkal hati nurani secara terus menerus hingga menjadi tegar atau tumpul (bebal). Orang Kristen yang jatuh atau berdosa masih dapat dibaharui lagi, tetapi orang yang melakukan murtad (dosa kekal) tidak dapat dibaharui lagi karena karena alasan berikut ini. Ibrani 6:6 menyingkapkan kenapa murtad adalah dosa kekal yang tidak terhapuskan:
v Sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka
v Menghina-Nya di muka umum.
Point yang pertama, orang yang murtad “bermaksud” menyalibkan Yesus yang telah dimuliakan bagi mereka sendiri. Karena tidak mungkin menyalibkan Yesus yang telah dimuliakan untuk ke dua kalinya maka tidak mungkin orang yang murtad itu diampuni. Dengan kata lain, dosa murtad adalah dosa yang kekal (tidak terhapuskan).
Point yang kedua, karena mereka menghina Yesus dimuka umum, yaitu Yesus yang telah dimuliakan, Yesus yang telah duduk disebelah kanan Allah Bapa. Alkitab berkata dosa ini tidak terhapuskan.
Dalam Ibrani 10:26-27, kembali ditegaskan dengan cara yang berbeda, bahwa tidak ada korban untuk menghapus dosa bila kita sengaja dan sadar melakukan dosa sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran.
Ibrani
10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
10:27 Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.
Perhatikan bahwa peringatan supaya jangan murtad dalam Ibrani 3 di atas ditujukan kepada: “saudara-saudara kudus” dan “yang mendapat panggilan sorgawi”. Mereka diperingatkan supaya berpegang pada keyakinan iman yang semula!
Lalu bagaimana bila ada orang yang tidak beriman menghina Yesus Kristus dan Roh Kudus? Tentu ini bukan merupakan dosa murtad, karena mereka belum “melihat” kebenaran bahwa Yesus adalah Juruselamat dunia karena Roh Kudus belum pernah tinggal dalam hati mereka.
Bagaimana Proses Orang Beriman menjadi Murtad
Orang beriman menjadi murtad bukanlah dalam waktu yang singkat, melainkan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Orang beriman yang tidak waspada, menganggap remeh keselamatannya (termasuk orang yang berkata bahwa orang Kristen tidak bisa murtad kali ya?), bermain-main dengan dosa sehingga lambat laun hatinya menjadi tegar karena mengeraskan hati.
Ibrani
3:1 Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus,
3:12 Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup.
3:13 Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.
3:14 Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.
3:15 Tetapi apabila pernah dikatakan: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman",
3:16 siapakah mereka yang membangkitkan amarah Allah, sekalipun mereka mendengar suara-Nya? Bukankah mereka semua yang keluar dari Mesir di bawah pimpinan Musa?
3:17 Dan siapakah yang Ia murkai empat puluh tahun lamanya? Bukankah mereka yang berbuat dosa dan yang mayatnya bergelimpangan di padang gurun?
3:18 Dan siapakah yang telah Ia sumpahi, bahwa mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Nya? Bukankah mereka yang tidak taat?
3:19 Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka.
I Timotius
1:18 Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu, supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni.
1:19 Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka
Proses murtad tidak terjadi dalam waktu yang singkat, tetapi berangsur-angsur dalam waktu yang cukup panjang, hal ini pernah saya jelaskan dalam blog saya: “MURTAD - Kenapa ya Dosa kepada Roh Kudus tidak Diampuni ?”
Dari firman Tuhan di atas sangat jelas, bahwa definisi murtad (jatuh yang tidak bisa dibaharui lagi) adalah bila orang tersebut tadinya beriman dan dalam hatinya tinggal Roh Kudus sebagai meterai keselamatan (mendapat bagian dalam Roh Kudus) tetapi dengan sadar menyangkal imannya.
Orang yang tidak memelihara imannya dan yang tidak mengerjakan keselamatannya dengan takut dan gentar akan hidup sembarang, maka lambat laun keinginan dunia ini akan memikat hatinya, sehingga “menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa”. (Ibrani 3:13). Roh Kudus yang ada dalam hatinya terus menerus berduka-cita, berbicara melalui hati nuraninya untuk menginsafkan orang itu dari dosanya, namun karena mengeraskan hati, hati nurani nya menjadi tegar dan tumpul / bebal, sehingga bila ada pencobaan, ada kemungkinan orang ini menjadi murtad atau melepaskan imannya (I Timotius 1:19).
Bila hati manusia mejadi tegar, maka Roh Allah mengetahui apakah orang ini masih bisa dibaharui atau tidak apakah orang ini sudah murtad atau belum. Bila tiba “waktu itu” maka Roh Kudus akan menginggalkan dia.
Apakah Roh Kudus dapat meninggalkan orang Kudus? Alkitab berkata bahwa Roh Allah dapat saja meninggalkan orang yang sudah di diami oleh Roh Allah. Raja Daud, setelah berzinah dengan Batsyeba, dia sangat menyesal dan bertobat. Dia menyadari kenajisannya sehingga memohon kepada Allah supaya tidak mengambil roh-Nya dari dirinya.
Mazmur 51:13 Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
Dalam konteks Perjanjian Baru setelah Roh Kudus turun ke dunia, kepada setiap orang Kristen sejak menerima Yesus dimeteraikan dengan Roh Kudus, namun bukan tanpa syarat karena itu Rasul Yakobus memperingatkan:
Yakobus
4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
4:5 Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!"
4:6 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
Rasul Yakobus dengan tegas diperingatkan bahwa siapa yang bersahabat dengan dunia adalah musuh Allah. Dalam ayat 6 memang dikatakan bahwa anugerah Allah lebih besar daripada rasa cemburu Allah yang ingin mengambil Roh-Nya dalam diri orang yang berdosa. Tetapi kasih karunia diberikan kepada yang “rendah hati” bukan kepada orang yang congkak yang akan binasa (murtad). Sampai kapan Allah sabar kepada orang yang demikian? Yaitu pada waktu yang ditentukan Allah yaitu: “selama masih dapat dikatakan hari ini”.
Ibrani 3:13 Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.
Perlu saya ingatkan lagi bahwa peringatan dalam Ibrani 3:13 ditujukan kepada orang beriman (baca Ibrani 3:1).
Orang beriman bila tidak waspada dan memelihara iman dan bemain-main dengan dosa sehingga menjadi tegar hatinya, kemudian mendapat pencobaan hingga murtad. Pencobaan apa yang bisa menyebabkan orang beriman menjadi murtad? Waktu saya masih kuliah, saya mendengarkan ada orang beriman yang pindah agama karena menikah dengan orang yang berbeda iman.
Apakah orang yang pindah agama termasuk murtad? Allah adalah satu-satunya hakim!
Siapa yang mengenal hati manusia? Siapa yang mengetahui bahwa di dalam hati orang tersebut pernah tinggal Roh Kudus? Yang saya tahu Alkitab mengajarkan bahwa orang yang mengaku dengan mulut dan percaya dalam hatinya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru selamat maka orang tersebut adalah orang beriman dan telah dilahirkan kembali (Roma 10:9-10), dan telah dimeteraikan oleh Roh Kudus (Efesus 1:13). Namun bila orang setelah mengenal kebenaran dengan sengaja dan sadar melepaskan imannya maka orang tersebut murtad dan tidak mungkin bertobat kembali (Ibrani 10:26-27).
Kita orang beriman harus percaya bahwa Allah yang setia akan memelihara kita semuanya untuk setia hingga akhirnya, asal saja kita mau berpegang teguh kepada keyakinan iman kita yang semula. (Ibrani 3:14).
Siapakah Orang-orang yang Murtad dalam Alkitab?
Berdasarkan definisi “murtad” di atas, menurut saya maka kita harus membedakan murtad dalam Perjanjian Baru setelah turunnya Roh Kudus (dan/atau Yesus naik ke Sorga) dengan murtad dalam Perjanjian Lama sebelum turunnya Roh Kudus.
Dalam Perjanjian Baru mungkin “agak mudah” membedakan apakah orang itu murtad atau tidak, sedangkan dalam Perjanjian Lama perlu melihat akhir hidup dari orang tersebut, karena Roh Kudus belum diturunkan ke dunia. Contohnya adalah dalam kasus Saul dan Simson. Keduanya pernah dihinggapi oleh Roh Tuhan dan ditinggalkan Roh Allah, dimana Saul semakin jahat dan akhirnya bunuh diri (murtad) sedangkan Simson, diakhir hidupnya dia bertobat.
1. Dalam Perjanjian Lama & Sebelum turunnya Roh Kudus
1. Saul
Alkitab mencatat bahwa Saul memberontak kepada perintah Tuhan (I Samuel 13:13). Untuk kedua kalinya Saul melanggar perintah Tuhan (I Samuel 15:19), atas pelanggaran ke dua kalinya ini Allah menghukum Saul dengan menolak dia sebagai raja Israel (I Samuel 15:26). Tetapi di sini Saul belum murtad.
Namun sayang sekali, bukannya bertobat, Saul malah semakin jahat hingga puncaknya sering dirasuki roh jahat (1 Samuel 16:14, I Samuel 18:10 ,I Samuel 19:9), padahal tadinya Saul beberapa kali kepenuhan Roh Tuhan (1 Samuel 10:10, 1 Samuel 11:6). Saul semakin jahat dan memberontak melawan Tuhan, karena iri dan kuatir jabatan Raja jatuh kepada Daud, Saul bermaksud membunuh Daud (I Samuel 18:10, I Samuel 19:9). Karena melawan Tuhan, hidup Saul kian hari semakin sulit dan akhirnya pada pertempuran di pegunungan Giboa dengan orang Filistin, karena terdesak, Saul akhirnya bunuh diri dengan cara menjatuhkan diri ke atas pedangnya (1 Samuel 31:4). Bunuh diri adalah perilaku murtad, mengeraskan hati karena menolak kasih karunia Tuhan dengan menghilangkan kesempatan untuk bertobat.
Bandingkan dengan Simson adalah orang yang pernah dihinggapi Roh Tuhan (Hakim-hakim 14:6), kemudian karena melanggar ketetapan Tuhan, maka Roh Tuhan undur dari padanya (Hakim-hakim 16:20). Namun Alkitab mencatat pada akhir hidupnya Simson akhirnya bertobat (Hakim-hakim 16:30).
2. Salomo
Menurut saya Salomo murtad berdasarkan ayat-ayat dibawah ini:
I Raja-raja
11:4 Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya.
11:5 Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon,
11:6 dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya.
11:7 Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengorbanan bagi Kamos, dewa kejijikan sembahan orang Moab, di gunung di sebelah timur Yerusalem dan bagi Molokh, dewa kejijikan sembahan bani Amon.
11:9 Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya,
Berkali-kali Allah membangkitkan lawan bagi Salomo supaya dia bertobat yaitu Hadad, orang Edom (I Raja-raja 11:14) dan Rezon bin Elyada (I Raja-raja 11:23). Tujuan Allah membangkitkan lawan bagi Salomo adalah supaya dia berbalik dari dosanya. Namun tidak ada catatan dalam Alkitab bahwa Salomo akhirnya bertobat dan kembali setia kepada Tuhan.
3. Yudas Iskariot
Saya berpendapat bahwa Yudas Iskariot murtad. Yudas telah melihat demikian banyak mujizat dan tanda-tanda ajaib. Ada yang mengatakan bahwa Yudas tidak pernah percaya kepada Yesus dari mulanya. Namun bila Yudas tidak pernah percaya kepada Yesus kenapa kematiannya demikian mengerikan? (Kisah Para Rasul 1:18). Matius mencatat bahwa Yudas bunuh diri dengan cara gantung diri (Matius 27:3-5), ini adalah perilaku yang murtad karena menolak kasih karunia Tuhan dan menghilangkan kesempatan untuk bertobat.
Petrus saja telah melakukan dosa yang sangat besar, yaitu menyangkal Yesus sampai 3 kali, Petrus berdosa karena ketakutan (Roh Kudus belum tinggal dalam hatinya), bukan karena tekun berbuat jahat seperti Yudas, dimana saking jahatnya Yudas sampai dirasuki Iblis (Yohanes 13:27).
Kasus Yudas memiliki kemiripan dengan Saul, keduanya terus melakukan dosa, menolak suara Tuhan dan hati nuraninya, semakin jahat dan tidak mau bertobat (mengeraskan hati), hingga keduanya bisa dirasuki oleh roh jahat / iblis, dan akhirnya keduanya mati bunuh diri (murtad).
2. Perjanjian Baru & Sesudah Turunnya Roh Kudus
Tidak banyak tercatat dalam Perjanjian Baru – setelah turunnya Roh Kudus, tentang orang Kristen yang murtad antara lain:
1. Ananias & Safira
Ananias dan isterinya menjual sebidang tanah. Tetapi mereka mendustai rasul Petrus dengan berbohong mengenai jumlah penjualan tanah mereka, Rasul Petrus berkata bahwa mereka telah mendustai dan mencobai Roh Tuhan. (Kisah 5:1-11)
Kisah Para Rasul
5:3 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."
5:5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu
5:7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.
5:8 Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian."
5:9 Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar."
5:10 Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya.
5:11 Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.
Kisah Ananias dan Safira adalah dosa murtad yang agak berbeda dengan murtad yang umum terjadi pada orang Kristen. Jangka waktunya relatif singkat, namun mereka telah melakukan dosa menghujat Roh Kudus dan tidak dapat diampuni.
Hati mereka demikian jahat (hingga dikuasai iblis), sehingga sepakat untuk mendustai Rasul Petrus, bahkan ketika isterinya diberikan kesempatan untuk bertobat (Rasul Petrus bertanya lagi tentang jumlah penjualan tanah itu dalam Kisah 5:8), Safira tetap saja berbohong kepada Rasul Petrus. Sehingga dia pun mati dalam dosanya. Mereka berdua mati tanpa diberi kesempatan untuk bertobat lagi.
2. Himeneus & Aleksander
1 Timotius
1:19 Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka,
1:20 di antaranya Himeneus dan Aleksander, yang telah kuserahkan kepada Iblis, supaya jera mereka menghujat.
Murtadnya Himeneus & Aleksander merupakan cara yang umum terjadi kepada orang Kristen, terjadi secara perlahan-lahan, hati mereka menjadi tegar oleh tipu daya dosa dan menolak suara Roh Kudus dan suara hati nuraninya.
Setelah Yesus naik ke Sorga, sesuai janji Yesus Kristus kepada murid-muridNya, pada hari Pentakosta yaitu 50 hari setelah kebangkitan Yesus Kristus, maka Allah Bapa mengutus Roh Kudus ke dunia (Yohanes 14:26). Sejak saat itu, siapa saja yang menerima dan percaya kepada Yesus Kristus dimeteraikan dengan Roh Kudus, Roh Kudus tinggal dalam hati orang beriman (II Korintus 1:22).
Karunia Roh Kudus kepada orang beriman merupakan kasih karunia terbesar Allah Tritunggal kepada manusia. Alkitab mengajarkan tidak ada karunia yang melebihi tinggalnya Roh Kudus dalam hati orang beriman. Sehingga Ibrani 6 memperingatkan dengan keras, supaya jangan sampai orang beriman berdosa kepada Roh Kudus, karena merupakan dosa yang kekal atau tidak terampunkan, di dunia ini tidak, didunia yang akan datang juga tidak (Matius 12:13).
Matius 12:32 Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.
KESIMPULAN
1. Murtad dalam konteks Perjanjian Baru - setelah turunnya Roh Kudus adalah dengan sengaja dan sadar menyangkal iman atau melepas iman kepada Yesus Kristus setelah mengenal kebenaran dan pernah tinggal Roh Kudus dalam hatinya. Dosa murtad sama dengan dosa menghujat Roh Kudus karena menolak suara Roh Kudus dan hati nuraninya. Dosa murtad merupakan dosa kekal dan tidak akan diampuni di dunia dan di dunia yang akan datang karena menyalibkan Yesus Kristus yang telah dimuliakan untuk kedua kalinya dan menghina-Nya di muka umum. Di lain pihak orang yang melakukan dosa murtad tidak diampuni karena mereka tidak dapat dibaharui lagi hingga bertobat (Ibrani 6:4-6). Murtad dalam konteks Perjanjian Lama – sebelum turunnya Roh Kudus adalah dosa memberontak kepada Tuhan dan tidak mau bertobat hingga akhir hidupnya.
2. Orang beriman atau orang Kristen bisa murtad bila tidak waspada. Proses nya adalah secara berangsur-angsur karena terus menerus menolak suara Roh Kudus dan hati nuraninya sehingga lambat laun menjadi tegar oleh tipu daya dosa dan akhirnya melepaskan imannya (murtad) karena tidak lulus dalam pencobaan.
3. Keselamatan bukanlah susuatu yang sekali kita peroleh maka kita akan tetap selamat bila kita tetap bermain-main dengan dosa. Keselamatan yang dianugerahkan Tuhan kepada kita adalah anugerah dengan jaminan (meterai Roh Kudus) tetapi bersyarat yaitu tetap berpegang teguh pada iman yang semula (Ibrani 3:14) dan memelihara iman (II Timotius 4: 7). Jangan sampai kita menyia-nyiakan keselamatan kita, jangan sampai Yesus Kristus yang duduk di sebelah kanan Allah Bapa menghapus nama kita dari kitab kehidupan (Wahyu 3:5). Wah jangan sampe deh….
Catatan:
- Tulisan ini saya dedikasikan secara khusus kepada saudara Vantillian yang berkeyakinan bahwa orang beriman / orang Kristen tidak bisa murtad, seperti dalam tulisannya: “From FAITH to FAITH ( Faith Alone )”,dan kepada saudara-saudara yang lain yang berpandangan bahwa orang Kristen tidak bisa murtad, juga kepada saudara-saudara yang telah bersikap waspada terhadap tipu daya dosa supaya semakin waspada, tetap memelihara iman dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan iman (Ibrani 12).
- Saya mengetahui topik ini juga merupakan topik “predestinasi vs kehendak bebas”, namun saya sama sekali tidak tertarik untuk memancing debat atau perang ayat seperti halnya dalam blog saya lainnya “APAKAH ALKITAB KONTRADIKTIF ? - Predestinasi vs Kehendak Bebas”. Saya menyajikan tulisan ini berdasarkan pemahaman saya tentang topik ini dalam Alkitab.
- Seandainya Vantillian masih akan tetap bertahan bahwa orang Kristen tidak bisa murtad, maka ada 2 kemungkinan yang terjadi:
1. Bila tulisan Deta yang benar dan tulisan Vantillian salah, maka bila ada orang Kristen yang mempercayai apa yang ditulis oleh Vantillian itu (karena Vantillian memang membahasnya dengan sangat meyakinkan) sehingga ada orang Kristen yang menjadi tidak waspada, bermain-main dengan dosa dan menjadi tegar hatinya, kemudian mendapat pencobaan hingga murtad. Maka Allah akan menuntut Vantillian atas murtadnya orang tersebut. (Matius 18:6, Lukas 17:2)
Lukas 17:2 Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.
2. Tetapi bila tulisan Vantillian yang benar dan tulisan saya salah. Maka di Sorga, Vantillian akan berkata kepada Deta (Vantillian & Deta sedang diskusi dengan sengit di Sorga) :
Vantillian: “Anda tuh ye, kan benar gua bilang, ada karedok (baca paradoks) dalam iman orang Kristen !!!”
Deta: “Namanya juga jualan…” (tulisan)
Hahahaha…..