Submitted by PlainBread on

Apakah anda pernah membaca email berantai mengenai bedanya cowok jelek dan cowok cakep, di mana seorang cowok cakep melakukan apa saja selalu mendapat pujian, sebaliknya kalau seorang cowok jelek melakukan yang sama malah terkena makian? Sekarang anda tidak perlu bertanya-tanya lagi siapa yang berjasa membuat anda tertawa. Anda bisa menjabat tangan saya dan mengucapkan terima kasih :)

 

Sekarang saya akan mengajari membagikan ke anda mengenai cara berdebat yang cepat dan hasilnya bisa terasa sampai ke ubun-ubun. Saya tidak akan menyindir secara halus, dengan diam-diam mau menyatakan bahwa si anu yang suka main kotor seperti begini, si ani yang suka melakukan hal nista seperti itu. Oh tidak. It's so 2008! Itu trend basi, alias sudah ketinggalan jaman. Sebaliknya saya mengakui bahwa tulisan saya ini adalah hasil praktek pribadi, bukan pengamatan saya atas orang-orang lain. Jadi anda tidak perlu risau takut tersindir atau khawatir bahwa bacaan ini untuk menyerang anda.

Inilah praktek saya selama bertahun-tahun dalam berdebat. Tidak perlu membaca alkitab, tidak perlu belajar silogisme. Tidak usah juga menggunakan engine search seperti Google, apalagi hanya membolak-balik halaman Wikipedia.

Nama jurusnya adalah "Simalakama". Anda tentu familiar dengan kata tersebut. Sebagaimana anda tahu, jurus ini adalah jurus ampuh yang sudah teruji selama beribu tahun. Wong londo bilangnya "Catch 22", wong ireng bilangnya "damned if you do, damned if you don't!". Yang perlu anda lakukan dalam berdebat dengan lawan anda adalah memperhatikan dirinya saja. Tidak perlu membaca baik-baik isi tulisan lawan anda. Ya, sesederhana itu! Kenapa, karena dengan memperhatikan langkah-langkahnya, anda sudah bisa melakukan jurus simalakama ini.

Berikut saya berikan contoh-contohnya, sehingga anda bisa langsung praktek begitu anda selesai membaca tulisan ini:

1. Kalau lawan debat anda merespons anda dengan cepat, anda tinggal bilang, "Dasar emosian!'

2. Kalau lawan debat anda lama merespons anda, anda tinggal bilang, "Ngacir ya!", "Ngibrit ya!", "Gak berani!", "Ketakutan lari tunggang langgang!"

3. Kalau lawan anda salah ketik satu huruf saja, anda tinggal bilang, "Belajar ngetik dulu yang bener, baru debat sama gue!"

4. Kalau lawan anda ketrampilan mengetiknya terlihat lebih baik buat anda, anda tinggal bilang,"Iya deh anak yang sekolahan lulusan luar negeri, ngetiknya OK banget!"

5. Kalau lawan anda mengutip ayat-ayat alkitab, anda tinggal bilang,"Lulusan sekolah teologia dari mana?"

6. Kalau lawan anda gak pernah mengutip ayat-ayat alkitab, anda tinggal bilang,"Anda percaya Yesus gak sih?", "Anda sudah pernah bertobat gak?", "Anda pernah baca alkitab gak sih?"

7. Kalau lawan debat anda memakai bahasa Inggris atau Perancis, anda tinggal bilang,"Dasar sok pinter, mau menggurui ya?"

8. Kalau lawan debat anda memakai bahasa Jawa atau bahasa Betawi, anda tinggal bilang, "Dasar udik, kampungan!"

9. Kalau lawan debat anda pakai emoticon atau smiley (seperti :-), atau ^-*), anda tinggal bilang, "Kegenitan, bilang aja dalam hati udah jiper debat sama gue!"

10. Kalau lawan debat anda tidak pakai smiley, anda tinggal bilang,"Kenapa mas/mbak, jantung udah berdegup keras ya?"

11. Kalau lawan debat anda memiliki gambar avatar yang merupakan foto dirinya, anda tinggal bilang,"Halah, tampang elu jelek / badan elu gembrot gitu aja dipamerin, udah gitu sekarang elu mau debat ama gue?"

12. Kalau lawan debat anda tidak memiliki avatar atau photo ID, anda tinggal bilang,"Gak PD ya sampe gak pasang avatar! Pasang duu avatar elu baru gue mau debat ama elu!"

13. Kalau lawan debat anda memiliki ID atau nick yang merupakan nama asli dirinya, anda tinggal bilang,"Nama jelek aja mesti dijadiin ID. Malu2in! Kaya gini mau debat ama gue?"

14. Kalau lawan debat anda memiliki ID yang BUKAN merupakan  nama asli dirinya, anda tinggal bilang,"Pengecut! Kaya gue donk, berani blak-blakan kasih tahu semua orang di internet nama asli gue! Gak kaya elu pake topeng!'

15. Kalau lawan debat anda mengaku tidak memiliki jawabannya, anda tinggal bilang,"Sok merendah lu! Kalo gitu ngapain elu nanya2 ke gue, pake acara mau ngajakin gue debat? Ke laut aja deh!"

16. Kalau lawan debat anda berkata bahwa dia memiliki jawabannya, anda tinggal bilang,"Elu punya otak gak sih? Jawaban kaya gitu aja dibanggain!"

17. Kalau lawan debat anda mengajukan angka atau harga yang kecil sekali, anda tinggal bilang."Eh pelit / kemurahan tuh! Anda mau ngasih kok tanggung banget!" atau bilang, "Buat Tuhan / buat negara / buat kantor aja ngasihnya sedikit begitu, amit-amit keterlaluan!"

18. Kalau lawan debat anda mengajukan perhitungan angka atau harga yang besar sekali, anda tinggal bilang,"Eh gila ya! Jaman lagi krisis ekonomi begini elu malah gak ada perasaan! Liat tuh di luar sono banyak yang gak bisa makan, elu malah mau buang-buang duit!"

 

Setelah melihat belasan contoh di atas, anda tentu bisa belajar dengan cepat bahkan bisa langsung mempraktekkannya. Inti dari "Cara Cepat Debat" adalah tampil beda, alias sebagai obstructionist. Pokoknya bilang "NO!" terus, jangan ragu-ragu! Dia bilang A, kita bilang B. Dia bikin C, kita bikin D.

Capisce? Bagus. Selanjutnya terserah anda.

 

Selamat mencoba!