Lima private Messages (PM) dari 5 orang teman mengundangku untuk mengikuti CIBfest 2008, Christian Indonesian Blogger Festival 1 yang diadakan oleh Jawaban.com. Yang pertama terlintas di dalam pikiran saya adalah, “Bagus! Ini akan menjadi sebuah momentum yang spektakuler!” Saya pun mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang mengundang itu dan berjanji untuk melihat ada apa di sana bahkan sempat berjanji untuk membuat sebuah tulisan tentangnya. Saya teringat dua tahun yang lalu (2006) seorang teman bertanya, “Apa yang harus kami lakukan untuk menggerakkan orang-orang baik di negara ini untuk turut serta dalam usaha memperbarui Indonesia dalam jangka waktu 5 tahun?” Saat itu dia mengejekku habis-habisan karena aku mengusulkan agar kami membuat Festival orang-orang baik se-Indonesia lalu memberi medali kepada orang-orang baik itu. “Orang baik kok di kasih medali? Apakah dunia ini mulai terbalik?”
Christian Indonesian Blogger Festival 1, CIBfest 2008, saya pun berkunjung ke situs itu untuk melihat-lihat ada apa di sana. Wajah pak Purnawan Kristanto menyambut sebagai nominee list. Saya membaca semua hal yang tertulis dalam situs itu. Saya terpicu untuk mengikuti CIBfest 2008 setelah membaca Kriteria dan Penilaian (Category & Appraisal) terutama nomor 3:
Harus menggunakan blog engine, jadi website Kristen dalam format web pada umumnya tidak bisa masuk dalam kategori.
Ha ha ha, tiba-tiba saja terpancing untuk jail dan menggoda para panitia. Saya yakin ketika mengundang untuk ikut CIBfest 2008 teman-teman yang mengundang itu tidak pernah terpikir bila saya akan mengikutkan blog saya di SABDAspace. Mereka pasti berpikir saya memiliki blog lain di tempat lain, minimal Frienster. Saya memang punya friendster juga memiliki 2 blog lain, namun ketiganya tidak dikelola dengan baik karena saya sudah memutuskan untuk menghabiskan waktu saya di SABDAspace.
Keesokkannya saya mendiskusikan hal ini dengan beberapa orang teman, mereka menyuruhku untuk mengopy semua tulisan saya di pasar klewer ke blog saya yang lain, bahkan ada yang menawarkan diri untuk membantu melakukannya. Tidak jawabku pada teman-teman itu. Bila harus melakukan hal itu maka lebih baik saya tidak ikut CIBfest 2008. Ketiga blog saya yang lain itu akan saya isi dengan tulisan yang lain, bila punya waktu nanti, namun tidak untuk menampung tulisan-tulisan saya di SABDAspace. Bila orang-orang hendak membaca tulisan saya maka mereka harus ke SABDAspace atau ke blog-blog yang mengopy tulisan itu dri SABDAspace. Teman-teman bilang dengan adanya syarat nomor tiga tersebut di atas, maka pendaftaran saya pasti di tolak, di samping itu, mustahil Admin SABDAspace mengizinkan saya memasang logo CIBfest 2008 di pasar Klewer.
Saya kembali ke SABDAspace lalu membaca policy-nya dengan teliti. Mengikuti CIBfest 2008 tidak termasuk hal yang di larang namun bagaimana caranya memasang logo CIBfest 2008 di pasar Klewer? Sambil memikirkannya hal itu saya cerita ke dennis si pinkpig imut-imut menggemaskan. Saat itu saya berkata, “Nampaknya panitia hanya melihat dan menyangka para blogger yang akan terlibat adalah para blogger ruko, bloger yang mendapatkan kapling kosong lalu membangun blognya, bukan para blogger pasar seperti kita di SABDAspace yang memajang jualannya di dalam satu gedung. Namun saya melihat bahwa para blogger pasar sebenarnya sama potensialnya dengan para blogger ruko, masalahnya adalah bagaimana memasang logo CIBfest 2008 di pasar Klewer tanpa melanggar policy?”
Dalam waktu yang hampir bersamaan kami menemukan cara untuk memasang logo CIBfest 2008 di pasar Klewer tanpa melanggar Policy. Namun dennis mengejek, katanya percuma saya mengikuti CIBfest 2008, nggak bakalan menang, jangankan menang daftar aja belum tentu diterima. Saya bilang nggak ada salahnya dicoba, bukankah kita juga harus mengharapkan agar panitia dan blogger lainnya untuk menghargai karya para blogger pasar? Bila tidak berhasil kali ini mungkin akan berhasil kali berikutnya. Bahkan, sebenarnya dalam pikiran saya bukan hanya para blogger pasar saja namun para blogger yang hanya tukang komentar juga harus dilibatkan. Kita sudah melihat di pasar Klewer ini ada banyak blogger tukang komentar yang komentar-komentarnya tidak kalah bermutunya dengan tulisan yang dikomentarinya. Namun sayang fasilitas di pasar Klewer belum menunjang hal itu, jadi kita dapat melakukannya lain kali.
Sorenya saya chating dengan mas Daniel yang sudah mempromosikan batik jauh sebelum Titi Kamal melakukannya dengan mamajang avatar fotonya kala mengenakan celana batik sebetis. Selain minta dia urun rembuk juga mengharapkan dukungannya untuk mendiskusikan hal ini dengan Admin pasar Klewer untuk mengizinkan kita mengikuti CIBfest 2008 tanpa melanggar Policy. Mas Daniel mendukung keikut sertaan saya dan blogger pasar Klewer lainnya serta berjanji untuk memanfaatkan hubungan diplomatiknya minta izin Admin pasar Klewer.
Jadi, handai taulan sekalian, saya ikut CIBfest 2008, mudah-mudahan menang! Saya tidak tahu bagaimana cara berjuang untuk menang, jadi biarlah demikian sehingga jika saya menang maka kita dapat menyebutnya anugerah, bila kalah kita tetap tidak kehilangan semangat untuk ngeblog.
Kalah atau menang bukan masalah namun mari kita gunakan momentum spektakuler ini sebagai sebuah kesempatan untuk saling mengenal, untuk saling memahami, untuk saling bahu membahu memperbarui dunia, untuk saling bahu membahu menggenapi AMANAT AGUNG Tuhan Yesus pada generasi ini melalui internet. Melalui CIBfest 2008 kita tahu bahwa kita tidak sendirian, melalui ajang ini kita bisa saling mengenal melalui ajang ini kita bisa saling membantu, melalui ajang ini kita bisa saling menyemangati melalui ajang ini kita bisa saling mendukung dalam doa, melalui ajang ini kita tahu kemana harus mencari informasi yang akurat dan dapat dipercaya.
Menurut statistik resmi pemerintah, saat ini di Indonesia ada 25 juta pengguna Internet, pada tahun ini pemerintah akan menggiatkan penggunaan Internet ke SMU-SMU dan SMK-SMK itu berarti jumlah pengguna Internet akan meningkat dengan pesat dan kebanyakan penggunanya adalah angkatan muda bangsa ini. Salah satu pepatah Hokian berbunyi, “Gua e sim e kho bo lang cai!” artinya kesusahanku tak seorang pun tahu. Ketika tidak menemukan seseorang yang dapat kita andalkan untuk mendengar dan memahami kesulitan yang kita hadapi, ketika tidak dapat menemukan seseorang yang cukup dipercaya untuk minta tolong, kemana kita akan mengungkapkan semua kesusahan hati kita, kepahitan yang ada dalam hidup kita? Sebagai pengguna Internet kita akan mencarinya di Internet, karena melalui internetlah kita bisa berteriak tanpa khawatir dikenali. Melalui internetlah kita berani menceritakan hal-hal tergelap di dalam hati kita, hari-hari tersuram dalam kehidupan kita tanpa khawatir orang lain melihat KEBUGILAN kita. Di Internet, kita berani BUGIL tanpa merasa TELANJANG.
CIBfest 2008 adalah sebuah momentum bagi kita untuk memulai sebuah gerakan. Pada tahun 1985, saat itu saya seorang mahasiswa tingkat 2, terlibat dalam kepanitiaan Explo 85 sebuah pembinaan Iman Kristen melalui video conference terbesar dalam sejarah dunia yang diadakan oleh Campus Crusade for Christ yang di Indonesia dikenal dengan nama Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI). Bila saya tidak salah, itulah awal teror bom di Indonesia, saat itu TVRI di bom untuk menghentikan acara itu. Pada malam tanggal 31 Desember 1985 malam terakhir acara itu saya dengan seorang teman yang saya lupa namanya karena itulah pertemuan pertama dan terakhir kami, dengan motor bebekku kami menembus kemacetan lalu-lintas Jakarta di malam tahun baru, Balai sidang Jakarta ke kantor Indosat untuk mengambil Film yang akan diputar. Explo 85 adalah sebuah Explotion (ledakan) rohani, setelah ledakan itu maka terjadilah ledakan rohani berikutnya Kasih Melanda Jakarta dilanjutkan dengan ledakan-ledakan lainnya.
CIBfest 2008, marilah kita menjadikannya sebuah ledakan rohani lewat Internet yang akan memicu ledakan-ledakan rohani lainnya. Di bawah ini adalah lagu yang kami nyanyikan selama Explo 85, sudah lama saya tidak menyanyikan lagu itu karena setiap menyanyikannya saya merasa bersalah tidak berusaha mewujudkannya, semoga ingatan saya benar tentang lagu itu.
Come help change the world
Come help change the world
Come help change the world
Halleluiah maranatha
Come help us change the world
Come help us change the world
People sharing in every land
The good news of our King
God Desire that every man
Believe, receive and be set free
Come help us change the world
Come help us change the world
Come help change the world
Come help change the world
Come help change the world
God’s will have be done
Lets go tell some one
Come help us change the world
Come help us change the world