Jika Anda bertanya kepada orang kebanyakan mengenai arti iman, Anda akan menerima berbagai macam jawaban. Beberapa akan menjawab, "Iman berarti segala sesuatu akan bekerja." tetapi itu bukan iman, ini lebih merupakan optimisme buta. Yang lain akan berkata, "Iman adalah percaya meskipun tidak ada bukti." Namun ini juga bukan iman, itu hanyalah takhyul.
Jadi apakah iman itu?
Iman bukanlah masalah melihat -- 2 Kor. 5:17
Iman bukanlah perasaan yang luar biasa --Iman tidak ada kaitannya dengan emosi Anda. Jam alarn Anda mungkin mati pada jam 6 pagi. Anda bangun dan berkata, "Rasanya sekarang bukan jam 6 enam pagi." Namun, perasaan Anda tidak mengubah fakta.
Iman tidak sekadar pengakuan.
Iman itu adalah kebergantungan. Tetapi pada apa iman itu harus bergantung?Iman bergantung pada fakta Firman Allah (Roma 10:17; Ibrani 11:1)
Iman memperhitungkan kesetiaan Allah. Alasan mengapa kita bisa bergantung pada fakta Allah adalah karena kesetiaan Allah. Ibrani 6:18 mengingatkan kita bahwa, Allah tidak mungkin berdusta."
Allah memberi kita iman yang kita butuhkan pada saat kita diselamatkan, dan jika iman Anda salah, lemah atau iman Anda perlu dikuatkan, bukan iman yang lebih banyak yang Anda butuhkan, melainkan pemahaman yang lebih banyak tentang kesetiaan Allah.