Submitted by gee on

Handai taulan sekalian (ngekor gaya Hai Hai) saya sudah membaca tentang kebinasaan Adam dan Hawa di Sabda Space ini bahkan ada yang mengakui bahwa Adam adalah si naga besar alias iblis. Dan semua itu membuat saya semakin penasaran untuk menyelidiki apa yang membuat Adam dan Hawa jatuh dalam dosa. Disini saya tidak mencoba untuk membela siapapun juga tidak menjatuhkan vonis terhadap siapapun tanpa alasan karena standart kebenaran yang saya pergunakan adalah Alkitab.

Handai taulan sekalian pasti sudah mengetahui tentang kejatuhan Adam dan Hawa, tetapi apakah anda tahu bagaimana itu bisa terjadi? Dan siapa dalang dibalik semua itu?

Mari kita cermati baik-baik.

Kesalahan Firman Allah

Kejadian 1:28 : Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Awalnya setelah Adam dan Hawa tercipta untuk mengusahakan dan memelihara taman eden kemudian Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak...".

Tapi bagaimana mungkin itu dapat terjadi, sedangkan mereka berdua tidak memiliki nafsu dalam hati dan pikiran mereka untuk melakukan sex padahal mereka sama-sama telanjang. Jika seseorang ingin memiliki keturunan bukankah harus melakukan hubungan intim dengan lawan jenisnya, akan tetapi bagaimana dengan Adam dan Hawa yang tidak tahu menahu akan hal itu. Ibarat seorang bayi atau balita yang belum tahu apapun tentang sex kecuali ada yang mengajarkan pada mereka, kalauoun sudah diajarkan belum tentu si balita dapat melakukan sex karena respon dari setiap individu berbeda-berbeda. Jika pada manusia normal tidak perlu pelajaran sex, karena itu adalah naluri alami manusia, setelah dewasa pasti akan mengerti dengan sendirinya.

Disini firman Allah belum tergenapi, tetapi yang namanya firman Allah pasti akan tergenapi entah kapanpun itu. Dan firman itu tergenapi setelah Adam dan Hawa diusir dari taman Eden.

Penolong Yang Sepadan Bagi Adam

Kejadian 2:18 : TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

Kejadian 2:19 : Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.

Kejadian 2:20 : Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.

Kejadian 2:22 : Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.

Maaf Hai Hai anda keliru. Anda pernah menulis bahwa Hawa bukan seorang penolong yang sepadan bagi Adam. Bahkan anda menuliskan bahwa pada akhirnya kaum hawa hanya menjadi objek pemuas kaum adam.
Menurut Alkitab anda keliru besar karena anda hanya mengutip satu ayat tetapi tidak ada pendukung ayat sebelum dan sesudah ayat tersebut. Jika Hai Hai mau membaca ayat sebelum dan sesudah ayat tersebut maka akan mengetahui kebenarannya.
Dalam Alkitab jelas sekali yang dianggap penolong yang tidak sepadan oleh Adam adalah binatang hutan dan segala burung di udara, bukan Hawa. Karena binatang hutan dan segala burung di udara tidak dapat berbicara, tidak dapat diajak bertukar pikiran dan secara fisik tidak sesempurna Adam.
Lalu bagaimana dengan Hawa? Di Alkitab sama sekali tidak dijelaskan bahwa selama di taman Eden Adam mengeluh karena Hawa bukan penolong yang tidak sepadan.

Disinilah Tuhan Allah menciptakan Hawa.

Larangan Di Taman Eden

Kejadian 2:16 : Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

Kejadian 2:17 : tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Tuhan Allah menciptakan pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat, entah apa maksud atas semua ini. Apakah Tuhan Allah ingin menguji sampai dimana kepatuhan Adam dan Hawa atau ingin mennunjukkan otoritasnya sebagai penguasa taman Eden? Sampai sekarang tidak ada yang tahu alasannya.

Jika memang tidak boleh dimakan lalu untuk apa pohon tersebut diciptakan, apakah hanya untuk hiasan?

Kesalahan Tuhan Allah yang kedua karena menciptakan pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat.

Kematian Adam dan Hawa

Kejadian 2:17 : tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Firman Tuhan Allah: "....sebab pada hari engkau memakannya pastilah engkau mati". Tapi pada kenyataannya setelah Adam dan Hawa memakan buah dari pohon terlarang tersebut tidak langsung mati. Justru kematian secara fisik terjadi setelah mendapat kutukan dari Tuhan Allah.

Dan itu tertulis pada Kejadian 3:19 : dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."

Jadi Adam telah mengalami 2 kali kematian yaitu mati secara rohani dan mati secara fisik. Mati secara rohani karena terputusnya hubungan intim antara dia dengan Allah, mati secara fisik karena kutukan dari Tuhan Allah sendiri.

Pertanyaan yang sampai sekarang belum pernah terjawab. Mengapa Adam dan Hawa sama sekali tidak diberi kesempatan untuk hidup lagi di taman Eden pada saat itu, tetapi kenapa justru diusir dari taman Eden? Hanya Tuhan Allah yang tahu jawabannya.

Dari semua kesimpulan di atas kita dapat mengetahui secara gamblang siapa yang membuat Adam dan Hawa berdosa, adalah:

1. Tuhan Allah
2. Pohon pengetahuan yang baik dan jahat
3. Iblis??

Jadilah Hawa sebagai kambing hitam dan Adam sebagai terdakwa.