"Marilah berdiri, sekarang kita memasuki bagian Doa Syafaat"
Aku pun ikut berdiri, semua dalam posisi doa, hening. Isi doa yang diketik disecarik kertas pun dibaca, tidak jauh berbeda dengan doa umat di Gereja Katolik. Hanya 1 yang bicara lantang dan yang lain mengikuti saja.
Banyak sekali permintaan yang diajukan, aku sudah mulai bosan mendengarnya. Bagaimana tidak, mereka mendoakan panitia ini itu, acara ini itu tapi tidak membahas tentang ulang tahun persekutuan yang sudah menginjak usia perak. Tapi ya sudahlah aku maklum saja karena memang acara lain sudah dekat, jadi lebih baik diam saja dan hening. Lagi pula aku bukan anggota dari komunitas persekutuan ini, aku hanya diajak teman (tepatnya dipaksa ikut sekalian mengantar).
Tapi ada yang menggelitikku entah didoa yang keberapa belas yang meminta para hadirin berdoa dengan kata-kata sendiri,
"Mari kita semua berdoa untuk pembangunan gedung DPR RI yang memakan dana 1,2 Triliun yang sebelumnya dianggarkan 1,8 Triliun namun dipotong karena diteliti KPK tentang kemungkinan korupsi. Gedung ini direncanakan memiliki 500 ruangan yang masing-masing ruangan berukuran 100 meter persegi dan memakan biaya 800 juta rupiah belum termasuk perabotan. Marilah berdoa agar KPK dan instansi lain bisa meneliti pembangunan ini agar kemungkinan korupsi bisa lebih diperkecil lagi."
Suasana berubah menjadi hening, mungkin karena mereka terkesima dengan 1,2 Triliun dan 800 juta untuk pembangunan 1 ruangan. Doa ini menggelitik hatiku karena isi permintaan yang seperti itu, bukan karena itu bodoh, tetapi konyol sekali. Seumur hidup aku tidak pernah mendengar doa semacam itu, seperti breaking news yang rohaniah.
Tak lama doa syafaat untuk yang lain juga dilanjutkan, tapi suasana sudah mulai kasak kusuk tentang isu gedung tersebut.
Tanpa bermaksud menjelekkan pembuat doa itu, aku bukan orang yang rohaniah dan rajin berdoa, tapi kadang bahkan sampai sekarang merasa aneh dengan isi doa itu. Menurutku itu tidak punya kode etik perdoaan (kalau ada), karena menyerang perancang dana pembangunan gedung itu secara tidak langsung dengan prasangka buruk. Seakan-akan sedang terjadi korupsi korupsi besar-besaran(memang kemungkinan besar sih sih tapi tetap terasa aneh).
Mohon maaf dengan segala hormat, saya hanya ingin berbagi dengan anda-anda dan mengetahui pendapat anda tentang ini. Karena jujur saya menurut saya ini salah, tapi tidak berani bertanya dengan pihak sana karena banyak teman dan senior kampus saya disana jadi enggan terjadi perselisihan. Terima kasih.
NB: Maaf blog-blog saya isinya hanya tentang komentar suatu acara dan tidak disertai dengan ayat-ayat pendukung.