Mau dibawa kemana gerejaku tercinta ini ?
Gereja masehi injili di minahasa (GMIM) yang dibentuk menjadi gereja bagian mandiri dari gereja protestan Indonesia ( GPI ) pada tahun 1934 merupakan salah satu gereja beraliran reformed yang terbesar di Indonesia.Gereja reformed adalah sebutan bagi gereja-gereja yang menganut teologia Calvinisme.
Saat ini ( 2011 ) GMIM memiliki 882 gereja ( jemaat lokal ) yang terbagi dalam 100 wilayah pelayanan dengan kurang lebih 1 juta anggota jemaat.
GMIM mengelola banyak lembaga sosial yaitu :
332 sekolah taman kanak-kanak,364 sekolah dasar,64 sekolah menengah pertama,20 sekolah menengah atas,6 sekolah kejuruan tingkat SLTA,1 universitas,2 sekolah luar biasa,2 panti asuhan,2 pusat pelatihan,2 rumah sakit umum,beberapa poliklinik,rumah bersalin,dan klinik keluarga berencana.
Universitas Kristen Tomohon telah mencetak banyak pendeta-pendeta berkualitas yang melayani di gereja-gereja GMIM,lembaga-lembaga sosial GMIM,lembaga nasional dan international seperti GPI,PGI,CCA dan lain-lain.
Sekolah luar biasa bagi para penderita cacat juga telah membuahkan hasil yang menggembirakan.Beberapa orang laki-laki dan perempuan tunanetra telah berhasil dididik menjadi pekabar-pekabar injil yang sungguh mengherankan.Dengan kondisi keterbatasan fisik mereka mampu mengabarkan injil dan memimpin ibadah di atas mimbar gereja pada ibadah minggu dan ibadah lainya.
Dari apa yang kita baca diatas, apakah kita masih meragukan bahwa Roh kudus bekerja dan memberkati pelayanan GMIM ?
Haruskah saat ini, setelah ratusan tahun Roh Kudus berkarya melalui De Protestantsche Kerk in Nederlandsch-Indie yang melahirkan GMIM kita masih harus menguji dan belajar membedakan apakah itu Roh Kudus atau roh wedus yang bekerja dalam GMIM ?
Ibarat sebuah pohon, GMIM adalah pohon besar yang memiliki banyak cabang,ranting-ranting dan berbuah lebat.Itu sebabnya daerah minahasa yang merupakan lumbung GMIM sangat diminati oleh banyak denominasi gereja lainya terutama aliran-aliran dari Azuza street seperti pantekosta dengan gerakan menggempur sulawesi utaranya yang cukup berhasil dan berbagai gereja kharismatik yang sangat gencar mengkampayekan kuasa Roh kudus dengan demonstrasi penyembuhan Ilahi yang ternyata tidak Ilahi dalam KKR mereka , bahkan Advent pun tak ketinggalan menjadikan tanah minahasa sebagai salah satu pusat Advent di Indonesia.Minggu yang baru lalu saya bahkan bertemu dan sempat berbincang bincang dengan salah satu dari 2 orang penginjil Saksi Yehova yang datang dari Hongkong dan sedang giat bekerja di tanah Minahasa.Ditengah-tengah gencarnya serangan dari berbagai arah ini, ada suatu kebanggan tersendiri ketika melihat kenyataan bahwa ternyata gereja GMIM dengan jemaatnya dapat bertahan dan terus berkembang.
Sebagai warga dari negara yang menjunjung kemerdekaan setiap orang dalam memilih dan menjalankan agamanya,adalah kewajiban kita untuk menghormati dan menghargai setiap gerakan denominasi gereja yang ada di Indonesia termasuk di tanah Minahasa sesuai dengan amanat UUD dasar 45,namun sebagai pemimpin dalam lembaga gereja seperti SINODE GMIM,adalah kewajiban setiap hamba Tuhan dalam SINODE untuk melindungi dan mendidik calon pendeta dan jemaatnya agar dapat membedakan mana denominasi ataupun ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan aliran gereja dalam hal ini aliran Reformed atau Calvinis.
Sebagai hamba Tuhan yang terikat sumpah untuk setia menjalankan ajaran gereja Reformed,maka tindakan memasukan ajaran-ajaran lain dalam gereja yang bertentangan dengan ajaran reformed adalah penghianatan dalam gereja.Salah satunya adalah program DUNAMIS yang mulai diajarkan di fakultas teologia UKIT Tomohon pada tahun 2010 lalu.Program DUNAMIS tidak lebih dari gerakan kharismatik yang menyusup atau disusupkan oleh orang-orang dalam kedalam gereja GMIM.
Suatu hal yang sangat mengecewakan hati ini adalah ketika melihat jemaat GMIM yang sudah mengerti dan bertahan dari gempuran-gempuran dari luar,kini justru harus menghadapi serangan dari dalam diri sendiri.Tidak tanggung-tanggung serangan itu nanti akan datang dari para calon pendeta yang sudah mempelajari progran DUNAMIS.
Sungguh suatu hal yang sangat mungkin terjadi pada beberapa tahun kedepan bila kita melihat suasana peribadatan yang hikmat diiringi dengan alunan paino akan berganti dengan teriakan-teriakan histeris disertai dengan tumpang tangan dan minyak urapan serta jatuh telentang seperti dalam KKR Beny Hinn
Mau dibawa kemana gerejaku tercinta ini ?
Bersambung.
Nb.
saya mengharapkan tanggapan, saran dan kritik dari para blosas setelah melihat video-video dalam link yang saya berikan,agar mengirimkannya ke PM saya untuk menjadi bahan tambahan dalam bagian berikutnya.Trims