Karena membaca blog-blog dari seorang blogger di Sabda Space, akhirnya membuat saya menulis blog ini. Blogger yang saya kenal itu sudah mulai membaca alkitab sejak tahun 1974. Jika sekarang adalah tahun 2010, tentunya itu menjadi waktu yang sangat panjang. Tiga puluh enam tahun lamanya. Entah sudah berapa kali blogger itu ganti alkitab. Dan entah sudah berapa kali blogger itu membolak balik isi alkitab.
Biasanya seseorang itu akan sangat terkenal jika dia mempunyai suatu terobosan dalam suatu hal. Bisa dalam ilmu pengetahuan, bisa dalam pemikiran, tindakan, dan sejenisnya.Dan yang sering kali terjadi, adalah akan diakui setelah si manusia itu telah Almarhum.
Ini yang saya takutkan. Setiap membaca blognya, membuat saya berpikir dua tiga kali, bahkan bisa sampai belasan kali.Apa yang ditulisnya sungguh diluar nalar dan pemikiran saya. Apa yang ditulisnya? Apakah sesat dan menyesatkan? Jika ya, kenapa yang menyanggahnya hanya sesekali dan kemudian menghilang bak ditelan bumi?
Ketika baru mengenal Kristus sekitar 25 tahun yang lalu, saya tidak tahu dengan jelas siapa itu Kristus yang sebenarnya. Sampai SMA pun tetap tidak begitu mengetahui siapa Yesus, siapa Paulus, siapa Yhwh, atau siapa yang jadi samudra dan jadi roh melayang layang, apalagi berpikiran bahwa Adam adalah iblis.
Jika sekarang mengetahuinya, untuk apa? Apakah berguna untuk kehidupan? Adakah dari pengetahuan itu yang membuahkan satu saja hasil yang bisa dipraktekkan dalam kehidupan?
Entah…. Bagi saya tidak ada. Tak bisa dipraktekkan, karena ga ada hubungannya dengan mencari nafkah ketika mengetahui Adam adalah ular. Tak bisa dipraktekkan ketika mengetahui bahwa Yhwh adalah adalah Pahlawan Kesiangan. Untuk apa membahas sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan kehidupan? Apakah bahasan itu pantasnya jadi dongeng?
Kembali ke cerita pada masa SMA,sampai kuliah, dan sampai pada waktu belum mengenal apa yang namanya ngeblog, apa yang namanya komunitas kristen di internet, saya masih menjadi orang tolol dengan pemikiran yang sangat mudah diombang ambingkan oleh angin pengajaran dari semua manusia yang menamakan dirinya hamba Allah atau pendeta.
Saya begitu polos untuk selalu menerima apapun kotbah dari mereka mentah mentah. Semuanya ditelan bulat bulat. Membuat saya menjadi seorang fanatik bodoh yang kalau diingat kembali saat ini sungguh memalukan . Tapi itulah yang terjadi. Semuanya ditelan bulat bulat.tanpa dikunyah dan dirasakan lagi.
Dari tulisan tulisan nya lah saya mulai bisa membedakan, mana yang ngaco dan mana yang benar. Mana yang hikmat mana yang nikmat.
Jika mereka terus menerus melakukan kebohongan, mengapa seorang pendekar yang sudah lama belajar dan mendalami ilmunya, tidak juga turun gunung. Orang mengatakan sang pendekar suka nyemplung. Bagi saya tidak sama sekali. Jika di-ilustrasikan persis seperti orang yang mencelupkan ujung jari kakinya ke tepi kolam renang. Hanya itu saja, tidak lebih. Apa yang sudah dilakukannya? Belum juga menceburkan diri ke kolam renang tersebut.
Buat apa ilmu yang sudah dipelajarinya berpuluh puluh tahun lamanya? Percuma tak berguna.
Apa yang seharusnya dilakukan agar menjadi “THE LEGEND?”
Bersambung……….
Cerita ini masih panjang…..
Masih banyak yang belum diungkap, seperti situs wikileaks..........
Tunggu, sabar, jangan langsung berasumsi buruk
Karena sekali lagi, ini hanya seupil, dari segudang tulisan, dari how to be A LIVING LEGEND…..