MANIPULATION
Saya yakin bahwa Firman Tuhan itu benar. Namun menyampaikan, menggunakan serta menempatkan Firman itu secara benar dalam kehidupan kita sangatlah penting, agar tidak terjadi keadaan atau kondisi dimana Firman Tuhan tersebut “dimanfaatkan” untuk membenarkan diri atau menyerang dan memojokkan orang lain. Termasuk didalamnya adalah ketika kita memberi nasehat atau teguran yg didasarkan pada Firman Tuhan.
Berikut dibawah ini adalah beberapa contoh penggunaan dari Firman Tuhan (sebagian dari Firman Tuhan), untuk menggambarkan apa yang saya maksudkan sesuai paragraph diatas.
Pertama, kadang atau mungkin sering kita mendengar kalimat “pandang Yesus dan jangan memandang manusia, sebab Anda bisa kecewa”. Menurut pemahaman saya, tidak ada yang salah dari kalimat diatas, selama penggunaan atau penempatannya juga benar, yaitu ketika kita menyampaikannya untuk mengingatkan, menguatkan dan menyemangati orang lain atau bahkan diri kita sendiri, disaat misalnya sedang mengalami kekecewaan terhadap umat Tuhan yg lain.
Namun demikian, kalimat tersebut diatas tentunya menjadi tidak tepat penggunaannya apabila digunakan atau dimaksudkan untuk menjadi sebuah “excuse” alias pemaafan atau pemakluman dari orang lain terhadap diri kita, ketika kita melakukan dosa atau hal-hal yg tidak etis, dengan tujuan agar kita bisa terlepas dari tanggung jawab kita (setidaknya tanggung jawab moral) sebagai seorang yang beriman kepada Kristus. Sebaliknya, kita “wajib” menggunakan atau mengenakan kalimat “jadilah teladan” bagi diri kita, agar orang lain dapat “melihat Kristus” dalam diri kita, sekalipun kita belum sempurna.
Kedua, penggunaan kalimat “istri tunduk kepada suami”. Tentunya, tidak ada yang salah dengan kalimat diatas, selama digunakan atau ditempatkan secara benar pula, misalnya ketika seorang istri diingatkan oleh Tuhan (oleh hamba Tuhan) untuk membaca bagian tersebut ketika sedang mengalami konflik atau perselisihan dengan suaminya.
Tetapi penggunaan atau penempatannya menjadi tidak tepat apabila sang suami “menggunakan” bagian Firman Tuhan tersebut dalam upaya “membela diri”, “menyerang”, atau “mengalahkan” istrinya dalam konflik atau perselisihan yang sedang terjadi.
Penggunaan bagian Firman Tuhan yang lain, yang sering digunakan atau ditempatkan secara tidak tepat dalah kehidupan sehari-hari, misalnya ketika seseorang menghukum anaknya yang kedapatan melakukan kesalahan tanpa mempelajari secara benar permasalahannya. Kalimat yg biasa dipakai adalah “mana ada anak yang tidak dihajar oleh bapanya“.
Dan masih banyak bagian Firman Tuhan lainnya, yang kadang digunakan seseorang secara salah, yaitu untuk “membenarkan” tindakannya.
Oleh karenanya, mari kita menggunakan atau menempatkan Firman Tuhan secara benar agar menjadi berkat dalam kehidupan kita.
Tuhan Yesus memberkati
Sola Gratia