Submitted by Josua Manurung on

MARI MUJAHID KE ISRAEL...
By Josua Manurung - Posted on Januari 5th, 2009

 



Mari mujahid ke Israel...

mari mati syahid dan mati demi agama...

demi rasa kemanusiaan

demi memberi pertolongan kepada sesama

yang membutuhkan....

....


Mari mujahid ke Israel...

bukan untuk melihat dimana kandang Anak Domba

dimana lorong Via Dolorosa...

menitipkan kertas doa di Tembok Ratapan...

bukan... bukan untuk itu....

tapi menghapuskan bangsa itu dari peta dunia...

lalu kita menjadi sama dengan mereka...

...

Mari... mari mujahid ke Israel....

tv-tv itu memberi sensasi... membakar gelora dan semangat...

tanpa ingin mendengar cerita dari keduanya...

apapun yang terjadi kita berangkat sekarang...

lewat perbatasan Yordan, Mesir atau jalan tikus sekalipun...

mendengar jerit tangis anak dan perempuan...

yang sungguh menyayat hati....

ingin rasanya aku berada di sana...

sekedar membongkar puing-puing untuk mencari mayat...

menyelamatkan anak-anak penghuni Surga....

...


Mari.... Mari mujahid.... kita berangkat sekarang...

telingaku sudah penuh oleh berita-berita sensasi...

mataku sudah lelah melihat kibaran bendera dan poster...

partai no. 8 itu sungguh pintar mengambil hati...

mencuri start jalur kampanye tv yang dimulai no. 31

dan partai-partai "rakyat" lainnya...

tidak perlu bendera Star of David itu kau bakar...

dan kau injak-injak sampai hancur....

karena mereka pun di sana mendemo negaranya sendiri....


Mari... Mari mujahid.... tunggu apalagi....

tinggalkan anak istri dan kandungannya yang membesar itu...

tinggalkan negeri penuh sejuta malang...

dimana orang berpolitik tanpa makan nasi...

tinggalkan daerah-daerah banjir di nusantara....

tinggalkan saudara korban gempa di wanokwari...

tinggalkan pembunuh-pembunuh yang bebas berkeliaran...

setelah menyuapi hakim dengan jaminan hari tua...

tinggalkan semuanya itu mujahid...

jangan menengok ke belakang....

atau kau akan jadi tiang garam....

...


Mari.... mari mujahid.... mari bertemu kematian...

dalam sebutir peluru panas yang meledak di kepala....

sayatan badik di leher...

atau terkena pecahan mortir....

ketika berlari menembus perbatasan....

inilah saatnya kita mencoba ilmu kebal kita...

aku akan melihatmu dari kejauhan...

dan membopong mayatmu untuk dikembalikan pada ibu pertiwi...

sungguh negara kita yang malang....

berteriak-teriak lantang demi sebuah bendera partai...

dimana akan ada saat terdiam....

saat pemimpinmu... meringkuk di terali karena korupsi...

lalu apakah aku berdosa menjadi non partisan....

...

Mari mujahid sebelum berangkat...

penuhkan amal dan ibadahmu...

ulurkan dulu tanganmu pada saudara

yang berteriak minta tolong di sampingmu...

di kiri dan kananmu....

jangan biarkan kilau cahaya tv mengganggu syarafmu...

aku ingin sekali ke sana mujahid...

tapi mereka menolakku.....

mereka keluarkan aku dari antrian panjang...

aku dibilang kafirin, ber TUHAN kan Tiga...

mujahid... aku titip salam saja....

salam untuk si hamas dan fatah yang sama saja dengan di sini...

berpolitik tapi melupakan rakyat yang memilihnya....

bukankah ada tertulis... orang yang menggunakan pedang...

akan mati juga oleh pedang....

dalam hatiku yang terdalam.... nyata Kebenaran...

ini bukan perang antar agama....

ini perang memperebutkan wilayah....

dari sejak aku masih bayi dulu mereka sudah bertikai...

sampai akhir jaman...

sampai akhir jaman...

sampai akhir jaman...

 

...


adakah kau tahu itu...

salamku untuk saudara yang lain mujahid....

lanjutkan perjuanganmu....


...

TUHAN ALLAH KUASA!

05012009.2026.

BIG GBU!