Submitted by Tante Paku on

   

     SERING kita mudah mengucapkannya tetapi sulit menjalaninya atau ada istilah JARKONI iso ujar ora iso nglakoni. Demikian juga yang terjadi dalam dunia maya ini, belum tentu yang dituliskannya seperti kehidupannya sehari-hari. Bahkan namanya pun belum tentu sama dengan namanya dalam dunia nyata, dan  itulah kenyataan yang mau tidak mau harus kita maklumi. Demikian pula denga HIKMAH, KEBAHAGIAAN, maupun KEUNTUNGAN tentunya hanya akan tinggal sebutan klise, selama manusia tak ada usaha untuk merasuk ke dalam dimensi tempat ketiganya berada.

     Setiap kemalangan selalu mengandung hikmah. Setiap kesedihan mengandung kebahagiaan. Setiap kerugian mengandung keuntungan, begitulah kata FILSUF ANONIMOUS. Masuk, mengamati lalu mencomotnya, barulah dia bisa menang meskipun nampaknya kalah. Karena tiap dimensi yang ditelusuri dengan kacamata berbeda, memasukkan persepsi yang berbeda pula, mendatangkan impresi yang tidak selalu sama.

     Sudah banyak tulisan yang menarik untuk dicermati yang membahas seluk-beluk pasar ini, pasar Klewer yang kita kenal sebagai Komunitas Blogger Kristen SABDA Space. Namun masih banyak pendatang baru yang tidak melihat-lihat dagangan semacam ini, langsung melakukan transaksi dengan berani, maksudnya tanpa perlu berpikir lagi, toh di lain tempat ia sudah biasa melakukan hal demikian tanpa hambatan berarti. O o tapi masuk pasar Klewer tentu berbeda dengan tempat lain tuan, ini pasar tradisional yang khas, terdiri dari banyak pedagang yang tak gentar melakukan jual beli dalam segala hal. Bila tak terbiasa, kebetulan bertemu pedagang yang dagangannya laris manis, maklum dagangannya pakai "penglaris" dari Tuhan Yesus Kristus, akan mendapatkan jawaban yang mungkin tak biasa di dengar di dunia nyata atau dunia maya, maklum lagi, mungkin di tempat lamanya, ia sudah dianggap "pendekar digdaya", begitu mampir ke SS ini dapat serangan dengan jurus si TOLOL atau BODOH, dapat dipastikan akan termehek-mehek sambnil ngelus dada seraya mengucapkan :"Ya ampun, ya ampun, kasar banget kata-katamu, tak sesuai dengan ayat ini dan ini dan ini juga serta itu, serta itu serta tak sesuai dengan KASIH yang diajarkan Kristus sendiri!"

     Setelah mengatakan demikian, pastilah berkotbah dengan beribu jurus nasihat yang nampak ilmiah dengan bahasa-bahasa asing biar kelihatan mentereng. Kalau perlu mencomot tokoh-tokoh teolog terkenal agar argumentasinya nampak KEREN dan SERIUS. Ada pula yang berkonsultasi dengan PENGACARA-nya sebelum meneruskan di sini atau berhenti, ada pula yang berdoa memohon ROH KUDUS apakah masih diperbolehkan berkiprah di SS ini atau menyudahinya, mungkin juga ada yang melapor ke pendetanya, ke orang tuanya yang kebetulan pejabat tinggi di dunia nyata atau mungkin ada pula yang pergi ke DUKUN atau ke DOSEN-nya, dan tentu masih banyak tingkah aneh para blogger yang merasa "shock" ketika menerima kata-kata TOLOL dan sebagainya itu. Biasanya yang terjadi, banyak pedagang sini yang ngakak, karena pendatang semacam ini sudah sering sekali berkunjung hilir mudik, kalau mentalnya tak terlatih dengan baik, baru bikin kurang lebih 7 postingan blog aja sudah pergi, ada yang pamit sambil MENINGGIKAN DIRI atau yang pamit sambil MERENGEK-RENGEK mencari perhatian agar dapat simpati. Maklum deh, kalau sudah jatuh cinta mau memutuskan sepihak kok ada rasa rindu yang menggebu-gebu, ya pakai cara agar tak terlalu jatuh harga deh.

     Ada nasehat menarik, walau sepihak, yang bisa kita petik manfaatnya dari si Empek Bo Beng Cu di bawah ini :

"Tante Paku, saya sering berkata, "cerdik seperti merpati dan tulus seperti ular." Ketika berlaku cerdik lakukan itu setulus merpati dan ketika berlaku tulus, lakukan itu secerdik ular.

 

      Saya mengelompokkan para pedagang baru yang paling menyebalkan di klewer ini dari urutan paling rendah:

6. Pedagang yang mengajarkan batas yang bukan batas sejati.

     Terhadap mereka umumnya saya hanya menunjukkan bahwa batas yang mereka jual bukan batas sejati itu sebabnya harus dicabut dan dibuang. Saya juga mengajarkan batas sejatinya.

5. Pedagang semboyan-semboyan Orde Baru.

     Terhadap mereka saya menunjukkan betapa kosongnya semboyan mereka dan hidup ini tidak bisa dijalani dengan semboyan karena ajaran Alkitab bukan semboyan.

4. Pedagang Sok Tahu

     Mereka orang-orang baik namun sok tahu karena tidak tahu bahwa mereka tidak tahu. Kita hanya perlu melayani pedagang ini dengan memberitahu apa yang mereka tidak tahu.

3. Pedagang hakim dunia.

     Pedagang hakim dunia umumnya menghakimi sambil mengajarkan bahwa penghakiman adalah hak prerogatif Tuhan. Bayangkan, mereka menghakimi sambil menyatakan kita tidak boleh menghakimi. Betapa menyebalkannya. Begitu anda sentil uratnya maka pedagang hakim dunia akan tampil wujud aslinya. 

2. Pedagang Sesat

     Pedagang sesat tahu apa yang mereka jual. Umumnya mereka akan pentang jurus nggak karu karuan ketika dagangannya ditawar. Mereka akan ngacir ketika tahu bahwa jualannya nggak akan laku.

1. Pedagang Kutu Kupret

     Pedagang kutu kupret adalah pedagang yang paling menyebalkan di dunia.Selain dagangannya sesat mereka juga menganggap dirinya MESIAS yang diutus untuk menyelamatkan para bogger SABDASpace.

     Saya sebut mereka kutu kupret karena selain bebal mereka juga tolol setengah mati. Hanya Tuhan yang mampu membuat pedagang-pedagang demikian bertobat, itu sebabnya saya tidak berusaha keras untuk membujuk mereka bertobat. Tunjukkan saja kepada para blogger kesesatan mereka sambil sekali-sekali menghajar mereka dengan jurus-jurus mereka sendiri.

     Ketika anda menegur, mereka akan kekeh jumekeh. Ketika anda mengajarkan kebenaran, mereka akan menuduh anda rasionalis. Ketika anda menunjukkan ketololannya, mereka akan menuduh anda tidak rohani dan dipenuhi Roh Kudus. Ketika anda menghajar mereka akan berpikir, itulah salib yang harus mereka pikul. Mereka umumnya bersyukur kepada Tuhan karena jumlah hit dan komentar di blog mereka banyak karena menyangka itulah buah pelayanan mereka.

     Bila meminjam istilah mas wawan (Purnawan Kristanto), pedagang kutu kupret adalah kodok kinthel yang tubuhnya membesar ketika di pukul. Benar-benar oncom dan dodolipet.

     Di luar semua itu, ada pedagang SENTINEL dan pencari kebenaran. Setiap kali bertemu dengan pedagang demikian, saya akan mengelus dada dan mengucap syukur kepada  Tuhan, "Ah ... Tuhan bila pedagang seperti ini terus berdatangan maka tidak lama lagi saya bisa menulis dan mengunggah CERPEN di Klewer. Betapa asyknya!" 

     Begitulah si Empek Bobengcu selalu mengingatkan.  Kiranya bisa mengingatkan kita semua, lepas dari "tuduhan" ikut gerombalan KIRI atau KANAN. Bukankah lebih enak kalo kita bisa bersikap, jangan lihat siapa bicara tapi DENGAR apa katanya. Ketika kita, ah pakai saya saja dah, entar kalau ada yang enggak terima bisa panjang urusannya. Saat saya masuk SS dapat "makian kasih" TOLOL atau BODOH, saya terperangah dan kaget, tentu saja, karena enggak kenal kok dapat kata-kata mutiara demikian, rasanya pengin nonjok juga tuh. Tapi beruntung, saya tidak mudah emosi karena dulu sering baca banyak komik. Bila dikatakan TOLOL, yang saya ingat komiknya DJAIR WARNI si DJAKA SEMBUNG yang nama aslinya PARMIN SUTAWINATA, mempunyai murid yang dianggapnya tolol, tapi sang murid walau tolol toh mau belajar dengan serius, akhirnya dia menjadi pendekar yang cukup hebat dengan julukan PENDEKAR TOLOL.

     Ketika ada juga yang mengatakan BODOH, saya ingat cersilnya ASMARAMAN SUKOWATI KHO PING HOO si PENDEKAR BODOH, sama seperti si tolol, walau bodoh ia tetap mau belajar, akhirnya ia terkenal sebagai PENDEKAR BODOH yang hebat ilmunya, namanya CIN HAI panggilannya Hai Hai. Namun ada juga pendekar yang sama panggilannya HAI HAI tapi dia terkenal sebagai PENDEKAR MATA KERANJANG.  Hai Hai pernah mengatakan :

 

"Musuh bertarung untuk saling membunuh, sahabat bertarung untuk saling mengenal, saudara bertarung untuk menguji betapa kentalnya darah dan kekasih bertarung untuk memurnikan cinta!

Nah, kalau tidak bertarung, mana bisa semua blogger di pasar Klewer ini saling mengenal? Bukankah kita hanya akan saling berbasa-basi sampai basi?

Jangan khawatir , satu-satunya manusia yang saya kultuskan namanya Yesus Kristus, hal itu karena Dia adalah Allah. Harus diakui, ada beberapa orang yang sangat saya hormati, namun semuanya dalam batas-batas wajar, yaitu menghormati mereka sebagai sesama manusia. "

 

     Seorang Blogger yang bernama SINCERE juga memberi masukan yang bagus untuk kita renungkan bersama :

"Di dalam menghadapi krisis zaman, orang-orang Kristen sejati tidak seharusnya terbuai dan bahkan menjadi pengikut setia arus zaman, tetapi mereka tetap harus berpegang kepada Firman Tuhan (Alkitab). Bukan hanya setia kepada Alkitab, mereka pun harus tetap memberitakan Firman

Dalam mengajar, tidak cukup seorang hamba Tuhan hanya mengajarkan ajaran yang benar saja; ia juga harus menunjukkan kesalahan dari ajaran yang salah, supaya orang tidak percaya pada ajaran yang salah itu, dan mau percaya pada ajaran yang benar!

Religion, separated from knowledge, is nothing but the sport and delusion of Satan.

AGAMA, YANG TANPA DISERTAI PENGETAHUAN [KEBENARAN ILAHI], HANYA AKAN MENJADI PERMAINAN DAN TIPUAN IBLIS."

     Entah dalam blog yang mana, saya lupa, DETA pernah mengusulkan memberikan gelar pada blogger pendatang yaitu @TONYPAULO sebagai PENDEKAR TERTOLOL, tentu saya maklum kalau blogger baru di sini, karena di sana FORUM KRISTEN sudah agak lama, terkesiap bahkan bisa jadi tidak terima, padahal HAI HAI sudah membombardir dengan begitu melimpah kata-kata TOLOL kepadanya, juga kepada LENTIN, HANNAH dan entah siapa lagi, maklum yang kelihatan blogger baru dan aktif baru mereka bertiga, sepertinya tidak terima dan selalu siap membalasnya dengan "sabar" walau hatinya "mungkin" panas nian.

     Boleh saja DETA memberikan gelar tersebut, tapi gelar TERTOLOL masih disandang PAK KIEM, dan sepertinya belum diberikan pada blogger lain, bahkan ALVARES yang sangat "menyebalkan" baginya justru diberikan gelar yang lain, gelar TERTOLOLNYA masih digenggam erat hingga kini. Juga BILLY CHIEN masih mempertahankan gelar KUTU KUPRET yang LANGKA, belum ikhlas diberikan pada yang lain. Juga JF dengan gelar ATIDAS suka MENCRET pun masih disandangnya. PNIEL pun dapat gelar TEOLOG YAK YAK O, ada juga GONDRONG  yang dipanggil GENDRUWO yang dapat julukan PENDEKAR WATON BENGOK atau ADRINA yang dijuluki PENDEKAR WATON NYRUDUK , bahkan DETA sendiri dapat gelar ANJING TOLOL pun belum rela dilepaskan.  Bahkan HAI HAI pun gelarnya juga banyak kok, ada yang memberinya SI SESAT, PEMBUAL, BIDAT dan entah apalagi, beliau sendiri yang tentunya menyimpan piagamnya ha ha ha......

     Masalahnya relevankah gelar itu di "digelarkan" di sembarang kios sini? Kalau tidak terbiasa, apalagi orang awam, memang akan GEMETAR bila membaca, menatap apa yang dibacanya. Lain bila GELAR itu terdapat dalam dunia nyata, hasil dari TRAH RATU atau dari DUNIA PENDIDIKAN, bisa saja membuat berdecak pada saat berhadapan dengan orang-orang bergelar itu. Karena gelar sering dianggap sebagai ukuran kesuksesan seseorang di masyarakat. Lalu gelar menjadi semacam ujud eksistensi seseorang dalam menempatkan keseimbangan harga diri. Dan mau tak mau budaya feodalisme dalam versi baru tetap mewarnai ragam keyakinan, dan mungkin budaya bangsa kita.

     Namun gelar yang didapat dari SS ini bisa membuat berdecak dengan senyum, bisa membuat hati panas bagi yang menerima gelar tersebut. Padahal yang menerima gelar "aduhai" itu,  eh ADUHAI itu bukan singkatannya ADUH HAI HAI lagi lho, bukan orang bodoh atau BU PUN SU (tiada kepandaian), melainkan orang yang berpendidikan juga. Lantas dimana letak tolol dan bodohnya? Jawabannya harus MELIHAT DIRI SENDIRI, melihat ke dalam diri sendiri, apakah benar kata-kata tersebut pantas ia terima?

     Segala macam gelar yang kita terima di SS ini bukan pemberian GIAM LO-ONG (Malaikat Pencabut Nyawa), (Asal tau aja, Malaikat Pencabut Nyawa ini pernah disuruh ADRINA untuk mencabut nyawanya LADY SILENT, blogger cewe sini juga. Sialnya, yang disuruh ternyata mantan pacarnya LADY SILENT ha ha ha....),  jadi jangan buru-buru mengambil kesimpulan bahwa gelar, makian, hardikan, yang kita terima itu membuat kita MATI dalam gairah berkarya. Kalau mau INTROSPEKSI kita akan mendapatkan "mutiara" yang lebih berharga. TOLOL dan BODOH pun ada PENDEKARNYA, jadi jangan murung bro.

     Banyak blogger wanita (avatarnya) atau yang cewe beneran, banyak juga yang mendapat gelar kok, jadi tidak pilih kasih dalam menegakkan ajaran sejati Alkitab ini. Kalau JENG HANNAH dapat gelar PARAH ya jangan buru-buru kabur, belajar terus untuk kembali bertempur. Kalau JENG LENTIN dipanggil JENG DOELMATIN, jangan menangis, terus belajar dan SMILE selalu. Kalau @TONYPAULO ini memang repot kalau memberi gelar yang pas, walau sudah diberondong dengan kalimat TOLOL. Saya jadi ingat JOLI yang mantan pacarnya selalu dipanggil MAS PAUL, apa ada hubungannya dengan PAULO ya? Oke deh, demi menghormati JOLI saya akan memanggilnya @TONYPAULO sebagai RASUL PAULO he he he......bisa nemenin PAK KIEM yang dijuluki ALVARES sebagi NABI KIEM.

     "Halleluya = Hallah Lho Lu Loyo?"


Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat