Tanggal 14 Januari 2011. Aku melahirkan lagi .... dan kali ini yang lahir adalah my very little Samuel ..... Inilah kisahku dengan-Nya sejak September 2010 - Januari 2011.
Love: Tuhan Yesus, aku pengen hamil lagi .... Namun, jadilah seperti yang Engkau kehendaki.
Tuhan: Okelah, kalau begitu ....
Love: Terima kasih Tuhan, Engkau jawab doaku. Jagai calon bayiku, Tuhan. Izinkan Dia bertumbuh dan lahir dengan selamat.
Tuhan: Okelah, kalau begitu .....
Love: Tuhan, aku sudah flek-flek selama 1 bulan. Tolong jagai janinku. Susah payah apa pun akan kujalani selama aku hamil. Jadilah seperti kehendak-Mu.
Tuhan: Okelah, kalau begitu.
Love: Terima kasih Tuhan, flek-fleknya sudah lenyap. Terus berikan kekuatan dan detak terima kasih atas detak jantungya dalam kandunganku.
Tuhan: Okelah, kalau begitu.
Love: Oh Tuhan, hari ini kok aku pendarahan banyak sekali. Jika memang aku harus kehilangan janinku lagi, berikan kekuatan kepadaku dan keluargaku. Namun,
Engkau tahu betapa rindunya aku akan kehadirannya. Aku percaya Engkau akan memberikan yang terbaik padaku.
Tuhan: Okelah, kalau begitu.
Love: TERIMA KASIH TUHAN! Meski pendarahan banyak sekali, namun detak jantungnya masih ada dalam diriku. Aku tidak menyangka masih bisa pulang ke rumah dengan membawanya dalam kandunganku. Meski jalan lahirnya sudah sedikit terbuka, namun sungguh luar biasa Engkau membuatku takjub. Pendarahanku berhenti dan aku masih bisa membawa janinku pulang ke rumah. Terimalah syukurku Tuhan. Tolong jagai dia sampai waktu pengikatan jalan lahir tiba.
* Setelah pulang dari RS karena pendarahan hebat itu aku menulis puisi ini:
Sayang, kamu ada dalam diriku.
Detak jantungmu berdetak menyatu dengan detak jantungku.
Sungguh, engkaulah jantung hatiku.
Hatiku tak hentinya mengalirkan ucapan syukur
Hatiku terus memompa sukacita yang tak terhingga
dan dalam hatiku tersimpan semua rasa sejak hadirmu dalamku.
Sayang, kamu tahu ....
Detak jantungmu dan detak jantungku tidak akan bisa menyatu
tanpa Sumber Kehidupan Kita.
Dia yang mengalirkan setiap keajaiban dalamku.
Dia yang mengizinkan aku merasakan setiap rasa ini.
Dia yang memberikan tawa dan tangis dalam setiap pengalaman menakjubkan ini.
Sayangku .... kamulah jantung hatiku.
Namun, Dialah jantung roh dan jiwa kita.
Hanya kepada-Nyalah kita berdua menyerahkan diri.
Hanya dengan izin-Nya, kita berdua kelak akan saling mengisi hari berdua ....
Tuhan: Okelah, kalau begitu.
Love: Hari ini aku akan operasi pengikatan mulut rahim. Terima kasih Tuhan, kiranya ini dapat mempertahankan bayiku tetap dalam kandunganku sampai waktunya dia lahir dengan selamat ke dunia ini. Berkatilah Tuhan.
Tuhan: Okelah, kalau begitu.
Love: Tuhan, sudah beberapa hari ini aku tidak merasakan gerakannya seaktif biasanya. Tolong Tuhan, aku ingin merasakan dia bergerak-gerak lagi dengan riang
seperti dulu.
Tuhan: Okelah, kalau begitu....
Love: Wah, terima kasih Tuhan, aku dapat tendangan penalti di perutku. Membuatku sampai melompat kaget. Indahnya merasakan gerakannya ini. Kaget tetapi membuatku takjub akan karya-Mu dalam bagian terdalam tubuhku. Izinkanlah aku merawat dan mengasuhnya. Aku mau membawanya mengenal-Mu sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya.
Tuhan: Oke ....
Love: Hari ini aku mau kontrol, Tuhan. Kiranya semuanya baik-baik saja. Apa pun hasil dari kontrol dokter, berikan kekuatan kepada kami untuk menjalani 5
bulan lagi pertemuan kami kelak ....
Tuhan: Okelah, kalau begitu .....
Love: TUHANNNNNNN .... KENAPA KAU AMBIL DIA??? MANA DETAK JANTUNGNYA???? MANA GERAKANNYA????? TUHANNNNNNNNNNNN .... KENAPAAA KAU BERIKAN JIKA AKHIRNYA KAU AMBIL LAGIIIII???? AKU DULU SUDAH BILANG, JIKA MEMANG ENGKAU TIDAK IZINKAN KAMI MEMILIKI ANAK, JANGAN BIARKAN AKU HAMIL LAGI UNTUK KETIGA KALINYA ..... Tuhan, aku takut menghadapi ini semua .... fisik dan hatiku terluka Tuhan .... Aku harus berjuang menikmati rasa sakit di perutku sekaligus rasa sedih. Tuhan, kenapa Engkau tidak mendengar dan menjawab doaku?
Tuhan: Hai hamba-Ku, mengapa kau berkata Aku tidak mendengar dan menjawab doamu? Aku sudah mendengar dan menjawab semua doamu.
Engkau ingin hamil lagi, oke ....
Engkau ingin merawat dan mengasuh anakmu, oke .... Sudah Aku Izinkan kau merawatnya selama 19 minggu ini dalam kandunganmu .... Kau sudah merawat dan
mengasuhnya sebaik dan semaksimal mungkin yang kamu bisa, dengan segenap hati, fisik, dan materi. Kau hentikan semua yang menjadi kesenanganmu demi menjaga dan mengasuhnya.
Engkau ingin anakmu lahir tepat waktu dengan selamat, oke. Dia sudah lahir tepat pada waktu-Ku, dan selamat tanpa kurang sesuatu apa pun dari fisiknya.
Semuanya organ tubuhnya lengkap! Engkau ingin jiwanya pun selamat dengan membawanya datang pada-Ku, mengenalkan Aku sebagai Tuhan dan Juru selamat-Nya, oke.
Dia sudah lahir dengan selamat, jiwanya pun sudah selamat dan dia sudah di surga dengan-Ku. Engkau sudah membawanya datang pada-Ku, bahkan saat ini, dia Kupeluk langsung dan dia sudah memanggil-Ku sebagai Tuhan.
Jadi, apakah Aku tidak mendengar dan menjawab doamu, hai hamba-Ku?
Love: Okelah, kalau begitu. Terima kasih Tuhan! Namun, Tuhan .... tetap saja terlalu banyak pertanyaan "KENAPA" dalam hatiku. Dan semuanya tanpa jawaban!
Tuhan: Percayalah kepada-Ku! Janganlah engkau bersandar kepada pengertianmu sendiri! Terlalu ajaib pengetahuan-Ku bagimu. Tetapi Aku, yang menenunmu dalam
kandungan ibumu, tulang-tulangmu tidak tersembunyi bagi-Ku. Aku tahu ketika Engkau berjalan atau berdiri, Aku mengenal dan menyelidiki hatimu. Aku
mengenalmu! Aku tahu ketika jalanmu serong dan akan kutuntun engkau ke jalan yang kekal. Bagimu, betapa sulitnya pikiran-Ku. Namun, percayalah kepada-Ku.
Janganlah kau bersandar pada pengertianmu sendiri.
Love: Okelah, kalau begitu, Tuhan .... aku menyerah kepada-Mu. Oleh karena itu, anak lelakiku ini kuberikan nama: Samuel. Yang artinya: Karena Allah mendengar.
Tuhan: Okelah, kalau begitu.
Love: Namun, Tuhan, izinkanlah aku menangis di hadapan-Mu. Sebagai manusia biasa dan lemah, aku tidak dapat berpura-pura tidak berduka. Hatiku sungguh
berduka ya, Tuhan. Berikanlah penghiburan-Mu. Sembuhkanlah aku, dan segarkanlah tulang-tulangku.
Tuhan: Hambaku, menangislah, Kumaklumi hal itu. Namun, tetaplah percaya kepada-Ku dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Aku dalam segala tindakanmu, maka Aku akan meluruskan jalanmu. Janganlah kamu menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Aku dan jauhilah semua yang bukan kehendak-Ku. Itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu. Jangan tolak didikan-Ku dan jangan bosan akan peringatan-Ku. Aku memberikan ajaran kepada yang Aku kasihi. Berbahagialah jika Aku memberikan kesempatan kepadamu untuk mendapatkan hikmat. Aku sendiri yang akan menyelesaikan semuanya bagimu.
Love: Okelah, kalau begitu. Yang ada padaku, semuanya milik-Mu. Kini, aku semakin mengetahui Engkau mengasihiku dan ajarkanlah aku untuk mengasihi-Mu lebih dari apa pun.
Tuhan: Okelah, kalau begitu, hamba-Ku.
Love: I Love YOU
Tuhan: I Love you, more and more ....