Submitted by Geadley Lian on

Menghadapi pengkhianatan seorang sahabat adalah sangat menyakitkan hati seseorang yang pernah merasai pengalaman itu.Orang yang selama hidupnya dipercayai bahkan dianggap seperti saudara sendiri akhirnya mengkhianati.Saudara2ku yang dikasihi dalam Tuhan,orang kristen juga menghadapi perkara yang sama meski merasa bahwa dirinya orang percaya tapi tetap tidak terlepas dari pengkhianatan.Disini saya ingin menyatakan bahwa seorasng hamba Tuhan yang terkenal juga punya pengalaman itu,yaitu Billy Graham.

Didalam buku yang bertajuk Legacy of Faith hasil karya Ruth Graham menceritakan tentang bagaimana bapanya menghadapi pengkhianatan seorang sahabat karib yaitu Charles Templeton.Mereka sama2 menghadiri kolej Wheaton & merupakan rakan sekerja awal dalam Youth for Christ.Tapi kemudian mereka mengambil jalan kerjaya yang berasingan.BG mengembara ke seluruh dunia sebagai penginjil,Templeton pula memeluk teologi yang mengutamakan kebebasan berpikir & menyebabkan dia membuang iman.Akhirnya dia bekerja sebagai juruacara bagi rancangan temu bual di toronto.

Luka hati yang dialami BG bertambah parah apabila pelayanannya dikritik oleh Templeton secara terbuka.Dia bilang BG amat ketinggalan jaman & tiada seorangpun masih percaya kepada kotbahnya.Billy merasa kehilangan apabila mendengar Templeton berbicara tentang itu.

Terkadang saya terpikir juga,mengapa perkara ini harus terjadi?Dua orang hamba Tuhan yang bersahabat tapi akhirnya,yang satu memeluk memeluk teologi kebebasan yang membawa kepada peninggalan iman.Disini para pembaca dapat menilai,kesetiaan BG & ketidakperimanusiaan Templeton terhadap BG.

Kembali ke alkitab & lihat apa yang di rasai oleh Raja Daud ketika Ahitofel mengkhianatinya & menyerang kawan2nya.Cuma bedanya,BG adalah seorang yang setia,manakala Daud pernah pernah berdosa.Di abad ini,pengkhianatan sering terjerumus dalam uang.Mengapa?Karena di abad ini uang sangat dibutuhkan.Sebagai contoh,sebuah gereja di kawasan terpencil di sepadan kalimantan,uang itu khusus utk pembangunan gereja tapi panitia yang memegang uang itu menggunakannya utk kepentingan sendiri.Akhirnya ketauan juga lalu,tidak lagi dipilih jadi panitia.

Saya tidak tau apa pendapat para pembaca tentang menghadapi hal seperti ini,tapi menurut saya secara pribadi,janganlah kiranya oleh karena uang/teologi yang tidak membawa keselamatan,seseorang jatuh dalam dosa.Mari sama2 sebagai anak2 Tuhan,sehati-sepikir bahkan mengasihi satu sama lain dengan tulus hati.