Submitted by Tante Paku on

http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/297184_1514603043044_1773507471_765172_1735231545_n.jpg

 

Andai saja Johan Candra mengikuti petunjuk Hai Hai tanpa mau berpikir, untuk menuju Rumah Turi dari arah Yogya lurus mentok sampai Kartasuro terus belok kiri dan bla bla bla bla…..Apa yang terjadi? Tentu bukan sampai Rumah Turi tapi Johan Candra pasti bertemu SAPI!!

Begitulah bila kita memberi petunjuk tanpa hati-hati dan teliti, yang terjadi hanya jurus 1001 tafsir mimpi yang NGACO BELIAU. Alamat Johan BUKAN di Yogya melainkan di Sukoharjo, kenapa harus memberi petunjuk lewat Yogya? Untunglah Hai Hai memberi petunjuk kuncinya, bila kesasar untuk berhenti di warung dan minum Teh Botol sambil bertanya atau menelepon, jangan lupa TUTUP BOTOLNYA disimpan karena ADA MANFAATNYA, begitulah pesan empek.

Ya telepon saya berdering, Johan sudah mengabarkan sampai di Paragon dan saya pun memberikan JALAN YANG BELOK sebab JANGAN PERCAYA dengan JALAN YANG LURUS.

   http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/310632_1514592242774_1773507471_765166_1943326414_n.jpg

Johan Candra adalah salah satu anggota baru BLOSAS namun kami semua sudah berteman lewat Facebook dan beberapa Group Kristen di pesbuk, dan inilah pertemuan pertama kami dengan beliau, yang saat ini berdomisili di Kalimantan lantaran berkaitan dengan pekerjaan, ngurusin Batu Bara.

Wow, Johan ternyata bawa OLEH-OLEH satu tas penuh berisi makanan khas sono, AMPLANG IKAN TENGIRI netto 20 produksi Kotabaru Pulau Laut Kalimantan Selatan. Nah KOPDAR kali ini yang datang akan membawa pulang oleh-oleh dari Johan Candra deh.

Setelah ngobrol saling berkabar, sekitar pukul 20.00 Joli datang bersama Mas Bule, BLOSAS dari Belanda yang tengah berlibur ke Indonesia untuk beberapa minggu. Bagi saya ini Kopdar yang kedua bersama Mas Bule, yang pertama bagi Johan dan yang kesekian kali bagi Joli dan Ario Thok. Ternyata ada satu lagi teman pesbuk yang ikut rombongan Joli yaitu Dwi Kristiani yang suka juga berpuisi dan berencana membukukan kumpulan puisinya, cuma belum ketemu sahabat yang membantunya hal penerbitan buku ini.

Kami semua bersalaman dan masing-masing menceritakan kabarnya. Yang saya lihat, Mas Bule ternyata lebih ramping dari tahun yang lalu. Ternyata, menurut pengakuannya, beliau tengah melakukan DIET KETAT hingga mampu menurunkan berat badannya lebih kurang 20 kg dan masih dikurangi rambutnya, artinya Mas Bule memang suka kepala PLONTHOS.

“Saya tidak memakan karbohidrat atau yang manis-manis. Minuman manis di sini waow…. terasa GIGIKU LEPAS!” katanya mengundang tawa.

http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/305141_2213950721594_1632344113_2187067_1203407199_n.jpg

Makan pembuka dalam KOPDAR kali ini BAKSO GARASI, Mas Bule memang sudah lebih dulu makan bersama anak istri dan Joli sebelum pertemuan ini. Walau ia sudah berusaha mencari lokasi Bakso Garasi atas petunjuk Ari Thok yang mengatakan “Arah Barat 10 meter dari Bank Indonesia Utara jalan!”

Ternyata Mas Bule sudah tengok kiri kanan tidak ketemu lokasinya, sampai akhirnya berhenti di Salon Rudy untuk perawatan rambut (anak istrinya, bukan rambutnya Mas Bule lho, kan Mas Bule nggak punya rambut kepala, rambut lainnya, masih ada). Tanpa disadari Mas Bule, bahwa Bakso Garasi di sebelah Timurnya terpaut satu rumah! Dan beliau GAGAL menemukan di hari itu dan hari berikutnya barulah bisa ngebakso setelah diajak barengan sama Joli.

Begitulah cerita yang dituturkan Mas Bule yang berkaitan dengan Bakso Garasi dan kami pun menikmati Baksonya dengan nikmat, tak lupa diambil gambarnya untuk dokumentasi. Namun sebelum makan, Joli sempat diperkenalkan dengan sang Pemilik Bakso kepada salah satu tamunya, setahu saya salah satu bos dealer Honda di Solo, setelah ngobrol  Joli memberikan kartu nama. Tinggal menunggu proyek dah bila jodohnya!

Setelah rombongan bos dealer Honda itu pulang, tampak satu sosok bercelana pendek berkaos biru masuk sendirian, menikmati bakso sambil terus menguping dan bertatap pandang dengan Dwi Christina, seperti ada sesuatu yang begitu familiar dalam pandangan sang tamu itu.Begitulah bila kopdar BLOSAS, foto yang sudah jadi langsung bisa di upload di pesbuk dan komentator pun bermunculan menyambutnya. Termasuk salah satu tamu yang makan bakso di belakang saya tadi.

“Loh, 4 orang ini khan yang tadi makan didepanku persis!??” katanya mengomentari foto tersebut. “Eh, kok 4 orang, maksudku 5 orang.” lanjutnya buru-buru meralat.

TERNYATA orang asing tersebut sahabat kami semua di pesbuk dan di group Kristen kami memanggilnya Wei Yank. Inilah KEBETULAN yang MENYENANGKAN. Beliau rupanya lagi ada JOB di Paragon dan datang ke Solo dalam rangka menyelesaikan tugasnya itu dan ia tertarik untuk mencicipi Bakso Garasi karena termakan promosi para sobatnya di pesbuk dan terjadilah pertemuan diam-diaman itu.

http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/314548_1514601883015_1773507471_765171_1488511148_n.jpg

“Wei yang, sungguh malang nasib mu, mengapa tak menyapa?? Gratis loh.. Member kan gratis!” jawab Joli, masih di pesbuk.

“Gratis karena bilang di suruh hai hai? ha ha ha ha ha …” Hai Hai pun menyahutnya dengan jurus AD HOMINEM.

“Wei Yank, kita masih lanjut kopdar, ayooo nyusul ke Rumah Turi, masih ada yg berdatangan, ni Ari Thok sudah bergabung.” lanjut Joli lagi.

“Joli mana aku nyadar kalo itu adalah kalian? Wahahahaha…aku skrg di hotel sendirian……cari salon di Solo yg bagus dimana sih?”

“Wei Yank, turun dari hotel dan minta dianter ke Rumah Turi. Hayo ……. CEPAAAAAAAT!” Hai Hai terus memberi suport agar salah satu sahabatnya itu bisa bergabung dengan kami.

 http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/299830_1514604163072_1773507471_765174_1801547132_n.jpg

“Wei Yank….ayoooh ditunggu kopdar ke Rumah Turi, yaa..GPL…Gak Pake Lama,” sahut Dwi Christina. Untung dia nggak salah tulis dan berteriak GAK PAKE CELANA! Bisa-bisa Wei Yank berdiskusi dulu dengan Hai Hai untuk konfirmasi, apa perlu bawa TUTUP BOTOL?

Singkat cerita, Wei Yank sudah berkumpul dengan kami dan ia merasa kaget ternyata setelah bersalaman dengan Tante Paku baru nyadar kalau ternyata bukan TANTE-TANTE dan ia tertawa ngakak. Ternyata Wei Yank kalau datang ke kota yang tidak ia kenal sudah mempersiapkan diri dengan PETA KOTA yang selalu dikantonginya, barangkali sudah foto copy dari Google Map deh.

 http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/321223_1514598602933_1773507471_765168_119022784_n.jpg

KOPDAR dilanjutkan dengan WEDHANGAN Basuki untuk merasakan sensasi makan KUCING plus NASI. Rupanya, setelah kurang lebih 10 tahun menginjak Solo, Mas Bule BELUM PERNAH merasakan WEDHANGAN DAN NASI KUCING ini, belum pernah merasakan JADAH BAKAR. lain dengan Johan Candra karena pernah menjual Jadah Bakar bersama Jagung Bakar di masa lalunya.

Setelah kenyang semua dengan berbagai menu pilihan masing-masing, rupanya tanpa disepakati 3 orang mengeluarkan uang yang nilainya sama hanya untuk membayar wedhangan itu, Joli, Johan dan Mas Bule berebut untuk membayarnya. Ternyata yang mendapat BERKAH adalah Johan Candra, dia berhasil mengalahkan rivalnya untuk membayarnya, suatu hal diluar dugaan TUAN RUMAH.

Begitulah KOPDAR BLOSAS 14 September 2011 di Solo yang mengasyikkan, tentu saja masih akan berlangsung kembali setelah Mas Bule pulang dari Bali nanti untuk bertemu kembali.

Handai taulan yang terhormat tanpa mengurangi rasa hormat, janganlah memberi petunjuk JALAN YANG LURUS sebab walau seolah-olah BENAR dan tampak ILMIAH atau ALKITABIAH, namun untuk hidup di DUNIA ini hal tersebut adalah petunjuk yang menyesatkan.

http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/297672_1514600962992_1773507471_765170_542566698_n.jpg

TIDAK ADA JALAN YANG LURUS untuk sampai pada tujuan kita, yang jelas dan nyata adalah TUNJUKKAN JALAN YANG BELOK sesuai dengan hati kita sebagai manusia, mana ada manusia yang HATINYA LURUS?

Jalan yang belok memang membuat kita asyik, sebab berbelok-belok membutuhkan ketrampilan juga dan tidak membuat kita jenuh. JALAN YANG LURUS hasil akhirnya adalah TERJUN KE JURANG atau NABRAK PEMBATAS, itulah petunjuk yang sering dikoar-koarkan namun omong kosong kenyataannya. Apakah jalan menuju TUHAN juga LURUS tanpa BELOK? Ah siapa yang sudah membuktikannya? Kopdar BLOSAS memang penuh jalan berbelok-belok namun akhirnya tiba di tujuan serta berakhir dengan suka cita sambil makan-makan tentunya, itulah ajaran yang bener.

Terima kasih buat Johan Candra atas oleh-olehnya AMPLANG TENGIRI dan terima kasih buat semua yang sudah hadir. Nanti kita bertemu lagi.

http://lh4.ggpht.com/_iRCt-m6tg6Y/SUvhb2n1qJI/AAAAAAAAAys/fWVkXsZRhno/g.jpg

Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat