Submitted by Priska on

Minggu lalu merupakan minggu yang sedikit berat aku lalui. Banyak peristiwa2 tak terduga yang datang di hidupku dan membuatku cukup shock dan... wedew... gimana ya??? ngeri-ngeri sedep gitu degh... Cool

Setelah dihantam Iblis dengan macam pukulan yang cukup mematikan, meski Roh ku masih OK, tapi dagingku lemah. tensi badanku drop 80/60. Badanku cukup lemes sehingga memaksaku untuk pergi ke dokter. Diperiksa beberapa saat, si dokter dengan sedikit bingung menanyai ku: kamu ini koq masih kliatan seger buger dengan tensi badan serendah itu??? aku ndak jawab apa2, cuma tak kasih senyum lebar... Laughing

3 hari berikutnya kulalui dengan obat dari dokter itu. Tapi tak ada perubahan apapun, malahan tenggorokanku jadi meradang. Akhirnya, aku putuskan untuk pergi ke Klinik Gereja. Meski tidak terlalu jauh, tapi kalau harus jalan kaki, juga cukup membuat kaki sedikit pegel. Lalu aku meminta seorang teman untuk mengantarku naik motor ke Klinik gereja. Setelah diijinkan oleh Kepala Sekolah, kami berdua meluncur kesana.

Waktu berangkat, di jalan aku lihat beberapa orang polisi sedang nongkrong di pinggir jalan. Pikirku, mereka baru aja nyari mangsa melalui razia kendaraan. Tapi ah, apa peduliku. yang penting aku pergi klinik dan badanku sehat.... Innocent

Di klinik dokter bilang kalau radang tenggorokan ku itu disebabkan dosis obat dari dokter pertama itu yang terlalu tinggi. Lalu aku diberikan obat baru, yang menurutku cukup besar2 dan yang harus aku minum selama 4 hari ke depan. Wedew... padahal aku tu paling ndak isa nelen obat. Tiap kali minum obat harus digerus, yang mana itu membuat obatnya terasa lebih pahit.... Frown

Pulang dari klinik, tak ada firasat apapun. Dengan santainya kami berdua meluncur kembali ke sekolah.Tiba2 aja, tepat di depan sekolah banyak sekali polisi disitu. Ada razia polisi!!!! Wah, ternyata tebakanku waktu berangkat tadi itu salah. Mereka bukan sudah selesai mencari mangsa, tapi baru mulai mencari mangsa. Temenku yang duduk di depan, sempet berusaha menghindar. Aku tidak tahu apa masalahnya dia menjadi sangat ketakutan ketika tahu ada razia polisi. tapi tetep aja, sama si polisi2 itu, kami berdua disuruh berhenti.

Akhirnya mio-ku pun menepi. Polisi langsung menanyakan surat2 motornya. STNK aku keluarkan dari dompet. Dan ketika temenku ditanya perihal SIM-nya, dia jawab: SIM ku ketinggalan. What???? jadi tadi boncengin aku, ndak bawa SIM??? Yell

Kontan saja, STNK ku disita dan aku langsung disuruh ke mobil polisi. AKu dan temenku mengikuti polisi itu dari belakang. Dan temenku berbisik: Sorry ya Pris, aku tu ndak punya SIM. Haaaa.... Ndak punya SIM??? How come???? My goodness.... Yell

Di mobil polisi, kami ditawari damai. Tapi aku ndak mau, minta sidang aja. Dengan muka kecewa, polisi menulis surat tilang untukku. Sebelum surat tilang diberikan, masih saja aku dirayu untuk damai. Bahkan dibilang, kalau tidak sempat ambil di pengadilan, bisa ambil di kantor Polres Semarang Barat. ha ha ha... lucu sekali polisi2 itu... Laughing

Tanpa basa basi lebih lama, kami tinggalkan polisi itu, dan kembali ke sekolah....

he he he.... akhirnya, aku dapat surat tilang jugha.... Cool