Submitted by
teograce
on
********************
Cerita 1: dua sisi
Ketika saya meninjau kembali deskripsi pekerjaan dan waktu kerja saya selama 1 bulan ini, saya menyadari 1 hal. Bahwa 1 bulan terakhir ini, saya selalu masuk setiap sabtu. Dan 2 minggu terakhir, saya masuk baik sabtu dan minggu, dan 2 minggu terakhir, beberapa kali saya pulang pagi. Saya berpikir : Inikah manusia yang bertanggungjawab atas pekerjaannya, atau inikah manusia yang telah mendewakan pekerjaannya? Apakah batasan antara bertanggungjawab dengan mendewakan?
Saya lelah dan merasa telah sampai kepada batas akhir kekuatan manusia saya. Kalau terus begini, pasti saya jatuh sakit. Kadang saya berpikir : Tuhan beristirahat 1 hari dalam 1 minggu, tetapi ada manusia yang bekerja setiap hari seperti saya, tidakkah itu berarti saya merasa lebih dari Tuhan? Tapi bagaimana dengan ayat yang mengatakan : apapun juga yang kamu perbuat perbuatlah seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia?
********************
Cerita 2 : apakah aku manusia?
Semalam, ketika saya hendak berdiskusi dengan rekan kerja saya, datanglah sang owner, menanyakan perkembangan proyek. Saya pikir beliau ini akan menanyakan, apakah ada yang mungkin bisa disupport dari pihak management? Tapi ternyata beliau ini mengatakan, "Anak-anak loe udah pulang pagi kek loe lum?"
Dan saya berpikir, "Luar biasa. Ini nilai uang dibanding dengan manusia." Bedanya manusia dengan mesin adalah manusia butuh istirahat, mesin butuh listrik/sumber energi. Manusia punya hati, mesin tidak. Lalu mengapa ada orang-orang yang begitu bangga dan senang menjadi mesin?
Semalam, ketika saya hendak berdiskusi dengan rekan kerja saya, datanglah sang owner, menanyakan perkembangan proyek. Saya pikir beliau ini akan menanyakan, apakah ada yang mungkin bisa disupport dari pihak management? Tapi ternyata beliau ini mengatakan, "Anak-anak loe udah pulang pagi kek loe lum?"
Dan saya berpikir, "Luar biasa. Ini nilai uang dibanding dengan manusia." Bedanya manusia dengan mesin adalah manusia butuh istirahat, mesin butuh listrik/sumber energi. Manusia punya hati, mesin tidak. Lalu mengapa ada orang-orang yang begitu bangga dan senang menjadi mesin?
********************
Cerita 3 : aku luar biasa
Saya merasa menderita, dan lelah, fisik dan mental, karena bahkan tidur pun tidak nyenyak. Konon supervisor saya akan keluar, maka perlahan-lahan ia "memindahkan" pekerjaannya kepada saya dan rekan saya. Tapi karena rekan saya tidak masuk beberapa hari ini, sayalah yang "dikejar-kejar" orang ini dan orang itu. Sampai terbawa mimpi dan tidak bisa tidur. Pusing. Saya melihat sekeliling saya, dan melihat hal yang sama. Ada yang jauh-jauh lebih parah dari saya dalam hal jam kerja. Dan saya pikir, "Luar biasa. Ini nilai pekerjaan dibanding dengan istirahat."
Pada akhirnya, saya cuma mengingat kata-kata pengkotbah : "Sia-sia."
In the end, i don't want to blame anybody, though i know, all of this is caused by somebody.
I just need a small room where i can scream and shout : "I wanna be free"
Note : please kalo ada pengalaman serupa, ato pikiran-pikiran sehubungan dengan cerita 1, 2, atau 3, tolong dishare. Need it. Desperately. T.T
Saya merasa menderita, dan lelah, fisik dan mental, karena bahkan tidur pun tidak nyenyak. Konon supervisor saya akan keluar, maka perlahan-lahan ia "memindahkan" pekerjaannya kepada saya dan rekan saya. Tapi karena rekan saya tidak masuk beberapa hari ini, sayalah yang "dikejar-kejar" orang ini dan orang itu. Sampai terbawa mimpi dan tidak bisa tidur. Pusing. Saya melihat sekeliling saya, dan melihat hal yang sama. Ada yang jauh-jauh lebih parah dari saya dalam hal jam kerja. Dan saya pikir, "Luar biasa. Ini nilai pekerjaan dibanding dengan istirahat."
Pada akhirnya, saya cuma mengingat kata-kata pengkotbah : "Sia-sia."
In the end, i don't want to blame anybody, though i know, all of this is caused by somebody.
I just need a small room where i can scream and shout : "I wanna be free"
Note : please kalo ada pengalaman serupa, ato pikiran-pikiran sehubungan dengan cerita 1, 2, atau 3, tolong dishare. Need it. Desperately. T.T