Dibukanya pintu. Dilihatnya ada yang berbeda. Dengan sedikit linglung dia melihat sekitanya. Sepertinya ada yang aneh. Bukannya dia tadi ada di sini. Apa salah tempat, ya..??? Dicari seluruh sudut ruangan. Lalu Menyadari ”Apa...!!! Hilang..??? mandok beha i...??? ”, kata dia, wanita yang ada di seberang telepon. Serius kau...??? Jangan main – main...!!! Terdengar geram bernada kesedihan di hati wanita itu. Padahal besok kan HARI mu. Ya, Tuhan kenapa bisa begitu...??? Terdengar sedikit isakan di sana...!!!
Coba jawab ini aha. Gak tahu aku mau ngomong apa. Katanya kepada seorang pria di balik sana. Ini dia sudah datang. Kau bicara saja dengan dia. Ceritakan semua, kata wanita itu pada pria itu. Iyalah, katanya.. sambil mendesah. Akhirnya dia yang di ujung sana berkata ikhlas dan meminta segera melapor ke ke- polisi-an . Melapor ke polisi, dia terkejut laporan pada tanggal itu berada pada urutan 38. Jika dirata – ratakan yang kehilangan perharinya ada dua. Gilanya, datu yang dihampirinya dalam kegamangan, frustasi serta kelemahannya, juga memberi informasi yang tanggung seolah – olah membuat penasaran hingga dia sadar dalam malam saat dia berteduh. Dia telah termakan janjinya dan dia merasa dikalahkan....
LOOSER...
Hari kehilangan itu, satu hari sebelum hari H nya. Hari H dia melapor. Hari H dia termakan janjinya. Malam hari di Hari H dia merasa sangat hina. Pada saat dia ke sana ternyata seluruh saudaranya berdoa padanya. Sementara dia pergi ke sana, tempat yang selama 10 tahun dia hindari dan dia ”KHOTBAHI” pada orang yang ada di sekitarnya agar jangan memasuki sarangnya, seluruh orang yang menyanyanginya bersekutu dalam satu doa baginya. Dia pun semakin hina.
1 korintus 10 : 13
Malam itu saat orang lain telah terlelap dia masih saja merenung. Menyesali semuanya. Berdoa hingga setengah subuh. Dia seolah menumpahkan semua kebodohannya, nasibnya, doanya. Dia bagai kerasukan dalam membaca ALKITAB hingga subuh. Dia remuk hancur. Bukan atas hilangnya dia karena dia diambil oleh dia, tetapi atas jatuhnya dia di tempat yang amat – amat dijaganya di hari H nya. Atas firman yang dirasanya bukan lagi mengairi, tapi menegur keras dirinya. Tiap malam.
Seminggu berlalu. Pagi tiba selawe. Dia merasa doanya terbalas. Sedikit kesakitan sedikit meringgis. Dia ke memeriksakan diri ke Puskesmas. Tangan kanannya sulit digerakkan. Seluruh bagian tubuh sebelah kanannya kebas. Untung setengah dari si ucok tidak ikut. Diperiksa, dikatakan hanya kram, kebanyakan duduk, saraf terjepit dan lain macamnya, diberi obat, jika tidak sembuh selama seminggu akan dirujuk untuk periksa ke penyakit dalam. Entahlah, dia hanya terdiam. Tidak mengerti apa – apa soal medis. Dia Cuma terdiam. Terdiam.
Kenapa lagi itu.? Tanya wanita itu. Entahlah. (Mungkin) karena ingkar janji. Masuk angin. Sarafnya lagi ngambek. Entahlah. Kebanyakan fikiran. Kebanyakan begadang. Katanya sambil mencoba tersenyum. Toh doa dan dukungan dari saudaranya yang menguatkan dan ditunjang olahraga dan makanan bernutrisi tinggi dia bebas menggilai lagi.
Sok – sok ”MENGKHOTBAHI” orang lain... lagi...!!!
Dilihatnya lagi kalender itu
Kalender bergambar Wanita Sexy itu terlihat mengganggu. Kini Tahun 2011, tapi kalender bertahun 2010 itu masih menempel indah di dindingnya dengan selotip bening tipis, seperti bikini yang menutupi tubuh itu. Juga tipis.
Porno...??? Itu kata kawannya.
Munafik...!!! Itu tanggapannya.
Dia tersenyum. Saat hari H tiba saat itu juga kau dicabut. Katanya sambil bercermin. Tapi percuma. Wajah wanita itu tetap tersenyum di balik latar kolam. Sang Saksi kejadian yang DIAM selama setahun.
Go Blog katamu...!!!
He..he..he... katanya...!!!
Salam 1 : SELAMAT MEMPERINGATI HARI HILANGNYA DIA DARI SI DIA KARENA SI DIA MENGAMBIL SI DIA DARI DIA...!!!
Salam 2 : SELAMAT MENYAMBUT HARI H MU...!!!
Pengkhotbah 7 : 1 - 29