Pilihan. Hidup adalah pilihan.
Kita dapat memilih untuk hidup dalam sakit hati. Atau memilih untuk melepaskan diri dari sakit hati. Siapa sih di dunia ini yang tidak pernah sakit hati? Pasti jawabannya tidak ada. Karena bila ada orang yang mengatakan tidak pernah sakit hati, saya yakin pasti bohong.
"The world can handle this pain, why can't you?", sepetik kalimat dari No String Attached. Dear my friend, hidup adalah perjalanan sakit hati. Karena besi menajamkan besi, dan manusia menajamkan sesamanya. Perjalanan sakit hati berakhir ketika kita memilih jalur perjalanan yang lain, perjalanan belas kasihan, dimana di sebelah kanan tumbuh pohon-pohon dengan buah kasih, dan di sebelah kiri tumbuh pohon-pohon dengan buah kerendahan hati. Kasih kepada Tuhan, membuat kita memandang kasihNya kepada kita, dan merelakan sakit hati pergi dari hidup kita. Kerendahan hati membuat kita mengampuni. Karena hanya orang yang rendah hati yang memahami bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini, dan bahwa dirinya juga telah diampuni terlebih dulu.
Dear my friend, hidup terlalu berharga untuk sakit hati. Karena sakit hati merugikan diri sendiri. Sakit hati costs too much. We deserve a better life, suatu kehidupan yang diberikan kepada kita dengan mengorbankan nyawa seorang Sahabat. Satu hari tidak akan pernah dapat diulang. Jadi lakukan yang terbaik untuk hari ini dan berharap yang terbaik esok hari.
Dear my friend, langkahmu mungkin terhenti, karena engkau membuat pilihan yang salah. Engkau melakukan kesalahan. Tapi siapa yang tidak melakukan kesalahan? Do yourself a favor, since Jesus already forgive you, forgive yourself.
My dearest friend, Jesus loves you this i know..
*Sebuah celoteh di pagi hari untuk dia yang ada nun jauh di sana..