Submitted by Yohana Cahyadi on

"Mengapa semua ini terjadi?"

Pertanyaan demikian seringkali terlintas dalam pikiran kita saat sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan kita. Rasanya tidak mudah bersyukur saat segala sesuatu berjalan buruk.

Tak kusangkal saat ini kukecewa. Kejadian demi kejadian dalam hidupku belakangan ini membuatku risau, gaduh, tidak karuan hatiku.

Banyak "mengapa" dan "seharusnya" dalam pikiranku, berputar-putar dalam kepalaku dan membuatku semakin terpuruk.

Namun sesaat kuputuskan untuk berdiam di hadapanNya, kucurahkan semua kepadaNya, kuberitahukan semua kekecewaanku.

Dalam hatiku terdesir suara, "Im still yours." Seketika itu juga aku tersentak, perlahan namun pasti, semua kekacauanku sirna dan sebuah perasaan sejuk merasuk hatiku.

Akhirnya aku sadar bahwa aku sedang diuji, sedang diajarNya lagi. PukulanNya terhadapku karena kasih.

Karena kulupakan ajaranNya dahulu. Bukankah segala sesuatu, barang, sahabat, serta keluarga yang kumiliki saat ini hanyalah titipanNya.

Mengapa kukecewa saat Dia mengambilnya. Ya.. aku memang sedang lupa...

Kini Dia kembali menegurku, membuatku kembali mengingat. TeguranNya adalah sebuah teguran kasih. PukulanNya adalah sebuah pukulan kasih dan sama sekali bukan untuk membuatku menderita. Semua yang menimpaku saat ini adalah untuk kebaikanku; untuk membuatku kembali mengingatNya.

Terima kasih Tuhan Kau tidak pernah melupakanku, bahkan ketika aku mulai melupakanMu. Terima kasih atas pukulan kasih yang Kau beri padaku. Aku bersyukur Kau menjadi harta terindah yang takkan pernah hilang dalam hidupku, selamanya milikku...