Submitted by iik j on

(1)

“Ini SK organisasi yang kamu minta… ini copy AD ART,… ini …” kata Edylon yang akrab kupanggil Sinchan ini sambil meletakkan berkas berkas di mejaku

“Thanks ya.., itu pesanan bos-bos yang nggak jelas juntrungnya”jawabku

“Ah,.. biasa, dari dulu kan juga gitu. Ga jelas … ha ha ha ha.. btw, sekarang aku mau minta tolong sama kamu nih…” raut mukanya yang serius tiba-tiba tambah serius

“Apa? Serius banget!”

“Aku mau menikah tanggal 14 besok, bagi’in undanganku ya…”

“Walah… kupikir apa’an… okelah!” jawabku enteng

“Ini buat kamu, Kwan, Zoelius, pak ini…., pak itu…., keluarga ini … keluarga itu…”

“Eh banyak! Ongkosnya?”

“Masak kamu tega sama aku?”

“Yeeeee… ya udahlah!”

Singkat cerita, jadilah aku kurir dadakan. Aku tak tega menolak permohonan sederhananya. Banyak peristiwa yang telah kami lalui bersama. Sinchan, salah satu orang di team kami dulu waktu aku masih nge-job kalang kabut di EO event organisasi. Dia paling ‘top’ kalau suruh berkutat dengan multi media dan perangkatnya serta menulis notulen rapat berjam-jam. Aku paling ‘top’ untuk menghubungi ‘bapak-bapak dan ibu-ibu sok penting’ untuk datang meeting di sana sini. Zoelius paling ‘top’ untuk berdoa dan meredakan suasana yang kadang ‘memanas’ dengan cepat.  Terakhir Kwan, dia sebenarnya tidak memiliki keahlian khusus dan ‘top’, kehebatan dia hanya ‘tampang cakep dan body mantap’ yang sangat berguna jika kami mengalami kesulitan dalam menghadapi ‘mbak-mbak rewel petugas registrasi atau penerima tamu. Ha ha ha ha…

***

2 minggu kemudian, aku dan Kwan hadir di pernikahan Sinchan.

“Kapan aku kayak dia ya?” tanya Kwan sambil berbisik di telingaku

“Lhah! Terserah kamu to ya… gebetan kamu yang terbaru itu piye?”

“Ahhhh… entah! Aku udah jadi miskin lagi sekarang, pergi aja dijemput kamu, udah gitu jabatan Branch Manager udah melayang gara-gara aku memenuhi panggilan Tuhan dalam hidupku, mana mau cewek sama orang nggak jelas kayak aku… pacarku yang diatas sana aja ah…” jawabnya sambil mendongak ke atas

“Payah lu! Hi hi hi … kamu kayak yang dibilang Vicky temenku ‘cowok itu ganteng kalo kaya…’ ha ha ha ha…” kataku sambil ketawa-ketiwi

“Asem malah diketawain… konco macam apa kamu ini?” balasnya sambil nyengir

 

***

 

(2)

“Dik… tolong ke kantor saya, ada yang penting” perintah seorang Notaris boss besarku

“Siap”

10 menit kemudian aku sudah muncul di pintu kantornya

“Apa’an sih mbak? Penting banget?”

“Bla… bla… bla…. Dan yang terakhir, tolong kamu bikini aku label yang kayak begini” katanya sambil menunjukkan label undangan

“Mau tasyakuran mbak? Ponakannya sunat?” tanyaku asal asalan

“Bukan. Tapi aku mau menikah” jawabnya dengan muka memerah

“Eaaaaaalahhhhh….” spontan aku memeluk dan menciumnya gembira

“Kenal dimana? Kapan pacarannya? Aku kenal nggak?” tanyaku

“Nggak pakai pacar-pacaran ah… kita dah sama-sama tua kok..” jawabnya malu – malu

Notaris Boss yang satu ini sudah menjadi sahabatku sejak lama, usianya memang sudah menginjak senja (orang bilang), dan belum menikah. Boss besarku adalah orang yang paling ribut mencarikan suami untuknya, tapi ‘mbak’ yang satu ini emang kalem luar biasa.
Ha ha ha… mungkin karena merasa sudah mandiri dan tidak perlu apa-apa lagi.

“Aku minta tolong dibagikan undanganku ya dek…”

“Okelah kalo begitu…” jawabku singkat.

Wah, kayaknya aku harus berubah profesi jadi kurir aja nih. Besok-besok aku mau ngitung omsetnya ah.. he he he he

***

 (3)

“… Pasal 25 itu bicara soal….. dan pasal 21 itu bicara soal…. Kamu bisa membenahi system pajaknya mulai dari sini…. Ke sini…. Ke sini… ke sini… “ jelasnya panjang lebar

…………………. Idih Lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget jelasinnya!

“Udah paham?” tanya dia lagi

“Ya. Sementara… yang laen besok2 ajalah… kebanyakan” jawabku
sekarang aku mau minta tolong sama kamu nih…” raut mukanya yang serius tiba-tiba tambah serius

“Apa? Serius banget!”

“Aku mau menikah, bagi’in undanganku ya…”

“Weeeeeeeehhh… kapan? Dimana?” tanyaku

“Mau nggak bagi undangan?”

“Iya!”

“Kirim imel ke aku ya, siapa aja yang harus ku undang, kamu ‘kan tahu siapa-siapa yang deket sama aku dan mana alamat mereka”

“Tugas yang anehhhh…, tapi ya okelah…” sahutku

***

2 minggu kemudian

CINTA AKAN MENEMUKAN JALANNYA…. Gileeeee gue suka gaya lo! 100 LEBAY ABISSSSSSSS… dah kuambil undangannya tinggal anter-anter, smsku

Malah diece… datang ya, balasnya

Pasti! Hanya itu jawabku

***

1 minggu setelah itu

Mas Cahyadi… arah belok rumah’e mas cahyadi itu dari Pandanaran kemana... aku lupa,…

Pak Pur, saya baru saja taruh undangan pernikahan SSS di pintu depan rumah…

Saya otw ke rumah Deta sekarang ya…

...........................................................,

 

...........................................................,

 

...........................................................,

 

(selebihnya dah dikirim sama yang punya hajat lewat FB... he he he)

Begitulah! Untung ga semua SSS dikasih undangan darat… kalo dikasih… wah payaaaaaaaaaaaaaaaahhh capek berat kurirnya muter Semarang.  Ha ha ha ha...

***

“Ri, Tanggal 20 Februari kamu ada di tempat kan? Anterin aku ke pernikahan temanku blogger SS ya… daripada aku jalan sendiri kayak orang ilang…, tapi kamu harus pake rok juga… ha ha ha”

“Okelah…” jawabnya singkat

************************

SELAMAT MENIKAH SAHABAT-SAHABATKU,

 

note: udah kuanter semua undangannya Mas WILG... ha ha ha, sampe ketemu tanggal 20.