Hamba Tuhan menaiki mimbar dan mengatakan:
Yesus berkuasa atas Alam, lalu menjelaskan saat dia meredakan angin ribut (Lukas 8:22-25), selanjutnya pendeta itu berkata:
Yesus berkuasa atas Roh jahat, lalu melanjutkan cerita di perikop berikutnya (Lukas 8:26-39), selanjutnya pendeta itu berkata kembali:
Yesus berkuasa atas sakit penyakit, lalu melanjutkan perikop berikutnya tentang perempuan yang sakit pendarahan (Lukas 8:40-56), selanjutnya jemaat bertepuk tangan dan menyambut cerita pendeta tersebut dengan meriah.
Topik soal mujizat memang sedang ngetrend di gerejaku, karena itu dengan tidak sungkan dia(pendeta) bercerita tentang anaknya(wanita) yang mengalami sebuah mujizat.
Dokter menyatakan bahwa tunangan anaknya mengalami penyakit kanker dan kemungkinan sembuh hanya 15%, sang pendeta berencana membatalkan pertunangan itu karena tidak mau anaknya menjadi janda setelah beberapa saat menikah. namun, sang anak dengan Iman mengatakan bahwa: dia akan tetap menikah, karena dia percaya bagi Tuhan tunangannya 100% sembuh. bukankah alkitab berkata: Iman sebesar biji sesawi dapat memindahkan gunung?? Oleh bilur-bilurnya kita telah disembuhkan?? Kita anak-anak Allah(Yoh 1:12), maka dari itu, jika kita meminta kesembuhan, maka bapa yang baik akan memberi kesembuhan?? bukankah jika kita mengetuk, pintu akan dibukakan. Akhirnya, singkat cerita sang pendeta mengalami mujizat, karena mujizat itu nyata.. Hore!! jemaat riuh bertepuk tangan, dan kebaktian hari ini diakhiri dengan meriah. Wow, sungguh kebaktian yang memuliakan Yesus..
Minggu berikutnya...
Aku tahu, mujizat adalah topik yang sedang hangat dan sudah mengira bahwa pendeta saat ini akan membicarakan hal tersebut. sungguh-sungguh mengejutkan, ternyata hari ini kotbah diakhiri dengan kesaksian.
"Saya mempunyai seorang tunangan, dan dari banyak masalah yang kita lewati, Tuhan menaruhkan dalam hati saya kalau dia memang yang terbaik untukku," seorang wanita bersaksi. aku perlahan mendengar, hingga ia melanjutkan dengan perkataan "Namun, saat kami telah bertunangn dan akan menikah, dia diketahui mengidap penyakit kanker otak." aku mengeluh karena seperti sinetron Indonesia yang mudah dibaca alur ceritanya maka demikianlah kesaksian ini, endingnya saya tahu bahwa dia akan mengalami mujizat. wanita yang bersaksi itu terus melanjutkan "Karena saya tahu Tuhan itu baik dan sanggup melakukan apapun, akhirnya aku menerima tunangn itu," "Seminggu sebelum kami menikah, dia terpaksa dirawat dirumah sakit." wanita itu terus melanjutkan ceritanya dan aku hanya tertawa dalam hati. Akhirnya, tawaku terhenti dan hatiku akhirnya diselimuti tangis saat dia berkata:
SATU HARI SEBELUM MENIKAH, KELUARGANYA MENELPONKU DAN MENGATAKAN KALAU: TUNANGNKU SUDAH KEMBALI KE RUMAH BAPA DI SURGA.
AKU TIDAK PERNAH MENGERTI KENAPA HAL INI TERJADI KEPADA ORANG YANG AKU CINTAI, AKU TAHU TUHAN SANGGUP MENYEMBUHKANNYA, WALAU AKU TIDAK TAHU KENAPA DIA TIDAK MELAKUKAN ITU UNTUKKU. AKU MUNGKIN SEORANG BERDOSA DAN AKU MEMANG TIDAK PANTAS MENJADI ANAKNYA, HANYA KARENA KASIH KARUNIA AKU DISELAMATKAN. KEJADIAN ITU MEMBUATKU SEDIH NAMUN AKU TETAP PERCAYA PADA TUHAN YESUS, SEMUA YANG DIA BERIKAN ADALAH YANG TERBAIK, YA SEMUA TERAMAT BAIK.. SAYA HANYA DAPAT MENYERAHKAN SEMUA YANG TERJADI KEPADANYA.
Dia mengakhiri ceritanya dan aku terkejut dengan ending ceritanya, betapa terkejutnya lagi aku ketika dia ingin memberi pujian pada Tuhan atas semua yang pernah terjadi dalam hidupnya, akhirnya sebuah lagu terdengar, membuat air mata mengalir, namun entah kenapa membuat hati ini terasa sukacita, inilah lagu itu:
Bukan dengan kekuatanku
kudapat jalani hidupku
tanpa tuhan yang disampingku
kutak mampu sendiri
Yesuslah kuatku, pengharapanku
Kupandang wajahmu dan berseru
Pertolonganku datang darimu
Peganglah tanganku jangan lepaskan
Kaulah harapan dalam hidupku.
Kebaktian berakhir dan tampaknya jemaat kecewa, tidak ada mujizat hari ini. sebagian berkata, bahwa wanita itu tidak memiliki iman, tidak seperti anak pendeta minggu kemarin, atau mungkin masih ada dosa di hatinya.
Aku tidak peduli dengan semua perkataan itu, yang aku tahu..
Tuhan sanggup melakukan mujizat apapun, bukan hal yang ajaib bagiNya semua mujizat itu.
Kalau mujizat yang terbaik buat kita, itu yang Tuhan berikan, Jika mujizat bukan yang terbaik untuk kita, Tuhan sediakan rencana yang lebih indah, yang pasti: APA YANG TERBAIK MENURUT KITA, BERBEDA DENGAN TERBAIK MENURUT TUHAN.
Mudah bagi kita bersyukur saat mujizat terjadi.
Mudah bagi kita bersyukur saat berkat menghampiri kita.
Mudah bagi kita bersyukur saat Dia menyembuhkan.
TAPI... SANGGUPKAH KITA BERSYUKUR, SAAT DIA SEOLAH DIAM, SAAT MASALAH KITA SEAKAN TIDAK DAPAT TERSELESAIKAN, SAAT MASALAH KITA SELESAI DENGAN KEMATIAN ORANG YANG KITA CINTAI; SAAT MUJIZAT TIDAK TERJADI, SAAT BERKAT TIDAK MENGHAMPIRI KITA.
SANGGUPKAH KITA SEPERTI SADRAKH, MESAKH DAN ABEDNEGO DENGAN BERKATA:
AKU TAHU ALLAH SANGGUP MENYEMBUHKAN SEGALA PENYAKIT. NAMUN, KALAUPUN DIA TIDAK MENYEMBUHKAN, AKU AKAN TETAP MENYEMBAHNYA SAMPAI SELAMANYA. Wanita yang besaksi itu telah melakukannya.
Tuhan telah mati untuk kita di kayu salib, Kasihnya yang besar sudah cukup untuk kita. Sebenarnya kita yang hina ini tidak pantas untuk meminta apapun kepadanya lagi. Namun, dia teramat baik dan masih tetap berkata:
Yohanes 15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
Aku bertanya dalam hati: sudahkah aku tinggal dalam firmanNya?, sudahkah aku melakukan semua seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia?? Apapaun yang terjadi ajarku mengetahui:
Mazmur 23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
Yeremnia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Apapun yang terjadi Tuhan selalu berkata :
Yesaya 41:10. janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.
APAPUN YANG TERJADI: MUJIZAT TERJADI SEPERTI PADA WANITA PERTAMA, ATAU MUJIZAT TIDAK TERJADI SEPERTI WANITA KEDUA:
- TUHAN YESUS TETAP BAIK
- TUHAN YESUS TETAP BERKUASA
- TUHAN YESUS TETAP SETIA
- TUHAN YESUS MENGASIHI KITA
- DULU, SEKARANG, DAN SAMPAI SELAMANYA.AMIN
Submitted by
Luky_Gitaris
on