Tuhan Musuhan Dengan Orang Kaya
Saya pernah mendengar orang-orang berbicara tentang teologi kemakmuran, dimana intinya adalah mengajarkan bahwa Tuhan menghendaki kita sukses, kaya, sehat, diberkati dll. Kalau kita miskin, maka ada yang tidak beres dengan kehidupan kita, entah itu masih ada kutuk yg belum diputus, iman yang kurang, atau dosa yg masih belum dibereskan (masih disimpan).
Hidup ini dimaksudkan Tuhan untuk dinikmati. Tidur di hotel mewah, makan di restoran bagus, liburan ke luar negri, dan juga membeli mobil terbaru dan termahal. Bapa kita adalah pemilik alam semesta, tidak mungkin Dia akan membiarkan anakNya tinggal dalam kemiskinan dan sakit penyakit. Karena kita adalah anak Raja, maka Allah ingin kita menikmati semua fasilitas yg ada di dunia ini.
Sepanjang kita tidak melanggar Firman Tuhan seperti berzinah, mencuri, membunuh apa yang salah dengan menjadi kaya. Selama kita memberi persembahan untuk hamba Tuhan, untuk misi dan penginjilan bahkan memberi perpuluhan, apa yang salah dengan memiliki harta kekayaan materi yang berlimpah-limpah.
Jika ada orang yang merasa terganggu dengan keberadaan dan gaya hidup para penganut teologi kemakmuran, pastilah dikarenakan orang tersebut iri.
Mungkin dalam bahasa “gaul” , aplikasi dari teologi kemakmuran adalah MUDA FOYA-FOYA, TUA KAYA RAYA, MATI MASUK SORGA.
Kendati demikian, tidak bisa disangkal, tentunya ada banyak juga orang Kristen yang menentang ajaran dari penganut teologi kemakmuran dengan pemikiran bahwa, orang kaya itu konotasinya tidak rohani.
Argumentasinya adalah bahwa, menurut banyak ayat-ayat di Alkitab, orang kaya merupakan kelompok yg tidak disukai alias dimusuhi oleh (Firman) Tuhan. Lihat saja ayat-ayat berikut dibawah ini.
(Luk 6:24) Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.
(Luk 18:25) Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
(Yak 1:10) dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah sebab ia akan lenyap seperti bunga rumput.
Bukankah Firman Tuhan tidak mungkin salah, bukankah ayat-ayat diatas dengan jelas menunjukkan ketidaksukaan perihal sesuatu yg disebut kekayaan. Bukankah orang kaya sangat sulit bahkan hampir mustahil masuk Kerajaan Allah.
Disamping apa yang dikatakan alkitab, saya juga pernah mendengar istilah-istilah seperti berikut sehubungan dengan dukungan terhadap kemiskinan:
Biar Miskin didunia asal kaya di sorga
Contohlah hidup Yesus, selama di bumi Yesus kan miskin.
Malah ada yg bilang semakin miskin seseorang, maka semakin rohani orang tersebut.
Dari beberapa ayat Firman Tuhan diatas ditambah dengan istilah-istilah diatas, rasanya sulit untuk mendapatkan celah adanya dukungan Firman Tuhan yang menyatakan bahwa Yesus suka dengan orang kaya. Sebab semua ayat diatas serta istilah-istilah dibawahnya, mengindikasikan dengan jelas mengenai ketidaksukaan Tuhan kepada orang kaya.
Namun demikian, seandainya ada peluang, saya tetap lebih suka menjadi orang kaya, tentunya tanpa dimusuhi oleh Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati
Sola Gratia