Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Bagaimana rasanya dituduh sesuatu yang tidak dilakukan oleh kita?

galatia220's picture

Saat saya “menikmati” perasaan didalam hati ketika dituduh
sesuatu yang tidak dilakukan oleh “musuh” adalah marah, ingin membalas, ingin klafisikasi dan ingin membela diri. Dimana keinginan daging terus bermunculan
satu per satu dalam hati ini, namun satu hal yang pasti Tuhan ingin saya
percaya kepada FirmanNya. Jika ya hendak katakan ya, jika tidak hendak katakan tidak.

Kayakinan dalam hati saya berkata kalau saya tidak melakukan
apa yang dituduhkan kepada saya untuk apa saya membela diri, pernyataan ini
berbeda sekali dengan keinginan dunia yaitu jika kamu tidak bersalah kamu harus
kasih bukti bahwa kamu tidak bersalah. Namun satu hal saya percaya pada
firmanNya, bahwa aku tidak akan ditinggalkan sendiri. Yesus adalah pembela saya baik dibumi maupun disorga.

Walaupun ada keinginan membalas semua perbuatan itu, bisikan
hati selalu berkata

Kel 20:16 “Jangan mengucapkan saksi duta tentang sesamamu”

Mat 5:44 “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”

Mat 6:14-15 “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu disorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kasalahanmu.

Hati ini makin tersiksa dengan tuduhan tersebut dari hari ke
hari. Semakin hari, tuduhan tersebut makin menyebar kepada hampir semua
pelangganku. Aku hanya bisa menangis dihadapan Tuhan, dan aku berkata Tuhan
kenapa mereka semua terus menuduh aku. Aku sudah tidak kuat dengan semua ini
Tuhan, tolong aku. Apakah aku harus berdiam diri terus seperti ini? Pertanyaan
demi pertanyaan terus kuutarakan dihadapanNya?

JawabNya: jangan takut anakKu, Akupun telah lebih dahulu mengalami
apa yang kau alami sekarang ini. Dan Aku tahu hatimu, percayalah kepadaKu.

Aku diingatkan terus tentang kejadian dimana Tuhan Yesus
dituduhkan segala sesuatu yang tidak dilakukanNya dan Dia hanya berdiam diri
tanpa membela diriNya, aku dibawa untuk menikmati perasaanNya ketika Dia
dituduh oleh umat pilihanNya sendiri, umat kesayanganNya menolak Dia. Bagaimana
perasaan Yesus, yang jauh-jauh dari Sorga untuk datang kepada buatan tanganNya
di bumi bukan hanya ditolak tetapi dituduhkan segala yang jahat yang tidak
dilakukan. Bagaimana hati Yesus saat itu? Remuk, hancur, sedih, dan mungkin
teriris-iris dan saya percaya apa yang dialami Tuhan Yesus lebih hebat dan dahsyat
daripada yang apa saya alami.

Satu hal yang pasti bahwa Yesus telah melewati itu semua dan
Dia sanggup melakukannya. Dia pasti akan menolong aku untuk melakukan seperti
yang Dia mau.

Kel 20:16 “Jangan mengucapkan saksi duta tentang sesamamu”

Mat 5:44 “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”

Mat 6:14-15 “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu
disorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni
orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kasalahanmu.

 

Berat pasti, susah memang. Tapi Tuhan Yesus menyertaiku dan Roh
Tuhan ada padaku, kutahu saat aku lemat aku kuat. Saat ada dukacita, pasti ada
sukacita.

Mzm 126:5-6 “ Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang
dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Inilah renunganku tentang rasanya dituduh,
kasarnya “difitnah”. Saya berdoa bagi yang mengalami hal yang sama dengan saya,
dapat dikuatkan dengan renungan ini. Tuhan Yesus memberkati, amin.

__________________

namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan
Kristus yang hidup di dalam aku.... Galatia 2:20