Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Belajar ilmu gaib jangan tanggung

Purnomo's picture
          Saya tidak tahu apa yang membuat Rudi tidak berani menatap mata saya. Saya tidak pernah belajar magic. Sebagai orang Kristen saya juga tidak pernah merasakan pengalaman kepenuhan Roh Kudus sehingga memiliki kekuatan supranatural. Saya hanya orang Kristen biasa-biasa saja yang masih jatuh bangun. Saya tidak tahu apa yang dilihatnya pada diri saya. Apakah ia melihat sesuatu pada diri saya yang tampak mengerikan bagi roh jahat yang ada dalam tubuhnya?
– o –
          Warung minum itu terletak di pinggir kota Pematang Siantar. “Kamu pintar mencari tempat. Warung minum ini sepi pengunjung sehingga aku bisa membicarakan sesuatu yang tidak boleh didengar para marketer-mu,” kata saya kepadanya yang saya kunjungi kantornya dalam perjalanan dari Sibolga pulang ke Medan.
 
           “Kantor pusat telah memerintahkan dilakukannya pertukaran marketer antardivisi sebagai salah satu cara meningkatkan ketrampilan mereka. Dari Sumatera aku memilih 2 orang marketer yang belum berkeluarga untuk dikirim ke Jawa selama 3 bulan. Ridwan dari Medan aku kirim ke Bandung untuk belajar memanfaatkan database pelanggan. Satu lagi adalah Rudi bawahanmu, mau aku kirim ke Surabaya untuk meningkatkan ketrampilannya menangani supermarket dan chain store. Tadi aku sempat melihat Rudi memberi pengarahan kepada 11 salesman Distributor yang menjadi bawahannya di meeting room. Aku melihat kepemimpinannya kuat dan ia runtut dalam menguraikan pendapatnya. Tetapi ada yang membuat aku ragu mengirimnya ke Surabaya karena . . . .” saya menunda pembicaraan karena pemilik warung mengantar pesanan kami.
 
          Setelah menghabiskan seperempat gelas jus adpokat saya bertanya kepada Sofyan. “Sof, kalau kamu berdiskusi dengan Rudi, berani tidak ia mengutarakan pendapatnya untuk menyanggah idemu?”
 
          “Berani! Saya juga tidak senang mempunyai bawahan yas-yes saja,” jawabnya.
          “Kalau ia melakukan kesalahan dalam pekerjaan, lalu kamu menegurnya, apakah ia menundukkan kepala atau melihat mata kamu?”
          “Ia melihat mata saya. Dalam arti untuk menunjukkan ia memperhatikan apa yang saya katakan, bukan untuk menantang. Apa tadi waktu melakukan briefing ia melakukan kesalahan?”
 
          Saya menghela nafas. “Kamu tahu sendiri tadi selesai briefing aku meminjam kamar kerjamu untuk bicara 4 mata dengannya. Aku mengungkapkan apresiasiku atas apa yang baru ia kerjakan. Kemudian aku menanyakan apa rencananya untuk meningkatkan kinerja bawahannya. Aku sama sekali tidak membicarakan kekurangannya karena memang aku tidak melihatnya. Anehnya, selama berdiskusi ia tidak pernah menatap mataku lebih dari 1 detik. Ia memandang tembok di belakangku. Paling dekat ia hanya menatap telingaku. Dan ini tidak pernah ia lakukan kepadaku sebelumnya.”
 
          Saya melihat keheranan di wajah Sofyan. “Naluriku mengatakan ada yang tidak beres dengan dirinya,” saya melanjutkan. “Dalam satu minggu ini periksalah kembali laporan keuangan perjalanan dinasnya 3 bulan terakhirlebih teliti dengan cross-check procedure. Diam-diam selidikilah apakah ia berhutang kepada rekanan perusahaan; atau ia menghamili pacarnya; atau ia baru saja melakukan sesuatu yang memalukan. Rencanaku untuk mengirimnya ke Surabaya jangan kamu beritahukan kepadanya karena bila ada yang tidak beres dengan dirinya aku akan menggantinya dengan marketer dari Bandar Lampung. Jangan pula kamu ceritakan tentang kecurigaanku ini kepada siapapun. Prasangka tidak bisa dipergunakan melandasi keputusan.”
- o -
          Sebulan kemudian Ridwan dan Rudi berangkat ke Jawa melalui bandara Polonia Medan. Sofyan telah melapor tidak menemukan sesuatu yang negatip tentang Rudi. Saya tidak bisa menemui mereka karena sedang berada di Cipanas untuk rapat kerja selama 1 minggu.
 
          Hape saya bergetar. Ada telepon masuk dari Surabaya. Saya tekan tombol ‘tolak.’ Sebentar kemudian hape bergetar lagi. Nama yang muncul adalah manajer senior Surabaya yang membawahi daerah pemasaran Indonesia Timur. Saya reject lagi karena rapat sedang membicarakan topik gawat. Lampu hape berkedip-kedip. SMS dari orang yang sama. “Call me right now or I kill you,” begitu pesannya. Saya permisi keluar ruang rapat.
 
          Begitu hape saya tersambung sebelum sempat uluk salam, ia sudah berteriak, “Pur, kamu gila aku tidak peduli. Tetapi aku tidak suka orang gila mengirim orang gila ke daerahku!”
 
          Lalu ia berkisah dengan nada jengkel. Jengkel sekali sampai-sampai makian khas arek Suroboyo terselip di sana-sini. Setelah 2 hari Rudi berkeliling kota mengunjungi sejumlah supermarket, pada hari ke-3 sebelum berangkat ke lapangan ia memanggilnya ke ruang kerjanya untuk mendiskusikan rencana pelatihannya. Ketika Rudi masuk ia melihat tembok di belakang kursi manajer senior itu. Matanya terpaku kepada senjata-senjata tradisional yang digantung di tembok itu. Mendadak saja matanya berubah liar dan ia berlari keluar sambil berteriak-teriak histeris. Ia berlari kian kemari di halaman kantor sehingga terpaksa diringkus satpam.
 
          Rekan saya ini punya hobi mengoleksi senjata-senjata tradisional yang ada isinya dari berbagai daerah. Di rumah ia menyimpan koleksinya dalam sebuah peti kayu besar. Ia pernah bercerita kepada saya pada malam hari tertentu sering terdengar suara gaduh dalam kotak itu. Ini selalu dibanggakan kepada teman-temannya.
 
          “Sekarang Rudi ada di tempat kosnya ditemani orangku. Sudah agak tenang. Tetapi matanya kosong. Rencanamu bagaimana?” tanyanya.
 
          “Beri waktu aku berpikir. Satu jam lagi aku kabari,” jawab saya.
          Hampir 2 jam kemudian baru saya mengontaknya. “Aku tidak mungkin meminta kamu menurunkan perlengkapan perangmu karena itu kantormu. Jadi, kalau besok pagi matanya sudah balik normal, tolong antarkan dia ke bandara dan belikan tiket ke Medan.”
 
          Siang hari berikutnya ia menelepon. Sekarang ia bercerita sambil terkekeh-kekeh. Pagi tadi Rudi sudah balik normal. Pandangan matanya normal, bicaranya normal, pikirannya normal. Ia diantar ke bandara. Ia mengurus boarding pass sendiri. Ia membawa kopornya sendiri sementara pengantarnya hanya mengikuti dari jauh. Ia melangkah menuju pintu ruang tunggu. Si pengantar menarik nafas lega. Selesailah tugasnya. Ketika Rudi melangkah melintasi gapura pemindai, mendadak langkahnya terhenti. Lalu ia berlari masuk sambil berteriak-teriak histeris. Beberapa petugas sekuriti segera mengejar dan menelikungnya. Perusahaan penerbangan mencoret statusnya sebagai penumpang. Ia bisa membahayakan pesawat bila kumat di atas. Uang tiket dikembalikan dan Rudi yang masih berteriak-teriak digiring masuk ke mobil.
          “Aku tidak mau waktu orang-orangku terpakai untuk mengurusinya. Sekarang kamu kirim orang untuk menjemputnya,” katanya menutup cerita tanpa memberi saya kesempatan mencari solusi lain.
 
          Segera saya menelepon Medan meminta sekretaris kantor menerbangkan kedua orang tua Rudi ke Surabaya. Esok paginya mereka berangkat, sore hari mereka sudah berada di setasiun Surabaya bersama Rudi. Di setasiun Rudi membuat ulah kembali gara-gara orang tuanya lupa memberinya obat penenang. Ia bermain kejar-kejaran di peron dengan para pengantarnya. Pagi hari mereka sampai di Jakarta dan perjalanan diteruskan ke Medan dengan mempergunakan bus. Semua biaya perjalanan ditanggung perusahaan.
 
          Selama sebulan kemudian Rudi tidak masuk kerja karena mendapat surat cuti sakit dari dokter setiap 5 hari. Direktur personalia memerintahkan saya untuk memecatnya. Tetapi saya menolak karena sesuai peraturan perusahaan karyawan yang sedang sakit hanya boleh dipecat apabila ada pernyataan tertulis dari dokter bahwa ia invalid sehingga tidak bisa lagi melakukan pekerjaan apa pun. Bila nanti ia sudah sehat, saya berencana memindahkannya ke administrasi gudang. Saya ingatkan beliau bahwa Rudi termasuk marketer yang handal dan berdedikasi tinggi sehingga saya mengutusnya ke Surabaya untuk meningkatkan ketrampilannya. Ia diterima bekerja di Medan. Kemudian dipindahtugaskan ke Lhokseumawe Aceh Utara tempat yang paling panas dalam konflik GAM. Karena prestasinya ia dipindahkan ke Pematang Siantar untuk tugas yang lebih berat. Bila perusahaan memecatnya dalam kondisi seperti itu, motivasi semua rekan kerjanya akan ambruk.
 
          Jika ia harus dipecat, saya minta surat pemecatan datang dari kantor pusat, bukan dari meja kerja saya. Akhirnya, kantor pusat mengalah. Sikap keras kepala seperti inilah yang membuat saya dijuluki “orang gila.” Dalam membela hak-hak karyawan rendahan saya sering lupa akan keselamatan diri saya sendiri.
 
          Kantor pusat percaya sakit Rudi tidak akan berlangsung lama karena saya tidak meneruskan informasi dari Sofyan yang pernah bertugas di Lhokseumawe bersama Rudi. Waktu Rudi bertugas di sana, begitu ceritanya, ia belajar ilmu gaib. Ketika seorang gadis tetangga kosnya yang berasal dari Meulaboh kesurupan, ia mencoba ilmunya. Sebelum gadis itu jatuh pingsan, dia berkata dengan suara bariton, “Aku mau menuruti kemauanmu. Aku mau keluar dari tubuh gadis ini. Aku mau kembali ke Meulaboh. Tetapi aku akan kembali lagi untuk tinggal dalam tubuhmu.”
 
          “Kalau begitu aku akan memberitahu orang tuanya agar menemui guru Rudi,” kata saya.
          “Wah, ini yang sulit, Pak. Rudi tidak punya guru.”
          “Lalu bagaimana ia bisa ilmu gaib?”
          “Dari majalah terbitan Surabaya. Pak Pur dulu ‘kan pernah tugas setahun di Surabaya. Saya juga pernah 5 tahun di sana. Tahu sendirilah majalah mana yang saya maksud. Majalah itu juga memuat iklan yang menawarkan transfer ilmu gaib dengan syarat mengirim sejumlah uang mahar kepada pengiklannya.”
 
          Setiap akhir bulan Rudi dikawal ayahnya ke kantor untuk mengambil gaji. Suatu hari ketika mereka datang kebetulan saya ada di kantor. Ayahnya menemui saya. Setelah berterima kasih atas semua perhatian perusahaan kepada anaknya, ia menyatakan pengertiannya apabila perusahaan memecat anaknya. Ia bahkan mau menyuruh Rudi membuat surat pengunduran diri bermeterai. Di luar pengobatan medis yang didapat dari perusahaan, ia telah mengusahakan “pengobatan” lain tetapi belum memberi hasil. Di rumah Rudi sering kesurupan. Bila kelak Rudi diperbolehkan kembali bekerja, ia kuatir sakitnya mendadak kambuh ketika tengah mengemudikan mobil. “Separah apa pun keadaannya, ia tetap anak saya,” katanya sambil menahan tangis. “Saya tidak mau kehilangan dirinya.”
 
          Bulan berikutnya ayah Rudi membuktikan kesungguhan tekadnya. Ia datang menemui saya membawa surat pengunduran diri anaknya. Memang setelah 3 bulan cuti total, saya menyuruh Rudi datang ke kantor setiap Senin dan Kamis untuk membantu operator data. Saya ingin ia mulai bersosialisasi kembali dengan teman-temannya sekalian melihat kemajuan proses kesembuhannya. Tetapi lebih sering sebelum jam istirahat siang ia pamit pulang karena kepalanya pusing. Dan ini makin membuat ayahnya kuatir suatu saat ia akan saya tugaskan keluar kota dengan membawa mobil walau sekedar percobaan.
 
          Saya menolak surat itu karena akan menyebabkan Rudi tidak mendapat uang pesangon. Kemudian saya memberitahu lelaki tua itu sebuah berita yang saya minta ia rahasiakan. Perusahaan kami baru saja membeli perusahaan lain. Berarti akan terjadi kelebihan tenaga kerja dan pengurangan SDM tidak dapat dihindari. Saat itu saya lebih sering berada di Jakarta untuk merundingkan jumlah SDM pemasaran di daerah saya yang akan di”terminate.” Agar tidak menimbulkan gejolak perusahaan sedang memikirkan sebuah kompensasi yang menggiurkan bagi mereka yang mau mengundurkan diri dengan sukarela. Saya ingin Rudi mengundurkan diri pada saat paket pensiun ini diumumkan agar ia mendapatkan sejumlah uang.
 
          Kemudian saya memanggil Rudi yang datang bersama ayahnya ke ruang kerja saya. Saya menutup pintu karena saya ingin bicara 4 mata dengannya. Saya memutar kaset lagu instrumentalia bertempo lambat di compo untuk menciptakan suasana santai. Saya menanyakan kegiatannya di rumah. Apa yang terjadi di Pematang Siantar terulang kembali di sini. Ia menghindari kontak mata dengan saya. Hal ini tidak dilakukannya terhadap orang lain.
 
          Ketika akhirnya Rudi menatap mata saya, tanpa prakata ia berkata, “Bapak orang hebat. Saya melihat Pak Pur naik pangkat.” Setelah itu matanya kembali tidak memandang saya. Ia juga tidak menjawab pertanyaan saya bagaimana ia tahu saya orang hebat atau akan naik pangkat. Pembicaraan kami tidak pernah nyambung.
 
          Pada suatu hari setelah menjalani cuti sakit hampir 1 tahun, Rudi bersama dengan beberapa orang marketer lainnya yang berkantor di Medan menyelesaikan administrasi pensiun dini. Mereka menyalami saya dan mengajak saya dan rekan-rekan mereka yang akan tetap tinggal untuk makan bersama. Mereka mau menraktir kami. Saya menolak ikut karena ada hal penting yang harus saya selesaikan hari itu. Setelah mereka pergi, saya menelepon perusahaan kargo. Saya minta stafnya untuk ke rumah saya menaksir berapa meter kubik barang-barang saya.
          Permintaan saya untuk ikut pensiun dini – yang saya rahasiakan dari seluruh bawahan agar tidak menimbulkan keresahan – akhirnya dikabulkan oleh perusahaan setelah sebelumnya dua kali ditolak. Alasan penolakan pertama karena usia saya terlalu muda untuk mengambil pensiun. Alasan kedua karena tidak ada orang yang bisa menggantikan saya. Proses ketiga juga tidak mulus karena surat-surat permohonan saya tidak sampai ke meja yang berwenang. Ada yang menyabot surat itu. Permohonan itu akhirnya sampai ke meja HRD setelah saya kirim ke rumah seorang rekan kerja di Jakarta. Dan saya terpaksa harus terbang ke Jakarta menghadap HRD untuk menanyakan responnya karena lama tidak dijawab. Saya tercengang ketika beliau mengatakan surat jawaban sudah lama dikirim ke Medan. Sebagai buktinya ia menunjukkan dokumen-dokumen persetujuan yang ditandatangani oleh bos number one. Heran, orang gila yang selama ini dimusuhi banyak orang ketika mau keluar malah dihalangi banyak orang. Masih bermanfaat untuk tumbal ‘kali.
 
          Penglihatan Rudi sekian bulan sebelumnya memang benar. Saya naik pangkat dari karyawan menjadi pensiunan. Dari seseorang yang diharuskan bangun pukul 5 pagi agar tidak terlambat datang ke kantor sekarang jadi seseorang yang boleh bangun pukul berapa saja. Saya orang kuat, karena sakit pinggang saya yang setiap minggu harus dibawa ke tukang pijat tunanetra dua kali kemudian hilang sendiri.
 
          Itulah pertemuan terakhir saya dengan Rudi. Setelah meninggalkan Medan, saya tidak tahu bagaimana nasib Rudi sekarang ini. Semua mantan rekan kerja yang akrab dengan saya juga ikut pensiun dini sehingga saya tidak mempunyai contact person lagi. Semoga ia telah sembuh dari penyakitnya gara-gara belajar ilmu gaib dengan tanggung.
 
          Mazmur 5:12-13 “Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena Engkau akan bersukaria orang-orang yang mengasihi nama-Mu. Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.”
 
(end of session)
* semua nama telah disamarkan.
 
 
Kisah-kisah mistis.
bag 3: Belajar ilmu gaib jangan tanggung.
Penonton's picture

@Pak Pur: sekedar kritik...

Dear Pak Pur,

Sekelibat membaca kisah yang anda tulis mengingatkan saya akan banyanya kejadian-kejadian yang mirip, meskipun saya belum pernah mengalaminya sendiri.

Yang saya menjadi penasaran, apakah Rudi sempat menceritakan ilmu gaib macam apa yang pernah dipelajari / dibeli melalui iklan majalah tersebut ?

Di majalah macam majalah Misteri memang banyak sekali bertebaran ilmu-ilmu yang bisa " dibeli "dengan membayarkan uang mahar kepada sang guru.

Apakah Pak Pur sempat mengetahui ilmu macam apakah yang dipelajari oleh Rudi ?

Ketika para pembaca melihat kepada judul tulisan yang bertuliskan " Belajar ilmu gaib jangan tanggung "sepertinya menurut dugaan saya maka akan ada perbandingan antara yang  tanggung dan yang full ....tidak tangung-tangung.

Misalkan, yang tanggung adalah seperti Rudi, dan kemudian yang Full tidak tanggung-tanggung adalah seperti si anu...anu...anu...

Terus terang tulisan Pak Pur kembali mengingatkan saya akan kisah Daud Tony yang sempat menjadi kehebohan di Klewer ini.

Sayanganya jika dibandingkan dengan tulisan Sdr Hai-hai berkaitan dengan kasus Daud Tony kok rasanya banyak bagian-bagian yang sepertinya dijelaskan secara kurang jelas oleh Pak Pur ( sekedar kritik lho Pak....).

Apakah Pak Pur pada ahirnya mengetahui mengapa Rudi sering berteriak histeris, pada saat melihat atau berdekatan dengan benda-benda tertetu, sedangkan di lain saat dapat dengan tenang bekerja tampa gangguan ?

Atau sedkitnya tahu nama ilmu simpanan mas Rudi tersebut?

Hal-hal itulah yang sepertinya membuat seakan-akan ada yang kurang dari tulisan Pak Pur kali ini.Dalam menggambarkannya mungkin seperti sebuah nasi goreng komplit yang kurang sedikiiiit garam.Jika ditambah sedikit garam , maka niscaya akan sangat enak sekali Pak Pur.

Anyway...

Itu semua adalah hanya kritik dari seorang penonton, dimana selera orang tentunya berbeda-beda.

Maju terus Pak Pur.....ditunggu tulisan berikutnya...

Terima Kasih,

 

From Oz far-far away

 

__________________

xxx

Purnomo's picture

@Penonton, nasi goreng kurang sedikiiit garam

Kritik Anda benar. Saya tidak bisa menambah sedikit garam karena garamnya memang segitu. Saya tidak tahu jenis ilmu apa yang ia beli karena saya tidak mencari tahu. Saya lebih fokus pada upaya meluputkan ia dari pehaka. Hal-hal lainnya diurus oleh atasannya yang masih punya atasan lagi yang akan menyampaikan kepada saya sebagai atasannya apabila ada yang tidak bisa ditanganinya. Jarak hirarki inilah yang membuat saya tidak bisa kontak langsung dengan Rudi.

 

Gejala kesurupan yang dialaminya tidak saja terjadi bila berdekatan dengan benda-benda yang ada “isi” tetapi bisa terjadi kapan saja, termasuk di rumahnya sendiri pada siang hari. Ini diceritakan oleh sekretaris saya yang saya utus mengunjunginya di rumah sambil menawarkan solusi “pengobatan” sesuai dengan agama yang diyakininya. Bisa jadi masalah bila saya yang ke rumahnya membawa daftar nama pendeta Kristen spesialis tengking.

 

Frase “jangan tanggung” dalam judul blog tidak untuk diperbandingkan dengan mereka yang khatam menuntut ilmu gaib. Saya katakan tanggung karena ilmu itu didapat tanpa menghadiri sekolah atau padepokan. Saya berpendapat ilmu gaib lebih aman dipelajari dengan bimbingan langsung seorang guru yang akan mendampingi dan melindungi muridnya ketika memraktekkan ilmunya. Kalimat “jangan tanggung belajar ilmu gaib” juga bisa ditafsirkan bahwa secara tersirat saya menganjurkan pembaca belajar ilmu gaib. Tentunya saya tidak bermaksud demikian.

 

Saya sendiri merasakan blog ini “kurang garam” di sisi yang lain. Yaitu, kadar dramanya lemah. Saya tidak menggambarkan seramnya wajah Rudi ketika kesurupan atau hebohnya kejar-kejaran di peron setasiun. Saya tidak bisa menggambarkannya karena memang saya tidak melihat sendiri. Ketika mendengarkan pengalaman mistis, saya sering melihat ada kecenderungan si pencerita memberi bumbu-bumbu penyedap untuk mengikat perhatian pendengarnya atau membuat mereka terkagum-kagum kepadanya. Padahal, tidak setiap kejadian mistis berupa fenomena yang menyeramkan. Misalnya saja anjing yang melolong berkepanjangan. Karena sesuatu yang mistis sudah identik dengan hal yang menyeramkan, maka orang bisa saja lupa Tuhan pernah menemui nabi-Nya dalam angin yang bertiup lembut, bukan dalam gemuruh badai.

 

@Penonton, terima kasih atas masukannya. Untuk tambahan garam, telah diramu oleh hai hai dan TP dalam komentar-komentarnya di bawah ini.

Salam.

 

Penonton's picture

Nasi goreng kurang sedikiiit garam...

Dear Pak Pur,

 

Terima kasih atas komentar balasannya.Sepertinya memang setelah Sdr Hai-hai dan Smile serta Tante Paku lantas menambahkan sedkit garam,memang sang nasi goreng menjadi terasa lebih nikmat.

Topik supranatural sepertinya masih akan terus menjadi best seller di Pasar Klewer ini, berhubung banyaknya orang-orang yang terlihat sangat antusias dalam menanggapinya.

Saya tunggu tulisan berikutnya Pak Wawan...

Regard,

Penonton

 

From OZ far...far...away

__________________

xxx

Purnawan Kristanto's picture

Fitnah

"Saya tunggu tulisan berikutnya Pak Wawan..."

Wah saya "difitnah" di sini.  Saya nggak nulis ini lho, dan nggak ikut-ikutan dosa yang dibuatnya.


__________________

 

Tulisan PurnawanFoto Purnawan  Video karya Purnawan

alvarez's picture

Penyebab saya tidak mau belajar ilmu

Salam kenal Pak Pur, saya mau cerita sedikit pengalaman saya.

Sewaktu sekolah, saya termaksud anak yang nakal, ketika SD saja, saya sudah memiliki penghasilan yang mampu untuk memenuhi kebutuhan sekolah, makan, jajan dan kebutuhan hidup lainnya. Saya memiliki seorang kakak angkat yang memiliki banyak sekali "ilmu". Ilmu-ilmu tersebut diperolehnya dari berpuasa dan mencari sendiri. Menurut ceritanya, jika dia melihat orang lain yang juga memiliki "ilmu" maka jika ilmu orang lain tersebut lebih kecil dari miliknya, dia melihat orang tersebut hanya seukuran jari kelingking. Semakin tinggi ilmu orang yang dipandangnya, semakin besar pula ukuran dilihat dari "mata rohnya". Saya tidak tahu pasti apakah hal yang sama tersebut yang dialami Rudi, kemungkinan antar yang memiliki ilmu mampu mengukur kemampuan hanya dari saling melihat.

Suatu hari saya pernah meminta ilmu kepada kakak saya tersebut, akan tetapi saya dinasihatkan untuk tidak perlu memegang ilmu. Saya diberitahu memiliki ilmu lebih banyak sengsaranya dibanding tidak. Jikalau tidak mampu mengendalikan ilmunya, selain pembawaan jadi panas melulu, pakaian yang dikenakan kakak saya selalu robek tanpa sebab walaupun baru, juga uang habis terus (ga tau kok bisa gitu hehehe)

Akhirnya saya hanya minta supaya teman-teman saya saja yang diisi, biar lebih sakti hehehe. Akhirnya beberapa diberi secara instan oleh kakak saya tersebut. Ada yang mampu dengan menghentakkan kakiknya maka semen hancur berantakan, ada yg diberi kekebalan dan kami beramai-ramai disuruh menghantamnya dengan parang begitu keluar dari ruangan tanpa pemberitahuan. Suatu ketika saya meminta dia untuk hanya mengisi saya dengan susuk, kalau memang belajar ilmu tidak diperbolehkan (soalnya saya masih sangat muda waktu itu dan ingin mencoba-coba hal baru).

Akhirnya dia mengiyakan, dan ketika akan disusuk terjadilah hal aneh. Berulang kali dia mencoba akan tetapi tidak bisa masuk. Kemudian dia mengatakan bahwa didalam diri saya sudah ada suatu kekuatan yang lebih, dia sendiri tidak begitu mengerti kekuatan seperti apa yang saya miliki. Akhirnya hingga saat ini saya tidak pernah belajar apapun ilmu atau sejenisnya akibat nasihat kakak saya tersebut hingga saya bertobat.

Kakak saya bisa dikatakan bukan jenis yang belajar dengan tanggung. Dia pernah berpuasa 40 hari disaksikan saya. Kalau lagi kesurupan (lagi nggak kuat kali) dia pernah melemparkan lemari jati dengan giginya (menggigit). Salah satu ilmunya yang dulu pernah saya minta yaitu ilmu saiful jurus kalau tidak salah. Ilmu tersebut mampu mengambil ilmu yang dimiliki oleh lawannya. Terakhir yang saya ingat, dia banyak membuang sebagian besar ilmunya, entah kenapa. Jika saja waktu itu saya sudah mengerti, tentu saja akan saya nasihatkan untuk melepas semua ilmunya. Kakak saya tersebut bukan dukun, terakhir dia mengikuti ayahnya yang nahkoda kapal tanker untuk keliling dunia. Berkat kakak saya tersebut yang bukan orang Kristen, saya tidak pernah terlibat hal-hal gaib, Puji Tuhan.

 

smile's picture

Ko HAi : Bagaimana pendapatnya?

Bagaimana kah pendapat ko Hai Hai tentang cerita Alvares ini?Menunggu pendapat ko Hai Hai dengan : *sabar mode on*

 

*Penakluk sejati adalah orang yang mampu menaklukkan dirinya sendiri*  

__________________

"I love You Christ, even though sometimes I do not like Christians who do not like You include me, but because you love me, so I also love them"

alvarez's picture

@Smile : Cerita yang mana?

Smile, selain Dunia Kepenuhan Roh yg Ajaib dan Supranatural yang umumnya menggunakan ilmu San Ji Pak (3 7 8), Dunia perdukunan juga sering menggunakan metode yang sama. Umumnya yang mengikuti hal-hal tersebut adalah orang bodoh yang sudah dibodohin oleh IBLIS BAPA PENDUSTA.

Apakah ilmu kebal benar-benar ada? dalam hidup saya, sudah dua kali melihat dengan mata saya sendiri matinya orang kebal. Kalau memang kebal tapi akhirnya mati terbunuh juga, ya nggak kebal dong he he he he

Kata kakak saya dalam setiap ilmu pasti ada kelemahannya maupun batas kekuatannya. Apakah orang Kristen betulan bisa di santet? atau Smile ingin mengusulkan orang Kristen untuk mengetes ilmu kebal, apakah kebal beneran atau nggak kalau dipotong? moga-moga Smile nangkep maksud saya.

Purnomo's picture

@Alvarez, melepas semua ilmu gaib?

          Terima kasih untuk sharingnya yang memperluas wawasan blog saya.

          Terakhir yang saya ingat, dia banyak membuang sebagian besar ilmunya, entah kenapa. Jika saja waktu itu saya sudah mengerti, tentu saja akan saya nasihatkan untuk melepas semua ilmunya.

          Nasehat yang sangat berharga bagi mereka yang telah menerima Yesus sebagai Juruselamatnya. Sayang, masih ada yang tetap menyimpan sebagian ilmu lamanya. Mereka merasa sayang untuk melepas ilmu yang dulu didapat dengan sulit. Lalu mereka memberi label kristen atas kemampuan supranaturalnya. Misalnya, karunia menerawang, karunia melihat roh.

 

Salam.

 

hai hai's picture

@Purnomo, Gila Gara-Gara Ilmu

Mas Purnomo, apa yang dialami oleh Rudi bukan omong kosong. Banyak sekali orang yang belajar ilmu-ilmu gaib lalu kehilangan se ons sehingga di waktu-waktu tertentu mereka normal namun bisa tiba-tiba gila.

Para dukun bilang, hal itu terjadi karena mereka tidak kuat memikul ilmunya. Itu sebabnya ketika ditanya bagaimana cara menangani orang-orang demikian, saya menyuruh mereka beli kereta belanja, dengan demikian maka ilmunya nggak perlu dipikul tapi di dorong. Di dorong lebih enteng bukan?

Para pengkotbah mantan dukun bilang hal itu terjadi karena orang itu dikuasai setan. Ketika normal, setannya hanya hinggap, ketika ngelantur, dia dirasuki sebagian dan ketika jerit-jerit histeris atau bengong terlongong-longong, dia dirasuki penuh. Mereka lalu mengadakan upacara PELEPASAN yang terdiri dari dua bagian. Pertama, pemberian NAMA kepada setan-setan dan dosa-dosa tujuh turunan. Kedua, IKAT dan TENGKING.

Banyak orang bertanya, benarkah CAKUN (calon dukun) gila karena dihinggapi, dirasuki sebagian dan dirasuki penuh oleh setan? Kepada mereka saya bilang, "apabila yang diajarkan oleh pembual mantan dukun itu benar, seharusnya mereka menyadari bahwa Iblis sama sekali tidak bodoh, itu sebabnya dia tahu dukun sakti jauh lebih berguna dari cakun gila. Sama seperti seekor anjing penjaga yang terlatih baik jauh lebih berguna dari seekor anjing gila. Hanya pelatih tolol yang merusak anjing yang dilatihnya menjadi anjing gila."

Setelah mengamati dan mengorek sana sini, maka dapat disimpulkan bahwa HAMPIR semua (karena saya belum mengamati semuanya) CAKUN (calon dukun) yang gila itu menjadi gila SETELAH mereka BERTAPA.

Mereka yang gila permanen, akan ngoceh dan nyengir nggak karu-karuan yang biasanya dipahami sebagai manusia  ngobrol dengan setan atau setan ngobrol dengan setan. Bagaimana dengan mereka yang KUMAT sekonyong-konyong?

Awalnya saya menyangka orang-orang itu kumat sekonyong-konyong karena melihat simbol-simbol gaib namun setelah mengamati lebih seksama, maka nampak gamblang bahwa sesungguhnya mereka umumnya kumat ketika merasa TAKUT atau KUATIR atau TERTEKAN.

CAKUN gila non Kristen umumnya dibawa ke orang pinter alias dukun untuk diobati.  Cakun gila Kristen umumnya dibawa kepada pengkotbah alam roh untuk mengikuti upacara pelepasan. Cakun gila baik yang dibawa ke dukun maupun mantan dukun, ada yang sembuh ada yang makin parah.

Pengkotbah alam roh baik yang spesialisinya mantan dukun maupun pengkotbah arwah umumnya sama-sama mengklaim kesembuhan tersebut sebagai unjuk kesaktian mereka. Bila nggak sembuh-sembuh, mereka akan ditinggalkan dan dilupakan begitu saja. Tentu saja untuk membenarkan diri mereka akan menuduh si cakun dan keluarganya macam-macam sehingga akhirnya kapok tuk datang mengobati si cakun lagi.

Bagaimana dengan orang pinter alias dukun? Bila sembuh mereka umumnya merendah dengan mengatakan bahwa hal itu terjadi dengan seizin Allah. Bila tidak sembuh mereka akan mengaku dengan jujur bahwa kepinteran mereka kurang, jadi silahkan cari dukun yang lain.

Dalam hal penyembuhan dan tidak sembuh, menurut saya dukun jauh lebih JUJUR dan TULUS dibandingkan dengan para pengkotbah alam roh apalagi para mantan dukun.

Ketika seseorang ketakutan, dia akan menyerang balik bila ada sedikit saja harapan untuk menang. Bila tidak ada harapan maka dia akan kabur. Apa yang terjadi bila seseorang ketakutan namun nggak mampu kabur? Dia akan berteriak minta tolong. Apa yang terjadi bila dia nggak bisa minta tolong karena tahu tidak ada yang mau menolongnya atau tidak ada yang mendengar permintaan tolongnya atau tidak ada yang mampu menolongnya?

Sebagian orang akan PINGSAN namun banyak yang lalu MENJERIT-JERIT HISTERIS! kemudian menjadi KALAP atau MATA GELAP atau kehilangan kesadarannya namun tidak pingsan. 

Orang awam menyebut prilaku HISTERIS itu KERASUKAN. Umumnya orang-orang demikian ditolong oleh dukun dan pengkotbah alam roh dengan MENAKUT-NAKUTI mereka sehingga ketakutannya semakin MENINGKAT. Itu sebabnya baik ketika dukun maupun pengkotbah alam roh beraksi, HISTERIS orang tersebut semakin menjadi-jadi. Para pembual tolol itu dengan bangga mengajarkan bahwa itu MANIFESTASI. Saya menyebutnya biadab. Orang ketakutan mala ditakut-takuti!

Ketika membantu orang-orang yang katanya kerasukan, saya mengajak mereka kembali ke dunia nyata untuk menghadapi kenyataan. Kebanyakan saya lakukan dengan cara yang lucu sehingga ketika peristiwa itu berlalu, orang histeris itu akan tersenyum malu-malu ketika bertemu saya. Dan saya akan tersenyum tulus kepada mereka sambil mengangguk untuk menyatakan, "Tiada dusta di antara kita, namun biarlah orang-orang lain tetap tidak tahu."

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Purnawan Kristanto's picture

Beda dukun dengan penyembuh illahi


Bila sembuh mereka umumnya merendah dengan mengatakan bahwa hal itu terjadi dengan seizin Allah. Bila tidak sembuh mereka akan mengaku dengan jujur bahwa kepinteran mereka kurang, jadi silahkan cari dukun yang lain.

Dalam hal penyembuhan dan tidak sembuh, menurut saya dukun jauh lebih JUJUR dan TULUS dibandingkan dengan para pengkotbah alam roh apalagi para mantan dukun.

Ternyata para dukun lebih beretika dan lebih santun. Kalau pasien tidak sembuh, dia mengakui kurang sakti. Beda banget dengan para penyembuh illahi. Jika pasien tidak sembuh maka yang disalahkan adalah pasiennya:"Kamu pasti masih menyimpan dosa"; "Pasti masih ada dosa nenek moyang yang belum dibereskan"; "Kamu kurang iman sih."

 


__________________

 

Tulisan PurnawanFoto Purnawan  Video karya Purnawan

Purnomo's picture

Mas Wawan, satu lagi yang disalahkan

oleh penyembuh ilahi, “Pasti Anda tidak setia memberi persembahan persepuluhan.

Salam.

 

Purnawan Kristanto's picture

Ha..ha..ha..ha sudah sakit,

Ha..ha..ha..ha sudah sakit, kehabisan duit untuk berobat, masih pula dipalak untuk perpuluhan.


__________________

 

Tulisan PurnawanFoto Purnawan  Video karya Purnawan

Purnomo's picture

Empek, kepribadian ganda atau paranoid

Begitulah yang ditulis oleh dokter dalam surat yang berisi hasil pemeriksaan kesehatan Rudi selama hampir setahun. Padahal, saya kenal seorang jemaat muda yang kena paranoid yang kalau sedang kumat bicaranya ngawur sambil matanya mendelik-delik, bisa disembuhkan setelah dirawat di RSJ selama 2 bulan.

Empek, terima kasih mau berbagi pengetahuan.

Salam.

 

hai hai's picture

@Purnomo, Paranoid Bukan Histeris

Mas Purnomo, Paranoid bukan histeris. Pranoid terjadi karena seseorang tidak mampu membedakan halusinasi dan alam nyata.

Contoh, seseorang yang paranoid ingin membakar rumahnya karena dia melihat rumahnya penuh dengan kalajengking.  Yang terjadi adalah dia menganggap apa yang dihalusinasikan otaknya adalah fakta sebenarnya. Namun orang paranoid SADAR sepenuhnya.

Orang-orang paranoid sama sekali tidak histeris.

Histeris adalah prilaku orang-orang yang gelap mata karena ketakutan atau putus asa. Sesungguhnya hal itu juga terjadi pada orang yang gelap mata karena tidak mampu mengendalikan kemarahannya.  Orang histeris umumnya tidak sadar dengan apa yang mereka lakukan.

Paranoid disebabkan oleh SISTEM penilaian otak yang rusak sementara histeris adalah cara melarikan diri dari tekanan atau ketakutan.

Paranoid dan histeris juga berbeda dengan kepribadian ganda. Kepribadian ganda terjadi karena self hipnotis atau swahipnotis. Seseorang menghipnotis dirinya untuk menjadi seseorang yang lain. Ketika menjadi orang lain, dia ada di dalam kondisi hipnosis.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Penonton's picture

@ Ko Hai : numpang tanya....

Dear ko Hai,

Phobia itulah kata yang saya ingin kaitkan dengan kasus Rudi.

Hal ini beralasan oleh karena berhubung orang Indo memiliki kepribadian / kebiasaan ( meski tidak selalu ) sedikit-sedikit selalu mengaitkan hal-hal tertentu dengn masalah mistik,gaib,dan tahayul.

Keadaan kejiwaan yang disebut dengan phobia itu sendiri cukup bermacam-macam, dimana ada yang sangat ketakutan dengan air, ada pula yang ketakutan dengan api, ada juga yang sangat takut dengan ketingian, dan bahkan ada yang sangat takut dengan kegelapan / berada di ruangan gelap.

Phobia Disorder" title="Cure Social Phobia Disorder" src="http://i.ehow.co.uk/images/a05/b1/pf/cure-social-phobia-disorder-200X200.jpg" />

Nah...

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah....

Apakah mungkin Rudi mengidap phobia sementara dokter-dokter memberikan analisa yang salah?

Ko Hai menulis :

Paranoid disebabkan oleh SISTEM penilaian otak yang rusak sementara histeris adalah cara melarikan diri dari tekanan atau ketakutan.

Jika menilik kalimat di atas dan digabungkan dengan kasus Rudi maka saya memberanikan diri berpendapat bahwa kasus Rudi sebenarnya lebih condong kepada kasus kejiwaan ketimbang masalah ilmu-ilmu'an.

 

 

Selanjutnya....

Bagaimana caranya agar kasus Rudi dapat diperiksa dan dibedakan dari gejala penyakit kejiwaan seperti histeris, phobia, paranoid ?

Mohon msukannya

 

FROM OZ far...far... away

 

__________________

xxx

hai hai's picture

Histeris Bukan Phobia

Penonton, histeris bukan phobia. Phobia adalah ketakutan akan sesuatu tanpa alasan yang logis. Misalnya, seseorang yang takut warna kuning. Ketika phobia, orang tersebut sadar sepenuhnya akan rasa takutnya.

Histeris adalah kondisi seseorang kehilangan akal sehatnya bahkan kesadarannya karena ketakutan atau tekanan. Gejalanya adalah apa yang disebut kerasukan atau manifesasi oleh para pengkotbah saat ini.

Seseorang yang pernah histeris, akan mudah histeris lagi. Menurut saya hal itu terjadi karena secara reflek terbentuk suatu prosedur di dalam otak bawah sadarnya, itulah yang saya sebut, "Always use this procedure to solve this problem."

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

hai hai's picture

Dukun VS Pengkotbah Alam Roh

Mas wawan, walaupun mengenaskan namun itulah kenyataan di dalam gereja, itulah prilaku para pengkotbah alam roh. Mereka sudah lupa apa yang disebut KEBENARAN itu sebabnya mereka MEMBUAL seenak udelnya dalam nama Tuhan.

Ketika mendoakan orang sakit, mereka bukan hanya MENJANJIKAN namun MEMASTIKAN kesembuhan pasiennya. Namun ketika pasiennya tidak sembuh sama sekali, mereka bukan saja tidak merasa BERDOSA karena sudah MEMBUAL atas nama Tuhan namun dengan JUMAWA menuduh pasiennya sembarangan.

Benar-benar mengenaskan!

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Tante Paku's picture

94 Ilmu Gaib.

     Banyak hal yg dianggap gaib atau dirasakan sebagai suatu keistimewaan dlm diri manusia hingga sekarang. Manusia adalah mahluk PARADOKSAL kata Teilhard de Chardin seorang filsuf modern. Sementara filsuf Betrand Russel mengatakan manusia adalah mahluk tak terpahamkan, khususnya yang terkait dengan dunia gaib atau supranatural atau indra ke enam yg dimiliki oleh masing-masing orang.

     Kenapa seseorang mampu memiliki kemampuan gaib? Ini tidak lepas dari berpadunya dua kekuatan, dalam istilah Cina dikenal CHI atau hawa murni dan physycal body atau jasad kasar. Mengingat manusia yg terdiri dari sepasang tubuh, jasad dan kesadaran. Keduanya juga berpasangan, MENTAL terdiri dari ordinary consciousness dan super consciousness atau kesadaran biasa dan kesadaran murni.

     Tetapi fenomena ilmu gaib ini muncul karena berfungsinya gejala-gejala KEWASKITAAN berkekuatan listrik. Yang dikalangan paranormal dikenal dengan istilah ESP (para sensory perception). Banyak variasi dari ESP ini yang mampu mengarahkan seorang yang bergejala gaib thd suatu bentuk spesialisasi.

     Jadi kekuatan gaib ini muncul dari dalam diri seseorang karena adanya dukungan kekuatan lain dari bentuk satu kekuatan dalam satu kehidupan. Untuk orang normal mereka hanya membutuhkan energi dalam bahasa  cina biasa diistilahkan dengan nama YANG atau physical energy. Sedangkan utk paranormal biasanya memerlukan energi YIN atau spiritual energy.

     Kalau kita pernah melihat upacara umat Hindu, dalam salah satu acara keagamaan, mengapa mereka bisa berjalan diatas bara dalam keadaan selamat? Mungkin ini dianggap mujizat, tapi bagi mereka yang mengenal baik permulaan BIOMAGNETIC dan BIOELECTRICITY serta hubungannya dengan gaya-gaya alam pada umumnya akan lebih mudah memahaminya.

     Kekuatan gaib yg dimiliki seseorang bisa dikatakan sebagai suatu bentuk ketekunan berlatih dengan teori tertentu. Kekuatan ini akan bergulir jika mereka berlatih dengan KEBERSIHAN DIRI. Artinya partikel negatif pada diri seseorang , sifat SOMBONG, IRI HATI, DENGKI, dll akan menghambat sistem kerja kewaskitaan yang dimilikinya.

     Tapi jika seseorang itu memiliki kebersihan diri, PASRAH, IKHLAS, JUJUR, dll, maka sifat negatif itu akan hilang. Sehingga yang ada dlm tubuh adalah unsur positif yang justru akan membantu menerima masuknya pesan esoteris dari unsur alam. Hal-hal semacam itu memang menakjubkan, namun sebenarnya belum banyak yang memahaminya, walaupun yg demikian diyakini mengandung pesan yang sangat penting dari isyarat prediction dan forecasting yang masih dimungkinkan.

     Apa yang bisa kita simpulkan dari semua itu, ilmu gaib tanpa ibadah yang baik, perilaku positif tidak akan memberikan hasil yang baik dalam kehidupan ini.

     Lain dari yang gaib-gaib itu, setelah PURNOMO berhasil masuk dalam 10 besar blogger SS pada blog yang 94 ini, langsung menampilkan avatar yang mencerminkan PADHANG DALANE,  maksudnya itu bukan peristiwa gaib, namun akan menjadi gaib bila Empek Purnomo merubah warna teksnya menjadi biru semua dalam satu blog, itu akan "mengacau" tampilan semua blog di halaman depan, hanya mereka yang memahami jurusnya, bisa menormalkan kembali pada warna yang semestinya. Oleh sebab itu, semua blogger jangan memberi warna dalam satu blog dengan satu warna (kalau diselang-seling sih gak pa-pa), karena itu akan merepotkan, demikian pesan yang memahami soal ini.

     Semoga tidak lupa dengan yang "gaib" satu ini.

Purnomo's picture

Tante, padhang dalane?

Tante yang satu ini memang pintar mengomentari.

          Waktu nama saya ngepot nyemplung halaman muka gara-gara ada blogger yang di-terminate, saya bingung. Saya tidak suka pakai avatar karena menurut saya avatar bagai piring alas makanan yang bisa mempengaruhi citra makanan itu sendiri. Bagilah nasi goreng yang kita goreng dari satu wajan di 2 piring. Yang satu piring seng, yang lain piring perak. Pasti orang yang mencicipi 2 piring itu bilang yang di piring perak lebih enak.

          Celakanya, membiarkan tanpa avatar membuat tampilan 10 blogger jadi jelek bagai 9 orang berbaris pakai jas dibuntuti orang pakai kaos singlet. Yaaa, daripada nanti ditegur satpam terpaksa cari avatar yang netral. Pilihan awal jatuh pada garis bujur sangkar. Waktu mau diunggah, mendadak saya ingat Empek. Jangan-jangan nanti ia menafsir avatar ini melambangkan wu  - kekosongan yang menyimpan energi dahsyat. Wah, bisa kena semprot saya. Sombong kali kau! Tetapi kalau ia menafsir itu sebagai wu wei (tidak berbuat) atau wu xin (tidak mikir) saya juga kena semprot. Jadi, batal posting.

          Lalu saya ingat hobi saya memberi warna biru pada font yang ada di kota teaser. That’s it! Saya unggah bulatan biru yang ternyata standing out dalam kotak 10 blogger.

           Terima kasih bila ditafsir sebagai “padhang dalane” (terang jalannya) yang tentu lebih baik daripada “pil biru” yang konon kabarnya telah membunuh Monroe si bintang film sexy jaman dulu.

Salam.

 

hai hai's picture

@TP, Qi dan Yin Yang

Tante paku, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, di kalangan orang Tionghua berpendidikan (memahami ajaran kitab Tiongkok kuno), para praktisi hongsui dan pekji tidak lebih dari para dukun di tanah Jawa. Memahami ajaran Tiongkok kuno melalui para suhu hongsui dan pekji itu sama dengan memahami kebudayaan Jawa melalaui Daud Tony, Ki Gendeng Pamungkas, ki Joko bodo dan dukun lain-lainnya.

Yin dan Yang bukan bukan kekuatan namun nama yang diberikan kepada berbagai hal untuk membedakan atau mengkontraskan keduanya. Misalnya, panas adalah yang sementara dingin adalah yin. Gelap adalah Yin sementara terang adalah Yang. Di dalam Yang ada Yin dan di dalam Yin ada Yang.

Tante paku, bangsa Tiongkok kuno menyembah Dayi (Yang Mahaesa). Yang mahaesa itu terdiri dari tiga pribadi yaitu: Guishen (yang maharoh), Tian (Yang Empunya Peta) dan Di (Yang Mahapencipta). Namun bangsa Tiongkok kuno juga memilah Tuhan yang mereka sembah menjadi Gui dan Shen. Gui mewujud menjadi tubuh dan nyawa sementara shen mewujud menjadi  Qi.

Tian dan Di adalah Shen (roh yang tidak pernah menjadi manusia atau makluk hidup lainnya). Qi adalah perwujudan dari Shen. Qi adalah jiwa alias roh manusia ketika dia hidup sebagai manusia. Setelah mati Qi dinamai Zhi (roh yang cerdas) atau gui (roh yang hidup namun jahat). Dalam zaman modern, Gui lalu dipahami sebagai roh jahat atau arwah yang jahat.

Zaiwo berkata, “Aku sudah mendengar yang dinamakan Guishen (Maharoh), namun tidak mengerti apa yang dimaksudkan.” Kongzi  berkata, “Yang disebut jiwa (qi) adalah perwujudan shen sedangkan yang disebut nyawa (po) adalah perwujudan gui. Perpaduan gui dan shen adalah ajaran tertinggi agama. Semua makluk hidup pasti mati. Yang mati pasti kembali menjadi tanah. Itulah yang disebut gui. Tulang dan daging musnah di bawah. Yin  menjadi udara dan tanah. Yang dinamai Qi keluar dan melayang ke atas menjadi cahaya gemilang diiringi harum dupa dan perasaan duka yang mendalam. Beratus ada (manusia) memiliki jing  (roh alias hakekat). Shen  yang membuat kita tahu. Karena beratus ada memiliki roh maka perkabungan diagungkan. Firman gemilang Guishen berkuasa atas semua yang berambut hitam. beratus suku menaruh hormat dan berlaksa orang patuh. Liji XXI:II:1 - Jiyi

Qi adalah sebuah misteri di dalam ajaran kitab Tiongkok kuno. Suatu hari murid Mengzi bertanya apa kelebihan Mengzi dibandingkan orang lain? Mengzi menyatakan bahwa kelebihannya adalah karena dia memiliki Qi. Selanjutnya Mengzi mengatakan bahwa Qi itu ada di dalam tubuh dan nampak takluk kepada manusia namun setelah diselidiki ternyata Qi itu menguasai alam  semesta bahkan Tian dan Di

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Tante Paku's picture

Yin Yang dan Chi

Yin dan Yang bukan bukan kekuatan namun nama yang diberikan kepada berbagai hal untuk membedakan atau mengkontraskan keduanya. Misalnya, panas adalah yang sementara dingin adalah yin. Gelap adalah Yin sementara terang adalah Yang. Di dalam Yang ada Yin dan di dalam Yin ada Yang.

Sesungguhnya manusia adalah kebajikan dari Tian dan Di, Unsur Yin (negatif) dan Yang (positif) saling menjalin, Gui dan Shen saling menyatu,Lima unsur (Wu xing) dan roh (qi) saling membuahi. Li Ji VII : III : 1-Li Yun.

Saya kira pengertian ini yang dimaksudkan para paranormal itu dalam menjelaskan fenomena ilmu gaib, unsur negatif positif yang bisa dikendalikan dan bisa mewujud serta saling menyatu.  Yin dan Yan mungkin hanya sebuah nama tapi apa tidak bisa dikembangkan menjadi suatu naluri cinta kasih atau ren? Bukan Yin dan Yan yang mutlak mendukung suatu kekuatan yang dianggap gaib, tapi lebih utama ialah unsur CHI itulah yang perlu dilatih.

Komentar saya di atas yang ditanggapi hai hai, khususnya pada point Yin Yang, adalah hasil membaca berbagai wawancara dari beberapa paranormal yang tentu tidak bisa dianggap 100 % kebenarannya. Juga dari bermacam buku cerita silat yang selalu menyinggung hal ini. Dengan memakai istilah tersebut, dengan mempraktekan jurusnya pak Purnomo  cara mengundang si Empek turun gunung, ternyata menuai hasil juga, maksudnya biar kios ini ikutan laris, karena si empek lebih menguasai jurus Kitab Timur itu daripada saya, buktinya  bisa anda baca di sini.

Dan saya belum puas membaca blog tersebut, sepertinya Kitab tersebut bisa masuk dalam kategori salah satu SAKSI kebenaran Alkitab yang nyata, maksudnya bukan secara gaib.

hai hai's picture

@TP, Qi Adalah Roh Kudus

Tante Paku, ajaran tentang Qi di dalam kitab Tiongkok kuno, Sishu, Wujing, Daodejing dan Mozi, sangat sedikit, unik dan menimbulkan banyak salah faham. Laozi di dalam Daodejing menyebut-Nya Dao.

Bangsa Tiongkok kuno menyembah Ziran, yang ada karena diri-Nya ada. Ziran adalah Yang Mahaesa (Dayi) namun Dayi adalah TIGA yaitu: Guishen, Tian dan Di. Guishen yang membuat KETETAPAN. Tian yang empunya PETA sementara Di yang menjadikan-Nya wujud atau mewujudkan PETA dari Tian.  Guishen sangat unik.

Menurut ajaran Tiongkok kuno, manusia itu trikotomi. Tubuh (Ti), Jiwa alias nyawa (Po) dan Roh (Qi). Binatang memiliki tubuh (Ti) dan jiwa alias nyawa (Bo), keduanya musnah ketika binatangnya mati. Ketika manusia mati, tubuhnya membusuk menjadi tanah namun Qi tidak musnah akan tetapi kembali kepada pencipta-Nya. Po manusia yang menyatu dengan Qi disebut Jing (roh alias hakekat) alias linghun (Roh yang cerdas).

Qi ada di dalam manusia namun Qi bukan manusia. Qi takluk kepada KEHENDAK manusia namun yang benar adalah KEHENDAK manusia harus takluk kepada Qi. Manusia-manusia yang menaklukkan kehendaknya kepada Qi disebut yang mendapat MING (pencerahan). Pencerahan itu adalah MING (takdir). Sayang saya tidak bisa memuat tulisan mandarin di sini agar anda bisa membedakan MING (pencerahan) dan Ming (takdir atau firman Tian berdasarkan ketetapan Guishen).

Para dukun hongsui menyebut Qi nafas kosmis. Nafas kosmis ada di dalam alam, tumbuhan, binatang dan manusia. Apabila manusia mampu mengharmoniskan Qi dalam dirinya dengan Qi di alam maka hasilnya adalah BERKAT. Namun kitab Tiongkok kuno sama sekali tidak mengajarkan hal demikian. Kitab Tiongkok kuno mengajarkan bahwa Qi hanya ada di dalam manusia. Qi adalah perwujudan Shen.

Satu hal yang tidak dipahami oleh Sinolog, orang-orang yang mempelajari agama dan kebudayaan Tiongkok kuno adalah: Kitab Tiongkok kuno sama sekali tidak mengajarkan tentang keberadaan roh-roh jahat. Manusia berdosa kepada Tian karena keinginannya sendiri, bukan karena dikuasai oleh roh jahat. Ajaran tentang keberadaan roh-roh jahat Tiongkok didapat dari ajaran agama Budha.

Memahami Tritunggal Tiongkok kuno sama rumitnya dengan memahami Tritunggal Alkitab. Sampai saat ini saya masih belum mampu memahami keduanya dengan gamblang. Itu sebabnya ketika menulis tentangnya, saya hanya menawarkan versi Alpha. Artinya harus diuji dengan hati-hati. Berikut ini adalah ayat-ayat yang membahas tentang Qi menurut kitab Mengzi yang saya terjemahkan sendiri dari bahasa aslinya.

Gongsunchou bertanya, "Memberanikan diri bertanya tentang hati yang teguh. Apa pendapatmu tentang keteguhan hati Gaozi? bolehkah mendengar pengajaran anda?" "Gaozi berkata, 'yang tidak di dapat dalam kata, jangan dicari dalam hati. Yang tidak didapat dalam hati jangan dicari dalam Qi (Roh).' Yang tidak di dapat dalam hati, jangan dicari dalam Qi. Setuju! Yang tidak didapat dalam kata jangan dicari di dalam hati. Tidak setuju! Kehendak manusia harus dipimpin oleh Qi. Qi memenuhi tubuh. Kehendak manusia adalah yang utama semetnara Qi adalah yang kedua. Maka dikatakan, kehendak harus dipuaskan tanpa mengorbankan Qi." Mengzi IIA:2: 9 - Gongsunchou shang

Telah dikatakan, "Kehendak adalah yang utama sementara Qi (Roh) yang kedua. Juga dikatakan, kehendak harus dipuaskan tanpa mengorbankan Qi. Bagaimana hal itu mungkin?" Mengzi menjawab, "Bila kehendak diutamakan dia yang menggerakkan Qi namun bila Qi yang diutamakan maka dialah yang menggerakkan kehendak. Hari ini, manusia berlari karena ingin buru-buru. Demikian juga Qi menggerakkan hati." Mengzi IIA: 2:10 - Gongsunchou shang

"Memberanikan diri bertanya, apa kekurangan dan kelebihan guru?" Mengzi menjawab, "Aku memahami perkataan. Aku akrab dan menopang serta baik-baik memelihara Qi." Mengzi IIA: 2:11 - Gongsunchou shang

"Memberanikan diri bertanya, apa yang dimaksudkan dengan baik-baik memelihara Qi? Mengzi IIA: 2:12 - Gongsunchou shang

Mengzi menjawab, "Sulit dijelaskan. Apa yang dinamakan Qi itu sangat besar dan kuat. Dia hanya memelihara dan sama sekali tidak mencelakakan. Dipasang tanpa bisa ditolak (sai) agar Tian dan Di senggang. Mengzi IIA: 2:13 - Gongsunchou shang

Yang dilakukan Qi adalah memadukan Yi (kebenaran dan keadilan) dengan Dao (jalan suci). Tanpa-Nya pasti kelaparan. Mengzi IIA: 2:14 - Gongsunchou shang

Ia dilahirkan bersama Yi (Kebenaran dan keadilan), Menyalahi Yi berarti menyerang-Nya. Memiliki Yi berarti memiliki-Nya. tindakan yang tidak memuaskan hati, menimbulkan rasa lapar. Itu sebabnya aku berkata, Gaozi belum memahami Yi karena dia menyatakan Yi ada di luar manusia. Mengzi IIA: 2:15 - Gongsunchou shang

Dilakukan dengan penuh keyakinan namun tidak benar. Hati tidak melupakannya. Jangan membantu pertumbuhan. Jangan seperti orang Song. Ada seseorang di negeri Song yang berbelas kasihan pada padi-padinya yang tidak bertambah tinggi lalu menarikinya. setelah semua padi-padinya tumbuh maka dia pun pulang. Kepada orang-orangnya dia berkata, "Hari ini aku lelah sekali! Aku telah membantu padi-padiku tumbuh." Anaknya buru-buru pergi untuk melihat apa yang terjadi, semuanya sudah layu dan mati. Di kolong langit ini, jarang sekali yang tidak membantu padinya tumbuh. Melakukan hal yang tidak berguna agar tidak mengabaikannya, tidak membiarkan padinya liar. Membantunya tumbuh dengan menariknya, selain bodoh dan tidak berguna juga membunuhnya.Mengzi IIA: 2:16 - Gongsunchou shang

Tante paku, bersabarlah, bila waktunya tiba saya akan menulis tentang ajaran Tiongkok kuno secara sistematis. Saat ini saya hanya menulis untuk memikat orang agar mau mempelajari kitab-kitab Tiongkok kuno dengan cara yang benar.
 

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Purnawan Kristanto's picture

Malam itu hujan sangat

Malam itu hujan sangat deras. Angin bertiup kencang. Tiba-tiba, ibu Darmi dengan keadaan basah kuyup, seorang pedagang makanan manghambur ke dalam rumah kami.

"Mohon ke gereja, "seru pedagang makanan ke depan gereja, "ada orang kesurupan!"

Sesampai di gereja, terlihat seorang pria berusia sekitar 35 tahun sedang berdiri mematung dengan tatapan mata kosong. Hujan deras dibiarkan mengguyur badannya, sementara payung yang dibawanya hanya dibiarkan terlibat di ketiaknya.

Setelah dibujuk-bujuk dan setengah dipaksa, akhirnya dia bisa dibawa berteduh ke dalam gereja. Setelah itu dia meracau. Namun yang jelas, orang ini masih sadar karena masih bisa mengenali orang-orang yang merubungnya.

Koster gereja yakin bahwa orang ini diserang roh leak. Dia lalu menunjukkan HP milik orang itu. Dalam inbox, ada SMS dari nomor tidak dikenal yang berisi ancaman ajan mengirimkan santet leak melalui SMS. Akan tetapi kami tidak percaya informasi ini. Setelah didoakan, orang ini terlihat tenang. Lalu kami pulang.

Esoknya, orang ini ikut doa pagi pukul 5 pagi di gereja. Mula-mula dia bersikap normal. Yang memimpin doa saat itu adalah isteri saya. Dia membawakan renungan tentang Kasih Bapa. Tiba-tiba, orang ini menunjukkan perubahan perilaku. Dia mulai menimpali pembawa Firman dengan kata-kata: "Amin!" dan "Halleluya."

Saat berdoa syafaat, suasananya semakin genting. Orang ini berteriak-teriak tidak karuan. Dia mulai meracau. Emosinya tak stabil. Kadang menangis, kadang gembira, kadang murka, membentak-bentak, lalu meminta maaf pada orang yang dibentaknya.

Kami punya keyakinan orang ini tidak kesurupan, tetapi mengalami depresi, meski keluarga dan teman-temannya yakin bahwa dia kesurupan. Pagi itu juga kami membawanya ke psikiater. Dugaan kami tidak meleset. Menurut dokter, orang ini mengalami gangguan psikotik.

Menurut situs medicinenet: Psychotic disorders are a group of serious illnesses that affect the mind. These illnesses alter a person's ability to think clearly, make good judgments, respond emotionally, communicate effectively, understand reality and behave appropriately. When symptoms are severe, people with psychotic disorders have difficulty staying in touch with reality and often are unable to meet the ordinary demands of daily life.

Ada dua gejala yang menandai gangguan psikotik yaitu halusinasi dan delusi. Halusinasi adalah gangguan mental yang menyebabkan seseorang membedakan antara realitas dengan pikirannya sendiri. Sedangkan delusi adalah gangguan mental berupa perasaan terancam. Contohnya, merasa ada orang yang mengirim guna-guna kepadanya.

Alangkah baiknya, selain pelatihan eksorsisme, gereja-gereja juga membekali diri dengab dasar-dasar psikologi dan konseling sehingga bisa membedakan antara orang yang kesurupan dengan orang yang depresi.

 


__________________

 

Tulisan PurnawanFoto Purnawan  Video karya Purnawan