Submitted by Aries Yunarta on

Hari minggu kemarin, seperti biasa saya ikut kebaktian di
gereja saya. Ketika Firman Tuhan akan di sampaikan Gembala Sidang saya memperkenalkan seorang Pendeta yang akan melayani Firman Tuhan saat itu.

 

Pendeta itu bernama Jari, nama yang agak unik. Tapi namanya
mengunakan ejaan lama, maka ia di panggil “Yari” (J kan dibaca Y). Dia tidak
menyebutkan tema dr khotbahnya, tapi dia langsung berkhotbah dengan semangat,
bahkan sesekali ia berlompat. Dibalik gaya khotbahnya yang agak “unik” ada
satulah yang dia ungkapkan di bagian akhir khotbahnya, yang menjadi inspirasi saya
membuat tulisan ini.

Di bagian akhir khotbahnya, Pdt. Jari berkata kira2 begini
(lupa persisnya) “Allah dapat merubah kehendaknya” lalu ia mengambil contoh 2
kasus.

Yang pertama tentang Kisah Nabi Yunus, Nabi Yunus disuruh
Allah untuk menyampaikan berita kota Niniwe bahwa Allah akan memusnahkan kota
itu. Tapi Allah batal melakukannya (Kehendak Allah berubah) ketika Allah melihat
perubahan drastis (bertobat dan meminta pengampunan kepada Allah) yang di
lakukan seluruh penghuni kota itu. Sehingga Allah tidak jadi melaksanakan
pemusnahan itu. (Yunus 3 : 1-10)

Yang kedua adalah kisah Raja Hizkia ketika ia sakit keras,
dan Allah menyuruh Nabi Yesaya untuk menyampaikan berita kematiannya. Namun
Allah sekali lagi merubah kehendak-Nya, karena mendengar doa Hizkia dan melihat
airmatanya. (2Raja-raja 20 : 1 -11)

Kesimpulan saya :

Allah dapat merubah kehendak-Nya sesuka Dia. Toh Dia kan
Allah dan tahu mana yang terbaik buat semua. Dan Dia kan yang empunya seluruh
dunia ini, jadi mau dimusnahkan ato diselamatkan itu terserah Dia. Kita hanya bisa
mencoba untuk menyenangkan Allah sehingga Dia sudi memberikan keselamatan itu bagi
kita.

 

 

GBU ALL

Laughing