Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Croft

victorc's picture

Pendahuluan

Ayo, siapa yang hobi main game online atau berbagai jenis game yang lain? Kalau mau jujur, apa yang sebenarnya membuat Anda tertarik dengan game tersebut?

Apakah jenis tantangannya, settingnya, atau karakternya? Bukan jarang terjadi lho, banyak orang tertarik pada suatu game karena kepincut dengan tokohnya.

Sebut saja Lara Croft, karakter ini sudah lama digandrungi para gamers, bahkan sampai dibuat filmnya. Omong-omong tentang Lara Croft, bagaimana ya kalau misalnya Dian Sastro berperan dalam salah satu film laga dengan kostum ala 'Tomb Raiders'?

Indiana Jones yang ahli arkeologi itu juga dulunya tokoh fiksi, sampai dibuat filmnya. 

 

Fictophilia, gameophilia dan toonophilia

Fictophilia (1), seperti dikutip dalam urban dictionary, merupakan suatu keinginan, obsesi, perasaan cinta, daya tarik sensual terhadap karakter fiksi dalam sebuah film, komik ataupun buku novel. Misalnya para gadis banyak yang kepincut dengan tokoh Mr. Grey dalam film/novel: 'Fifty Shades of Grey.'

Menurut Profesor Mark Griffiths (2), dosen psikologi di Nottingham Trent University Inggris, ada pula istilah selain fictophilia yang lebih spesifik, misalnya toonophilia atau schediaphilia yakni daya tarik emosional dan sensual terhadap tokoh animasi, dan gameophilia yaitu kecintaan yang besar pada karakter fiksi pada video game.

Jagad maya memang makin edan.

 

Bagaimana dengan saya?

Artikel ini agaknya akan kurang menarik kalau saya tidak bercerita sedikit tentang diri saya. Saya juga dulu tertarik dengan tokoh Lara Croft yang diperankan Angelina Jolie, bahkan hampir semua film Angelina Jolie saya sudah lihat, termasuk 'Salt' dan 'Malevicent.' Tapi ya tertarik aja, tidak sampai yang aneh-aneh :-)

Terus bulan lalu, saya sempat menonton 'Stand by me, Doraemon' (4). Tentunya saya tidak terobsesi dengan kucing masa depan itu, tapi pada tokoh Shizuka yang begitu imut dan menggemaskan he he he

Terus tadi sore, saya coba browsing sebentar tentang virtual marriage dan virtual wedding, ternyata banyak juga lho yang menawarkan pernikahan gratis secara online, jadi Anda bisa menikah dengan siapa saja, tanpa perlu repot katekisasi pranikah, tanpa takut mertua, atau takut ketularan HIV. 

Tertarik? Sebaiknya berhati-hati, meskipun semua ini gratis, pernikahan riil tetap memberikan kepuasan batin yang lebih mendalam bagi yang menjalaninya. Dan tentunya secara psikologis lebih sehat.

Bagaimana pendapat Anda?

Jika ada komentar dan saran, silakan kirim ke email: victorchristianto@gmail.com

 

16 juli 2015, pk. 07:05

VC

 

Virtual marriage site

- Free virtual proposal, engagement. wedding etc.: www.virtualvow.com

- Free marriage: www.myvirtualwedding.com

- Virtual wedding chapel: wedding.rin.ru

- virtual marriage: www.irom.org

- virtual marriage: www.wedonweb.net

- virtual marriage: http://www.ikea.com/ms/sv_SE/catalog_categories/departments/festivities/brollop_online/english.html

 

Referensi: 

(1) Fictophilia, http://carapedia.com/fictophilia_fenomena_jatuh_cinta_pada_tokoh_fiktif_info6075.html

(2) Dr. Mark Griffiths, toonophilia, https://drmarkgriffiths.wordpress.com/2012/08/

(3) Online wedding, https://en.wikipedia.org/wiki/Online_wedding

(4) https://id.wikipedia.org/wiki/Stand_by_Me_Doraemon

__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.