Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Inspirasi

victorc's picture

Teks: Yohanes 7:38
"Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."

Shalom, selamat pagi saudaraku. Kemarin (6/9/2016) ada seorang teman yang bertanya kepada saya: dari mana anda mendapat inspirasi untuk menulis blog? Siapa blogger yang menjadi inspirasi anda?*
Pertanyaan itu sangat bagus, dan tampaknya juga menjadi pertanyaan banyak penulis pemula, karena itu berikut ini izinkan saya berbagi perenungan dari pengalaman saya sebagai blogger lebih kurang setahun setengah di SS ini. Saya akan menjawab sebagai berikut:
"Ya, banyak orang berpikir bahwa yang namanya inspirasi itu akan datang setelah setengah jam duduk diam. Bukan begitu, bagi saya inspirasi itu datang dari berbagai sumber dan dari peristiwa-peristiwa yang saya alami sehari-hari. Tidak ada kebetulan dalam hidup ini. Tuhan telah menaruh orang-orang di sekitar kita supaya kita bisa terus belajar dan bertumbuh dalam karakter maupun iman."

Menulis dengan hati
Kadang saya mendengar ceramah, lalu segera saya tuangkan dalam artikel. Misalnya blog http://sabdaspace.org/berkat
Lalu pernah saya mengikuti seminar tentang persepuluhan, kemudian saat rehat saya menyempatkan diri menemui pembicaranya lalu kami berdiskusi. Akhirnya jadilah sebuah blog kombinasi dua pikiran, lihat http://sabdaspace.org/persepuluhan
Kadang inspirasi juga datang dari mendengar khotbah, membaca Alkitab, artikel di internet atau koran, film atau buku. Namun lebih sering dari hasil mengobrol dengan orang-orang yang saya jumpai di mana saja. Kalau boleh mengutip motto Bung Karno: "penyambung lidah rakyat," maka seorang blogger juga mesti memiliki nurani yang peka sehingga dengan jeli ia dapat mendengar keluhan masyarakat. Jadi sering-seringlah mengobrol dengan orang-orang di mana pun, baik di pasar, di sekolah, di penjara dll.
Prinsipnya: menulis bukan hanya soal merangkai kata menjadi kalimat yang bagus, menulis juga bukan sekadar mengasah otak, melainkan soal hati. Karena itu kalau ingin menulis, mulailah dengan sebuah keresahan. Apa yang membuat Anda resah? Tulislah itu menjadi artikel, tentunya mesti dikuatkan dengan data-data dan bacaan yang relevan. Jadi belajarlah menulis dari hati.
Pernah saya mendengar keluhan guru SD yang frustrasi karena kurikulum yang gonta-ganti, lalu saya tulis dalam bloghttp://sabdaspace.org/gelisah
Lalu saya juga pernah mendengar dari seorang napi bahwa dulu dia dipaksa membayar pajak milyaran rupiah oleh petugas, namun karena ia tidak mau akhirnya dia masuk lapas. Lihat http://sabdaspace.org/pajak
Selain itu saya juga sering menulis untuk menyampaikan kebenaran, jika suka bolehlah disebut: menjalankan fungsi kenabian. Bukankah para nabi seperti Natan, Elia, dan Yohanes Pembaptis tidak ragu mengatakan kebenaran kepada para raja yang menyimpang? Istilah yang tepat untuk itu mungkin adalah: "Speak the truth to power." Kalau mau lebih kontekstual, bisa diubah sedikit menjadi: "Speak the truth to superpower."

Detektif
Blog-blog saya juga sering ditulis dengan gaya cerita detektif, artinya berupaya menguak kebenaran yang tersembunyi. Memang dulu sewaktu SMP dan SMA saya memang penggemar novel detektif, jadi kadang masih terbawa.
Jadi, intinya Anda bisa menulis dari sumber apa saja, asal Anda dapat menyampaikannya dengan lugas dan menarik.
Satu hal yang kadang menjadi dilema adalah kalau kita ingin menulis blog tentang suatu topik yang bukan bidang yang kita kuasai.* Kuncinya adalah jangan malu bertanya baik kepada para ahli dalam bidang tersebut, atau bisa juga Anda bertanya kepada orang-orang yang menekuni secara langsung bidang tersebut. Misalnya, saya pernah menulis tentang topik CRISPR, lalu saya tanyakan pendapat kepada Prof. Umar Anggara Jenie, guru besar Ilmu Farmasi UGM. Lihat http://sabdaspace.org/crispr. Ada juga artikel tentang apel yang saya tulis dari hasil diskusi dengan seorang teman yang memiliki kebun apel. Lihat http://sabdaspace.org/taman. Dan seterusnya.
Yang terakhir, Anda juga bisa menulis dari pengalaman spiritual Anda bersama Tuhan. Mungkin Anda memiliki pengalaman khusus, seperti doa-doa yang terjawab atau malah tidak terjawab, dan seterusnya. Seperti ayat yang dikutip di awal tulisan ini, kalau Anda bergaul erat dengan Roh Kudus, maka dalam hati Anda akan mengalir ucapan syukur dan puji-pujian seperti aliran air hidup, dan air itu akan dapat memberkati banyak orang yang dahaga.

Kiranya hal-hal di atas dapat memotivasi kita untuk menulis, karena bahannya terserak di mana saja di sekitar kita, tinggal kejelian kita untuk mengolahnya menjadi artikel yang berbobot.


Selamat menulis!

Versi 1.0: 6 september 2016, pk. 21:41
VC

catatan: artikel ini ditulis untuk Ayu dan Aji.

Bacaan lanjutan:
(1) Thomas Armstrong. The multiple intelligences of reading and writing: make the words come alive. Alexandra: ASCD, 2003.
(2) Courtney Chowning. Blending Christian virtues into your blog. Url: http://www.courtneychowning.com
(3) Bob Walsh. Clear blogging: how people blogging are changing the world and how you can join them. Berkeley: Apress, 2007

__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.