Debu di pinggir jalan mengepul-ngepul ditimpa jejak-jejak sepatuku. Tak seperti biasa, hari ini tak ada hasratku mempermainkannya. Kupacu kaki-kaki kecilku mendahului langkah-langkah nenekku. Tak kugubris omelan nenek yang memintaku berjalan lebih pelan. Yang ada di kepalaku cuma satu. Pulang. Secepat-cepatnya pulang!
Sesampainya di rumah ... kutinggal tas tergolek di lantai, kulepas sepatu asal saja. Aku cuma mau lari dan sembunyi. Tak mau siapa pun menemukanku ....
"Mike, Mike! Ada apa tho?! Pulang-pulang kok masuk kolong! Ada apa tho?!" Entah berapa kali nenek menggulirkan pertanyaan yang sama. Mulutku tak kuasa menjawab. Dadaku begitu sesak. Mataku terlalu panas. Hanya sedu-sedan yang terdengar di kolong ranjang kuno yang gelap dan pengap.
Keesokan harinya suhu badan Mike melonjak. Nafsu makannya anjlok. Perutnya mual tak bisa diisi apa-apa. Kata dokter tak ada yang salah dengan tubuhnya, mungkin ada masalah di sekolah.
"Miss Lauren ... jahaaat!" Semua yang mendengar terlonjak. Tak pernah Mike berkata seperti itu tentang guru-gurunya. "Miss-nya ... galak ...! Aku dibentak-bentak ... dibilang ngatain Miss-nya 'kurang ajar' ... padahal aku ndak pernah ...," adu Mike di sela sedu-sedannya. "Aku cuma bilang 'Jason kurang ajar pinjam setip bu guru ndak bilang-bilang'. Tapi temenku ngadu katanya aku bilang 'bu guru kurang ajar'... terus aku dimarah-marahi dan dibentak-bentak di depan kelas .... Aku malu ... aku kan ndak salah ... aku ndak mau sekolah di situ lagi!"
Upaya sang ibu menjernihkan persoalan dengan pihak sekolah membentur tembok batu. Miss Lauren bersikukuh tindakannya sudah tepat, sedang ibu wali kelas tak tahu-menahu karena waktu kejadian tak ada di tempat. Sementara Mike kian hari kian enggan pergi ke sekolah. Akhirnya, demi sang buah hati ibu Mike memohon sudilah kiranya pihak sekolah tidak mengungkit masalah itu lagi agar Mike bisa cepat melupakannya. Dan itulah yang dilakukan. Semua bersikap seolah-olah kasus itu tak pernah ada. Satu-dua tepukan yang sesekali mampir di bahu Mike seolah mengisyaratkan, "It's ok, Mike ... it's all over."
Namun sejatinya, benarkah demikian? Bagi Mike kecil yang baru tujuh bulan mencicipi bangku sekolah dasar ... benarkah demikian?
(Seperti yang dikisahkan oleh nenek Mike pada Februari 2009)